Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Calon CEO Vs Istri CEO


__ADS_3

"Hiks...hiks...aku ingin ikut Zou" Sudah hampir puluhan kali Aleta berjaya seperti itu dengan bergelayut manja di lengan sang suami yang sudah berbalutkan jas kerjanya.


"Aku hanya sebentar sayang, nanti saat jam makan siang aku sudah pulang" ujar Kenzou yang langsung membawa tubuh istrinya masuk ke dalam pelukannya mengusap lembut punggung istrinya yang bergetar karena tangisannya.


Aleta menggelengkan kepalanya ia tidak mau di tinggal Kenzou tapi Kenzou juga tidak bisa membawa Aleta pergi ia takut dirinya kecolongan lagi seperti kemarin, karena dirinya hanya manusia biasa bukan tuhan yang tau apa yang akan terjadi nantinya.


"Aku pergi ya" Kenzou mencium kening istrinya lama tapi bukannya tenang Aleta malah semakin menangis dan memeluk tubuh kenzou dengan kuat.


"Aku ikut,aku janji aku gak akan ngerepotin kamu"


"Kamu gak ngerepotin aku sama sekali, cuma bukan sekarang kalo kamu mau ikut" ujar Kenzou melepaskan pelukannya melihat wajah Aleta, di usapnya air mata yang masih berjatuhan itu dengan ibu jarinya.


"Lagian kamu tidak sendirian di rumah" ucap Kenzou membuat Aleta sedikit tenang.


"Lihat sahabat kamu datang" lanjut Kenzou dengan mata menatap arah belakang Aleta, membuat Aleta membalikan badannya dan terlihat di sana ada Vony yang membawa banyak sekali paper bag ditangannya.


"Hai sayangnya akoh..."ucap Vony antusias yang langsung berjalan ke arah Aleta meletakan lima peper bag di tangannya di atas lantai untuk memeluk tubuh sahabatnya dengan tangan satunya lagi masih memegang lima paper bag lagi.


"Hai sayang aunty Vony datang" ucap Vony dengan mengusap perut Aleta.


Kini Vony beralih menatap Kenzou yang mengedipkan sebelah matanya ke arah Aleta yang baru saja selesai menangis membuat Vony langsung paham dengan hall itu.


"Kamu habis nangis? uluh...uluh... jeleknya" ucap Vony dengan nada menggoda.


"Zou..." adu Aleta dengan menatap wajah suaminya saat Vony mengejek dirinya jelek.

__ADS_1


"Kamu tidak jelek sayang, bahkan kamu sangat cantik hari ini" jawab Kenzou.


"Sekarang kan kamu udah ada temannya di rumah aku berangkat kerja dulu ya" lanjut Kenzou, sesaat Aleta hanya diam antara mengizinkan suaminya itu berangkat kerja atau tidak.


Vony yang melihat Aleta terlalu banyak diam dan tidak segera mengizinkan suaminya pergi kerja langsung berdiri di antara keduanya, "Zou...kamu bisa berangkat kerja sekarang karena aku yakin istrimu yang super duper manja ini akan baik baik saja" setelah mengatakan hall itu Vony sedikit mendorong tubuh Kenzou ke arah mobilnya.


Kenzou tersenyum simpul dan beralih menatap Aleta dengan senyum manisnya membuat Vony yang melihat itu memutar bola matanya.


"Aku pergi dulu, I love you"


"I love you too" jawab Aleta lesu saat Kenzou sudah masuk ke dalam mobil.


Aleta dan Vony berdiri di halaman rumah sampai mobil Kenzou hilang dari pandangan mereka berdua, "Udah suami mu hanya pergi bekerja bukan pergi mencari istri lagi"


Vony yang mendapatkan tatapan tajam itu menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk angka dua, "Pis..." ucap Vony dengan terkekeh.


"Em...lihat aku bawa banyak sekali oleh oleh untuk mu dan keponakan ku ini" Vony mengalihkan pembicaraan saat Aleta masih menatapnya tajam.


Aleta beralih menatap begitu banyak paper bag di tangan Vony, "Kamu belanja semua ini?" tanya Aleta sedikit ragu pasalnya Vony itu salah satu tipe perempuan yang sangat sayang membuang buang uangnya cuma hall hall tertentu saja yang bisa membuang buang uangnya.


"I-iyah memang siapa lagi kalo bukan aku yang membelinya?" ucap Vony berusaha tidak terlihat gugup.


"Padahal ini semua aku beli pakai uang suamimu" batin Vony pasalnya kemarin asisten Kenzou menghubungi dirinya dan menyuruhnya untuk datang ke rumah Aleta dan mentransfer sejumlah uang yang sangat banyak dengan alasan.


"Pakai uang itu untuk membeli pakaian bayi atau apapun untuk nona Aleta dan bayinya" kata Alan yang masih terdengar jelas di telinganya.

__ADS_1


"Dapat uang dari mana kamu?" selidik Aleta.


Vony mendengus kesal, "Apa kamu lupa aku ini calon CEO di perusahaan Ayah ku, catat itu calon C-E-O" eja Vony di akhir kalimatnya.


"Masih calon aja bangga" ucap Aleta membuat Vony melebarkan bola matanya dengan mulut yang sedikit terbuka.


"Memang bibir istri CEO beda dengan calon CEO" Vony mengelengkan kepalanya tidak percaya Aleta bisa berkata seperti itu.


"Udah masuk yuk ibu calon CEO ke rumah Istri CEO" ucapan Aleta membuat otak Vony ngebluk untuk sesaat.


Baru beberapa detik keduanya tertawa lepas mengingat kekonyolan yang mereka lakukan di teras rumah,"Sialan lo gue juga bisa ya dapat suami CEO"


"Gue tunggu undangannya"


"Btw siapa CEO nya? Alan?" tanya Aleta saat keduanya berjalan masuk kedalam rumah.


"Alan kan bukan CEO, jadi skip aja lah" jawab Vony jual mahal.


"Atau sama Brian ngomong ngomong dia juga udah bangun perusahannya sendiri lo" ucap Aleta dengan sedikit memuji.


"Sorry ya, gue gak level sama barang bekas milik lo" kata Vony dengan nada yang terdengar menyindir.


"Sialan lo!"


Keduanya berhenti berdebat saat Aleta membuka satu persatu paper bag yang di bawa Vony untuk dirinya dengan di temani makanan ringan kedua wanita itu mulai bergosip membahas dari hall yang penting sampai hall yang tidak penting sama sekali untuk di bahas.

__ADS_1


__ADS_2