Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Bahan Percobaan


__ADS_3

"Zou..." panggil Aleta membuat Kenzou melirik sekilas wajah Aleta yang duduk si sampingnya.


"Aku mau sesuatu" pinta Aleta dengan mengedipkan kedua matanya.


"Aku lagi tidak ingin melakukannya Aleta" tolak Kenzou dan kembali menatap arah depan.


Dahi Aleta menimbulkan garis halus ia tidak paham apa yang di maksud suaminya itu. "Kamu tidak mau melakukan apa yang aku inginkan?"


"Iyah, karena aku tidak ingin melakukannya aku lagi dalam mode malas" ucap Kenzou lesu tanpa bertanya apa yang di inginkan istrinya itu terlebih dahulu.


"Ok kalo gitu aku tidak mau bicara sama kamu selama satu minggu!"


Kenzou langsung mendudukkan tubuhnya dengan tegap. "Loh kok kaya gitu?"


"Terserah!" jawan Aleta cuek dan langsung beranjak dari duduknya.


Kenzou yang bingung dengan sifat Aleta langsung bangun dari duduknya mengikuti langkah istrinya itu yang ternyata pergi ke taman belakang rumahnya.


"Sayang jangan ngambek dong" bujuk Kenzou sedangkan Aleta hanya diam saja.


"Kamu mau kita melakukan itu bukan?ya udah yuk sekarang aja" lanjut Kenzou yang ingin mengangkat tubuh Aleta.


Aleta menepis tangan Kenzou yang ingin mengangkatnya. "Kamu mau ngapain hah?!" tanya Aleta galak.


"Bawa kamu ke kamar" kata Kenzou tanpa beban.


"Mau ngapain pagi-pagi ke kamar?" Aleta menatap suaminya itu dengan tatapan tajamnya.


Kenzou merutuki kebodohannya saat dirinya tidak bertanya dulu apa yang di inginkan istrinya itu dan mengambil kesimpulan kalo Aleta akan mengajaknya melakukan olahraga pagi.


Kenzou mendudukan tubuhnya dihadapan Aleta menggunakan lututnya sebagai tumpuan. "Kamu mau kita ke taman?" tanya Kenzou berusaha menebak apa yang di inginkan Istrinya itu.


"Atau ke mall?"


"Kamu tau ada restoran baru loh dan kata para karyawan di kantorku kalo makanannya enak banget"


Kenzou masih membujuk Aleta dengan menyebutkan satu persatu hall yang sering Aleta inginkan belakangan ini tapi itu tidak mendapatkan tanggapan sedikitpun dari Aleta yang malah diam saja dengan membuang pandangannya ke arah lain.


"Kalo sekarang ada pilihan untuk membunuh seratus orang dalam waktu sepuluh menit atau berurusan dengan ibu hamil, tanpa pikir panjang aku akan memilih pilihan yang pertama" ucap Kenzou yang hanya bisa ia ucapkan di dalam hatinya.


"Sayang...jangan diam gitu doang"


Kenzou mengusap perut Aleta dan berbicara pada anaknya dengan lembut. "Sayang suruh mommy jangan mogok bicara karena Daddy gak kuat"


"Bilang sama Mommy kalo Daddy akan kasih apapun yang Mommy mau"


Mendengar itu Aleta menatap wajah suaminya. "Apapun?"


Kenzou menganggukan kepalanya dengan senyuman yang merekah.


"Kau tidak akan marah saat aku memintanya?"


Lagi-lagi Kenzou menganggukan kepalanya dengan cepat menunggu apa yang akan di katakan istrinya itu.


Sedangkan Aleta tersenyum penuh kejahilan yang menghiasi wajahnya.


Aleta menarik tangan Kenzou ke dalam kamar memerintahkan Kenzou untuk duduk di depan meja riasnya dengan membelakangi cermin. Sedangkan Aleta mengeluarkan semua perlengkapan make up yang ia miliki dari dalam laci.

__ADS_1


"Sudah siap?" tanya Aleta menatap wajah Kenzou dengan memegang salah satu make up di tangannya.


"Kamu mau ngapain?" tanya Kenzou kembali saat perasannya mulai tidak enak saat melihat Aleta yang terus tersenyum dan itu membuat bulu kuduknya berdiri.


"Ingin merias mu" ucap Aleta tersenyum penuh kemenangan.


Mendengar itu Kenzou menelan salivanya dengan susah payah bagaimana bisa dirinya menjadi bahan percobaan istrinya sendiri?. Aleta duduk di pangkuan Kenzou membuat Kenzou langsung melingkarkan tangannya di pinggang Aleta menjaga istrinya nakalnya itu agar tidak jatuh.


Kenzou menjauhkan wajahnya dari tangan Aleta yang akan memberikan foundation pada wajahnya. "Kita jalan-jalan ke mall saya ya"


Aleta mengelengkan kepalanya dengan sangat cepat. "Aku tidak lagi berminat untuk ke mall"


"Kita borong sayu mall hari ini loh sayang" masih dengan menghindar tadi tangan Aleta Kenzou memberikan tawaran kepada istrinya itu.


Aleta yang kesal karena wajah Kenzou selalu menghindar darinya meraih tengkuk suaminya itu dengan cepat mencium bibir lembab Kenzou singkat membuat sang pemilik terpaku.


"Diam! dan jangan banyak bicara!, atau kau akan tidur di depan kamar nanti malam!" ancam Aleta menatap lekat kedua bola mata milik Kenzou.


Kenzou hanya bisa menganggukan kepalanya dan pasrah saat tangan Aleta mulai memoleskan satu persatu make up yang ada di tangannya pada wajahnya.


"Apa ada CEO yang di perlukan seperti ini dengan istrinya selain diriku?"


Kenzou tidak berani memarahi Aleta atau pun menegurnya saat melihat wajah Aleta yang memancarkan aura kebahagiaan yang sangat jelas dari kedua bola matanya.


"Sayang tolong Daddy" teriak Kenzou dalam hati saat sudah setengah jam lamanya Aleta belum selesai dengan pekerjaannya.


Tangan Aleta memilih salah satu dari banyaknya koleksi lipstik miliknya dan tangannya memilih lipstik dengan warna merah yang sangat mencolok yang jarang sekali ia pakai.


Kenzou melihat lipstik dengan warna cerah itu langsung menutup mulutnya dengan satu tangan miliknya dan tangan yang satunya lagi masih memeluk pinggang Aleta.


"Buka tangannya Zou!" Aleta berusaha menjauhkan tangan itu dari wajah suaminya tapi Kenzou menahannya dengan sangat kuat membuat Aleta tidak bisa melepasnya.


Kenzou mengelengkan kepalanya menolak apa yang di perintahkan istrinya. "Aku tidak akan membukanya, kecuali kalo kamu mau aku membuka celana"


Mendengar itu Aleta langsung menarik telinga Kenzou dengan sangat kencang membuat tangan yang membungkam mulutnya terbuka.


"Sakit sayang" ucap Kenzou mengusap telinganya yang terasa panas dan sudah bisa di pastikan akan menimbulkan rona merah karena jeweran maut sang istri.


"Rasakan itu!, makannya kalo punya mulut itu di jaga!, jangan asal bicara!" kesal Aleta melupakannya dengan menaruh lipstik ditangannya pada bibir Kenzou.


"Bentar lagi jadi Daddy tapi mulutnya gak bisa di jaga!"


"Coba bilang satu kali lagi?" ucap Aleta membuat Kenzou mengelengkan kepalanya lemah.


Kenzou yang mendapatkan ceramah dadakan dari istrinya hanya diam dan menjadi pendengar yang baik.


"Sayang ini udah belum" ucap Kenzou dengan hati-hati.


Aleta diam sejenak menatap wajah suaminya itu membuat Aleta menahan tawanya. Dengan mengangguk Aleta bangun dari pangkuan Kenzou meminta suaminya itu untuk balik badan melihat hasilnya.


Kenzou yang sudah penasaran seperti apa wajahnya langsung membalikan badannya, bayangan Kenzou wajahnya akan tambah tampan setelah di make over istrinya itu tapi semua itu hanya angan-angan saat melihat wajahnya yang mirip sekali dengan badut ancol.


"ALETA!!" teriak Kenzou histeris saat melihat wajah tampannya dibuat mainan oleh istrinya.


"Hahahaha" Tawa Aleta menggelegar memenuhi kamarnya, Aleta memegangi perutnya yang kram karena terlalu banyak tertawa dengan sudut mata yang mulai berair.


Kanzou membalikan badannya melihat istrinya yang masih terus tertawa di raihnya tangan Aleta membawa istri nakalnya itu masuk ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Dasar nakal!" Kenzou langsung mendaratkan ciuman bertubi-tubi ke wajah istrinya itu membuat lipstik merah yang ada di bibirnya berpindah ke wajah Aleta yang sudah penuh dengan cap bibir milik suaminya.


"Kenzou jangan seperti itu" ucap Aleta berusaha menghindar tapi usahanya sia-sia saat Kenzou menggendongnya dengan tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi.


"Kamu mau ngapain?" tanya Aleta yang sudah berada di dalam bathtub.


Kenzou langsung melepaskan jas dan kemeja yang melekat di tubuhnya dan membuangnya asal ke segala arah. "Kamu sudah membuatku tidak bekerja hari ini sayang jadi sekarang aku mau berkerja satu hari di kamar dengan mu" ucap Kenzou dengan ujung bibir yang membentuk sebuah senyuman.


Aleta yang melihat itu refleks langsung menyilangkan tangannya di depan dada. "NO!"


***


Kenzou yang hari ini tidak masuk bekerja karena keusilan istrinya di pagi hari membuat dirinya di sibukkan dengan banyak e-mail yang masuk ke dalam laptopnya. Di ruang kerjanya Kenzou menyelesaikan satu persatu e-mail yang di kirimkan Alan dan rencananya akhir bulan ini Kenzou akan libur sampai Aleta melahirkan membuatnya setiap hari di hadapkan dengan berbagai jenis laporan.


Sedangkan ibu hamil yang sedang berada di lantai satu tengah membuka lemari pendingin untuk mencari makanan yang bisa ia makan di malam hari, mengambil satu mangkok buah segar yang sudah di potong-potong Aleta membawanya ke lantai dua. Merasakan sensasi segar dan dingin dari buah tersebut membuat Aleta mengelengkan kepalanya.


Saat Aleta berada di ambang pintu kamarnya langkah Aleta terhenti saat melihat pintu ruangan kerja Kenzou. Aleta yakin pasti suaminya itu masih di dalam dengan melangkahkan kakinya Aleta membuka pintu ruangan Kenzou secara perlahan agar tidak menimbulkan bunyi. Kepala Aleta masuk sedikit untuk melihat keadaan yang ada di dalam mata Aleta menangkap Kanzou yang duduk di kursi kerjanya dengan memijat keningnya. Aleta tersenyum saat melihat Kenzou yang masih bekerja walaupun badannya sudah terasa lelah.


Dengan sangat pelan Aleta melangkahkan kakinya agar lebih masuk ke ruangan kerja Kenzou dengan semangkok buah yang masih ada di tangannya.


"Sayang" panggil Aleta dengan mengusap pundak Kenzou.


Kenzou yang tidak menyadari keberadaan Aleta diruangannya sedikit dibuat kaget oleh tingkat istrinya itu dengan terkekeh kecil Kenzou mencubit pelan pipi Aleta.


"Kapan kamu masuk?"


"Baru saja" jawab Aleta.


"Sini" Kenzou menepuk pahanya meminta agar istrinya duduk di pangkuannya.


Aleta yang melihat itu dengan senang langsung duduk di dalam pangkuan suaminya itu.


"Kenapa gak nunggu di kamar?" tanya Kenzou mengusap rambut Aleta yang di biarkan terurai begitu saja.


"Mau nemenin kamu kerja" jawan Aleta dengan memasukan buah ke dalam mulutnya.


"Kamu mau?" tawar Aleta menujukan mangkok buah yang ada di tangannya.


Kanzou mengelengkan kepalanya. "Buat kamu saja"


"Tapi sayang aku maunya kamu juga ikut makan" Aleta mengarahkan buah itu ke depan mulut Kenzou.


Kenzou tersenyum menatap buah itu sebelum membuka mulutnya.


"Enak?" tanya Aleta dan Kenzou menganggukan kepalanya.


Kenzou yang sempat merasakan pusing dan lelah di tubuhnya langsung hilang begitu saja saat obat yang paling ampuh itu ada di hadapannya.


Aleta menyenderkan kepalanya di dada bidang Kenzou membiarkan laki-laki itu menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda dengan dirinya yang sibuk memainkan kancing piama yang di gunakan suaminya.


Menghilangkan rasa gabutnya Aleta sesekali bertanya tentang masa remaja suaminya itu dan Kenzou sedikit bercerita untuk sang istri.


"Dan saat Mama tau kalo aku yang mengambil bunga kesayangannya itu Mama memarahiku satu hari penuh, padahal aku memilih bunga itu untuk di bawa ke sekolah karena bunga itu di berada di bagian paling pojok dan sedikit jauh dari tanaman yang lainnya jadi aku gak salah kan sayang?" tanya Kenzou meminta pendapat istrinya itu mengenai masa-masa sdnya.


"Sayang?" panggil Kenzou sekali lagi dengan padang yang masih menatap layar laptop di hadapannya.


"Say..." ucap Kenzou terpotong saat pandannya melihat orang yang di ajak bicara malah sudah tidur dengan sangat nyenyak dalam pelukannya.

__ADS_1


Kenzou mengelengkan kepalanya melihat hall itu, tangan Kenzou menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Aleta di belakang telinga Kenzou mendaratkan cium di kening Aleta lumayan lama.


"I love you now and forever Sayang"


__ADS_2