Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Anindira? Tiara?


__ADS_3

"Clara?"


"Emmm,,, maksudku Anindira?" ralat Kenzou cepat, saat ia melihat Anindita berdiri di sampingnya.


"Tidak apa apa, apa aku boleh duduk?" tanya Anindira dengan senyuman yang tidak luntur dari bibirnya.


"Silahkan, lagi pula ini tempat umum"


"Makasih" kata Anindira yang langsung mendudukan tubuhnya di depan Kenzou dengan meja yang jadi penghalangnya.


"Apa kamu di sini sendirian?" kata Anindira celingak celinguk"


"Iyah aku sendiri" kata Kenzou sambil menyeruput secangkir kopi miliknya.


"Dimana Aleta?" kata Anindira membuat Kenzou tidak jadi meminum kopinya, dan beralih menatap Anindira.


"Dia tidak ikut"


"Kenapa? Bukannya ini hari weekend dan biasannya hari weekend itu di habiskan dengan berkumpul bukan?" kata Anindira yang membuat Kenzou langsung menutup mulutnya rapat.


Anindira yang melihat wajah Kenzou berubah, menyunggingkan senyumannya. "Apa kamu ada masalah? kalo kamu ada masalah aku bisa menjadi pendengar yang baik untuk mu" kata Anindira yang langsung meraih tangan Kenzou yang ada di atas meja membuat Kenzou yang tadinya menatap sembarang arah, beralih menatap tangannya yang di pegang oleh Anindira.


"Kamu bisa cerita sama aku" lanjut Anindira tanpa melepaskan genggaman tangannya dari tangan Kenzou.


"Aleta pergi dari rumah" satu kalimat itu keluar dari mulut Kenzou dan sesaat Kenzou diam sejenak.


"Kami bertengkar hebat saat itu yang membuatnya pergi dari rumah, dan sudah dua Minggu ini Aleta tidak juga kembali"


"Bagus.....sekalian saja, jangan pernah kembali, dengan begitu rencana ku akan lancar"


"Oh...ya ampun, apa kamu tau keberadaan Aleta sekarang?" tanya Anindira dengan nada sedihnya.


Kenzou mengelengkan kepalanya pelan, dan menghela nafas panjang. "Aku tidak tau dimana Aleta sekarang berada, di tambah Aleta sekarang tengah mengandung itu yang membuat aku takut terjadi sesuatu pada janinnya"


"Hamil?" kata Anindira mengulang kata hamil yang di katakan oleh Kenzou.


"Iyah...dan harusnya sekarang usia kandungannya sudah menginjak satu bulan" kata Kenzou menatap keluar jendela, bersamaan dengan sepasang suami istri yang baru saja keluar dari cafe tersebut dengan perut sang istri yang mulai membuncit.

__ADS_1


"Sial!! kenapa harus pakai acara hamil segala sih...."


"Apa kamu sudah mencarinya?"


"Sudah, bahkan aku sudah mendatangi tempat yang selalu Aleta datangi, tapi aku tidak menemukannya"


"Ohh....ya ampun, aku harap tidak terjadi sesuatu yang buruk sama Aleta, aku harap Aleta di luar sana baik baik saja" kata Anindira mengusap tangan Kenzou yang masih ia genggam.


"Aku harap juga seperti itu, dan aku harap Aleta bisa pulang dengan keadaan selamat"


"Mati juga gak papa" batin Anindira setalah Kenzou berhenti berbicara.


"Aku harus pulang" kata Kenzou saat melirik jam tangannya menujukan hari menjelang sore, Kenzou langsung menarik tangannya yang masih di genggaman Anindira dan berdiri dari duduknya setelah menaruh uang seratus di atas meja.


"Zou..." cegah Anindira saat Kenzou ingin melangkah pergi.


"Iyah..." kata Kenzou menatap Anindira yang juga sudah berdiri dari duduknya.


"Apa besok kita bisa makan siang bersama? itu pun kalo kamu mau"


"Iyah... besok kita akan makan siang bersama di cafe ini" kata Kenzou dan di balas senyuman dari Anindira.


"Gantengnya nambah kalo lagi senyum kaya tadi" kata Anindira saat mobil Kenzou sudah tidak terlihat, tanpa Anindira sadari dua bola mata mengamatinya dari kejauhan.


Dua bola mata tersebut sempat terkejut saat melihat Anindira dari kejauhan, tapi ia di buat semakin kaget saat mendengar Aleta pergi dari rumah dengan keadaan yang tengah hamil dan tidak kunjung kembali yang membuatnya tersenyum penuh harapan tapi senyuman itu langsung hilang saat melihat Anindira memegang tangan Kenzou tanpa Kenzou menolaknya sedikitpun yang membuatnya amarahnya memuncak.


Setalah Kenzou pergi dari sana, perlahan seseorang tersebut melangkahkan kakinya ke arah Anindira yang masih senyam senyum sendiri sambil menatap keluar jendela.


"Jauhin Kenzou sekarang!" kata kata penuh penekanan itu terdengar sangat jelas oleh telinga Anindira yang membuat pandangan Anindira yang tadi berada di luar jendela beralih menatap seorang wanita yang sudah berdiri di sampingnya dengan sorot mata yang menunjukkan kemarahan.


"Anda siapa? apa kita saling kenal sebelumnya?" tanya Anindira dengan santainya dan masih duduk di kursi sambil menodongkan wajahnya sedikit suapaya bisa menatap wanita yang berdiri di samping mejanya.


"Aku bilang jauh in Kenzou sekarang juga sebelum kamu menyesal nantinya!"


"Anda datang datang kesini dan menganggu saya, hanya untuk menyuruh saya menjauhi Kenzou?"


"Iyah...dan saya minta detik ini juga kamu tinggalkan Kenzou, karena Kenzou itu milik saya!!"

__ADS_1


"Kalo saya tidak mau bagaimana?" tantang Anindira yang membuat wanita tersebut naik darah.


"Kamu jangan macam macam dengan ku!, karena aku bisa lakukan hall apapun untuk menjauhkan Kenzou dari wanita seperti dirimu ini!" kata wanita tersebut penuh penekanan membuat Anindira bangkit dari duduknya dan mensejajarkan tingginya dengan wanita yang menantangnya.


"Memangnya anda siapa berani mengancam saya seperti itu?" tanya Anindita menatap sinis wanita yang tengah berdiri di hadapannya ini.


"Saya Tiara calon istrinya Kenzou!!" kata Tira dengan pdnya.


"Calon istri?" kata Anindira yang di iyakan oleh Tiara.


"Hahahaha...." tawa Anindira seketika pecah setelah mendengarkan penuturan Tiara yang di anggapnya sebagai lelucon. "Apa anda mengaku ngaku calon istri Kenzou, padahal Kenzou sendiri masih memiliki istri sah"


"Itu bukan urusan mu!, yang jelas tinggalkan Kenzou sekarang juga!!" kata Tiara yang masih kekeh untuk meminta Anindira untuk meninggalkan Kenzou.


Sesaat Anindira diam sejenak dengan mata yang masih menatap Tiara yang juga tengah menatapnya. "Kenapa diam? apa kamu takut?!"


"Siapa bilang aku takut dengan wanita seperti dirimu" kata Anindira yang langsung membuka suaranya tidak terima di pandang sebelah mata oleh Tiara.


"Aku punya keputusan bagus yang bisa saling menguntungkan kita nantinya" kata Anindira yang membuat Tiada menyipitkan matanya.


"Cih...apa kau pikir aku akan tertarik dengan rencanamu itu? tidak sama sekali! yang aku inginkan sekarang jauh ii Kenzou!"


"Terserah...kalo kamu tidak mau bekerja sama dengan ku tidak apa apa, karena aku yakin aku yang akan jadi pemenangnya" kata Anindira sambil menyilangkan tangannya di depan dada dan berbicara dengan bangganya mengingat ia memiliki wajah yang sama persis dengan mantan Kenzou, yang membuat rencananya bisa berjalan dengan lancar.


"Sial!, wanita ini mukanya memang mirip dengan Clara, tapi sifatnya sangat licik seperti iblis!"


"Apa itu?" tanya Tiara yang tidak punya cara lain, kalo ia menolak pasti yang akan menjadi pemenangnya adalah Anindira.


"Sebelumnya aku mau tanya kepadamu, apa yang membuat mu suka dengan Kenzou?" tanya Anindira penasaran, karena ia melihat Tiara seperti berasal dari keluarga kaya raya karena semua yang melekat di tubuh Tiara merupakan barang barang branded.


"Tentu saja karena sikapnya kamu pikir apa lagi?"


"Apa kau tidak mengincar hartanya?"


"Cih....harta? apa kau sudah gila? aku ini seorang anak dari pengusaha sukses di kota ini, jadi bagiku harta itu tidak penting, yang penting itu adalah Kenzou bisa menjadi milik ku seutuhnya"


Anindira menyunggingkan senyumannya saat mendengar jawaban dari mulut Tiara. "Bagus..."

__ADS_1


"Kau belum jawab pertanyaan ku tadi, rencana apa yang kamu miliki?" kata Tiara yang membuat senyuman di bibir Anindira mengembang dengan sempurna.


__ADS_2