PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
TRISTAN MENJENGUK AYANA


__ADS_3

Saat dia menerima panggilan telephone tersebut, Rayan bergegas turun dari mobil dan berlari kencang menuju ruang PICU berada.


Dari ujung ruangan, Rayan sudah melihat Ayana yang menangis dalam dekapan Ibunya dengan mertuanya mengelus punggungnya


Rayan melambatkan langkahnya karena hatinya mendadak perih menyaksikan istrinya yang sangat terpukul dalam pelukan sang Ibu.


Bu Lela yang melihat bayangan Rayan tak jauh dari tempat mereka berdiri, menatapnya sedih.


"Sayang.." Panggil Rayan menghampiri


Ayana yang mendengar suara suaminya, langsung menoleh ke arah suaminya dan beralih memeluk sang suami.


Rayan melirik ke arah mertua dan kedua orang tuanya secara bergantian.


"Yuki koma.." Bisik bu Retno di telinga Rayan


Rayan mengeratkan pelukannya pada sang istri menyalurkan rasa dalam hatinya yang tidak berbentuk lagi.


Meski Yuki bukan darah dagingnya, namun Rayan begitu menyayanginya seperti rasa sayangnya pada Ayana.


"Sayang.. Kamu harus kuat demi Yuki.." Ucap Rayan mencium pucuk kepala Ayana berulang kali


"Aku masuk dulu ya..? Mau masuk kedalam..?" Tanya Rayan menunduk menatap wajah Ayana


"Iya mas, mau.." Jawab Ayana bersemangat meski tangisnya tak kunjung reda


"Ma, bu, papa, kita gantian ya..? Hany boleh dua orang saja, gak boleh lebih.." Ucap Rayan


"Masuklah, Ayana harus lihat gimana kondisi Yuki di dalam.." Jawab pak Sultan


Rayan mengangguk kemudian menuntun Ayana masuk ke dalam ruangan PICU


"Sayang.. Ini mama sayang.. Yuki bisa dengar mama..?" Sapa Ayana menahan tangisnya agar tidak pecah di depan sang anak



"Kalau Yuki sudah sembuh, mama akan ajak Yuki jalan jalan liat senja lagi di pantai.. Yuki kangen ya sayang liat langit senja kayak dulu..? Yuki harus cepat sembuh ya sayang.." Ucap Ayana meski sang anak tidak memberinya respon.


Rayan hanya bisa mengelus punggung sang istri mencoba untuk memberikan kekuatan. Air mata Ayana menetes perlahan membasahi pipinya.


Dengan cepat dia menghapus air matanya dengan telapak tangannya dan berusaha tersenyum menatap wajah sang anak


"Mas.. Yuki baik baik ajakan mas..?" Tanya Ayana dengan matanya yang terua menatap wajah sang anak


"Iya sayang.. Yuki anak yang kuat, anak yang tangguh, dia pasti berjuang untuk kembali kepada kita sayang.." Jawab Rayan mencoba memberi semangat pada istrinya


Ketika Ayana mendongak menatap wajah Rayan, mereka di kejutkan dengan suara monitor Yuki berdecit.


Rayan bergegas meminta Ayana untuk berpindah posisi dan menekan tombol darurat.


Rayan mencoba menangani kondisi Yuki sambil menunggu para petugas medis dan dokter ahli tiba di ruangan tersebut


__ADS_1


Sementara Ayana menangis kencang melihat kondisi Yuki dan Rayan yang sedang mencoba menangani Yuki tepat di depan matanya


"Dokter Rayan.. Biar kami yang tangani dok.." Ucap dokter Amanda dan dokter Eka bersamaan


Rayan pun mundur dan membawa Ayana keluar ruangan tersebut. Petugas medis lainnya pun bergegas melaksanakan tugasnya masing masing


"Yan, gimana kondisi Yuki di dalam..?" Tanya bu Lela menghampiri Rayan dan Ayana saat mereka muncul di ambang pintu.


Dokter Retno dan pak Sultan beserta bu Lela terkejut saat petugas medis berlari kecil masuk ke ruang PICU.


Bu Retno yang memang berprofesi sebagai dokter tentu sudah tahu apa yang tengah terjadi pada Yuki.


"Gak apa apa bu, semoga Yuki bisa melewati masa kritisnya.. Dokter Amanda dan dokter Eka sudah menangani Yuki di dalam.. Bantu doa saja bu.." Jawab Rayan menenangkan bu Lela


Sementara Ayana masih sesegukan dalam dekapan Rayan. Ayana yang sudah sangat kelelahan, tubuhnya merosot jatuh ke lantai.


Beruntung Rayan dapat menangkap dengan baik sehingga kepalanya tidak sampai terbentur ke lantai


"Yan angkat dan bawa Ayana ke UGD sekarang.. Kondisinya sangat lemah.." Ucap bu Retno pada sang anak


Dengan sigap Rayan mengangkat tubuh Ayana dalam gendongannya dan membawanya menuju ruang jaga para medis untuk memindahkan tubuh Ayana ke brankar dan mendorongnya menuju ruang UGD.


Sementara itu, Susi yang di paksa oleh Tristan untuk menunjukan keberadaan Ayana, tengah berada di depan kamar VVIP, kamar rawat Yuki.


Karena tidak ada satu pun yang membukakan pintu disana, Susi terpaksa menghampiri perawat jaga untuk menanyakan keberadaan penghuni kamar Yuki


"Tan, ayo cepatan.. Yuki masuk ruang PICU.. Ayana dan yang lainnya sedang berada disana.." Ucap Susi berlari kecil menuju lip.


Sementara Tristan yang tadinya kebingungan akhirnya mengikuti langkah Susi.


Sementara di ujung kursi tak jauh dari bu Lela berada, dokter Retno dan pak Sultan juga duduk berdampingan.


Mereka sedang menunggu kabar Yuki yang sedang di tangani dokter di ruangan itu.


"Ibu.." Panggil Susi pelan setelah menghampiri bu Lela


Bu Lela mendongak menatap Susi dan beralih menatap Tristan. Bu Lela terkejut melihat Tristan, sahabat Ayana sejak remaja yang sering berkunjung ke rumahnya dan belajar bersama Ayana sewaktu mereka SMA.


"Susi..? Tristan..?" Bu Lele berdiri menghadap keduanya


Bu Retno dan pak Sultan menoleh ke arah suara bu Lela yang sedikit terdengar keras


"Tristan, kamu disini..? Apa kabar nak..? "Sapa bu Lela


"Iya bu, Alhamdulillah baik.. Aku udah lama bu baliknya.. Ibu apa kabar..?" Sapa balik Tristan mencium punggung tangan bu Lela sopan


"Ibu baik, Alhamdulillah.." Jawab bu Lela tersenyum


"Oh iya bu, Ayana mana bu..?" Tanya Susi mencari keberadaan Ayana disana yang sejak tadi tidak terlihat olehnya


"Ayana sedang berada di UGD.. Dia kelelahan dari kemarin.." Jawab bu Lela


Susi dan Tristan melebarkan matanya mendengar Ayana yang juga ikut di rawat. Mereka bingung apa harus melihat kondisi Ayana atau tetap disana dulu mendampingi bu Lela

__ADS_1


"Yuki gimana bu sekarang..?" Tanya Susi kemudian


"Yuki masih di dalam, lagi di tangani sama dokter.." Jawab bu Lela menoleh ke arah pintu ruang PICU


Saat kebetulan, pintu ruang PICU pun terbuka. Bu Lela bersama bu Retno dan pak Sultan serentak menghampiri dokter Amanda yang keluar dari balik pintu


"Gimana dok kedaan cucu saya..?" Tanya bu Lela gemetar karena cemas menunggu jawaban dari dokter


"Alhamdulillah, Yuki bisa melewati masa kritisnya.." Ucap dokter Amanda tersenyum menatap bu Lela


Semua yang ada disana serentak mengucap syukur


"Loh dokter Retno disini juga..?" Sapa dokter Amanda tersenyum


"Iya saya izin cuti karena pagi pagi udah dapat kabar Yuki masuk PICU.." Jawab bu Retno tersenyum ramah.


"Dokter Retno..? Apa dia dokter yang waktu itu..? Ahh tidak mungkin.." Batin Susi bermonolog menatap wajah bu Retno dengan lekat


"Bu, apa saya boleh menemui Ayana..?" Tanya Tristan di sela sela perbincangan mereka


"Oh iya Tan, boleh.." Jawab bu Lela


Dokter Retno dan pak Sultan melirik ke arah keduanya. Mereka menatap Tristan dengan pikiran mereka masing masing.


Hingga Tristan dan Susi berlalu dari pandangan mata mereka


"Mas.. Aku kenapa bisa disini.. Aku mau nunggu Yuki mas.. Tolong bawa aku kesana..?" Tanya Ayana setelah dia sadar dari pingsannya


"Sayang.. Sabar sebentar sayang.. Tunggu sebentar, minimal cairan infus ini habis dulu.." Ucap Rayan mencoba meminta pengertian istrinya


Rayan khawatir kondisi Ayana akan drop jika dia memaksakan diri.


"Sarapan dulu ya..? Kamu belum makan apa apa sejak pagi tadi.." Rayu Rayan mengusap lembut wajah istrinya


Ayana justru memeluk Rayan dan menumpahkan tangisnya di pelukan sang suami. Rayan mengerti apa yang ada di dalam hati dan pikiran Ayana



Sementara di ujung ruangan UGD, Susi dan Tristan menghentikan langkah mereka saat melihat Ayana dan Rayan yang sedang berpelukan.


Hati Tristan mendadak seperti sedang terbakar menyaksikan dua insan itu saling berpelukan di depan matanya.


Ayana adalah wanita yang selama ini telah mengisi hatinya, kini justru tengah berada dalam pelukan lelaki lain.


.


.


.


.


**BERSAMBUNG..

__ADS_1


TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR KESINI..


MOHON DUKUNGANNYA TERUS TEMAN TEMAN.. TERIMA KASIH SEBELUMNYA.. 😇🙏🙏💞💞**


__ADS_2