Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Kontrak pernikahan?


__ADS_3

Setelah Kenzou sudah setuju Herlangga menghubungi putrinya agar segera datang ke kediaman Baskara untuk membahas hall lebih lanjut, saat Aleta sudah datang semua orang yang berada di ruangan itu membahas untuk melakukan pertunagan terlebih dahulu atau langsung acar pernikahan.


"Sebaiknya kita langsung saja ke acara inti pernikahan, agar tidak terlalu lama" Ucap Baskara.


"Benar, tidak perlu acara pertunangan segala, langsung saja pada acara pernikahan nya, niat baik tidak boleh di tunda tunda bukan?" Herlangga setuju dengan ide sahabatnya itu.


"Pah, Om apa Aleta setuju kalo langsung pada acara inti?" tanya Kenzou yang menatap gadis di depannya yang sedari tadi hanya diam dan tidak mengeluarkan suara.


"Dia pasti setuju setuju saja nak zou, iyah kan sayang?" kata Ratih dengan menggenggam tangan Aleta.


"Iyah bund" jawab Aleta dengan membalas senyuman Ratih.


Kenzou hanya bisa menelan salivanya saat ternyata ke dua keluarganya itu tidak akan lama mengadakan pernikahan.


Herlangga dan baskara setuju juga. mereka merencanakan kapan acara pesta pernikahan dilaksanakan, dan minggu depan adalah waktu yang mereka pilih, bukan kah itu terlalu cepat? tapi saat ke dua keluarga setuju Kenzou bisa apa?.


Setelah acara pembahasan selesai selebihnya tentang hall mengenai pesta pernikahan mereka serahkan kepada para ibu-ibu dari sang anak saat semua orang tengah fokus saling mengobrol Kenzou menarik tangan Aleta menuju taman blakang rumahnya.


"Lepas!" kata Aleta menghempaskan tangan Kenzou.


"Sekarang jelaskan sama gue kenapa lo tiba tiba nerima begitu saja perjodohan ini?!" tanya Kenzou dengan tatapan mata yang tidak lepas dari gadis di depannya ini.


"Gue bosen jomblo, dan gue cuma pengen merasakan hall baru saja" jawab Aleta santai sambil mengedarkan pandangannya ke arah kolam.

__ADS_1


"Terus kenapa milih gue?, kamu banyak yang sempurna.


Aleta tersenyum ke arah Kenzou. "sudahi cari yang sempurna, cukup nikahin anak tunggal kaya raya" kata Aleta menirukan trend yang lagi Viral.


"Cih,,,, kau pikir pernikahan ini permainan?"


"Terserah kau mau berfikir bagaimana"


"Aku minta kau batalkan hall ini sekarang juga sebelum lebih jauh lagi!"


"Kenapa tidak kau saja? kenapa harus menyuruhku? apa kau tidak punya mulut? apa kau tidak berani mengatakannya kepada keluarga kita sampai sampai kau menyuruhku?" tanya Aleta bertubi-tubi dan kembali menatap Kenzou.


"Kalo begitu kita bikin kontrak pernikahan!" kata Kenzou.


"Baru saja kau mengatakan pernikahan bukan permainan bukan? dan sekarang kau mau bikin kontrak pernikahan? Dasar gila!" kata Aleta sinis "Dan aku tidak mau ada kontrak pernikahan!" kata Aleta tegas.


"Kita jalani saja apa yang ada jangan di bikin sulit! hidup itu harus di nikmati bukan?"


"Menikmati hidup dengan orang seperti mu? oh aku tidak minat sama sekali" kata Kenzou yang langsung menjaga jarak dengan Aleta.


"Terserah" jawan Aleta santai.


Ucap an kedua orang tersebut terhenti karna kedua Suara Ana memanggil mereka "Kenzou... Aleta ada hall yang ingin Mama bicarakan"

__ADS_1


"Baik Ma" kata Kenzou.


Aleta dan Kenzou kembali masuk ke dalam rumah dan duduk di samping ke dua orang tuanya masing masing.


"Nah sekarang kan tanggal dan harinya sudah di tentukan sekarang aku mau tanya sama calon mantuku yang paling cantik ini kamu mau mahar apa sayang? bilang saja nanti biar Mama sama Papah dan juga Kenzou siapkan" Kata Ana yang duduk di samping Aleta.


"Apa saja?" kata Aleta memastikan.


"Apa saja" kata Ana yakin.


"Aku ingin Zou kasih aku mahar yang paling mewah yang belum ada di sejarah pernikahan di negeri ini!" kata Aleta, semua mata tertuju pada Aleta.


"Aleta kau ini yang benar saja, mintalah hall hall yang wajar!" Kata Herlangga.


"Iyah nak jangan berlebihan seperti ini!" Kata Ratih yang duduk di samping Aleta.


"Bagaimana Zou apa kamu sanggup memenuhi mahar yang di inginkan Aleta?" tanya Baskara.


"Sanggup,asalkan papah siap siap sampai harus merogoh kocek yang cukup besar" bisik Kenzou di telinga sang Papah.


"Tidak masalah lagian uang kita terlalu banyak, papah bingung harus apa kan uang itu bukannya semakin sedikit setiap hari jumlahnya semakin banyak pusing Papah" balas Baskara yang ikut berbisik-bisik juga dengan putranya dengan sudut bibir yang membentuk sebuah senyuman.


"Herlangga Kenzou sanggup untuk memenuhi yang di inginkan Aleta jadi kita semua tinggal tunggu saja" kata Baskara santai santai.

__ADS_1


***


Maaf kalo gk nyambung Author juga minta saran dan kritik dong dari kalian supaya author bisa menulis lebih baik lagi.


__ADS_2