Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Berubah


__ADS_3

"Zou lo gak brangkat kerja?" tanya Aleta yang baru saja selesai mencuci piring dan mendapati Kenzou yang masih duduk di meja makan.


"Kita ke rumah Mama hari ini" kata Kenzou.


"Tapi ini masih pagi?"


"Tapi ini juga perintah Mama yang nyuruh kita datang ke sana!"


"Ya udah tapi aku mau buat kue dulu untuk Mama ya?" kata Aleta.


"Terserah" kata Kenzou yang langsung pergi ke kamarnya.


"Dia kenapa sih? apa dia marah gara gara gue peluk dia tadi malam?" kata Aleta yang merasa Kenzou kembali berubah seperti semula.


***


"Zou gue udah siap nih" kata Aleta yang sudah rapi dan membawa satu kotak bolu yang ia bikin.


Kenzou tidak menjawab pertanyaan Aleta ia langsung keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil dengan aura dingin yang kembali Aleta rasakan seperti sebelumnya. Di perjalanan Aleta sesekali melihat Kenzou yang fokus ke jalanan tanpa ada suara di antara mereka.


"Zou lo marah sama gue?" tanya Aleta lembut.


"Enggak"


"Apa lo ada masalah?"


"Enggak"


"Ada apa Zou crita in aja, gue bakal dengerin kok" kata Aleta tapi di abaikan oleh Kenzou.


"Eh Zou, gue tadi bikin bolu lho, lo harus coba bolu buatan gue, pasti lo bakal ketagihan" kata Aleta yang mengambil satu potong bolu dan di arahkan ke mulut Kenzou.

__ADS_1


"Ayo buka mulut lo, Aaaaa" kata Aleta yang juga membuka mulutnya.


Kenzou memberhentikan mobilnya secara mendadak membuat Aleta kaget dan bolu yang ia pegang jatuh ke bawah. "Lo biasa diam gak! kalo lo gak bisa diam turun lo sekarang dari mobil gue!" kata Kenzou dengan menatap tajam pada Aleta.


"Zou, lo kenapa? apa gue buat salah?, kalo soal tadi malam itu....." kata Aleta terputus saat Kenzou kembali membentaknya.


"DIAM!, GUE BILANG DIAM DIAM! KALO LO GAK BISA DIAM TURUN DARI MOBIL GUE SEKARANG!" Bentak Kenzou dengan nafas yang naik turun.


Mendengar suaminya itu membentak dirinya Aleta langsung diam dan menutup matanya karna takut, tapi saat ia membuka mata, air mata Aleta lolos begitu saja dengan cepat ia menghapus air matanya dan menatap ke luar jendela. ia bingung dengan sifat suaminya itu yang tiba tiba marah marah tidak jelas sampai membentaknya.


***


"Assalamu'alaikum Ma" kata Aleta saat melihat mama mertuanya itu sedang membaca majalah di teras.


"Ehh sayang kamu sudah datang" kata Ana yang langsung meletakkan majalahnya dan memeluk menantunya.


"Mama gimana kabarnya?" kata Aleta melepas pelukannya.


"Enggak Ma" jawab Aleta sambil tersenyum. "Dan Aleta ke sini bawa in Mama bolu, Aleta sendiri lo Ma yang bikin" kata Aleta menunjukan kotak berisi bolu yang ia bikin tadi.


"Wah.....ya sudah yuk masuk, mama gk sabar pengen coba in bolunya" kata Ana menarik tangan menantunya itu untuk masuk ke dalam rumah di ikuti Kenzou dari belakang.


"Ma, Papah mana?" tanya Kenzou kepada sang Mama yang sibuk merasakan bolu buatan Aleta.


"Biasa Papa di kantor katanya ada urusan" kata Ana.


"Oh.....Ma kalo gitu Kenzou ke kamar dulu" kata Kenzou yang langsung naik ke lantai dua, Aleta melihat kepergian suaminya itu yang sudah hilang dari pandangan matanya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Ana yang melihat menantunya itu melamun.


"Ah, gak papa kok ma" kata Aleta yang langsung sadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Sayang mama mau tanya sesuatu sama kamu" kata Ana memegang tangan Aleta.


"Tanya apa ma?" tanya Aleta yang melihat keseriusan di mata Ana.


"Apa Kenzou pernah bersikap dingin sama kamu?" tanya Ana menatap menantunya.


"Enggak kok ma" bohong Aleta.


"Sayang jujur sama mama, mama gk bakal marah kok apa lagi sampai ngadu ke Kenzou kalo kamu berbicara jujur" kata Ana.


Aleta menundukan kepalanya Aleta bingung harus menjawab apa sama mama mertuanya itu, jadi yang bisa di lakukan Aleta sekarang hanya diam dan menundukkan kepalanya. Ana yang melihat perubahan dalam diri menantunya itu dengan cepat menggenggam erat tangan Aleta dan mengusap lembut tangannya.


"Bicaralah nak" kata Ana.


"Ma... sebenarnya beberapa hari belakangan ini Kenzou sudah mulai agak banyak bicara sama Aleta, tapi tidak dengan hari ini ma semuanya berubah dan kembali lagi seperti awal, Aleta gak tau kenapa Kenzou bisa seperti itu hiks....hiks..." jelas Aleta dan buru buru menundukan kepalanya saat air matanya mulai jatuh.


Ana menarik nafasnya panjang dan mengusap lembut punggung menantunya itu. "Sayang, Kenzou memang seperti itu orangnya sifatnya susah sekali di tebak tapi kamu harus sabar ya sayang, dan ingat cara menghadapi sifat Kenzou yang sulit di tebak itu dengan kelembutan dan kesabaran" kata Ana.


"Sayang, kamu itu anaknya ceria jadi keluarkan lah sifat sifat ceria mu itu saat bersamaan Kenzou mungkin dengan begitu Kenzou akan sendirinya kembali seperti semula" kata Ana.


"Aleta gak yakin bakal berhasil ma"


"Gini deh, saat Kenzou mulai banyak bicara sama kamu, Apa kamu juga ikut menangapi Kenzou dengan sifat asli kamu?"


Aleta menganggukkan kepalanya "Iyah ma, karna Kenzou itu orangnya sangat menyebalkan"


"Itu dia, jadi Sekarang yang hanya perlu kamu lakukan jadilah diri sendiri saat menghadapi Kenzou, tapi jangan di masukin ke hati saat Kenzou mendiamkan kamu seperti ini" kata Ana yang langsung mendapatkan anggukan dan senyum dari sang menantu.


***


Like & Vote

__ADS_1


__ADS_2