PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
PEKERJAAN ASLI AYANA


__ADS_3

"Ayana.." Teriak Susi memanggil nama seseorang yang sedang berjalan di trotoar depan cafe.


"Itu pasti beneran Ayana.. Mau kemana sih dia..? Sama siapa coba..?" Monolog Susi sambil terburu buru menyeberang jalan.


Karena masih dalam kondisi pemulihan, Susi terpaksa hanya berjalan lambat menyusuri jalanan trotoar sembari menajamkan pandangannya ke arah sosok yang di kejarnya agar tidak kehilangan jejak.


Saat di simpang jalan, Susi akhirnya kehilangan jejak juga. Susi menoleh ke sembarang arah untuk mencari sosok yang dia kejar sejak tadi.


"Kemana sih dia..? Aku yakin itu Ayana.." Gumam Susi sembari mencari sosok tersebut di sembarang arah.


Hingga akhirnya Susi melihat Ayana di tengah tengah kerumunan orang yang sedang menyeberang jalan di area lampu merah menuju seberang jalan.



"Ayana.. Heyy Ayana tunggu.." Pekik Susi hampir kehabisan suara saking kerasnya dia memanggil sahabatnya itu.


Ayana yang merasa namanya di panggil seseorang, refleks Ayana menengok kebelakang dan matanya langsung menangkap penampakan Susi yang terus melambaikan tangan ke arahnya.


Ayana tersenyum dan ikut melambaikan tangan sembari memberi isyarat untuk Susi menyusulnya di seberang jalan.


"Ya ampuun.. Jalannya cepat banget ya Allah.. Makin gesit aja tau nggak.." Celoteh Susi ketika mereka sudah berada di bahu jalan.


Ayana tersenyum menanggapi sahabatnya itu. Kerinduannya pada masa dimana keduanya sedang bekerja di restoran kini kembali hadir saat mendengar celotehan Susi. Susi yang dia kenal dulu, masih tetap sama. Selalu protes setiap apa yang membuatnya kesal. Meski demikian, Ayana justru merasa terhibur.

__ADS_1


"Mau kemana sih dandan cantik kayak gini..? Ya ampuun baru kali ini aku liat kamu dandan, ternyata kayak putri dari istana raja.." Ujar Susi dengan gaya menyibak rambut ke arah belakang bak iklan sampo membuat Ayana tergelak tawa.


"Nanti aku ceritain.. Temani aku dulu yuk..?" Tutur Ayana menggandeng tangan Susi menuju halte yang tidak jauh dari tempat mereka berada.


"Kemana..? Mau ngapain..? Ketemu siapa..?" Tanya Susi bertubi tubi dengan sedikit terseol seol mengikuti langkah kaki Ayana yang panjang.


"Hari ini aku keluar rumah tanpa minta izin Rayan.. Aku bosan di rumah, jadi aku putuskan untuk memulai karir yang dulu aku sempat geluti sewaktu masih berstatus istri mas Arman.." Ucap Ayana sambil duduk di halte menunggu seseorang yang akan menjemputnya.


Merasa belum paham arah pembicaraan Ayana, Susi berdiri mematung menatap Ayana.


"Kenapa..? Ayo duduk.. Nanti juga kamu akan tau.." Ujar Ayana dengan nada malas jika harus menjelaskan.


"Terus tadi kamu dari mana..?" Tanya Susi menunjuk arah seberang jalan dengan pikiran bingung menatap Ayana.


Susi duduk di samping Ayana dengan rasa penasarannya yang belum terjawab. Susi sampai lupa tujuannya keluar adalah untuk mencari sarapan karena pertemuannya dengan Ayana tersebut.


"Tunggu tunggu.. Jadi sebenarnya ini ada apa sih..? Coba tolong jelaskan biar aku ngerti gitu lohh.." Desak Susi meminta penjelasan Ayana.


Ayana menatap wajah Susi dengan datar. Hingga akhirnya dia menjelaskan mulai dari perdebatannya dengan sang suami sebelum dia memutuskan untuk keluar mencari kesibukan sendiri.


"Jadi kamu ribut sama suami kamu..? dia berani negur kamu belain wanita lain..? Wahhh wahh wahh.." Susi mendengar penjelasan Ayana menjadi ikut tersulut emosi.


"Lebih tepatnya mas Rayan menasehati aku untuk gak berlebihan pada Emil.. Tapi namanya perasaan seorang istri, tetap aja kan harus di utamain segiamanapun juga.. Terlebih negurnya di depan Emil.. Kalau saja dia negur aku disaat hanya ada aku sama dia, gak masalah.. Tapi ini di depan Emil, aku gak terima.." Tutur Ayana tersenyum miring

__ADS_1


"Terus kamu pergi tanpa pamit..?" Tanya Susi lagi


"Iya aku keluar tanpa izin.. Dia di ruang kerjanya saat aku tinggal.. Kebetulan di saat yang sama, mbak Ratu ngirimin aku pesan buat jadi modelnya lagi di butik miliknya jadi tanpa pikir panjang aku langsung terima tawarannya.." Jawab Ayana tersenyum menatap Susi.


"Hah..???.. Jadi kamu dandan kayak gini karena pekerjaan..?" Tanya Susi senang


Ayana mengangguk pelan dengan senyum indahnya.


"Dulu, aku tuh kerja disana sebagai modelnya.. Tapi setelah aku sama mas Arman mulai ada masalah rumah tangga, aku memutuskan untuk fokus mengurus Yuki.." Ucap Ayana membuat Susi tersenyum kagum


Mata Susi fokus melirik penampilan Ayana yang memang terlihat sempurna. Susi tidak menyangka, sahabatnya yang selama ini bekerja dengannya sebagai pelayan restoran adalah seorang model sebuah butik ternama.


Matanya tidak sengaja menatap ke perut Ayana yang terlihat sedikit buncit namun tidak mengurangi penampilannya. Ingin sekali dia bertanya, tapi di urungkannya kembali karena mobil jemputan dari butik yang mereka bahas sejak tadi sudah tiba. Susi pun terpaksa ikut dengan Ayana menuju butik milik teman Ayana yang Ayana ceritakan itu.


***


Sudah hampir sejam Rayan mencari keberadaan Ayana. Berulang kali pula Rayan menghubungi nomor ponsel Ayana namun ponselnya berada di luar area, membuat Rayan mulai dilanda frustasi. Bahkan bu Lela juga ikut panik mencari keberadaan sang anak tercintanya.


**BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA YA TEMAN TEMAN.. 🙏🙏💞💞


TERIMA KASIH JUGA ATAS BENTUK DUKUNGANNYA.. 🙏💞💞💞**

__ADS_1


__ADS_2