
"Zou" kata Aleta yang duduk di samping Kenzou yang tengah menonton televisi di ruang keluarga dan menaruh dua cangkir teh hangat.
"Hmmm"
"Apa rumah sebesar ini gk ada pembantunya?, apa lo gk punya uang untuk bayar art?" kata Aleta.
"Mulut nya lemes banget kalo ngomong neng"
"Ya habisnya masak rumah sebesar ini gk ada pembantunya, apa lo nyuruh gue untuk bersih in rumah sebesar ini sendirian?"
"Kalo lo berminat boleh boleh aja"
"Oh No...No...No...Intinya lo harus tetap cari art,kalo lo nyuruh gue bersih bersih ni rumah bakal gue pasti in badan gue gak bakal terurus dan sekencang ini lagi dong kulit kulit gue oh No!!" kata Aleta yang tidak bisa membayangkan harus membersihkan rumah sebesar itu sendiri.
"Bawel!,Besok ada lima orang wanita yang bakal an datang ke sini"Kata Kenzou yang masih Fokus pada televisi.
"Siapa?"
"Tukang cilok" kata Kenzou se enak nya.
Plak....
"Kalo ngomong yang bener napa sih, orang kaya kok makan cilok, Apa uang jajan lo dari Papah cuma cukup untuk jajan cilok?" kata Aleta memukul lengan suaminya itu dengan nada meremehkan.
__ADS_1
"Lo pasti mikir cilok yang biasa lo beli di pinggir jalan seharga dua ribu an kan? ihhh sorry ye... gak level sama gue, kaya gue nih beli cilok se harga dua juta" sombong Kenzou.
"Lo beli cilok apa beli emas?, mahal bener?"
"Jajan anak sultan mah beda bos"
"Dan lo tadi ngomong ngomong soal uang jajan kan?, selama ini lo di kasih uang jajan berapa sama Ayah Herlangga satu bulannya?" tanya Kenzou dan menatap Aleta.
"Tiga juta"
"Cukup?"
"Cukup, itu kalo gue gak jajan tas,sepatu,baju, make up" kata Aleta yang juga menatap Kenzou. "Kenapa emang?" Tanya Aleta penasaran dengan meminum teh yang ia buat tadi.
Byurrrrr...
Aleta menyemburkan minumannya yang belum sempat ia teguk dan menatap Kenzou dengan bibirnya yang basah. "dua ratus juta sebulan?"
Kenzou menganggukkan kepalanya. "Memang kenapa? ada yang salah?".
"Uang jajan anak sultan beda ya bund sampai ratusan juta" kata Aleta.
"Itu mah dikit" kata Kenzou santai.
__ADS_1
"Dikit lo bilang? terus yang banyak kaya apa nil kudanil!!" geram Aleta yang meremas angin di depan wajah Kenzou.
"Segitu dikit cing garong....lo sih gak tau uang Papah gue banyak banget, sampai sampai kadang papah sakit kepala cuma gara gara mikir uangnya yang gak habis habis"
"Orang kaya sakit kepala karna mikir uangnya yang terlalu banyak, terus apa kabar saudara saudara ku yang tidak punya uang hah!" kata Aleta.
"Siapa saudara lo yang kekurangan uang?, biar gue catat namanya" tanya Kenzou yang sudah siap untuk mencatat nama nama saudara Aleta.
"Lupakan!" kata Aleta.
"Terus Papah dulu pernah tu beli pesawat,helikopter sama kapal pribadi secara bersamaan dan di kasih ke negara cuma biar uangnya gk jamuran kata Papah" kata Kenzou yang masih ingat saat sang Papah Beli pesawat dan helikopter di bayar secara kes.
"Dan kata papah aja mahar buat lo kemarin masih sedikit" lanjut Kenzou.
"Gila....benar benar gila.......!" triak Aleta.
"Lo kenapa?" tanya Kenzou bingung.
Aleta yang menarik nafasnya dan membuangnya perlahan. "Gak sia sia gue nikah sama anak tunggal kaya raya". katanya sambil menatap Kenzou.
***
Like & Vote.
__ADS_1