PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
KECEMBURUAN RAYAN


__ADS_3

Ckleekkk..


Suara pintu terbuka lebar


"Sayang..? Kamu disini..? Yuki mana..?" Tanya Rayan melihat Ayana di kamar Yuki namun bayangan Yuki tidak terlihat berada disana.


Ayana mengerutkan keningnya melihat ekspresi panik suaminya


"Sayang.. Liat Yuki gak..?" Rayan kembali mengulangi pertanyaannya


"Bukannya tadi lagi sama Ibu..?" Tanya balik Ayana


Rayan yang mendengar jawaban istrinya yang demikian, langsung berlari menuruni anak tangga mencari Yuki di sekitar ruangan dan halaman


"Bu, gimana, Yuki udah ketemu..?" Tanya Rayan setelah melihat mertuanya masuk ke ruang tengah dari arah belakang. Sedangkan Ayana yang baru turun dari lantai dua rumahnya setelah berganti pakaian, ikut menghampiri suami dan Ibunya


"Belum nak.. Ibu takut Yuki kenapa napa.." Jawab sang mertua menangis


"Ada apa bu, mas..? Yuki kenapa..?" Tanya Ayana yang memang tidak mengetahui soal hilangnya Yuki


Rayan mengelus punggung Ayana dari samping


"Yuki gak ada sejak tadi udah di cariin.." Jawab Rayan pelan


Ayana tersentak kaget. Kepanikkan pun mulai menguasainya. Dengan perasaan dan pikiran yang kacau, Ayana berlarian sana sini mencari keberadaan Yuki di rumah barunya yang lumayan luas itu


Tak berselang lama, Ayana jatuh ke lantai dengan kondisi lemas. Rayan dan bu Lela saling mengdahuli menghampiri Ayana


"Sayang.. Sayang.." Panggil Rayan menepuk pipi Ayana pelan, namun Ayana tidak merespon


"Nak Rayan, bawa ke kamar Ibu aja.." Ucap bu Lela pada menantunya


Rayan menggendong Ayana dan membawanya masuk ke kamar mertuanya dan bergegas keluar mencari keberadaan bibi Ani.


"Bi, bibi.." Pekik Rayan memanggil asistennya di dapur


"Kemana si ni bibi..?" Gumam Rayan frustasi


Rayan berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya mencari peralatan medisnya dan kembali ke kamar mertuanya.


"Bu, Ayana kita bawa ke rumah sakit aja.. Aku minta tolong sama Ibu, Ibu di rumah aja dulu ya karena Yuki belum ketemu ya bu.." Ucap Rayan setelah selesai mengecek kondisi Ayana, sang Ibu mengangguk meski berat


Rayan pun kembali keluar kamar menuju pos satpan depan rumahnya mencari pak Ardi


"Pak Ardi, tolong cari bi Ina dan bantu cari Yuki.. Yuki sejak tadi gak ada di rumah.. Bi Ina juga gak ada.. Nanti temanin Ibu ya di rumah, saya bawa Ayana dulu ke rumah sakit.." Ucap Rayan terburu buru dan langsung menuju garasi menyiapkan mobilnya

__ADS_1


"Siap pak.." Jawab Ardi satpam yang di tugaskan Rayan menjaga keamanan di rumahnya


***


"Dokter Rayan, istrinya biar di rawat dulu malam ini, mengingat kondisi istri dokter Rayan yang cukup syok.. Semoga besok istri dokter sudah bisa membaik.. " Ucap dokter Syahril setelah selesai melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada Ayana


"Baiklah dok.. Terima kasih dok.." Jawab Rayan santun


Rayan menghembuskan nafas kasar dengan berkacak pinggang. Pak Ardi, satpam di rumahnya belum mengabari apakah Yuki sudah ketemu atau belum. Belum lagi sekarang kondisi istrinya yang harus di opname, membuat Rayan cukup frustasi.


Rayan merogoh sakunya mengambil ponsel di dalamnya dan menghubungi seseorang untuk di utus ke rumahnya. Setelah selesai menelephone, Rayan melihat Arman tengah melintas di koridor menuju ruang obgyn yang tidak jauh dari tempat dia berdiri bersama seorang wanita


Tanpa pikir panjang, Rayan menyusul Arman dengan sedikit melebarkan langkah kakinya


"Arman.." Panggil Rayan ketika dia berada tepat di belakang Arman, Arman pun menoleh


"Saya mau bicara sebentar dengan anda.." Ucap Rayan datar


Arman mengerutkan keningnya menatap Rayan


"Jika aku nanya soal Yuki sama dia, bisa jadi akan panjang urusannya jika seandainya bukan dia yang bawa Yuki pergi.. Terlebih dia gak tau soal pernikahan ku dengan Ayana, apalagi alamat rumah.." Monolog Rayan dalam hati


"Ada apa..? Saya lagi ada urusan sama istri saya.. Saya gak punya waktu banyak.." Ucap Arman dengan nada sombong


"Ayana..? Ayana sakit..?" Arman terkejut mendengar mantan istrinya di rawat di rumah sakit tersebut


"Mas.." Panggil Raya, istri Arman


"Maaf saya harus pergi.." Ucap Rayan pamit dan bergegas pergi


"Suster tunggu.. Dimana Ayana sekarang..?" Tanya Arman mendesak


"Masih di UGD pak.. Sebentar lagi mau di pindahkan ke ruangan rawat.." Jawab suster sopan


Arman menoleh ke arah istrinya


"Aku anter kamu daftar dulu, nanti kamu tunggu aku di kursi antrian sebentar ya..? Aku mau liat Ayana sebentar, gak akan lama.." Pinta Arman pada Raya, istrinya..


Raya mengangguk pelan


***


"Kamu kenapa sayang..? Kenapa bisa sampe berada disini..?" Gumam Arman menatap Ayana yang terbaring di ranjang pasien


__ADS_1


Arman terus memperhatikan wajah cantik Ayana. Dia begitu rindu pada masa masa mereka dulu. Senyum Ayana, canda Ayana, sikap dewasa Ayana, manja Ayana, terlintas begitu saja di benaknya saat ini


Betapa ingin dia bisa mengulang masa masa indah mereka dulu. Ingin menarik Ayana lagi ke dalam hidupnya, itulah yang akan dia upayakan. Begitulah yang terlintas di benaknya menatap wajah Ayana


"Sayang.. Aku minta maaf.. Aku janji pada diri aku sendiri, bahwa aku akan menebus semua kelalaianku selama ini.. Aku akan membawamu kembali padaku dan kembali membuatmu bahagi seperti dulu.." Ucap Arman pelan



"Lepaskan tangan anda.. Jangan berani lagi menyentuh istri saya.." Ucap Rayan yang muncul tepat di belakang Arman yang sedang duduk bersama dengan beberapa petugas medis lainnya


Arman yang terkejut sontak menoleh ke arah suara itu berada. Arman mengerutkan alisnya menatap Rayan penuh tanya


"Apa maksud ucapan Anda..?" Tanya Arman menahan emosi


"Ayana sekarang adalah istri sah saya.. Anda tidak berhak menyentuh wajah istri orang seperti itu.." Sinis Rayan menahan api cemburu menatap mantan suami dari istrinya itu


Arman tertawa miris mengelus dagunya menatap wajah Rayan


"Jangan ngaco.. Mana mungkin Ayana menikah dengan anda sementara hatinya milik saya.. Mimpi anda.." Ucap Arman tak kalah sinis


"Sus, Ayo pindahkan dulu istri saya ke kamar rawatnya.. Nanti saya menyusul.." Ucap Rayan pada petugas medis yang tadi datang bersamanya


"Baik dok.." Jawab mereka hampir serentak


Arman meremas kerah baju Rayan dan menariknya ke depan


"Apa maksud anda saya tanya.." Tanya Arman menekan kata katanya penuh amarah


Rayan menepis tangan Arman dengan kasar


"Jaga sikap anda, ini rumah sakit.. Nanti urusan kita ini kita selesaikan di tempat lain.. Permisi.." Ucap Rayan meluapkan emosinya mendorong tubuh Arman yang menghalangi jalannya


Arman terpaku di tempatnya. Dia mengepalkan tangannya menahan emosi. Kata kata Rayan terus terngiang ngiang di telinganya. Membuat darahnya terasa mendidih


"Gak mungkin.. Dia pasti sedang bergurau.. Lelaki bre**sek.. Akan ku beri perhitungan denganmu nanti.." Gumam Rayan menahan emosinya



**BERSAMBUNG..


MAKASIH YA TEMAN TEMAN ATAS KUNJUNGAN DAN SUPPORTNYA ATAS KARYA SAYA YANG BELUM APA APANYA INI.. 🙏🙏💞💞💞**


JANGAN LUPA KUNJUNGI JUGA YA NOVEL SAYA YANG BARU DENGAN JUDUL DIBAWAH INI.. MUDAH MUDAHAN SUKA DENGAN CERITANYA.. 😇🙏🙏💞💞


__ADS_1


__ADS_2