PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
LEMBARAN BARU


__ADS_3

Ayana menunduk malu dengan tangan mencubit perut Rayan pelan. Rayan meringis kesakitan. Mereka sama sama tergelak akan tingkah konyol yang mereka ciptakan di awal kebersamaan mereka sebagai suami istri.


"Ya sudah mas mandi dulu aja.. Biar aku siapkan dulu baju gantinya.." Ucap Ayana tersenyum


Rayan terkesima melihat wajah Ayana yang polos tanpa make up tengah tersenyum menatapnya. Wajah ayu nan teduh itu kini menjadi miliknya seutuhnya. Rayan bersyukur pada Allah telah mempertemukan mereka


"Mas.. Kok ngelamun..?" Tanya Ayana membuyarkan lamunan suaminya


"Ehh maaf, apa tadi..?"Tanya Rayan tidak fokus


"Mas ngelamunin apa..? Mas mau mandi dulu atau gimana..?" Tanya Ayana mengelus lengan suaminya


Rayan meraih tangan Ayana dan menggenggamnya


"Sayang.. Kok rasanya aku belum percaya ya bahwa kamu sudah sah menjadi istriku.. Rasanya masih seperti mimpi.. Kita yang awalnya gak sengaja bersenggolan di restoran, ternyata itu adalah cara Allah mempertemukan aku dengan jodoh ku.. Aku bersyukur bisa berjodoh dengan kamu.." Tutur Rayan mengelus punggung tangan Ayana penuh kasih


Ayana tersenyum menatap wajah suaminya


"Kamu tau, aku pikir mas Rayan itu orangnya sombong dan galak.. Makanya aku sangat ketakutan waktu itu.. Tapi jujur, waktu mas Rayan meminta untuk mengobati luka di tanganku, aku sedikit merasa tenang karena dugaan ku salah tentang mas Rayan.." Ujar Ayana tersenyum


"Jadi kamu pikir aku galak dan sombong..?" Tanya Rayan mengulangi ucapan Ayana


Ayana mengangguk tersenyum simpul menatap wajah Rayan.


"Emangnya wajah tampanku ini bisa terlihat galak ya..?" Tanya Rayan narsis, membuat Ayana tergelak


"Sudah ah mas mandi dulu.. Nanti kita ikut gabung sama mama papa dan Ibu di depan.." Ucap Ayana mengelus lengan Rayan


Rayan mengangguk tersenyum. Tangannya terangkat mengelus pucuk kepala Ayana penuh sayang. Merasa nyaman, Ayana memeluk tubuh Rayan sebentar dan melangkah keluar kamar dengan perasaan bahagia.


Tak berselang lama, Ayana kembali dengan koper pakaian suaminya dan segera menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya setelah itu dia keluar ikut bergabung dengan orang tua mereka di ruang tengah rumah Ayana


"Ayana, mana suami mu nak..?" Tanya bu Retno melihat Ayana menghampiri mereka


"Mas Rayan masih mandi ma.." Jawab Ayana santun


"Kok di tinggal nak..?" Tanya bu Retno lagi


Ayana tersipu malu mendengar ucapan mertuanya

__ADS_1


"Mama ini.. Kasihan Ayana jadi malu gara gara mama.." Sanggah pak Daud pada istrinya


Tak berselang lama, Rayan pun muncul dari arah kamar dan ikut bergabung dengan mereka. Banyak petuah yang di berikan pak Daud dan bu Retno pada anaknya yang sebentar lagi akan memulai babak baru dalam hidupnya setelah sah menjadi seorang suami


"Oh iya, cucu Oma mau ikut Oma gak..?" Ajak bu Retno pada Yuki yang berpindah dari kursi ke pangkuan Rayan


"Yuki mau disini aja oma sama om doktel sama mama juga.. Iya kan ma..?" Ujar Yuki menanggapi


"Kok om dokter sih manggilnya..? Pangil papa dong sayang.. Kan om dokter sekarang udah jadi papanya Yuki.." Ujar dokter Retno tersenyum mengelus pipi cucu sambungnya itu


Ayana hanya diam malu ikut menanggapi. Dia masih terlalu canggung jika sedang berhadapan dengan mertuanya. Berbeda dengan Rayan yang terlihat santai


***


Pagi menjelang subuh. Ayana yang memang terbiasa bangun menjalankan ibadah sholat subuh, terbangun terlebih dahulu dari Rayan. Ayana melirik sosok yang tertidur pulas di samping kirinya. Rayan terlihat begitu tampan saat tidur, membuat tangannya tanpa sadar terangkat mengelus pucuk kepala Rayan lembut


"Sudah bangun..?" Ucap Rayan masih dengan mata terpejam


Suara serak khas baru bangun itu terdengar begitu merdu di telinga Ayana. Ayana tersenyum tanpa menjawab. Membuat Rayan membuka matanya melirik wajah istri cantiknya itu


"Bangun mas, kita sholat jamaah.." tutur Ayana lembut


"Ini bukan mimpikan sayang..? Kita sudah sah menjadi suami istri.." Ucap Rayan


Ayana tergelak mendengar celotehan Rayan


"Mas kenapa sih..?" Tanya Ayana tertawa



"Sudah ah nanti subuhnya kesiangan.." Ujar Ayana lagi dan bergegas turun dari tempat tidurnya


Ayana menekan tombol saklar untuk menyalakan lampu kamar. Terlihat suaminya mengerjapkan mata karena silau setelah Ayana menyalakan lampu kamar


"Sayang ayo bangun.." Ucap Ayana sambil berjalan menuju kamar mandi tanpa menoleh lagi ke arah suaminya


Rayan spontan duduk saat mendengar Ayana memanggilnya dengan sebutan sayang. Saat nyawanya terkumpul sempurna, Ayana sudah tidak berada lagi di kamarnya. Membuat Rayan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal


__ADS_1


Semalam sejak orang tuanya pamitan pulang, Ayahnya sempat berbisik padanya untuk segera memberikan mereka cucu yang lucu.


Mereka tidak ingin Ayana dan Rayan menunda memiliki momongan mengingat pak Daud sangat mendambahkan cucu dari anak satu satunya itu. Namun sayangnya, Rayan tidak ingin melakukan malam pertamanya di rumah Ayana karena malu pada mertuanya. Maklum perjaka


Dia ingin melakukan kewajiban mereka sebagai suami istri di rumah barunya yang sejak minggu yang lalu sudah di siapkannya untuk keluarga kecilnya itu. Dia berencana memboyong Istri anak dan mertuanya ke kediamannya yang baru tanpa bayang bayang masa lalu Ayana


"Loh anak papa kok udah cantik gini, mau kemana..?" Tanya Rayan saat ikut bergabung di meja makan untuk sarapan pagi


"Mau ikut om doktel.." Ucap Yuki santai


Ayana dan Rayan saling lirik mendengar jawaban Yuki


"Emangnya Yuki mau ikut papa mau ngapain sayang..? Kan Yuki belum boleh keluar siang dulu sayang.. Papa janji deh nanti sore kita maen ke rumah oma sama opa gimana..?" Tutur Rayan merayu Yuki


Yuki melirik Ayana dan Rayan secara bergantian. Ayana hanya bisa mengelus kepala anaknya tanpa ikut merayunya untuk nurut


"Boleh.. Tapi janji ya..?" Ucap Yuki


"Janji.." Jawab Rayan mengangkat jari kelingkingnya membuat Yuki tersenyum mengitkan jarinya


Setelah selesai sarapan, Rayan pamit pada istri dan mertuanya. Hari ini dia berniat mengecek rumah baru yang akan mereka tempati nanti sebelum ke rumah orang tuanya.


Rencananya dia mau menggelar acara syukuran naik rumah baru sekalian mengundang rekan kerja, sahabat dan juga sahabat Ayana disana. Selain cara syukuran, dia berniat mengajak mereka semua untuk menjalin hubungan yang lebih akrab lagi agar istrinya tidak merasa tersisih karena alasan status sosial dan sebagainya.


"Om doktel kenapa pakai topi..? Gak boleh juga kenak matahali ya om..?" Tanya Yuki polos


Rayan yang merasa sedih mendengar uvapan anak sambungnya itu.


"Gak sayang.. Ini biar papa terlihat ganteng aja.. Gimana, papa ganteng gak..?" Tutur Rayan mencoba memberikan jawaban lain meski terdengar konyol



"Iya ganteng.." Jawab Yuki cekikikan melihat ekspresi Rayan


"Papa ganteng gak mama..?" Tanya Rayan pada Ayana berniat menggoda


Menyelam sambil minum air


**BERSAMBUNG..

__ADS_1


MOHON DUKUNGANNYA TEMAN TEMAN SEKALIAN.. TERIMA KASIH SEBELIMNYA..😇🙏🙏💞**


__ADS_2