
Kini Aleta telah berbaring di atas ranjang dan sudah di pindahkan ke ruang rawat inap setelah mendapatkan penanganan dari dokter secara menyeluruh, walau dokter mengatakan Aleta hanya mengalami benturan kecil di kepalanya yang mengakibatkannya sampai pingsan tapi dokter juga mengatakan sepertinya Aleta akan mengalami sedikit trauma karena dapat di lihat dari mimik wajah Aleta seperti orang yang ketakutan dan beberapa kali merancau tidak jelas.
"Apa itu berbahaya untuk janin yang ada di kandungan istri saya dok?"
"Mungkin kalo nona Aleta bisa mengontrol dirinya itu tidak akan berdampak buruk dengan kondisi janinnya tapi begitu juga sebaliknya kalo nona Aleta mengalami trauma yang keberlangsungan itu bisa berdampak negatif pada tumbuh kembang janin yang ada di dalam perutnya karena rata rata orang yang mengalami trauma lebih memilih menyendiri dan sangat jarang sekali mendapatkan asupan makanan yang cukup"
Air mata yang tadinya sudah berhenti mengalir kini kembali mulai membasahi wajah tampannya, perih rasanya sangat perih kalo bisa Kenzou meminta sama tuhan agar dirinya saja yang mengantikan posisi Aleta saat ini merasakan semua yang wanitanya itu rasakan, ia tidak ingin istrinya berada di bawah ketakutan kerena masalah yang baru saja terjadi dan itu akan berdampak buruk dengan kondisi janinnya.
Kenzou mengecup punggung tangan Aleta tanpa henti dengan mata yang tidak lepas dari wajah cantik istrinya yang tengah tertidur dengan lelap atau yang lebih tepatnya Aleta tidak ingin membuka matanya saat ini.
"Bangun sayang" lirih Kenzou mengusap pucuk kepala istrinya lembut.
"Apa kamu tidak ingin membuka mata mu dan merasakan telur ceplok buatan ku lagi?" Kenzou terkekeh kecil sebelum akhirnya kembali terisak tangisannya.
"Kita belum menata kamar baby boy sesuai permintaan kamu sayang" Kenzou mengusap perut buncit milik Aleta dengan begitu lembut sebelum mendaratkan satu kecupan di perut istrinya.
"Suruh Mommy bangun boy, bilang sama Mommy kalo Dady kangen dengan kecerewetan Mommy" Kenzou menatap perut Aleta dan mendapatkan perut Aleta bergerak membuat seutas senyuman terukir di wajah tampannya.
"Tidak...tidak...."
"Jangan mendekat"
"Jangan..."
"Tolong...tolong aku..."
Kenzou beralih menatap wajah Aleta saat Aleta kembali mengigau dan terus berkata minta tolong Kenzou semakin mempererat genggaman tangannya pada tangan Aleta dengan tangan satunya lagi mengusap pucuk kepala Aleta.
"Sayang, kamu dengar aku?"
"Ini aku suami kamu Kenzou, aku di sini di samping kamu"
"Jangan takut aku selalu ada di sini dan tidak pernah meninggalkan kamu sendirian dimana pun itu" ucap Kenzou lembut tepat di telinga Aleta saat Aleta masih merancau tidak jelas.
__ADS_1
"Kalo mimpi mu terlalu buruk dan membuat mu ketakutan, bukalah mata mu dan aku akan membuat dunia nyata mu yang sangat berwarna" lanjut Kenzou menahan isakan tangisnya.
Kenzou diam sejenak saat mengatur deru nafasnya yang terasa sesak "Kamu pernah bilang dulu pernah bilang ingin ke paris lagi bukan? nanti kita kesana dengan anak kita dan aku mempunyai satu kejutan untuk mu tapi ada syaratnya kamu harus buka mata kamu dulu"
Setalah mengatakan kalimat panjang lebar itu Kenzou kembali diam karena ucapannya seperti tidak di dengar Aleta sama sekali pasalnya istrinya itu masih merancau tidak jelas, Kenzou mengusap air matanya yang tersisa di pipinya sebelum mendekatkan wajahnya ke wajah Aleta mengikis jarak di antara keduanya.
Cup...
Satu kecupan lembut mendarat sempurna di bibir Aleta yang masih merancau tersebut tapi tanpa Kenzou sadari perbuatannya itu perlahan membuat mata Aleta kembali terbuka dan sesaat mata mereka bertemu membuat Kenzou senyuman di wajah Kenzou mengembang dengan sempurna.
Tapi beda halnya dengan Aleta, Aleta membulatkan matanya dengan sempurna sebelum ia berteriak dengan sangat kencang dan mendirikan tubuh Kenzou dengan kasar membuat Kenzou yang belum akan respon Aleta seperti itu terjatuh ke atas lantai.
"Mau apa kamu!" teriak Aleta yang langsung mendudukan tubuhnya dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada sebelum ia beralih meras rambutnya dengan sangat kencang.
"Kotor! aku sudah kotor...AAAAA"
"Tidak....itu bukan aku!!" Teriak Aleta histeris dengan mengelengkan kepalanya dengan kuat dengan tangan yang masih meremas rambutnya.
"Jangan sentuh aku Zou! aku KOTOR!!" ucap Aleta menekan kata terakhirnya dengan suara yang sangat memilukan yang menyayat hati Kenzou.
"Tidak itu tidak seperti yang kamu bayangkan sayang" Kenzou masih mencoba meraih tubuh Aleta.
Aleta yang tidak ingin Kenzou menyentuh tubuhnya yang sudah ternodai langsung turun dari atas ranjang dengan melepas paksa selang infus yang ada di tangannya membuat darah segar mengalir dari punggung tangannya membuat Kenzou melebarkan bola matanya.
"Aku sudah kotor Zou! hiks...hiks..."
"Dan aku tidak pantas untuk dirimu lagi!" ucap Aleta melangkah mundur dengan tangan yang memegang dadanya yang terasa sesak.
"Tidak Aleta itu tidak benar kamu tidak kotor sayang, kamu tau pereman tadi tidak melakukan hall hall seperti yang kamu pikirkan" ucap Kenzou jujur berharap Aleta bisa percaya dengan ucapannya.
"Bohong! kamu pembohong Zou!" Aleta semakin melangkah kebelakang membuat dirinya menabrak meja sofa dan menjatuhkan vas bunga ke atas lantai membuat pecahan kaca itu berserakan ke mana mana.
Aleta yang melihat pecahan vas bunga itu meraih pecahan kaca yang lumayan besar, "Aku jijik dengan tubuh ku! dan apa perempuan seperti diriku masih pantas untuk hidup? hiks...hiks...."
__ADS_1
"Lebih baik aku mati sekarang dari pada Ayah, Bunda dan kamu malu untuk selama lamanya" Aleta mengarahkannya kaca tersebut ke pergelangan tangannya yang satunya membuat Kenzou kaget bukan main saat Aleta akan melakukan hall di luar nalar.
Kenzou langsung berlari ke arah Aleta memegang tangan istrinya yang memegang serpihan kaca tersebut. "Jangan bodoh Aleta!"
"Lepas Zou!! aku ingin mati! aku tidak pantas untuk hidup!" Aleta masih berusaha melepaskan genggaman tangannya tapi tanpa keduanya sadari serpihan kaca itu menggores kulit milik Kenzou membuat darah segar mengaku dari punggung pergelangan tangannya.
Kenzou menghempaskan tangan Aleta dengan kuat membuat kaca itu terlempar jauh tapi saat kaca itu sudah tidak ada di tangannya lagi Aleta kembali ingin mengambil serpihan kaca yang baru tapi tangannya kalah cepat dengan tangan Kenzou yang langsung meraihnya dan membawanya ke dalam pelukan hangatnya.
"Lepas Zou... aku tidak mau kamu ikut kotor karena diriku!!"
Kenzou yang akhirnya muak dengan kata kotor yang keluar dari mulut Aleta menjauhkan sedikit tubuhnya dengan tangannya masih mencengkram kuat lengan Aleta. "Lihat aku" perintah Kenzou saat Aleta menundukan kepalanya.
"Lihat aku Aleta!" kini suara Kenzou sudah naik satu oktaf membuat Aleta perlahan menaikan pandangannya membuat Aleta menatap manik mata indah milik Kenzou.
"Kamu tidak kotor dengar itu baik baik!"
"Kamu! Aleta Quenby Elvina Jonhnson hanya milik Kanzou Febrian Putra Jonhnson!!"
"Milik seutuhnya KENZOU FEBRIAN PUTRA JONHNSON" ucap Kenzou mengulangi ucapannya dengan sangat jelas dan menekan setiap katanya.
"Dan tentang pereman tadi mereka tidak melakukan hall yang kamu pikirkan karena apa?" Kenzou mengantung ucapannya menatap wajah Aleta yang sudah segukan.
"Karena aku sudah berada di sana saat kamu pingsan tadi" lanjutnya membuat Aleta menangis sejadi jadinya dan langsung mendudukan kepalanya.
Kenzou kembali membawa tubuh istrinya itu masuk ke dalam pelukannya mengusap lembut punggung Aleta yang bergetar hebat karena isakan tangisnya, Kenzou membiarkan sejenak Aleta mengeluarkan semua yang mengganjal di hatinya dengan menangis sepuasnya.
"Ma-maaf" lirih Aleta tapi dapat di dengar jelas oleh Kenzou.
Kenzou tersenyum kecut seharunya bukan istrinya yang megucapkan kata itu melainkan kelima orang yang hampir melecehkan istrinya dan tanpa sadar tangan Kenzou terkepal dengan sangat kuat di punggung Aleta, ia bersumpah tidak akan membiarkan orang orang yang terlibat dalam masalah ini bisa hidup dengan tenang.
Kenzou kembali menahan amarahnya tidak sekarang ia akan melampiaskannya tapi nanti, setelah Aleta keluar dari rumah sakit dan trauma yang di alami Aleta sudah di atasi.
"Kamu tidak salah sayang" Kenzou mengecup kening Aleta lama sebelum ia mengangkat tubuh Aleta kembali ke atas ranjang dan memencet tombol khusus dokter untuk memeriksa keadaan Aleta.
__ADS_1