PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
KEKESALAN RAYAN PADA AYANA


__ADS_3

"Ma.. " Rayan merengek manja.


"Rayan, istrimu itu sedang hamil nak.. Tapi kondisi janinnya sangat lemah di tambah dengan keadaan Ibunya saat ini. Mama khawatir janinnya tidak akan berkembang.." Rayan yang mendengar penjelasan dokter Retno, mengusap mukanya dengan kasar.


Bagaimana bisa selama ini dia tidak mengetahui akan kehamilan istrinya.


Jika seandainya dia memperhatikan istrinya selama ini, mungkin saja keadaan akan berbeda.


Ayana sering bolak balik ruang PICU, sering telat makan karena Rayan juga sibuk di ruang beda sehingga kurangnya pengontrolan.


Juga kelelahan serta kurangnya waktu istrahat. Itulah sederatan penyesalan Rayan.


Bu Retno menepuk nepuk pundak sang anak memintanya untuk kuat dan sabar dengan cobaan yang ada. Rayan meremas rambutnya karena frustasi.


"Ma, tolong lakukan yang terbaik untuk Ayana dan calon anakku.. Aku yakin, mama bisa menyelamatkan calon bayiku.." Rayan menatap dokter Retno dengan tatapan yang penuh semangat.


Dia percaya mamanya pasti akan mengupayakan apapun untuk istri dan anaknya.


Dokter Retno menatap sendu wajah sang anak. Meski dokter Retno belum bisa memastikan, dia tersenyum mengangguk karena melihat wajah optimis dari anak tercintanya itu.


***


Tahlilan di malam pertama bersama kerabat, tetangga serta anak anak yatim piatu yang di selenggarakan di kediaman Rayan dan Ayana setelah pemakaman Yuki, berjalanan dengan begitu baik dan penuh khidmat.


Pak Sultan di bantu dengan asistennya telah menyiapkan acara itu dengan sangat totalitas.


Bu Lela sangat terharu dengan apa yang telah dilakukan oleh besannya untuk cucunya.


Bu Lela sangat bersyukur di tengah duka dan cobaan terberat anak dan cucunya, Allah telah memberikan suami sepaket dengan orang tuanya kepada anaknya Ayana.


Kebaikan dan ketulusan mereka tidak dapat di gambarkan oleh bu Lela.


Sementara itu, di tengah tengah tamu yang ada, bu Lela juga bersedih. Arman tidak terlihat berada disana di antara mereka.


Bu Lela tidak tahu apakah Arman tidak datang karena apa. Sedangkan Ayana dan Rayan, juga tidak terlihat berada disana di karenakan Ayana yang masih harus mendapatkan perawatan.


Rayan mau tidak mau harus tetap standby di sisi Ayana.

__ADS_1


Sedangkan dokter Retno, beliau harus bolak balik dari rumah Rayan dan rumah sakit untuk tahlilan dan juga tugas serta untuk Ayana dan calon cucunya tanpa kenal lelah.


***


"Sus, bukankah itu kamar rawat Yuki anaknya dokter Rayan sus..?" Emil yang tidak sengaja melihat pasien dewasa di dorong masuk menggunakan kursi roda ke kamar samping kamar rawatnya, merasa heran.


"Oh kamar itu sudah kosong nona.. Emangnya nona Emil belum tau Yuki sudah meninggal kemarin..?" Pertanyaan suster itu sangat mengejutkan Emil.


Emil sangat syok mendengar atas meninggalnya anak dari mantan kekasihnya itu. Dan satu penyesalan Emil, dia tidak mengetahui pada saat itu juga.


Sehingga dia tidak dapat turut menguatkan hati Rayan atas kepergian Yuki.


"Sus, kenapa suster gak bilang sama saya kemarin..?" Emil merasa kesal pada suster pribadinya itu


Emil memang sengaja membawa suster pribadinya itu ke rumah sakit untuk membantunya secara pribadi.


Sebab Emil tidak memiliki keluarga selama di rawat di rumah sakit. Ayahnya yang menikah lagi, telah tinggal dan menetap di luar kota.


Sedangkan keluarganya yang lain tidak mengetahui tentang kepulangan Emil ke indonesia karena Emil menyembunyikan keberadaannya dari siapapun termasuk Ayah dan suaminya.


"Maaf nona, saya lupa.." Jawab suster itu pelan


***


Ayana yang tidur begitu lama efek dari obat yang di berikan oleh dokter Retno untuknya, mengerjap ngerjapkan matanya mengamati setiap sudut kamar.


"Sayang.. Kamu sudah bangun..? Mau minum atau mau makan..?" Ayana hanya menatap bingung wajah sang suami yang muncul dari balik pintu dan kembali sibuk mengamati ruangan tempat dia berada saat ini.


"Mas, Yuki mana..?" Ini kenapa ruangan rawat Yuki berbeda..? Mas ganti kamar rawat lagi buat Yuki..? ini kenapa aku bisa di infus juga..?" Pertanyaan Ayana membuat Rayan semakin sedih dan tidak tega.


Rayan mendekap Ayana begitu eratnya. Ayana yang belum mendapatkan jawaban dari sang suami, mendorong pelan dada suaminya.


"Sayang.. Bukannya kemarin kamu lihat sendiri, Yuki telah di makamkan.. Yuki sudah tidak ada sayang.. " Dengan penuh hati hati Rayan mengatakan apa yang memang telah terjadi pada istrinya itu


Di luar dugaan, Ayana justru tersenyum kecil dan menundukan kepalanya.


Rayan belum bisa menebak apa yang sedang terjadi pada istrinya. Namun Rayan tahu, istrinya sangat terpukul akan kepergian malaikat hatinya itu.

__ADS_1


Seakan sayapnya telah patah dan pasrah menjalani hidupnya yang hampa.


"Sayang.. "


Tidak ingin sang istri terus terpuruk dalam dukanya, Rayan meraih tangan sang istri dan memberikan hasil rekam medis tentang janin, calon anak mereka yang kini sudah berumur 2 minggu di dalam rahim Ayana.


Ayana menatap lembar kertas itu dengan tatapan sendu. Ayana terlihat tidak peduli apa isi dalam kertas tersebut.


Tatapannya kembali kosong.


"Sayang.. Kamu gak boleh begini terus.. Kamu juga harus memikirkan kondisi kamu dan calon bayi kita.. Di dalam sini, ada Yuki kecil sayang.." Ayana mengangkat pandangannya menatap wajah Rayan.


Kemudian beralih menatap tangan Rayan yang mengelus pelan perutnya.


Dia yang tidak mendengar jelas apa yang di ucapkan oleh Rayan, hanya kembali diam dan melamun.


Rayan yang salah paham dan mengira Ayana tidak suka dengan kehamilannya, merai kertas yang berada di tangan Ayana dan menunjukannya di depan wajah Ayana dengan kesal.


"Ayana.. Kamu lihat ini.. Janin yang ada dalam rahim kamu, sekarang butuh support dan kasih sayang dari Ibunya, dari kamu Ayana.. Kamu juga harus memikirkan dia, sama seperti kamu memikirkan Yuki.." Rayan terlanjur kesal dengan sikap Ayana


"Jangan sampai nasibnya akan sama, dan pergi menyusul kakaknya.. Apa kamu tega..?" Rayan yang telah terlanjur emosi, lupa bahwa istrinya saat ini dalam kondisi terguncang.



Bukan soal egois sehingga Rayan tidak dapat memahami hati seorang Ibu yang terpukul akan kepergian anak tercintanya.


Tapi Rayan juga khawatir akan keselamatan anak dalam kandungan Ayana. Nasibnya tergantung pada Ayana.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH BUAT TEMAN TEMAN YANG MASIH TERUS MENUNGGU KELANJUTAN CERITA AYANA.. 🙏🙏💞💞💞**


__ADS_2