Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Melepas Rindu


__ADS_3

Aleta yang telah di rawat selama satu hari di rumah sakit, hari ini di perbolehkan pulang oleh dokter dengan saran jangan sampai kelelahan dan harus banyak banyak istirahat, Aleta pulang dari rumah sakit di jemput dengan kedua orangtuanya dan mertuanya juga tentunya.


Aleta dan Kenzou ikut mobil Ayahnya, itu karena paksaan Ratih juga tentunya yang ingin Aleta satu mobil dengannya, membuat Kenzou meminta Alan mengambil mobilnya yang ada di rumah sakit karena Kenzou tidak ingin membiarkan Aleta sendirian.


"Kamu kenapa?" tanya Kenzou saat melihat Aleta yang terus menatap ke luar jendela.


"Tidak, aku tidak apa apa" jawab Aleta tersenyum ke arah Kenzou.


"Kamu yakin?"


"Sangat yakin" kata Aleta membuat Kenzou langsung menariknya masuk ke dalam pelukannya.


"Kenzou malu ada Ayah sama Bunda" kata Aleta saat Kenzou tiba tiba memeluknya.


"Kenapa harus malu? kamu saja masih berpakaian lengkap seperti ini" kata Kenzou sambil tersenyum miring.


"Dasar mesum" kata Aleta pelan agar Ayah dan Bundanya tidak mendengar ucapan yang ia ucapkan kepada Kenzou.


"Sama istri sendiri tidak masalah, malah mendapatkan pahala"


"Otak kamu benar benar udah rusak ya zou" kata Aleta menatap Kenzou kesal.


"Iyah itu karena aku sudah sangat lama tidak melakukannya" kata Kenzou membuat Aleta memutar bola matanya malas dan memilih diam dari oada menjawab pertanyaan tidak bermutu yang keluar dari mulut suaminya itu, sedangkan Ratih dan Herlangga yang duduk di depan hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan menantunya.


Dua mobil itu memasuki halaman rumah Kenzou dan aleta, rumah yang sudah enam bulan ini Aleta tidak menginjakan kakinya, saat Aleta turun dari dalam mobil ia sudah di sambut dengan lima pembantunya yang sudah berbaris dengan rapi di Depa rumah.


Setelah mengantarkan anak dan menantunya, Helangga,Baskara, Ratih dan Ana langsung pamit pulang setelah mamastikan anak dan menantunya sampai dengan selamat di rumah.


"Rumah ini tidak berubah ya" guman Aleta memandangi setiap sudut rumahnya yang masih sama saat terakhir kali dirinya keluar dari rumah itu, bahkan letak barang yang ada di setiap sudut rumahnya masih sama.

__ADS_1


"Itu karena, setelah kamu pergi dari sini aku langsung di minta Mama untuk tinggal di rumahnya" kata Kenzou sambil memapah Aleta menaiki anak tangga.


"Kenapa kamu tinggal di rumah Mama?" tanya Aleta penasaran dengan menatap sekilas suaminya dan kembali menatap anak tangga yang ada di hadapannya.


"Karena aku selalu pulang dalam ke adaan mabuk bahkan mungkin sering tidak sadarkan diri karena alkohol yang setiap hari aku teguk, dan saat aku membuka mataku aku akan menghancurkan apapun yang ada di dekat ku, itu makanya Mama meminta ku untuk tinggal di rumahnya, mungkin kalo Mama tidak memintanya aku pikir isi rumah ini akan habis" kata Kenzou dengan tangan membuka pintu kamarnya, sambil terkekeh kecil mengingat sekacau apa dirinya dulu.


"Apa sampai sekacau itu?" tanya Aleta ingin tau lebih dalam sambil melangkah ke arah ranjangnya dan duduk di sisi ranjang dengan Kenzou yang ikut duduk di sampingnya.


"Labih dari itu, yang ada di otak ku hanya ada bayang bayang mu, bahkan kamar ini menjadi saksinya" kata Kenzou sambil menatap sekeliling kamarnya.


"Dan aku tidak ingin sampai hall itu terulang lagi, itu bagaikan mimpi yang sangat buruk Aleta" kata Kenzou menunduk lesu sedangkan Aleta hanya tersenyum menatap suaminya itu dan langsung memeluknya dari samping.


"Itu semua sudah berlalu dan sekarang yang ada hanyalah masa depan" kata Aleta membuat Kenzou menatapnya sambil tersenyum.


"Zou" rengek Aleta saat tatapan mata mereka bertemu.


"Hmm"


"Itu karena kamu sedang hamil Aleta" kata Kenzou yang kali ini beralih membawa Aleta ke dalam pelukannya. "Nanti akan aku suruh orang kepercayaan Mama membawakan baju untuk mu" kata Kenzou sambil membenamkan kepala Aleta di dadanya.


"Apa kita tidak ke Mall?" tanya Aleta mendongakkan wajahnya yang terlihat sangat menggemaskan.


"Kamu baru pulang dari rumah sakit, kalo kamu ingin ke Mall tunggu beberapa hari lagi" kata Kenzou membelai rambut panjang Aleta lembut, membuat Aleta menganggukkan kepalanya.


"Aku mencintaimu Aleta"


"Aku juga" jawab Aleta membuat keduanya saling tersenyum.


Perlahan Kenzou mendekatkan wajahnya ke wajah Aleta membuat jarak di antara mereka semakin dekat, dan pertemuan dua bibir itu tidak dapat di hindari lagi, sesapan, kecapan, belaian tangan Kenzou yang mulai tidak bisa di kondisikan, menuntut lebih dari apa yang ia inginkan, perlahan Kenzou membuat tubuh Aleta terlentang di atas kasur dengan bibir mereka yang masih saling bertautan.

__ADS_1


"Kamu cantik Aleta, dan kalo bisa aku ingin anak kita secantik dirimu" kata Kenzou menatap bola mata Aleta dengan tangan yang mengusap perut buncitnya, membuat Aleta mengangguk sambil tersenyum.


***


Setelah pegulat panas di siang hari untuk menghilangkan rindu satu sama lain kini Kenzou dan Aleta hanya di balut selimut berwarna putih untuk menutupi tubuh polos keduanya, Aleta yang kelelahan langsung terlelap di dalam dada bidang suaminya yang membuatnya merasa sangat nyaman.


Sedangkan Kenzou menjadikan tangan kanannya sebagai tumpuan kepalanya dan tangan satunya menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Aleta, pipi Aleta yang terlihat lebih berisi dari sebelumnya membuat Kenzou mencubit pipi Aleta membuat sang punya menepis tangannya.


"Zou...jangan ganggu aku, aku ngantuk" kata Aleta dengan mata yang masih terpejam.


"Tapi aku masih ingin melakukannya" goda Kenzou kembali mencubit pipi Aleta.


"Aku akan mematahkan senjata pusaka mu Zou, kalo kamu tidak bisa diam" kata Aleta kali ini membuka matanya dan menatap tajam suaminya itu.


"Kalo kamu mematahkannya, aku tidak bisa mengunjungi anak kita nanti"


"Makanya diam Zou dan lebih baik kamu mandi sana, ba'uk tauk" kata Aleta mendorong dada Kenzou agar turun dari atas ranjang.


"Masih pengen di sini" rengek Kenzou seperti anak kecil.


"Kalo masih ingin di sini, diam karena aku capek mau tidur"


"Kenapa bisa capek? kamu habis ngapain?" kata Kenzou yang suka sekali mengganggu Aleta.


"Melepas kecebong, dan setelah ini aku tidak mau melepaskan kecebong dengan mu kalo kamu benar benar tidak bisa diam"ancaman Aleta membuat Kenzou langsung takut kalo Aleta benar benar tidak mau melepaskan kecebong kecebong nya.


"Iyah aku diam" kata Kenzou yang langsung menutup mulutnya dengan rapat, dan Aleta hanya terkekeh dalam hati melihat tingkah lucu suaminya dan memilih memejamkan mata yang sudah menahan kantuk.


Sesaat Aleta sudah masuk ke dalam alam mimpi yang begitu indah, dengan Kenzou yang masih menatap wajah tenang milik Aleta yang tengah tertidur di dalam pelukannya, sesaat Kenzou Ingat dengan ucapan Aleta yang bilang kalo baju baju bajunya sudah tidak muat karena kehamilannya juga yang sudah mula membesar.

__ADS_1


Kenzou meraih ponselnya di atas nakas dan menghubungi orang kepercayaan Mamanya menyuruh mereka membawakan beberapa baju dan dres untuk Aleta dan mereka mengatakan akan membawa pesanan Kenzou ke rumahnya jam tiga nanti membuat Kenzou langsung mematikan sambungan telefonnya.


Kenzou beralih menatap Aleta sebentar mengecup pelan kening istrinya dan langsung turun secara perlahan dari atas ranjang agar Aleta tidak terbangun dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


__ADS_2