Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
paper bag


__ADS_3

Sudah satu jam Aleta berada di kamar mandi tapi selama satu jam itu juga Aleta belum keluar dari kamar mandi. Kenzou yang duduk di sofa dari tadi matanya terus menatap pintu kamar mandi dan berfikir apa yang dilakukan Aleta selama itu di dalam kamar mandi.


Tok....tok....tok....


"Aleta...Lo ngapain sih di dalam?" kata Kenzou sambil menempelkan telinganya ke pintu kamar mandi, tapi tidak mendapat sahutan dari dalam.


"Aleta?" panggil Kenzou sekali lagi dan masih tidak mendapatkan jawaban dari Aleta, Kenzou yang sudah berfikir negatif membayangkan Aleta mati konyol di kamar mandi saat malam pertamanya.


Tanpa menunggu jawaban dari Aleta Kenzou langsung membuka pintu kamar mandi, dan mendapati Aleta yang malah tidur dengan nyenyak di dalam bathup dengan kepala yang di taruh di bibir bathup.


"Dasar kucing garong!, pantes aja gue panggil dari tadi gak ada jawabannya" kata Kenzou saat melihat tingkah konyol Aleta.


"Aleta bangun..." kata Kenzou sambil menyentuh pundak Aleta.


"Lima menit lagi" kata Aleta dengan mata terpejam.


"Aleta ayo bangun...." kali ini Kenzou langsung mengoyang goyangkan kepala Aleta.


"AAA......KELUAR!!!" Teriak Aleta yang langsung menyilangkan tangannya di depan dada saat melihat Kenzou yang ada di sampingnya. Kenzou langsung menutup telinganya dan berlari ke luar kamar mandi.


"Dasar Kudanil gila!, bisa bisanya dia masuk tanpa izin" kata Aleta yang langsung membersihkan tubuhnya dan menyambar handuk untuk menutupi tubuh polosnya.


"Zou?" kata Aleta yang mengeluarkan kepalanya dari dalam kamar mandi, tapi Aleta tidak mendapati Kenzou berada di dalam kamar, dengan cepat Aleta menyambar bajunya yang berserakan di lantai karna ulah Kenzou semalam.


"Ehh ini paper bag siapa?" kata Aleta yang mendapati paper bag berwarna coklat di atas kasur, dengan rasa penasaran Aleta membuka paper bag tersebut, mata Aleta melotot saat isinya satu set baju wanita lengkap beserta **********.


"Dasar Kudanil mesum!, biasa biasanya dia beli baju beserta pakaian dalamnya" kata Aleta yang melihat pakaian dalam berwarna pink. "Dan apa apaan ini, bahkan dia bisa tau ukuran pakaian dalam gue! Dasar Kudanil mesum.....!" kata Aleta sambil menggertakkan giginya.


Aleta membawa paper bag tersebut ke kamar mandi dan memakainya, setelah rapi ia keluar dan masih tidak melihat Kenzou berada di kamar, Aleta memutuskan keluar kamar dan mendapati Kenzou yang sudah rapi dengan pakaian baru sambil memainkan hp di tangannya, entah kapan dan dimana pria itu mandi.


"Masih sakit?" tanya Kenzou saat Aleta duduk di sampingnya.


"Masih perih sedikit"


"Kita ke rumah sakit sekarang" kata Kenzou yang menarik tangan Aleta.


"Enggak, ini sangat memalukan!" kata Aleta yang menepis tangan Kenzou yang ingin membantunya berdiri. "Zou gue mau pulang ke rumah Mama" kata Aleta sambil menatap Kenzou.


"Kita pulang ke rumah kita"


"Tapi gue maunya pulang ke rumah Mama, gue masih kangen sama Mama" rengek Aleta.

__ADS_1


"Ya udah, tapi besok kita harus pulang ke rumah kita sendiri" Kata Kenzou yang langsung di angguki oleh Aleta.


***


"Aleta"


"Apa?


"Lo kemarin tau dari mana kalo gue ada di apartemen milik Tiara?" Tanya Kenzou sambil menoleh ke arah Aleta yang menatap ke luar jendela mobil.


"Vony"


"Tapi kenapa lo malah datang sama Alan?" Kenzou mengerutkan keningnya bingung, Vony yang memberi tau Aleta kenapa malah datang sama Alan?.


"Vony kemarin habis ketemu klien dan saat akan keluar hotel Vony lihat lo sama tu ****** masuk ke dalam lift dan Vony sempet fotoin lo sama tu ******, tapi saat itu juga Vony gk bisa ngikutin lo karna dia baru dapat kabar kalo Ayahnya masuk rumah sakit, kalo soal Alan itu karna gue minta nomernya sama Mama dan kebetulan juga katanya Alan tau kalo Tiara punya apartemen di situ" jawab Aleta dengan jujur.


"Apa Mama tau gue di jebak Tiara?"


"Enggak" Aleta mengelengkan kepadanya dan menatap ke arah Kenzou.


"Zou kita berhenti di toko buah depan situ, gue mau jenguk Ayah Vony dulu" kata Tiara menujuk toko depan Pinggir jalan.


"Ok"


***


"Aleta, sini duduk nak" Ucap Mama Vony mempersilahkan Aleta duduk.


"Makasih Tante, Om gimana kabarnya?" tanya Aleta setelah mendudukan tubuhnya di kursi samping ranjang Aya Vony.


"Alhamdulillah Om udah agak mendingan"


"Alhamdulillah, oh ya ngomong ngomong Vony di mana? kok Aleta gk lihat Vony di sini?" Tanya Aleta.


"Vony lagi beli sarapan di kantin" jawab Mama Vony.


"Assalamu'alaikum" Salam Vony saat pintu terbuka dan matanya langsung menatap Kenzou sebagai obyek pertama yang ia lihat saat masuk ke dalam ruang rawat ayahnya.


"Dasar pria brengsek lo! ngapa in lo ada di sini!" Marah Vony saat melihat Kenzou yang dengan tanpa rasa bersalahnya berdiri di samping Aleta. "Keluar lo dari sini, di sini bukan tempatnya untuk orang orang yang gak setia seperti lo!"


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Mama Vony yang bingung dengan sifat putrinya yang tiba tiba saja marah marah sama Kenzou.

__ADS_1


"Ma, dia..." kata Vony menunjuk wajah Kenzou. "Dia kemarin ke ho...." kata Vony terputus saat Aleta membungkam mulutnya.


"Ada apa ini?" tanya Mama Vony yang malah di buat bingung.


"Hehehe, biasa tante masalah bisnis" kata Aleta yang masih membungkam mulut sahabatnya itu. "Tante Aleta sama Vony keluar dulu ada yang harus di selesaikan" kata Aleta yang langsung menarik sahabatnya itu keluar.


"Lepas Aleta, gila lo!" kata Vony melepaskan tangan Aleta yang membungkam mulutnya.


"Von, bisa gak masalah kemarin itu yang tau hanya gue, lo, Kenzou, dan Alan?"


"Kenapa emang?, biar semua orang tau Aleta kalo suami lo itu bukan orang baik baik"


"Tapi Von, kalo sampai Bunda dan Ayah tau pasti mereka bakal marah banget sama kenzou" kata Aleta yang sudah bisa menebak semarah apa sang Ayah kalo tau Kenzou ke hotel bersama wanita lain.


"Kenapa emang hah?!, apa lo masih mikir in anak tunggal kaya raya seperti omongan gue?"


"Aleta, gue gak suka sama cowok yang gak setia, sekalinya gak setia sampai kapan pun tetap gak akan setia walau itu kaya raya sekalipun seperti Kenzou!"


"Von, lo salah paham biar gue jelas in dulu" kata Aleta mencoba meraih tangan sahabatnya itu tapi di tepis dengan cepat oleh Vony.


"Jelas in ala lagi hah?"


"Makanya lo diam dulu biar gue jelas in permasalahannya"


"Lima menit" kata Vony sambil memalingkan pandangannya ke arah lain.


Aleta menghembuskan nafas dengan kasar dan berusaha untuk sabar dan mulai menceritakan apa yang terjadi kemarin sampai Kenzou mengambil apa yang sangat berharga di tubuhnya.


"Lo serius?" tanya Vony sambil menatap sahabatnya dan di angguki oleh Aleta.


"Rasanya gimana? sakit gak?" tanya Vony yang malah fokus pada hall yang lain.


"Kepo deh ah....." goda Aleta.


"Gue serius, sakit gak?"


"Makanya buruan nikah biar tau rasanya, katanya doang berpengalaman tapi belum pernah nyoba in"


"Rese lo!"


"Hahaha, udah udah yuk masuk" kata Aleta mengandeng tangan sahabatnya itu kembali masuk ke ruang rawat.

__ADS_1


***


Like & Vote


__ADS_2