Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Bahan makanan


__ADS_3

Setelah beberapa saat Kenzou menelfon seseorang untuk mengantarkan bahan makanan kerumahnya, satu mobil penuh berisi bahan makanan, mata Aleta melotot saat melihat bahan makanan begitu banyak yang di datangkan ke rumahnya.


"Buat apa bahan makanan sebanyak ini?" Kata Aleta menatap orang orang memasukan bahan makanan ke dapur rumahnya. "Memang benar kata orang orang, kalo orang kaya bebas melakukan hall apa pun" Batin Aleta.


"Nona, semua bahan makanannya sudah saya tata di dapur atas permintaan tuan muda dan tugas saya di sini sudah selesai" kata seorang pria yang menyadarkan Aleta dari lamunannya.


"Oh... Terimakasih pak" kata Aleta tersenyum ramah, pria tersebut dan beberapa temannya meninggalkan rumah Aleta.


Setelah berpamitanAleta memutuskan untuk menyegarkan diri terlebih dahulu karna tubuhnya sudah sangat lengket, Aleta melangkah menaiki tangga menuju lantai dua, Aleta memilih kamar di sisi kiri di lantai itu, Aleta menatap kamar yang sangat luas dan dengan bernuansa putih, Aleta membuka koper yang ia bawa tadi dan mengambil alat mandi dan masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya sebelum ia memasak.


Setelah menyegarkan diri Aleta turun menggunakan celana pendek dengan kaos oblong dengan rambut yang di kucir kuda, tangan Aleta yang sangat lincah dalan urusan dapur membuat Aleta saat memasak tidak memperlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masakannya.

__ADS_1


Satu jam berlalu, berbagai jenis makanan sudah tertata rapi di atas meja, Kenzou yang kebetulan turun melangkahkan kakinya ke dapur saat mencium aroma yang sangat enak dan membuat perutnya meronta ronta.


"Eh kudanil.... sini makam aku udah siapin banyak lauk pauk untuk makan malam, anggap saja ini ucapan terimakasih ku karna kamu sudah membelikan bahan makanan yang sangat banyak" kata Aleta mempersiapkan Kenzou duduk.


Kenzou tidak merespon ucapan Aleta dan langsung duduk di kursi dan melahap makanan yang ada di piringnya dengan tenang.


"Gimana enak kan masakan aku" kata Aleta menyombongkan diri.


"Dasar kudanil, cuma dia yang bisa bilang masakan aku biasa saja, padahal cafe Renata saja sampai memuji masakanku enak" batin Aleta geram sehingga timbul bunyi dari sendok dan piring yang bergesekan.


Kenzou hanya menatap Aleta sebentar dan kembali melanjutkan makannya dengan tenang tapi terlihat keren di mata Aleta, buru buru Aleta menggelengkan kepalanya dan memukul pelan kepalanya.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam Aleta membersihkan meja dan mencuci piring dan gelas yang kotor, setalah semuanya selesai Aleta kembali masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan dirinya di ranjang.


"Sebenarnya tu kudanil keren sih kalo di liat liat tapi dingin banget anjir, kok bisa ya ada orang se dingin dia, gue pikir orang dingin seperti dia cuma ada di dalam novel" kata Aleta kepada dirinya sendiri dengan menatap langit langit kamarnya.


"Emm... jadi tertarik gue untuk deketin tu kudanil siapa tau yakan tu kudanil akhirnya kelepek kelepek saat gue kejar kejar, secara gitu lo gue cantik,sexy,pintar masak, siapa coba yang gk nolak apa lagi gue istrinya bebas doang gue lakuin apa aja" kata Aleta yang membayangkan Kenzou akhirnya bertekuk lutut dengannya dan berubah menjadi bucin.


"Ok mulai besok gue bakal coba deh, Sekarang gue harus bobok biar gk ada mata panda di wajah gue yang bakal merusak kecantikan gue yang akan menggalkan usaha gue buat tu kudanil kelepek kelepek sama gue" kata Aleta yang langsung memposisikan tubuhnya untuk tidur, sesaat kemudian Aleta sampai ke alam mimpi.


***


Like & Vote.

__ADS_1


__ADS_2