
"Zou sebelum pulang ke rumah mama,gue pengen mampir ke suatu tempat terlebih dahulu" kata Aleta yang sudah duduk di dalam mobil tepatnya di samping Kenzou.
"Dimana?" Tanya Kenzou singkat.
"Di sini" kata Aleta yang menunjukan lokasinya melewati aplikasi Google Maps.
Tanpa banyak bicara Kenzou langsung mengendarai mobilnya ke tempat yang di maksud Aleta. Selama di perjalanan tidak ada salah satu dari Kenzou maupun Aleta yang berniat untuk membuka mulut untuk memulai obrolan, yang terdengar hanyalah sesekali suara kelakson mobil Kenzou saat ada beberapa kendaraan yang menghalangi jalannya.
Setelah menempuh waktu kurang lebih tiga jam Mobil Kenzou memasuki sebuah tempat di pinggiran kota yang masih asri dengan pepohonan yang rindang dan udara yang masih sejuk walau waktu sudah memasuki siang hari. Mobil Kenzou berhenti tepat di sebuah danau, Kenzou dan Aleta turun dari mobil dan berjalan mendekat ke bibir danau. Air danau yang masih sangat jernih dan suasana yang tenang di tambah dengan semilirnya angin membuat siapa saja yang merasakannya, ingin berlama lama di tempat ini.
Kenzou memasukan kedua tangannya di masing masing saku celananya, dan memejamkan matanya dan merasakan suasana tenang di pinggir danau tersebut.
"Indah" guman Kenzou yang baru menyadari ada tempat se indah dan se tenang ini di pinggiran kota.
"Aku dulu sering sekali ke sini" Suara Aleta membuat Kenzou membuka matanya dan menatap Aleta yang tengah berdiri di sampingnya yang sedang menatap lurus ke arah danau.
"Kamu tau tempat ini dari mana?" tanyanya sebab Kenzou sendiri baru tau ada tempat se indah ini di pinggiran kota yang sangat ramai dan padat dengan aktivitas.
"Dulu saat aku masih kecil sampai aku remaja ayah sering membawaku ke sini hanya sekedar untuk menemaninya memancing" jawab Aleta yang masih memandangi danau itu. "Tapi saat aku mulai masuk kuliah ayah sudah tidak pernah mengajak ku lagi ke sini, bukan tanpa alasan ayah tidak mengajak ku lagi ke sini itu karna aku yang mulai mengelola bisnis restoran ku dan ayah yang sangat sibuk di kantor" lanjut Aleta.
"Oooo" Kenzou ber-oo ria sambil mengangguk nganggukkan kepalanya.
"Zou aku ingin bicara" kata Aleta.
"Bicaralah"
__ADS_1
"Zou....aku tidak tau alasan apa yang membuat mu tiba tiba marah tidak jelas kepada ku kemarin, dan aku juga tidak tau salah ku apa sampai kau kembali ke sifatmu yang semula" Kata Aleta yang memiringkan tubuhnya agar sepenuhnya menghadap Kenzou, sedangkan Kenzou diam dan matanya menatap danau. "Tapi Zou setelah kejadian kemarin yang sudah membuat ku menjadi istri seutuhnya setelah melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri, tolong izinkanlah aku untuk merawatmu seperti yang di lakukan istri istri di luar sana" kata Aleta penuh keyakinan.
"Maksud mu?" tanya Kenzou yang kali ini menatap Aleta yang sedang berusaha menahan rasa takut dan groginya dengan meremas ujung bajunya.
"Maksud ku, izinkan aku melakukan tugas ku sebagai seorang istri seutuhnya mulai hari ini" entah kata kata dari mana yang membuat Aleta berbicara seperti itu sama Kenzou. "Tapi, aku tidak berharap untuk satu kamar dengan mu kalo kamu tidak mau, aku akan melakukan apapun yang kamu mau saat kamu menginginkannya" kata Aleta yang kali ini menundukan kepalanya dan tidak berani menatap Kenzou.
"Apa kamu yakin?" tanya Kenzou dan hanya mendapatkan anggukan dari Aleta. "Apa kamu tidak meminta imbalan?"
"Maksud mu imbalan?" Aleta bingung apa yang di maksud suaminya itu imbalan berupa uang?.
"Jangan salah paham dulu, Maksud ku imbalan bukan berarti dalam bentuk harta, tapi kalo kamu melakukan tugasmu sebagai seorang istri tidak ada yang menjamin kalo kamu tidak akan jatuh cinta sama aku seiring berjalannya waktu, dan ya.....kamu harus siap menerima kalo aku tidak akan pernah membalas cintamu untuk ku saat kamu sudah jatuh cinta dengan ku nantinya" kata Kenzou mantap.
Deg!
Hati Aleta bagai tersayat saat mendengar penuturan yang keluar dari mulut Kenzou, "Berarti aku akan mencintai mu tanpa kau membalas cintaku?" batin Aleta.
"Sekarang yang bisa aku lakukan sekarang hanya berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk Kenzou, aku yakin tuhan pasti akan membuka perlahan hati Kenzou untuk ku, meski di Antara kita sekarang belum saling mencintai satu sama lain" batin Aleta.
"Semoga kau tidak tersakiti nantinya" bibir Kenzou membentuk sebuah senyuman, entah apa arti dari senyuman itu apa dia suka melihat Aleta tersakiti tau dia suka melihat Aleta memilih pilihan yang menurutnya hasilnya akan sia sia.
"Ayo pulang" lanjutnya dan di angguki oleh Aleta.
***
"Kalian dari mana saja?" Suara Ana terdengar saat Kenzou dan Aleta masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Mama" kata Aleta dan Kenzou secara bersamaan dan berjalan mendekat ke arah Ana dan Baskara yang kebetulan lagi cuti.
"Kalian dari mana?" tanya Ana sekali lagi.
"Kenzou ada urusan sedikit dan Aleta juga kemarin mengurus restoran yang sedikit ada masalah" bohong Kenzou.
Ana dan Baskara hanya mengangguk percaya dengan omongan Kenzou. "Apa kalian tidak ada niat an untuk hanymoon?" kata Baskara.
Uhuk...Uhuk...Uhuk...
Aleta tersedak air liur nya sendiri saat mendengar penuturan Papah mertuanya itu. "Emm.... kita belum punya rencana untuk hanymoon dalam waktu dekat ini pah" kata Aleta.
"Kenapa?" tanya baskara.
"Kita masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan" kata Kenzou yang menjawab pertanyaan sang papah.
"Biar semua itu Papah yang urus, dan untuk masalah restorannya Aleta biar nanti Papah suruh Alan untuk mencari seseorang yang dapat di percaya untuk mengurusnya beberapa hari" kata Bakara.
"Kalian pergilah hanymoon, papah sudah menyiapkan semuanya untuk kalian, kalian tinggal berangkat sore ini" lanjut Baskara.
"Tapi pah...."
"Sayang Mama pengen banget gendong cucu, teman teman mama semuanya sudah punya cucu, jadi kalian harus kasih mama cucu setelah kalian pulang hanymoon nanti" kata Ana yang menjeda ucapan Kenzou. kenzou dan Aleta langsung diam saat dan hanya bisa mengiyakan permintaan Baskara dan Ana.
***
__ADS_1
Author gk bakal bosen untuk mengingatkan kalian untuk Like dan Vote, dan kritik juga setiap episodenya kalo ada kata kata yang kurang pas.