PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
DIAMNYA AYANA


__ADS_3

Ayana hanya diam mematung tanpa niat beranjak dari tempat duduknya. Dia bahkan mengalihkan pandangannya kembali ke arah jalanan. Membuat Rayan menundukkan kepalanya


"Ternyata tak mudah mencintai kamu.. Butuh perjuangan lebih keras lagi.." Monolong Rayan dalam hati merasa tertantang



"Aku gak tau, apakah luka mu yang terlalu dalam atau cintamu pada mantan suami mu yang terlalu dalam.. Sehingga kamu gak pernah bisa melihat ketulusan ku.." Monolog Rayan sendu


Rayan akhirnya turun dari mobil dan berlari kecil menghampiri Ayana yang duduk di halte tersebut.


Ayana yang menyadari Rayan berdiri tak jauh darinya, sedikit gugup tapi berusaha untuk tetap tenang



“Ayana.. Bukankah sore ini jadwal Yuki check up..? kamu gak mau kan berlama lama disini..?” Ucap Rayan lembut


Ayana mendongakan kepalanya menatap wajah Rayan. Ayana tak heran mendengar ucapannya karena Rayan pasti tahu ini dari dokter Mika. Karena mereka pratek di tempat yang sama dan mereka juga masih sepupuan


Ayana bersikap acuh tak acuh membuat Rayan gemas melihatnya


"Ayana.." Panggil Rayan meminta perhatian Ayana



“Saya bisa naik angkot.. Sebentar lagi juga angkotnya datang.. Dokter silakan pulang aja..” Ucap Ayana sopan

__ADS_1


“Ayana please.. Demi Yuki..” Ucap Rayan merayu


Dia terpaksa membawa nama Yuki demi meluluhkan hati Ayana. Tak ada lagi cara lain baginya selain menggunakan satu nama yaitu itu. Dan benar saja, Ayana menyerah.


Rayan tersenyum dan berlari kecil membuka pintu mobilnya untuk Ayana. Kemudian dia berjalan memutari mobil ke arah kemudi samping Ayana.


"Ini pake dulu biar gak dingin.." Rayan menyerahkan blazernya yang berada di jok belakang


"Terima kasih.." Ucap Ayana mengambil blazer dari tangan Rayan dan memakainya


Rayan tersenyum melihat Ayana menarik seat belt setelah memakai blazernya. Entah kenapa Rayan senang melihat kali ini Ayana peduli pada dirinya. Memikirkan keselamatan, tidak seperti sebelumnya waktu tangannya terluka dan pada waktu terbaring sakit. Seolah tak peduli seperti apa dirinya saat itu


Mata Ayana tak sengaja menangkap Rayan yang sedang tersenyum memandangnya. Wajahnya seketika merona. Perasaannya pun canggung dan berkahir salah tingkah



Sedangkan Ayana langsung memalingkan pandangannya kearah kaca jendela mobil dengan perasaan yang semakin canggung. Tangannya terus meremas ujung tas yang berada di atas pangkuannya.


Sesekali mata Rayan melirik kearah Ayana. Hatinya bergetar saat berduaan seperti saat ini. Jantungnya berdetak terlalu cepat, menumbuhkan benih cinta terlalu dini. Bukan lagi perasaan ibah, tapi sudah beralih cinta sepenuhnya


“Ayana.. Saya sadar lamaran saya malam itu tuh terlalu cepat buat kamu.. Saya juga tau, kamu lagi banyak masalah yang sedang kamu hadapai.. tapi jujur, saya gak pernah main-main soal niatan saya..” ucap Rayan memecahkan keheningan


Ayana tak bergeming sedikitpun mendengar ucapan Rayan.. Namun jemari tangannya tak henti memainkan ujung tas miliknya dalam pangkuannya. Menandakan kegugupan


dan perasaan tak nyaman

__ADS_1


Suasana kembali hening. Rayan terus memikirkan bagaimana caranya untuk bisa meluluhkan hati Ayana. Tanpa sengaja, mata Rayan menangkap bekas luka goresan di tangan Ayana. Bukti betapa kerasnya perjuangan hidup yang di jalaninya selama ini.


Rayan ingat betul, itu bukan bekas goresan waktu itu. Niatnya semakin bulat tanpa bisa di tawar lagi. Dia pun bertekad membuat mantan suaminya menyesal telah menyia nyiakan Ayana dan anaknya. Karena Ayana berhak bahagia


Rayan menepikan mobilnya setelah berada di area sepi kendaraan agar tidak menganggu pengguna kendaraan lain. Ayana kebingungan Rayan tiba tiba menghentikan mobilnya dan duduk miring menghadap ke arahnya


Tatapan mata Rayan sontak membuat Ayana semakin gugup


“ Ayana please.. Beri aku waktu untuk membuktikan kesungguhan ku.. Aku gak akan mengumbar janji apapun.. Tapi aku akan pastikan hidup kamu, Yuki dan Ibu akan bahagia bersamaku..” Ucap Rayan memohon


“Aku akan berusaha membuat kalian bahagia.. Aku akan melindungi kalian dengan segala kesanggupanku..” Lanjutnya lagi dengan tatapan teduhnya membuat Ayana bingung harus menjawab apa


Diamnya Ayana membuat Rayan semakin gunda. Rayan khawatir Ayana malah ilfeel dan semakin menjauhinya. Rayan menundukan kepalanya


Beberapa saat berlalu, Ayana tak jua memberikan sepatah katapun untuk Rayan. Membuat Rayan kembali menyalakan mesin mobil dan beranjak dari sana dengan hati yang tak menentu, hingga mereka akhirnya tiba di rumah Ayana.


Sebelum Ayana turun, Rayan menahan lengan Ayana. Ayana yang kaget langsung berbalik menatap Rayan di balik kemudi


**BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR MEMBACA..


DAN TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA.. 😇🙏💞💞


SEMOGA SUKA, MAKLUM JIKA ADA YANG KURANG DARI CARA PENYAMPAIAN SETIAP KATA, KARENA AUTHOR MASIH PEMULA..😊🙏🙏💞**

__ADS_1


__ADS_2