
Kandungan Aleta yang sudah memasuki usia satu bulan membuatnya harus bolak balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya, beruntung ada Bi sum yang selalu ada saat mualnya itu datang yang membuat tubuh Aleta langsung lemas setelah mengeluarkan isi perutnya.
Seperti di pagi ini jam baru menunjukan pukul enam dini hari perut Aleta sudah mulai terasa tidak enak, Aleta yang tadinya masih dalam dunia mimpi, tiba tiba terbangun saat perutnya merasa mual tidak karuan, Aleta menutup mulutnya dan tangan satunya lagi langsung menyibakkan selimut yang membungkus tubuhnya, Aleta buru buru turun dari atas ranjang dan berlari masuk ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
Huek....huek....huek....
Sudah menjadi aktifitas rutin Aleta setiap pagi setalah bangun tidur, saat saat seperti ini Aleta sangat butuh sosok seorang suami yang bisa membantunya menghadapai mual di pagi hari, tapi semua itu hanya angan angan di otak Aleta saat mengingat kondisi rumah tangannya seperti apa.
Huek...huek...huek....
"Sayang...udah ya, Mommy lemes banget" kata Aleta pada janinnya, tapi sepertinya anaknya tidak bisa di ajak kerja sama, karena Aleta kembali memuntahkan isi perutnya.
Tok....tok...tok....
"Nona..." panggil bi sum saat mendengar Aleta muntah muntah di pagi hari seperti biasanya, yang membuat wanita paruh baya itu merasa kasian dengan Aleta.
"Masuk bik...." teriak Aleta dari dalam kamar mandi.
Bik sum yang langsung masuk ke dalam kamar Aleta menghampiri Aleta di dalam kamar mandi yang masih merasa mual.
"Bik... Aleta gak kuat, huek..." kata Aleta yang merasa tubuhnya sangat lemas, di tambah ia makan hanya sedikit, karena Aleta tidak kuat mencium aroma makanan.
"Yang sabar ya non...biar bibi bantu ke kasur" kata Bi sum saat Aleta ingin keluar dari kamar mandi, bi sum dengan telaten membantu Aleta berjalan ke kasur.
"Non mau makan apa biar bibi siap in" kata bi sum sambil memijat kaki Aleta yang di bungkus oleh selimut.
"Aleta belum mau makan bi..." kata Aleta yang bersandar di dinding kasur sambil menutup matanya.
"Non harus makan, kasian janin non kalo tidak makan, bibi buat kan bubur ya?" tawar bi sum tapi mendapatkan gelengan dari Aleta.
__ADS_1
"Aleta belum lapar bi, nanti kalo Aleta lapar Aleta pasti bilang bibi, sekarang Aleta cuma mau istirahat sebentar saja" kata Aleta yang memposisikan tubuhnya untuk rebahan.
"Ya sudah bibi keluar dulu mau bersih bersih, kalo non butuh sesuatu panggil bibi saja ya..." kata bi sum sebelumnya keluar dari kamar Aleta.
Hiks...hiks...hiks...
saat pintu kamar sudah tertutup rapat Aleta memiringkan tubuhnya dan langsung menangis, sungguh ini bukanlah hall yang masuk dalam daftar hidupnya yang harus hamil di usia muda tanpa ada sosok suami di sampingnya.
"Kenapa takdir buruk ini datang dalam kehidupan ku...hiks...hiks...."
"Kenapa harus aku yang di pilih menjalani takdir seperti ini, hiks...*
"Dan apakah aku kuat menjalaninya?" dan masih banyak lagi keluh kesah Aleta yang berada di otaknya, Aleta yang belum pernah merasakan kondisi seperti ini membuatnya hanya bisa menangis.
"Apa Kenzou sekarang senang dengan kepergian ku?"
"Apa dia tidak merasakan bersalah sedikit saja?" kata Aleta saat bayangan kemarahan Kenzou kemari terlintas di otak nya.
"Sayang...tolong bantu Mommy untuk kuat, Mommy hanya punya kamu sekarang...dan kita jalani kehidupan baru di sini ya...jadi kamu di dalam jangan rewel" kata Aleta yang memposisikan tubuhnya duduk sambil mengusap perutnya.
Sesaat Aleta melangkah menuju meja riasnya menatap tubuhnya yang sedikit tidak terurus membuatnya sedikit lusuh, saat Aleta ingin membersihkan wajahnya dengan toner, matanya menatap kalung yang masih bergantung di lehernya, Aleta meletakan kembali kapas yang ia pegang dan beralih memegang kalung yang ada di lehernya.
"Kenzou benar benar sudah keterlaluan, dia membelikan ku kalung inisial mantannya itu dan menyuruhku memakainya, dan bodohnya aku menganggap ini sial kalung ini itu cinta, hah....Cinta...? lebih tepatnya dia tidak pernah mencintaiku karena selama ini aku yang hanya mencintainya" kata Aleta yang langsung melepaskan kalung itu dari lehernya, ingin sekali Aleta membuang kalung itu di tempat sampah tapi hatinya tidak tega melakukan hall itu.
"Akan aku simpan kalung ini, dan kalau aku bertemu dengan Kenzou saat kembali ke kota akan aku lempar tempat mengenai wajahnya itu" kata Aleta yang langsung memasukan kalung itu ke dalam laci riasnya.
***
Aleta keluar dari dalam kamar dengan penampilan yang sudah sedikit lebih baik, saat di kamar tadi Aleta menyemangati dirinya agar tidak terus berada di dalam kondisi yang akan membuatnya stres nantinya, Aleta melangkah menuju halaman depan rumahnya yang, Aleta memejamkan matanya menarik nafas panjang menikmati udara yang masih segar masuk ke dalam hidungnya.
__ADS_1
"Non..." panggil bi sun yang baru selesai mencuci baju dan melihat Aleta berdiri di depan rumah.
"Bibi..." kata Aleta saat menoleh ke belakang.
"Non sedang apa?"
"Saya lagi mau menikmati udara pagi bik" jawab Aleta sambil tersenyum.
"Masuk dulu non, sarapan, bibi sudah bikinin makanan untuk non Aleta"kata bik sum.
"Iyah bik..." kata Aleta melangkah masuk me dalam rumah di ikuti hi Sum dari belakang.
Huek....huek....
Baru saja Aleta mendudukan tubuhnya di kursi perutnya sudah mulai merasa mual saat mencium bau aroma makanan yang sangat menyengat langsung berjalan ke wastafel dapur dan memuntahkan isi perutnya.
Huek....
Bik sum dengan telaten memijat tengkuk leher Aleta yang masih memuntahkan isi perutnya. "Masih mual non?" tanya bi sum saat Aleta membersihkan mulutnya.
"Udah enggak bik, tapi singkirkan makanan itu bik...dan Aleta mau makan sayur sup tanpa ayam" kata Aleta.
"Baik non, tapi non minum dulu" kata bi sum menyerahkan satu gelas air lemon pada Aleta dan Aleta meminumnya perlahan.
"Makasih bik" kata Aleta saat bik sum mengusap punggungnya.
"Sama sama non, sekarang non duduk dulu ya, bibik bikinkan sup dulu buat non" kata bik sum membantu Aleta duduk di kursi meja makan.
***
__ADS_1
Tolong kasih saran yang bagus dong buat bab author ini, karena author juga bingung mau di kasih judul apa, hua....😭
Tapi jangan lupa Like, Vote, Komen dan Beri hadiah 🤗♥️.