Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Siapa Mereka?


__ADS_3

Kenzou menepikan mobilnya di pinggir jalan setelah menghubungi Alan untuk menghampiri dirinya, di dalam mobil Kenzou masih saja merutuki kebodohannya seharusnya ia membawa Aleta bersamanya tidak seharusnya ia tinggalkan Aleta sendirian di sana, seharusnya juga ia bisa langsung datang saat Aleta memanggil namanya, seharunya ia bisa menambah kecepatan mobilnya, seharusnya, seharusnya dan seharusnya tapi sekarang menyesal sudah tidak ada gunanya.


Sudah ketiga kalinya ia kehilangan Aleta karena ia tidak bisa menjaga istrinya, dan kedua kalinya juga anak dan istrinya dalam bahaya karena keteledorannya hati suami mana yang tidak sakit kalo anak dan istrinya dalam bahaya tapi dirinya tidak bisa menyelamatkannya saat itu juga.


Dan ucapannya saat di Paris hari itu hanyalah omong kosong belaka yang tidak bisa ia tepati sama sekali. "Kalo terjadi sesuatu pada mu di sini aku tidak bisa melakukan banyak hall untuk menyelamatkan mu, tapi kalo di negara kita aku bisa dengan mudahnya bisa menyelamatkan diri mu detik itu juga"


"AAAAA" Kenzou kembali memukul mukul kepalanya dengan tangan terkepal sangat kuat saat ucapannya di kota paling romantis itu berputar di otaknya.


"Kenzou hentikan!" Alan yang baru saja datang langsung memegang kedua tangan Kenzou saat Kenzou menyakiti dirinya sendiri.


"Lepas Alan!" Kenzou berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alan tapi Alan tidak membiarkan sampai Kenzou kembali menyakiti dirinya sendiri.


"Cukup Zou, kamu tidak perlu sampai menyakiti dirimu sendiri seperti ini"


"Kamu tau Alan?, karena diri ini aku kehilangan anak dan istri ku untuk ketiga kalinya, dan untuk kedua kalinya juga anak dan istriku lagi lagi dalam bahaya tapi aku? aku tidak bisa menyelamatkan mereka saat itu juga" saat tangannya sudah terlepas dari genggaman tangan Alan Kenzou lagi lagi menyakiti dirinya sendiri.


Alan yang lengah akan hall itu kembali menjauhkan tangan Kenzou dari dirinya dan kali ini Alan benar benar menggenggam kuat pergelangan tangan Kenzou. "Aku tau kamu sekarang sedang sedih, tapi dengan kamu yang seperti ini bisa menyelamatkan istri dan anak mu sekarang?!" ucapan Alan membuat Kenzou diam sejenak dengan mengatur deru nafasnya.


"Apa dengan cara kamu menyakiti dirimu seperti ini anak dan istri mu bakal di bebaskan oleh pereman pereman itu?!"


"Apa dengan kamu diam seperti ini kamu bisa menjamin anak dan istri mu baik baik saja di sana?!!" Alan yang melihat sifat Kenzou terlalu lemah saat ini juga tersurut emosinya, entah kenapa dari dulu Kenzou selalu seperti ini saat orang yang ia sayangi sedang dalam masalah ia lebih memilih menyakiti dirinya sendiri terlebih dahulu baru bertindak.


Kenzou membenarkan semua ucapan Alan yang ia lontarkan kepada dirinya tidak ada gunanya seperti ini apa lagi dirinya tidak tau siapa dan bahaya apa yang tengah mengincar anak dan istrinya itu.


"Lepas Alan!"


"Jangan sakiti dirimu sendiri!" Alan mengingatkan Kenzou membuat Kenzou berdecak kesal dan langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alan.

__ADS_1


Kenzou merogoh kantong sakunya mengotak ngatik benda pipih itu di tangannya dan menghubungi seseorang di sebrang sana


"Selamat siang tuan Kenzou, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seseorang dari sebrang sana.


"Kerahkan semua anak buah baik dari markas inti maupun markas cadangan untuk mencari istri ku, lokasi terakhirnya berada di jalan yyy" perintah Kenzou dengan suara dingin setelah itu ia langsung mematikan sambungan telefonnya.


"Sekarang kita mencari Aleta kemana?" tanya Alan setelah Kenzou mematikan sambungan telefonnya.


"Kemana saja asal Aleta ketemu dengan keadaan baik baik saja" ucap Kenzou menatap lurus kedepan sebelum menjalankan mobilnya.


***


Di sebuah perbatasan dengan kota tetangga yang masih sepi dan ada salah satu pabrik yang terbengkalai disinilah Aleta berada turun dari dalam mobil dengan tangan yang masih di tali dan kepala yang di tutupi oleh kain berwarna hitam membuat Aleta sedikit kesusahan bernafas.


"Cepat jalan!" pereman yang menculik dirinya tadi menarik tali tangannya sedikit kasar beruntung Aleta masih bisa menyeimbangkan dirinya.


Aleta yang tidak dapat menjawab hanya mengikuti langkah kaki pria tersebut yang masih menariknya masuk ke dalam pabrik terbengkalai tersebut, yang ia bisa sekarang hanya berdoa kepada tuhan dan berharap agar Kenzou segera menyelamatkannya.


"Gimana?"


"Kata bos kita harus jaga wanita ini sampai bos datang" ujarnya setelah mendapatkan panggilan dari sang bos.


"Kalo gitu kita jaga di luar saja"


"Kau tidak mau membuka tutup wajahnya?"


"Biarkan begitu saja kalo sampai di buka yang ada dia bisa kabur"

__ADS_1


"Yasudah, jangan lupa di kunci pintunya"


Setalah tidak mendengar suara seseorang lagi Alexa berusaha melepaskan tali yang mengikat tanganya tapi terlalu susah karena tali itu benar benar sangat kuat mengikat tangannya apa lagi udara yang ia dapatkan sedikit dengan kain yang menutup wajahnya.


"Zou...tolong"


"Di sini sangat gelap dan pengap, dan aku tidak suka itu hiks...hiks...."


Aleta menyandarkan tubuhnya ke dinding ruangan itu saat rubuhnya benar benar terasa lemas, saat ini yang ia bisa hanyalah berdoa dan berharap ada keajaiban menghampiri dirinya supaya ia bisa kembali ke dalam pelukan suaminya yang hangat itu.


Aleta rindu Kenzou ia ingin Kenzou ada di sini bersama dirinya meyakinkan dirinya kalo ia akan keluar dari sini dalam keadaan baik baik saja, ia butuh pelukan hangat itu kecupan hangat itu belain lembut itu ia butuh sekarang ini.


Aleta mulai terisak tangisannya kembali saat mengingat bagaimana kasarnya pereman pereman tadi membawa paksa dirinya mengingatkannya dengan kejadian penculikan yang pernah ia alami sebelumnya ia takut sangat takut.


Setengah jam berlalu dan Aleta masih berada di ruangan yang sama dan kondisi yang sama juga sampai suara pintu terbuka langkah kaki yang berjalan mendekat ke arahnya tapi tunggu sepertinya tidak hanya satu orang, Aleta menegakan badannya saat seseorang sudah duduk tepat di hadapannya tumbuhnya seketika menegang dengan tangan melindungi perutnya.


"Siapa dia?"


Tangan tangan itu mulai mengusap pundaknya membuat Aleta menggeserkan badannya ke samping


"Jangan takut"


"Suara itu? kenapa begitu familiar di telinga ku? tapi siapa?"


"Apa kabar Aleta" kini ganti orang yang menyapa Aleta mengusap wajahnya yang di tutupi kain membuat Aleta tidak bisa melihat wajahnya. "Sudah lama sekali kita tidak bertemu"


"Kenapa kau jadi penakut seperti ini?"

__ADS_1


"Hahahaha...." kedua tertawa puas saat melihat Aleta yang ketakutan saat tangannya mulai mengeluarkan keringat dingin.


"Sebenarnya siapa mereka?"


__ADS_2