
Baru kali ini Rayan melihat Ayana diam seperti orang yang tidak memiliki semangat. Bahkan ketika kepergian Yuki ke pangkuan sang kuasa, Ayana masih terlihat semangat hidupnya.
Sejak subuh Ayana berdiam diri di saung kebun belakang rumahnya, di temani Rayan yang berada beberapa meter darinya. Rayan sengaja menjaga jarak agar Ayana tidak terusik akan kehadirannya. Rayan bahkan hanya meninggalkan tempat itu sebentar untuk melaksanakan sholat subuh lalu balik lagi.
Sejujurnya hati Rayan juga pilu melihat sang istri duduk meringkuk dengan wajah di sembunyikan ke lutut dan posisi tangan memeluk kakinya.
Rayan benar benar menyesal tanpa sengaja telah melukai perasaan sang istri. Rayan tidak menyangka, ternyata luka masa lalu yang di alami oleh sang istri begitu membekas di hatinya sehingga sebuah kata saja mampu menghujam lubuk hatinya.
Sejak subuh Ayana terus saja di posisi duduknya tanpa bergeming. Membuat Rayan begitu khawatir. Dengan perlahan Rayan melangkah mendekati saung. Merasakan ada gerakan, Ayana terkejut dan refleks mengangkat wajahnya.
"Sayang.." Panggil Rayan dengan suara lembut dan pelan berharap sang istri tidak mengusirnya dari hadapannya.
Ayana hanya menatapnya dengan diam.
"Sayang.. Aku benar benar tidak ada maksud apapun dalam ucapanku.. Sungguh sayang.. Maafin aku.. Aku benar benar menyesal.." Ayana melirik tangannya yang di genggam oleh Rayan.
__ADS_1
Perlahan Ayana menyandarkan punggungnya yang keram akibat posisi duduknya yang meringkuk sejak subuh pada sisi saung. Dengan pelan Ayana menarik tangannya yang berada dalam genggaman sang suami.
"Aku sudah memaafkan.. Masuklah, hari sudah siang.. Mas harus masuk kerja, banyak pasien yang sudah menunggumu.." Ucap Ayana dengan nada sangat pelan tanpa menatap wajah Rayan
Rayan menarik napasny adan menghembuskannya dengan pelan.
"Aku cuti hari ini.." Ucap Rayan mengagetkan Ayana yang langsung menatap wajahnya
"Aku gak mungkin meninggalkan kamu di rumah dengan seperti ini.. Sayang, aku gak mau kamu kenapa napa.." Ujar Rayan menatap sendu wajah sang istri.
Sedang yang di tatap justru membuang pandangannya ke arah lain menghindari kontak mata dengan sang suami.
Mendengar penuturan sang istri, Rayan bersimpuh di hadapannya dengan menggenggam erat tangan sang istri dan menenggelamkan wajahnya di panggukan sang istri mengharap maafnya.
Saat Ayana menarik tangannya, punggung tangannya basah. Punggung Rayan terlihat gemetar. Menandakan dirinya sedang menangis. Ayana akhirnya luluh. Di angkatnya wajah Rayan, dan benar saja wajahnya basah dengan air mata.
"Ngapain nangis..? Kan aku gak ngapa ngapin kamu mas.." Ujar Ayana menatap lekat wajah sang suami.
__ADS_1
"Ayo masuk.. Mas mandilah biar aku siapin keperluan kamu dulu.." Ucap Ayana sembari menurunkan kedua kakinya untuk segera beranjak dari saung tempat mereka berada.
Langkah Ayana terhenti. Dia berdiri mematung saat Rayan tiba tiba memeluknya dari belakang. Tanpa sadar air mata Ayana jatuh menetesi pipinya. Meski kecewa, namun Ayana dapat merasakan bahwa Rayan benar benar mencintainya. Terlihat dari caranya memperlakukannya dengan begitu lembut. Tidak memaksa bahkan tidak menghindar dan terus memohon maafnya.
Dengan perlahan tangan Ayana terangkat dan di letakannya di atas punggung tangan sang suami yang sedang melingkar di perutnya.
"Sudah yuk..? Mas harus kerja kan..? Ini udah telat.. Mas harus profesional dalam kerja.." Tutur Ayana mengelus lembut punggung tangan sang suami.
Dengan isakan, Rayan mencium pipi sang istri dari arah samping dan mengucapkan terima kasih. Dalam hatinya, Rayan bersyukur sang istri masih bisa bersikap baik dan menghargainya sebagai suami meski hatinya telah ia sakiti meski itupun tanpa di sengaja.
***
Hari ini, Susi tidak bisa masuk kerja. Karena kejadian atas tindakan Tristan kepadanya, membuatnya sedikit frustasi dan memutuskan untuk berdiam diri di kontrakannya.
Kejadian di masa lalu sungguh membuatnya sangat tidak nyaman. Entah kenapa, kejadian kekerasan yang dia alami dari mantan suaminya terlintas begitu saja saat Tristan mendorong paksa pintu dan mengukungnya serta menciumnya dengan paksa.
Selama ini Susi tidak pernah merasa terganggu dengan apapun setelah terbebas dari mantannya setelah perceraian. Sebab itulah yang kini membuatnya frustasi.
__ADS_1
**BERSAMBUNG..
TERIMA KASIH BUAT TEMAN TEMAN SEMUANYA YANG SUDAH MAMPIR KESINI.. 🙏🙏💞💞💞**