
Di sebuah taman yang sangat luas dan banyak di tumbuhi bunga tulip di sekitar taman tersebut, membuat taman tersebut terlihat sangat cantik, di tambah dengan air mancur dengan yang berada di tengah tengah taman tersebut. Seoarang wanita cantik dengan mata yang berwarna coklat, berkulit putih dengan baju serba berwarna putih yang melekat di tubuhnya dan rambut pirangnya dibiarkan terurai begitu saja menambah kesan kecantikannya. wanita itu tersenyum sangat manis sambil menatap lurus ke depan saat ada seorang pria yang menghampirinya dengan berlari seperti anak kecil yang baru saja bertemu dengan sang mama dan langsung memeluknya dengan erat ketika ia berada di dekatnya.
"Aku rindu....."
"Haha.....kau ini sudah besar, apa kau tidak malu dengan anak kecil yang bahkan sudah bisa mandiri?"
"Tidak..... karna aku akan selamanya menjadi anak kecil mu" kata pria tersebut setelah melepaskan pelukannya.
"Hahaha.....Zou kau ini selalu saja bersikap sangat manja" kata wanita itu yang melepaskan pelukannya dan membelai wajah laki laki yang tengah berjongkok di depannya itu sambil tersenyum ke arahnya.
"Karena aku ingin selalu di manja dengan mu" katanya Kenzou dengan kepala yang ia taruh di paha wanita yang duduk di depannya, wanita itu mengusap lembut rambut Kenzou.
"Heiii...kenapa wajah mu sangat pucat.....?" kata Kenzou saat medongakan wajahnya dan mendapati wanita yang di depannya itu dengan bibir yang tidak terlihat merah seperti biasanya. "Apa lipstik mu habis....? kalo Begitu ayo kita beli sekarang karna aku tidak suka dengan bibir mu yang se pucat seperti ini.....!" kata Kenzou yang langsung berdiri dan menarik tangan wanita tersebut, tapi wanita tersebut enggan untuk berdiri dari duduknya.
"Kenapa....?"
"Tidak....aku hanya ingin di sini lebih lama dengan mu itu saja. bukankah tadi katanya kau rindu sama aku....?" katanya sambil menarik tangan Kenzou agar berjongkok kembali di depannya.
"Ya aku sangar rindu padamu, bahkan kalo bisa aku ingin membawa mu pulang ke rumahku sekarang juga dan menguncimu di kamar....."
"Belum saatnya sayang...." Kenzou terkekeh sendiri saat mendengar penuturan wanita yang ada di hadapannya.
"Ada sesuatu hall yang ingin aku bicarakan sama kamu"
"Apa itu...?"
Kenzou mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya dan mengarahkannya ke hadapan wanita yang duduk di depannya. "Aku tau aku bukan laki laki yang sempurna seperti laki laki di luar sana, tapi izinkanlah aku dengan segala kekurangan ku untuk menjadikan mu Istri ku yang bisa menutupi kekurangan yang ada di tubuh ini" kata Kenzou sambil membuka kotak cincin itu.
Wanita tersebut tersenyum ke arah Kenzou dan membelai wajah pria yang sayangi.
"Kenapa tangan mu dingin sekali?" kata Kenzou yang merasakan tangan yang menyentuh pipinya itu sangat dingin seperti es. "Apa kau sakit.....?
"Tidak...mungkin itu cuma perasaan mu saja"
__ADS_1
"Apa ada hall yang kau sembunyikan dari ku...?" tanya Kenzou yang mulai merasa janggal dengan wanita yang ia sayangi tersebut, dari wajah yang pucat, dan tangan sedingin es, dan suara yang tidak seceria biasanya. "Apa ada orang yang menyakiti mu?"
"Tidak..., bukankah selama ini aku selalu terbuka dengan mu dalam hall apapun?"
"Jadi gimana...? apa kau mau menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak anak ku nanti....?" tanya Kenzou yang kembali bertanya dengan penuh keyakinan bahwa wanita yang ada di hadapannya pasti akan menerimanya, tapi itu semua hanya sebatas angan angan saat kata kata yang tidak terlintas dipikiran Kenzou sebelumnya, keluar dari mulut wanita yang ia sayangi selama ini.
"Maaf, Zou....Aku tidak bisa"
"Kenapa...? apa kau tidak suka cincin yang aku berikan ini untuk mu...?, kalo kau tidak suka, tidak masalah nanti aku akan meminta disaigner untuk merancang cincin yang sangat istimewa untuk mu"
"Tidak bukan itu...." kata wanita tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
"Terus, apa yang membuat mu tidak mau menerima ku?"
"Karena aku akan pergi Zou"
"Kemana...?, kemana pun kamu pergi aku pasti akan ikut" kata Kenzou dan langsung menggenggam ke dua tangan wanitanya dengan erat, dengan perasaan yang mulai tidak menentu.
"Waktu mu di sini sudah habis, dan sekarang waktunya kau ikut bersama ku....." kata seseorang berjubah hitam tersebut.
"Siapa kau...! apa yang kau mau...!" kata Kenzou yang langsung berdiri dari duduknya dan menatap seseorang yang berdiri di belakang wanita yang ia cintai dengan muka yang tidak bisa di lihat oleh Kenzou, tidak ada jawaban dari seorang berjubah hitam tersebut.
"Dia siapa...?, kenapa dia bilang waktu mu sudah habis...? memangnya kamu mau kemana...?" katanya sambil menatap wanita yang masih duduk di kursi taman.
"Kau harus pulang!" kata seseorang berjubah hitam tersebut dan di angguki oleh wanita tersebut.
"Kau harus tetap tersenyum zou... walau aku tidak bersama mu lagi..." katanya dengan senyuman yang sangat manis sebelum jarak di antara mereka semakin menjauh.
"TIDAK KAU TIDAK BOLEH PERGI.....!"
"TIDAK.....! KAU TIDAK BOLEH MEMBAWANYA..... KAU TIDAK BERHAK MEMBAWA WANITA YANG AKU CINTAI.....!" Teriak Kenzou sambil berlari dan meluruskan tangannya itu kedepan seolah-olah bisa menarik wanitanya itu kembali ke pelukannya, tapi semakin Kenzou mengejarnya semakin jauh jarak di antara mereka.
*
__ADS_1
"Tidak.....!"
"Kau tidak boleh pergi....."
"Jangan pergi..... aku mohon.... hiks...."
Aleta yang berada di dalam pelukan Kenzou tiba tiba langsung tersadar dari mimpinya saat tubuhnya yang di peluk sangat erat oleh Kenzou dan merasakan tubuh suaminya itu menengang. Aleta mendongkan wajahnya menatap wajah suaminya itu, Kenzou yang terus mengingau sampai mengeluarkan air mata dan keringat dingin pun mulai muncul dari dahi dan lehernya.
"Dia kenapa? apa dia mimpi buruk?" tanya Aleta pada dirinya sendiri.
"Zou...." Aleta mengerakan lengan Kenzou agar suaminya itu bangun, alih alih untuk bangun dari mimpinya, suaminya itu kelihatan enggan untuk membuka matanya sedikit pun.
"Jangan pergi aku mohon......"
"Jangan....." kali ini suaminya itu sampai mengelengkan kepalanya, Aleta yang merasa kasian sama suaminya itu melonggarkan pelukannya dan kali ini Aleta yang membawa Kenzou ke dalam pelukannya mengusap punggung sang suami dengan lembut.
"hei...jangan takut aku di sini..." kata Aleta yang berbicara di telinga Kenzou dan mengusap wajah suaminya itu pelan
"Jangan tinggal in aku...."
"Aku tidak akan meninggalkan kamu Zou...aku akan terus bersama mu disini apa pun yang terjadi...." kata Aleta memeluk tubuh Kenzou sambil mengusap rambut suaminya itu.
"Tidurlah yang nyenyak....Itu hanya mimpi buruk, Jagan takut okey..." kata Aleta memberikan kata kata lembut dengan tangan yang beralih mengusap wajah suaminya lembut, menyusuri jari jemarinya di wajah tampan suaminya itu.
Sesaat Kenzou sudah tidak mengigau lagi dengan tubuh yang sudah tidak menegang seperti tadi, Aleta terus mengusap rambut Kenzou, rasa kantuknya seketika hilang berganti dengan rasa penasaran di hatinya.
"Apa Kenzou memiliki masa lalu yang buruk sampai sampai dia mengigau seperti ini...?" kata Aleta menatap Kenzou yang sudah tidur dengan nyenyak di pelukannya.
"Tidurlah Zou....aku akan menjagamu dan tidak akan membiarkan mimpi buruk itu datang kembali di mimpi mu..." kata Aleta. Kamar hotel yang sunyi, dan dinginnya ac membuat Aleta lama ke lamaan menguap dan matanya mengeluarkan cairan bertanda tubuhnya ingin istirahat, sampai akhirnya Aleta menyerah hingga ia tertidur dengan memeluk Kenzou dengan erat seperti tidak ingin melepaskan pria yang ada di dalam pelukannya.
***
Nih.... Author up satu episode lagi buat kalian malam ini, jangan lupa like,komen dan Vote yang banyak 🤗♥️....
__ADS_1