PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
KECEMBURUAN


__ADS_3

"Aku tadi belanja dulu di minimarket di ujung sana.. Trus makan mie ayam yang viral di samping minimarket itu.. Kan ngantrinya lumayan lama Ayay.." Jelas Susi.


Ayana menatap Rayan dengan menarik napas dan menghembuskannya. Rayan tersenyum lucu menatap Ayana yang terlihat kesal namun hanya mampu menahannya.


"Lain kali ingat waktu Susi.. Belajar dari kejadian hari ini.. Kita gak pernah tahu di luar sana baik atau buruk yang akan kita temui.. Syukur syukur gak ada yang jahatin kamu.." Ucap Ayana menatap wajah sahabatnya itu dengan tulus.


"Iya kakakku yang cantik dan baik hati.. Saya akan ingat ingat nasehat kakak.." Ucap Susi dengan berlagak polos, membuat Rayan dan Ayana saling lirik


"Iyasudah motornya biar di derek aja di belakang.. Besok biar minta tolong pak Arif nganterin ke bengkel.." Ucap Rayan menunjuk mobil jeepnya.


"Oh yasudah.. Saya ikut aja gimana baiknya.." Ucap Susi tersenyum menatap Ayana dan Rayan secara bergantian.


"Maaf ngerepotin.." Tambahnya lagi.


Ayana dan Susi menepi sebentar di bangku panjang yang tersedia di taman sambil menunggu Rayan selesai menaikkan motor Susi ke mobil jeepnya



Di kontrakan, Tristan yang menunggu kepulangan Susi sedari pukul sembilan malam, ketiduran di kursi depan pintu kontrakan. Rutinitas seharian membuatnya kelelahan dan tanpa sadar tertidur meski posisi tidurnya kurang nyaman.


Tristan tidak tahu soal keberadaan Susi yang berada di luar hingga sampai pukul dua belas malam. Sampai saat penghuni kontrakan lain melihatnya tertidur di kursi depan kontrakan Susi, menghampiri dan membangunkannya.

__ADS_1


Dengan gelagapan Tristan berusaha mengumpulkan kesadarannya.


"Maaf saya ketiduran.. Mmm saya nungguin Susi pulang kerja.." Jawab Tristan setelah nyawanya terkumpul sepenuhnya.


"Tapi biasanya kalau Susi sudah pulang, lampu kamarnya pasti nyala.." Ucap tetangga kontrakan Susi yang membangunkannya itu.


Tristan menoleh ke arah kamar Susi dan ternyata tidak ada lampu penerangan disana.


"Iyasudah makasih sudah membangunkan saya.." Ucap Tristan sopan.


"Iya sama sama.. Saya permisi.."


***


Ayana hanya tersenyum kecil menanggapi kepolosan Susi. Sementara Rayan hanya diam dan tetap fokus menyetir. Ayana sejujurnya malu dan merasa minder akan keberadaannya dan sang Ibu akan suaminya yang ternyata benar benar memiliki kekayaan yang luar biasa. Dan hal itu baru dia ketahui setelah beberapa bulan pernikahan mereka. Termasuk beberapa kendaraan mewah yang terparkir di rumah mertuanya.


"Pak dokter, makasih banyak ya sudah nolongin dan nganterin saya sampe kontrakan.. Ayay.." Ucap Susi pada suami istri itu setelah mereka sudah sampai di depan kontrakan tempat Susi tinggal.


"Iya sama sama.. " Jawab Ayana tersenyum sementara Rayan tersenyum mengangguk.


"Motornya..?" Tanya Susi menoleh ke arah Rayan dan Ayana meminta pendapat.

__ADS_1


"Besok biar saya anterin kalau kerja.." Ucap Tristan tiba tiba menghampiri


Susi maupun Rayan dan Ayana terkejut dengan kehadiran Tristan yang tiba tiba muncul di hadapan mereka bertiga dengan datarnya.


"Loh.. Kok kamu bisa disini..?" Tanya Susi kemudian.


Rayan melirik ke arah Ayana. Begitupun Ayana, melirik ke arah Rayan. Entah apa yang ada di dalam pikiran mereka masing masing ketika Tristan hadir disana. Terlebih Rayan dan Ayana terakhir ketemu Tristan ketika Tristan marah marah pada Ayana sewaktu di rumah sakit ketika mengetahui Ayana mempunyai hubungan dengan Rayan.


"Kamu kenapa baru pulang jam segini..?" Tristan tidak menjawab pertanyaan Susi, justru dia mengajukan pertanyaan sembari melirik ke arah motor Susi dengan nada datar.


"Pak dokter, Ayay, makasih banyak ya.. Maaf udah merepotkan.. Motornya gak apa apa di turunin aja disini.." Ucap Susi


"Iya sama sama.. Yasudah kami pulang dulu, ini udah malam.. Ayo sayang.." Rayan sengaja menggandeng jemari Ayana dengan mesra di hadapan Tristan


Tristan yang melihat tangan Ayana dalam genggaman Rayan, merasa sedikit nyeri di dadanya. Namun Tristan berusaha untuk tidak menunjukannya. Dan Ayana tahu itu sebab tanpa sengaja Ayana melihat Tristan menatap ke arah tangannya dan Rayan.


Merasa tidak nyaman dengan situasi yang ada, Ayana pun langsung mengiyakan ajakan suaminya untuk pulang.


"Kamu kenapa bisa sama mereka..?" Tanya Tristan kemudian setelah Ayana dan Rayan sudah beranjak pergi dari sana.


**BERSAMBUNG..

__ADS_1


TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR KESINI.. 🙏🙏💞💞💞**


__ADS_2