PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
MENJEMPUT


__ADS_3

"Istighfar sayang.. Biarkan Yuki damai disana.. Kamu ingat..? Yuki gak pernah suka melihat kamu menangis.." Rayan menengadakan wajahnya ke atas seusai berucap.


Berharap air matanya tidak tumpah lagi. Agar Ayana pun tidak larut dalam tangis.


"Iya mas.." Jawab Ayana pelan.


Setelah cukup menenangkan diri dari kesedihannya, Ayana pun beranjak dari duduknya dan perlahan beranjak dari sana dengan tangan dalam genggaman sang suami.


Memang benar. Rindu yang paling berat adalah rindu kepada mereka yang telah tiada. Kerinduan yang tak ada obatnya adalah merindukan mereka yang telah pergi untuk selama lamanya.


***


Di malam hari, dimana hampir semua insan sudah terlelap dalam tidur malamnya, Susi justru sedang berada di pinggir jalan sedang berjalan sambil mendorong motor maticnya dengan susah payah karena kelelahan. Sudah hampir satu jam Susi mendorong motornya mencari bengkel tambal ban.


Dengan kaki yang mulai gemetar karena sudah terlalu jauh berjalan, dengan tenaga yang mulai melemah, Susi akhirnya memilih memarkirkan motornya di bahu jalan dan duduk di samping motornya dengan kaki di tekuk.


"Sial banget sih hari ini.. Udah ketemu pelanggan yang sombong dan nyebelin, sekarang malah ban motor pake acara bocor lagi.." Susi terus mengumpat kesal.


Susi merogoh ponselnya di dalam tas selempangnya lalu mencari nomor seseorang disana.


"Alhamdulillah akhirnya di angkat juga.." Ucapnya setelah panggilan telephone nya yang kesekian kali di terima


"Ada Susi..? Ini udah malam loh.. Udah hampir jam 12 malam.." Suara Ayana terdengar serak khas orang baru bangun.


"Iya makanya aku nelphone kamu Ayay.. Ini aku lagi di pinggir jalan Ayay samping taman jalan arah ke butik.. Aku takut, aku sendirian disini.." Ucap Susi dengan nada yang di buat seperti benar benar ketakutan.


Di seberang sana, Ayana refleks terduduk dari tidurnya mendengar ucapan Susi.


"Kamu ngapin disitu malam malam begini..?" Terdengar suara Ayana sedikit meninggi dan khawatir.


"Ban motor aku bocor, bantuin.." Rengek Susi.


"Iya iya aku segerah kesana.. Tunggu aku disitu, jangan kemana mana.."


"Hmmm maen matiin lagi.. Kan aku mau minta di bawain air minum.." Susi menatap ponselnya dengan lesuh.


***


"Kenapa sayang..? Kok belum tidur..?" Rayan yang baru saja keluar dari toilet mengerutkan keningnya melihat istrinya yang baru saja mau turun dari tempat tidurnya.


"Mas, temani aku jemput Susi.." Ucap Ayana menoleh sebentar ke arah suaminya.

__ADS_1


Rayan terperanga melihat Ayana tergesa gesa memakai jacketnya lalu merapikan rambutnya.



"Mas.."


"Ahk iya.. Kemana..?" Tanya Rayan yang masih bingung dengan apa yang terjadi sampai Ayana terlihat begitu panik.


Ayana tidak menjawab. Ayana justru menarik tangan Rayan mengikuti langkahnya keluar kamar menuruni anak tangga.


"Sayang, tunggu.." Cegah Rayan dengan menahan gerakan Ayana.


Ayana tersentak menoleh ke arah Rayan yang berada di belakangnya.


"Sebenarnya ini ada apa..? mau kemana..? ini udah malam.." Tanya Rayan meminta penjelasan.


"Susi mas.. Dia ada di taman di ujung simpang jalan melati arah ke butik Ratu.. Katanya ban motornya bocor trus disana dia hanya sendirian.. Aku takut dia kenapa napa.." Jelas Ayana memancarkan raut wajah khawatir.


"Iyasudah tapi gak harus tergesa gesa kayak gini juga dong sayang.. Pamit dulu sama ibu.. Sama mba Lala di kamar Pangeran.. Biar mereka gak nyariin kalau Pangeran butuh Asi.." Rayan lantas langsung berbalik lagi menaiki anak tangga masuk ke dalam kamarnya untuk mencari kunci mobil jeepnya.


Sementara Ayana yang sempat terdiam dengan ucapan sang suami, akhirnya mengikuti langka suaminya dan menuju kamar Pangeran yang berada di samping kamar pribadinya dan suami.


"Baru mau bu.. Baru selesai nidurin Pangeran.." Jawab Lala sopan.


"Loh Pangeran rewel mbak..? Kenapa gak panggil saya aja.." Tutur Ayana menghampiri Pangeran di ranjang tidurnya dengan memeluk boneka kesayangan Yuki.



"Nggak bu.. Tadi Pangeran cuma nangis karena pengen pup aja.. Setelah di bersihin dia tidur lagi.." Jawab Lala tersenyum ramah.


"Oh syukurlah.. Nanti lain kali kalau kerepotan, gak apa apa panggil saya.." Ucap Ayana mengelus lengan sang pengasuh.


"Iya bu.." Jawabnya menunduk segan.


"Saya sama suami mau keluar dulu sebentar.. Kalau ada apa apa, ada ibu di kamarnya.."


Setelahnya Ayana keluar dari kamar sang anak menuruni lagi anak tangga menuju kamar bu Lela meminta ijin sang ibu.


Rayan sudah sejak tadi menunggu sang istri di mobil jeepnya dengan sabar.


***

__ADS_1


Di sebuah apartemen, sepasang kekasih tengah berdebat di depan pintu apartemen. Beberapa penghuni yang melihat mereka, sempat menegur agar tidak mengganggu kenyamanan penghuni lain. Mereka menyarankan agar menyelesaikan masalahnya di dalam apartemen mereka bukan di tempat umum seperti itu.


"Aku gak mau ya mas.. Silakan aja mas cari sekretaris baru lagi.. Aku mau mengundurkan diri.." Ucap Sari dengan tangisnya.


"Jangan kekanak kanakan kamu Sari.. Kamu pikir segampang itu kamu berhenti kerja sementara kerjaan kamu masih ada yang perlu kamu selesaikan.." Bentak Arman menatap Sari.


Arman selalu di buat pusing oleh tingkah laku Sari yang terlalu manja dan mudah merajuk. Tidak seperti dua wanita sebelumnya yang pernah hadir di hidup Arman, Ayana dan Rika. Kali ini, tak jarang Arman di buat tidak bisa tidur karena kesal dengan kelakuan kekasih barunya itu.


"Terserah.. Aku gak peduli.. Mas pikir aku gak malu ke butik bareng mas, tapi di dalam butik mas malah mengejar dan merayu wanita lain gitu..?" Ucap Sari marah.


Arman mentap wajah Sari dengan kesal.



"Kalau bukan karena pekerjaan, gak akan pernah sudi aku datang menemuimu apalagi jadi bahan tontonan orang.." Monolog Arman dalam hati.


***


Sesampainyai di ujung taman, Ayana langsung menunjuk ke arah Susi yang sedang duduk di trotoar taman tidak jauh dari motornya pada sang suami yang sedang fokus menyetir di sampingnya.



Rayan menghentikan mobil jeepnya tepat di depan Susi. Susi pun langsung beranjak berdiri dari duduknya setelah tahu mobil yang berhenti di depannya adalah Ayana dan Rayan suami sahabatnya itu.


"Ayay.." Susi menatap Ayana dengan ekspresi cemberut.


"Susi..? Kamu gak apa apa kan..?" Kok bisa kamu malam malam larut masih di luar gini..?" Tanya Ayana khawatir.



"Ban motor aku bocor Ayay.." Jawab Susi memajukan bibirnya dengan tangan menunjuk ke arah ban motornya.


"Iya tau.. Maksud aku kenapa bisa sampe larut gini pulangnya..?" Tanya Ayana memperjelas.


"Aku tadi belanja dulu di minimarket di ujung sana.. Trus makan mie ayam yang viral di samping minimarket itu.. Kan ngantrinya lumayan lama Ayay.." Jelas Susi.


Ayana menatap Rayan dengan menarik napas dan menghembuskannya. Rayan tersenyum lucu menatap Ayana yang terlihat kesal namun hanya mampu menahannya.


BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH BUAT TEMAN TEMAN SEMUA YANG SUDAH MAMPIR DISINI DAN JUGA SUDAH MAU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA.. 🙏🙏💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2