Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Penjelasan


__ADS_3

Mobil Kenzou terparkir di halaman rumahnya, Kenzou yang keluar terlebih dahulu memutari mobil dan mengangkat tubuh Aleta masuk ke dalam rumah, art yang berpapasan dengan kedua majikannya menatap nya heran, pasalnya Keduanya pergi dalam kondisi baik baik saja bahkan dengan senyuman yang terpancar jelas dari wajah keduanya, tapi sekarang yang ada mata sebab Aleta seperti orang habis nangis dan penampilan Kenzou yang sedikit berantakan.


"Suruh dokter Melati ke kamarku!" titah Kenzou kepada artnya sebelum masuk me dalam lift.


Sampainya di dalam kamar Kenzou menurunkan tubuh istrinya di atas kasur dengan sangat pelan pelan.


"Zou" tangan Aleta mencegah Kenzou yang ingin pergi setelah menurunkannya. "Aku bisa jelas in semua ini, aku tidak mau kamu salah paham" ucap Aleta dengan air mata yang kembali turun, belum sempat Aleta mendengar jawaban dari suaminya suara ketokan pintu kamarnya terdengar.


Tok...tok...tok...


"Masuk" jawab Kenzou.


"Permisi tuan nona" terlihat dokter Melati dan rekannya masuk ke kamar Kenzou setelah mendapatkan izin.


"Periksa kaki istriku yang bengkak" titah Kenzou kepada dokter Melati dan partnernya sebelum melangkah masuk ke dalam kamar mandi setelah mengambil piamanya dari dalam lemari.


Sedangkan Aleta hanya mentap pungung suaminya yang hilang saat pintu kamar mandi tertutup dan terdengar suara germecik air dari dalam sana dengan tatapan nanar.


Sudah satu jam berlalu dokter Melati dan rekannya sudah pergi dari tadi setelah memeriksa keadaan Aleta dan mengoleskam crim ke kaki Aleta untuk mengurangi bengkaknya, tapi selama satu jam itu juga Kenzou belum kunjung keluar dari dalam kamar mandi dan Aleta yang masih senantiasa menunggu suaminya itu dengan menyandarkan punggungnya di headboar tempat tidur untuk menjelaskan semuanya.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Kenzou yang keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan berjalan ke arah tempat tidur dan menarik selimutnya bersiap untuk mengistirahatkan tubuhnya.


"Zou" panggil Aleta tapi tidak mendapatkan sahutan dari Kenzou yang tidur membelakanginya.


"Zou, dengar penjelasan aku dulu" suara Aleta menahan isakan tangisnya.


"Zou..." panggil Aleta sekali lagi tapi tidak mendapatkan sahutan dari suaminya yang ternyata Kenzou sudah tidur terlebih dahulu.


Aleta yang melihat Kenzou sudah memejamkan matanya mengusap air matanya yang tiba tiba saja jatuh, Aleta merebahkan tubuhnya di samping Kenzou dengan posisi miring dengan tangan yang memeluk suaminya dari belakang, Aleta ingin memeluk suaminya itu dengan kuat tapi terhalang oleh perut buncitnya.

__ADS_1


"Aku tau kamu marah sama aku, jujur aku tidak tau siapa laki laki itu, aku berani bersumpah Zou aku benar benar tidak tau siapa laki laki itu hiks...." Aleta mulai terisak tangisannya ia takut dengan kejadian ini rumah tangannya jadi berantakan, ia tidak mau sampai hall itu terjadi.


"Tidur yang nyenyak suamiku" lirih Aleta, perlahan mata itu mulai tertutup karena terlalu banyak menangis dan kelelahan.


Kenzou yang merasa deru nafas Aleta yang terasa di punggungnya sudah mulai beraturan, perlahan mulai membuka matanya yang ternyata dirinya belum tidur, Kenzou hanya berpura pura tidur agar Aleta tidak membuat amarahnya kembali memuncak dengan mengingatkannya tentang kejadian tadi.


"Bukannya aku tidak ingin mendengarkan penjelasan kamu Aleta, aku hanya tidak ingin melukai mu dengan amarah ku" Kenzo menurunkan pandangannya menatap tangan Aleta yang tengah memeluknya dari belakang, di raihnya jari jemari Aleta mengusapnya dengan lembut agar si pemilik tidak bangun.


"Malam Aleta, mimpi indah"


***


Pagi harinya Aleta tengah bergulat di dapur, sudah lama sekali ka tidak menginjakan kaki di dapur karena Kenzou yang melarangnya untuk tidak memasak sampai ia melahirkan mengingat kalo punggungnya yang sering kali terasa pegal.


Para art yang melihat Aleta di dapur sudah melarangnya untuk tidak memasak takut Kenzou akan marah kepada mereka saat mereka membiarkan Aleta memasak Aleta yang mendengar itu terkekeh sambil mengelengkan kepalanya,sudah beberala kali Aleta meyakinkan artnya kalo dia bisa melakukan hall ini lagipula ini bukan kerjaan berat jadi Aleta menyuruh mereka untuk melakukan tugas yang lainnya saja.


Tapi karena ketakutan yang art itu rasakan membuat kelimanya tidak beranjak dari dapur, berjaga baja kalo sampai nyonya mudahnya itu membutuhkan sesuatu, Aleta yang melihat itu hanya membiarkan mereka berlima berada di dapur.


"Mbak pinter banget kalo soal masak memasak" puji parinah dengan menyapu kedua bibirnya dengan lidahnya saat aroma makanan Aleta yang begitu sedap.


"Bibik bisa saja, bantu bawa ke meja ya" pinta Aleta dengan membawa satu piring di tangannya ke meja makan.


"Iyah mbak"


"Zou kamu sudah rapi" ucap Aleta saat Kenzou sudah berada di meja makan, pasalnya saat ia turun tadi Kenzou masih mandi.


"Kamu mau makan apa, biar aku ambilkan"


"Terserah" suara itu membuat Aleta menghela nafas pelan dan mengambil ketiga lauk pauk yang baru saja selesai ia masak dan menaruhnya sedikit sedikit di piring Kenzou.


"Zou... aku mau jelas in masalah tadi malam" ucap Aleta setelah menaruh piring di hadapan Kenzou.

__ADS_1


"Nanti saja" jawab Kenzou tanpa melihat Aleta.


"Gak Zou, harus sekarang aku gak mau kamu salah paham sama aku" setelah itu Kenzou hanya diam dan sibuk dengan makanannya sendiri, tidak ada pujian seperti yang ia dengar seperti dulu saat Kenzou memakan masakan miliknya, yang ada sekarang Kenzou makan dengan muka tanpa ekspresi nya


Aleta menarik nafas panjang sebelum ia menjelaskan kepada suaminya itu, di tatapnya lekat wajah Kenzou tanpa senyum itu.


Aleta mulai menceritakan kejadian sesungguhnya kepada Kenzou bagaimanapun pria itu menghampiri dirinya sampai dia mencium tangannya tanpa ia buat buat sedikit.


Kenzou yang mendengar cerita Aleta menghentikan aktivitas sarapannya menatap bola mata Aleta lekat yang masih menceritakan tentang kejadian tadi malam, mencari kebohongan dari dua bola mata itu tapi tidak ia dapatkan yang ia lihat hanya kejujuran dan sedikit penyesalan di sana.


"Aku bener benar tidak tau maksud pria itu apa Zou, sampai dia melakukan itu sama aku" lirih Aleta, ia sudah menceritakan semuanya kepada Kenzou mau percaya atau tidak ia pikirkan nanti yang penting sekarang ini ia sudah berbicara dengan sangat jujur.


Aleta menghapus sisa air matanya sebelum ia memalingkan pandangannya dari wajah Kenzou. "Aku sudah menceritakan semuanya Zou, mau kamu percaya atau tidak itu terserah kamu"


"Aku mau ke kamar dulu" Aleta bangkit dari duduknya melangkah pergi meninggalkan Kenzou.


Tapi baru beberapa langkah tangannya sudah di tahan oleh tangan kekar milik suaminya, Kenzou membalikan badannya istrinya dan membawa Aleta masuk ke dalam pelukannya.


"Hiks...hiks..."


"Aku percaya sama kamu Aleta" ucap Kenzou memeluk tubuh Aleta membuat Aleta semakin terisak di dalam pelukannya. "Maaf tadi malam tidak mendengarkan penjelasan mu" Kenzou mengecup kening Aleta berkali kali saat rasa penyesalan datang menghampiri dirinya.


"Kamu percaya sama aku?" tanya Aleta segukan dalam pelukan Kenzou.


"Iyah aku percaya sama kamu sayang"


"jangan nangis ya, nanti baby boy nya ikut sedih lihat Mommy nya nangis" Kenzou menjauhkan sedikit tubuh Aleta agar ia bisa melihat wajah istrinya, di hapusnya sisa air mata itu dari wajah Aleta.


Cup


Kenzou mencium kedua bola mata Aleta yang sudah terlalu banyak mengeluarkan banyak air mata karena kejadian semalam.

__ADS_1


"Nanti kita jalan jalan ke Mall ya, cari perlengkapan buat baby boy" ucap kenzou mengusap perut Aleta, yang mendapatkan anggukan mengenaskan dari sang istri.


__ADS_2