Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Keributan


__ADS_3

Suara Mc yang berdiri di atas panggung terdengar membuat semua tamu undangan yang telah hadir fokus kedepan saat mc mempersilahkan Kenzou untuk naik ke atas panggung untuk memberikan kata sambutan sebagai CEO Jhonson Company bersamaan dengan nama Anindira di persilahkan naik ke atas panggung sebagai rekan bisnis Kenzou dalam membangun hotel ini sampai selesai.


Wartawan yang berada barisan terdepan langsung menyorot Kenzou dari awal naik sampai mengeluarkan sambutan untuk para tamu yang hadir yang akan di siarkan secara live di semua stasiun televisi.


Setalah kata sambutan yang di berikan kedua CEO itu berganti dengan acara pemotongan pita yang umum di lakukan saat ada peresmian. Kenzou di persilahkan untuk menggunting pita berwarna pink tersebut bersamaan dengan tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan sebagai tanda jika hotel resmi di buka untuk umum.


Para tamu yang ingin melihat arsitektur kamar di hotel ini di persilahkan untuk melihat lihat, bagi para pengunjung yang ingin membeli unit hotel sudah di sediakan beberapa petugasnya promosi yang akan menjelaskan keunggulan hotel ini dari hotel yang lainnya.


Kenzou yang turun dari hotel menghampiri Aleta yang tengah duduk dengan kedua orangtuanya dan mengajaknya untuk bertemu dengan para pengusaha yang ingin mengucapkan selamat kepadanya.


"Selamat tuan Kenzou atas peresmian hotelnya"


"Terimakasih banyak tuan" Kenzou membalas uluran tangan tersebut dengan tersenyum ramah.


"Anda tau tuan, saya selalu merasa sangat puas dengan setiap proyek yang anda bangun, membuat saya ingin membeli semuanya"


"Hahaha...anda bisa saja tuan, dan kenalkan ini istri saya" Kenzou yang hampir lupa untuk memperkenalkan Aleta yang tengah berdiri di sampingnya.


"Anda sangat cantik nona"


"Terimakasih" ujar Aleta saat mendapatkan pujian itu.-


"Selain pintar dalam urusan bisnis, ternyata anda juga pintar dalam memilih istri"


"Anda bisa saja tuan, istri anda juga tidak kalah cantiknya" ujar Kenzou membuat pria yang ada di depannya tertawa.


"Anda membuat saya iri dengan kecantikan anda malam ini Nona"


"Anda bisa saja nyonya, anda juga cantik dan awet muda"


"Biasanya kalo ibu hamil terlihat cantik, anak nya perempuan"


"Anda bisa saja, ngomong janinnya perempuan atau laki?" tanya wanita paruh baya yang ternyata istri laki laki yang tengah berbicara dengan suaminya.


"Laki laki nyonya" jawab Aleta.


"Laki laki? saya pikir perempuan habis anda terlihat cantik" kedua wanita yang baru kenal tertawa bersama membuat suami mereka menoleh ke arah Istrinya yang cepat sekali akrab.


"Tuan Nyonya, semoga kita bisa bertemu lain waktu dan menjalin kerja sama yang baik nantinya, dan saya sama istri saya harus menyapa tamu yang lainnya juga"


Kenzou menarik tangan Aleta untuk menyapa para rekan bisnisnya, Aleta yang tidak terlalu paham dengan apa yang di bicarakan Kenzou dengan rekan bisnisnya itu hanya diam saja dan menjadi pendengar yang baik di samping suaminya.


Aleta yang merasa kakinya pegal karena terlalu lama berdiri berkali kali ingin mengusap telapak kakinya yang terasa pegal, dan Aleta merutuki kebodohannya karena seharusnya ia tidak memakai high heels.


Kenzou yang melihat Aleta mulai kasuk kasuk sendiri menatap istrinya itu. "Kamu kenapa?"


"Kaki ku pegal" bisik Aleta tepat di telinga Kenzou.


Kenzou yang lupa kalo Aleta tidak boleh terlalu telah langsung mengajaknya untuk duduk di kursi pojok ruangan yang kebetulan lagi sepi, Kenzou mendudukan tubuhnya di depan Aleta untuk melepas high heels yang di gunakan sang istri, dan terlihat kaki Aleta yang membengkak.


"Kaki kamu bengkak" ujar Kenzou dengan nada khawatir saat melihat kaki Aleta bengkak.


"Gak papa, nanti kalo di kasih salep pasti sembuh" Aleta berusaha untuk baik baik saja agar suaminya itu tidak khawatir, karena semakin ke sini Kenzou semakin khawatir dengannya.


"Kita pulang saja ya" ajak Kenzou tapi saat ia ingin membantu Aleta berdiri, dua orang teman SMA nya menghampiri dirinya dan mengajak Kenzou untuk berbicara sebentar sebelum pulang.


Kenzou menatap wajah Aleta yang tengah duduk meminta persetujuan istrinya itu. "Pergilah, aku akan baik baik saja di sini, lagian di sini banyak makanan enak" ucap Aleta saat melihat makanan yang sangat lezat di atas meja di hadapannya.


"Tapi..."


"Ayolah kawan, kapan lagi kita bertemu seperti ini kamu tau jarang sekali kita bisa berkumpul seperti ini, lagian hanya berbicara sebentar"

__ADS_1


"Betul itu, lagian Alan juga sudah menunggu kita di sana" tunjuk salah satu teman Kenzou di samping panggung yang memperlihatkan Alan tengah melepas tawanya.


"Sayang aku gak papa, lagian kamu juga tidak lama" Aleta meyakinkan suaminya itu saat Kenzou sangat berat meninggalkannya, tapi dari raut wajah Kenzou Aleta juga dapat melihat kalo Kenzou ingin berkumpul dengan teman SMA nya.


"Aku janji hanya sebentar dan akan segara membawa mu pulang" ucap Kenzou mencium kening Aleta sebelum ia di tarik oleh kedua temannya.


Aleta menatap kepergian suaminya dengan dua orang temannya itu sampai hilang dari pandannya, Aleta yang juga terasa lapar saat melihat makanan yang tertata di atas meja mulai memakan yang menurutnya enak, tapi sayang nya semua jenis roti yang ada di mejanya di cicipi oleh Aleta.


"Anda istri dari tuan Kenzou nona?" tanya pelayanan perempuan yang tiba tiba menghampirinya.


"Iyah" jawan Aleta dengan mulut yang masih penuh.


"Tadi tuan Kenzou berpesan pada saya untuk membawakan makanan ini untuk nona" kata pelayan tersebut menurunkan satu persatu makanan yang ada di dalam nampan.


"Kapan dia menyuruhnya?" tanya Aleta bingung.


"Tadi saat saya mengantarkan minuman untuk tuan Kenzou dan teman temannya dengan pesan agar nona tidak pergi sampai beliau datang" setelah menaruh semua makanan dan menyampaikan pesan Kenzou pelayan itu langsung pergi.


Aleta yang melihat makanan yang tertata di atas piring mulai memakannya satu persatu dengan sangat lahap, Kenzou sangat peka dengan apa yang sering terjadi dengan dirinya membuat setiap hari Aleta merasa bahagia.


"Permisi" suara laki laki membuat Aleta mengalihkan pandangannya ke laki laki yang sudah berdiri di sampingnya.


"Boleh saya duduk?" tanya nya lagi, sesaat Aleta menatap bangku yang terlihat banyak yang kosong karena sebagian tamu memilih berbicara sambil berdiri tapi kenapa laki laki ini memilih duduk dengannya?.


"Silahkan" akhirnya Aleta mempersilahkan laki laki itu duduk satu meja dengannya, dan lanjutkan makanan yang sempat tertunda.


Tapi saat keheningan muncul laki laki itu menggeser kursinya agar berdekatan dengan Aleta yang tegah asik dengan makanannya.


Aleta yang melihat laki laki itu semakin mendekatkan kursi ke arahnya membuat sketsa mulai tidak nyaman, tapi sebisa mungkin ia terlihat tenang dan melanjutkan makannya tanpa menghiraukan laki laki itu.


"Anda sendirian saja Nona?" tanya laki laki itu dengan membuka kaca mata hitamnya.


"Suami? dimana suami anda? perasaan dari tadi anda sendiri"


"Kalo anda ingin berbicara dengan suami saya, dia ada di samping panggung" jawab Aleta dengan menggeser kan kursinya saat laki laki semakin dekat.


"Nanti saja karena saya ingin di sini terlebih dahulu" kata laki laki itu yang menaruh tangannya di bahu Aleta.


"Tolong jaga sikap anda tuan" Aleta menyingkirkan tangan laki laki itu dari pundaknya.


"Jual mahal sekali ni perempuan, tapi cantik sih"


Laki laki itu yang ingin mengambil minuman di hadapan Aleta dan sengaja memegang tangannya, membuat Aleta langsung menarik tangannya dengan cepat.


"Kalo tidak salah anda pemilik restoran Aleta yummy bukan?" tanyanya.


"Iyah"


"Wah kebetulan sekali, saya ingin memesan ketering di tempat anda untuk acara di rumah saya" ujarnya yang kembali menaruh tangannya di pundak Aleta.


"Anda bisa langsung datang ke restoran saya tuan, nanti saja akan beri tahu kepada asisten saya" jawab Aleta yang kembali menyingkirkan tangan laki laki itu dari pundaknya.


"Tapi kita belum berkenalan"


"Kenal in nama saya Bimo" laki laki itu mengulurkan tangannya ke depan Aleta.


"Aleta" jawab Aleta menerima uluran tangan Bimo, tapi saat Aleta ingin menarik tangannya laki laki itu m memegang tangannya dengan kuat dan mencium pungung tangan Aleta membuat Aleta membulatkan matanya.


Tanpa keduanya sadari sepasang bola mata melihat kejadian itu dari jauh membuat sorot kemarahan terpancar dari dua bola matanya, membuatnya melangkah dengan cepat ke arah Keduanya.


"Apa apaan ini!" suara berat itu membuat Aleta langsung melepaskan tangannya, karena ia tahu pemilik suara berat itu siapa.

__ADS_1


"Kanzou?" dan benar saja Kenzou sudah berdiri di belakangnya dengan mata yang memancarkan kemarahan.


"Dasar brengsek!!!" Kenzou dengan segala kemarahannya menarik Aleta menjauh dari laki laki itu dan memukul laki laki yang dengan lancangnya mencium tangan istri orang.


Bugh....


Bugh....


Bugh....


Kenzou yang di kuasai kemarahan memukul laki laki itu dengan membabi buta, membuat tamu undangan melihat ke arah sumber suara dan memperlihatkan Kenzou yang tengah memukul seoarang pria dengan membabi-buta.


"Kenzou hentikan" ucap Aleta yang tidak bisa memisahkan suaminya karena takut janinnya kenapa kenapa.


"Kenapa kalian semua diam saja? cepat pisahkan mereka!" suara Aleta sedikit berteriak saat melihat semua orang hanya menatap suaminya yang tengah memukul seseorang dengan membabi-buta, seakan akan bagi mereka itu tonton yang sangat mengasyikan.


"Cepat pisahkan mereka!!!" Kali ini Aleta benar benar berteriak dengan sangat kencang saat tidak ada satu orang pun yang turun tangan.


"Apa kalian tidak dengar apa yang saya bicarakan?! atau kalian mau setelah ini saya meminta sama suami saya untuk menarik semua saham di perusahaan kalian?!!" mendengar ancaman itu beberapa orang langsung turun tangan dan ikut melerai perkelahian itu karena mereka tidak ingin saham dari Jhonson Company benar benar di tarik, karena bagi mereka saham Jhonson Company Sanga besar di perusahaannya.


"Dasar brengsek!!"


"Apa kau tidak tau siapa aku!!"


"Aku akan benar benar membuat mu sangat menyesal karena sudah dengan lancangnya mencium istri orang!!!"


"Lepaskan aku! aku harus memberikan pelajaran kepada laki laki tidak punya muka seperti dia!!!" Raung Kenzou berontak saat beberapa orang berusaha menenangkan suaminya itu.


Sedangkan laki laki yang menerima bogem mentah bertubi tubi dari Kenzou berdiri di bantu dengan beberapa orang, saat wajahnya dan tubuhnya terasa remuk semua karena ia tidak bisa melawan kekuatan Kenzou seperti banteng mengamuk


"Lapaskan aku!!"


Sedangkan Aleta yang melihat Kenzou masih terus berontak dan beberapa orang yang menahan suaminya itu mulai kewalahan langsung berdiri di depan Kenzou.


"Sayang udah cukup" Aleta langsung memeluk tubuh suaminya itu yang masih berontak.


"Sayang cukup! hiks...hiks..." suara Aleta mulai terisak tangisannya dengan suara yang sedikit kencang.


"Lapas!" Kenzou melepaskan tangannya dari cengkraman tangan orang orang yang memegangnya dan beralih memeluk Aleta yang menangis di dada bidangnya.


Kenzou yang terlalu lemah saat mendengar isakan istrinya mulai meredakan emosi dengan menetralkan deru nafasnya, di usapnya lembut rambut Aleta yang berada di pelukannya.


"Jangan nangis" ucap Kenzou menenangkan Aleta.


"Kita pulang sekarang okey" ucapan Kenzou mendapatkan anggukan dari Aleta, Kenzou yang masih ingat kaki Aleta bengkak langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawa keluar dari kerumunan yang tidak jelas itu.


"Pertunjukan yang sangat bagus" Tiara yang melihat kejadian yang baru saja terjadi merasa sangat puas dengan kejadian itu.


"Tapi tunggu dulu, apa kamu yakin Kenzou akan marah dengan Aleta setalah kejadian ini?" kini kebimbangan menghampiri Tiara saat melihat respon Kenzou yang terakhir berusaha menenangkan Aleta yang sedang menangis.


"Aku rasa ia, bahkan mungkin lebih parah, mana ada suami yang rela istrinya di cium oleh laki laki lain" Jawab Anindira dengan yakinnya.


"Hah bagus kalo begitu, tapi apa rencana mu yang satunya masih akan di lakukan?" tanya Tiara dengan tangan yang di silangkan di depan dadanya.


"Tentu kalo sampai setelah ini Kenzou masih baik baik saja dengan Aleta"


"Aku sangat beruntung bekerja sama dengan mu, cepat singkirkan Aleta dari Kenzou untuk selama lamanya karena aku sudah tidak sabar memilikinya"


"Bukan kamu tapi aku" sudut bibir Anindita terbentuk menatap Tiara dengan sinisnya.


"Tentu" jawab Anindira setelah itu kedua wanita itu meninggalkan peresmian yang kacau karena keributan yang mereka bikin.

__ADS_1


__ADS_2