
Dengan keras mobil dari arah berlawanan menghantam tepat di samping kiri mobilnya membuat mobil yang di kendarainya terjungkal hingga beberapa meter.
Banyak teriakkan histeris dari sekitar persimpangan jalan itu ketika melihat kedua kendaraan berlawanan arah itu terjungkal. Bersyukur tidak ada pengendara lain yang ikut jadi korban selain kedua mobil itu.
Mobil Arman sempat mengeluarkan asap dari depan yang ringsek akibat sempat menghantam pembatas jalan sebelum kembali ke ruas jalan.
Arman segera di tarik keluar oleh warga untuk di larikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka serius akibat terjepit pintu samping yang ringsek. Sementara pengemudi mobil yang menabraknya, tidak mengalami luka yang serius.
***
Tristan yang baru turun dari motornya, berjalan mengedap endap sambil sesekali menoleh kebelakang ketika sebelumnya melihat seorang lelaki masuk ke dalam kontrakan Susi.
Rasa yang bergemuruh di dadanya serta rasa penasaran yang tinggi, mendorongnya untuk ingin tahu siapa gerangan lelaki tersebut.
Setelah sampai di depan jendela kaca, Tristan mencoba melihat kedalam lewat jendela tersebut. Dari luar, nampak laki laki tersebut sedang asik bercanda dengan Susi, membuat darah Tristan mendidih.
Dengan perasaan yang sulit di artikan, Tristan meraih ponsel di saku celananya dan mengirimi Susi sebuah pesan singkat.
__ADS_1
Perasaan Tristan semakin tak menentu ketika dilihatnya Susi hanya mengabaikan pesan darinya itu.
Susi maupun laki laki itu terlonjak kaget ketika Tristan tiba tiba saja muncul di hadapan mereka dengan sorot mata yang tajam.
"Tristan..? Ngapain kamu..?" Susi tidak dapat menyaring pertanyaannya karena kaget.
"Ngapain..? Ngapain kamu bilang..?" Tanya Tristan dengan amarah sambil melirik laki laki di hadapannya itu yang juga sedang menatapnya dengan penuh pertanyaan.
"Kamu sendiri ngapain dengan laki laki ini disini, berduaan lagi..?" Tanya Tristan menunjuk keduanya dengan jari telunjuk.
Tristan yang melihat itu, langsung berbalik keluar kontrakan menuju motornya yang berada di bahu jalan dan langsung pergi dengan amarahnya.
Susi membuang napasnya dengan kasar.
"Kak.. Tadi siapa..? Pacar kakak..?" Susi terlonjak saat sang adik tiba tiba berdiri di sampingnya dengan pertanyaan seperti itu.
Iya. Laki laki tersebut adalah adik pertama Susi yang datang dari kampung pagi tadi. Dia sengaja berkunjung ke kontrakan Susi karena kerinduannya pada saudara perempuan mereka satu satunya.
__ADS_1
"Katanya mau mandi..? Kenapa malah disini..?" Susi sengaja mengalihkan demi menghindari pertanyaan sang adik.
"Kalau boleh saran, kakak sebaiknya selesaikan dulu kuliah kakak yang selama ini kakak perjuangkan.. Setelah itu, terserah mau nikah atau masih mau menikmati kesendirian dulu.." Ucap sang adik lalu beranjak dari tempatnya dan Susi berdiri.
Susi tersenyum menatap punggung sang adik yang sesaat hilang dari balik pintu kamar mandi.
***
Sudah sejam Arman berada di ruang UGD hingga akhirnya di pindahkan ke ruang operasi. Tak berselang lama, Ibu dan Ayahnyapun tiba di rumah sakit setelah mendapat kabar dari pihak kepolisian bahwa Arman mengalami kecelakaan.
Dengan cemas bercampur sedih, Ibu maupun Ayahnya Arman terus menatap pintu ruang operasi itu. Berharap sang anak yang berada di dalam segera keluar dengan kondisi baik baik saja.
Sementara di dalam ruangan operasi, Arman yang sedang berada di meja pesakitan itu sedang mengalami penurunan detak jantung hingga akhirnya bisa kembali stabil sebelum para dokter dan petugas medis lainnya kembali melanjutkan operasi hingga selesai.
**BERSAMBUNG..
TERIMA KASIH BUAT TEMAN TEMAN SEMUA YANG MASIH LANJUT DENGAN NOVEL SAYA INI.. 🙏🙏💞💞💞**
__ADS_1