Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Baju


__ADS_3

Kenzou yang baru saja selesai mandi memutuskan untuk mengerjakan pekerjaannya di sofa kamarnya yang tidak jauh dari ranjang di mana Aleta tengah terlelap sangat pulas di sana, Kenzou memangku laptop di hadapannya membuka satu persatu deretan e-mail yang di kirimkan Alan.


Dan rencananya besok Kenzou sudah masuk ke kantor karena tumpukan pekerjaannya yang sudah menantinya, dan ia harus segera menyelesaikan semua itu agar bisa libur saat Aleta melahirkan nanti,karena ia sudah tidak sabar menunggu saat saat itu, saat di mana rumahnya ramai dengan tangisan bayi, canda tawa yang setiap hari ia dengar pasti akan memenuhi mansionnya setiap hari,sungguh waktu itu sudah ia tunggu tunggu.


Tok...tok...tok...


Ketukan pintu kamar membuat fokus Kenzou ke laptopnya beralih menatap pintu kamarnya, dan bunyi ketukan kembali terdengar saat tidak mendapatkan jawaban dari dalam, Kenzou menatap Aleta sekilas mamastikan istrinya itu tidak terbangun, saat memastikan Aleta masih dalam alam mimpinya, Kenzou langsung melangkah ke arah pintu dan saat membukanya di sana memperlihatkan artnya yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


"Maaf tuan mengganggu waktunya, di bawah ada tamu"


"Tamu?"


"Iyah tuan, katanya orang dari butik yang di suruh sama tuan Kenzou"


Kenzou menatap jam di pergelangan tangannya dan memperlihatkan jam tiga lebih, dan Kenzou baru ingat kalo ia menyuruh orang kepercayaan Mamanya untuk membawakan baju untuk Aleta.


"Saya akan turun sebentar lagi" kata Kenzou yang mendapatkan anggukan dari artnya dan langsung pergi dari hadapannya.


Kenzou masuk kembali ke kamarnya dan menghampiri Aleta yang masih terlelap dengan sangat nyenyak di bawah selimut, Kenzou duduk di samping Aleta mengusap pelan pipi istrinya itu. "Aleta"


"Bangun sayang sudah sore"


"Emmm, lima menit lagi Zou" guman Aleta dengan mata yang masih terpejam.


"Bangun,dan cepat mandi aku punya kejutan kecil untuk mu" kata Kenzou membuat Aleta mengerjapkan matanya saat mendengar kata kejutan yang ditujukan pada dirinya.


"Apa itu?" tanya Aleta dengan suara khas orang baru bangun tidur.


"Nanti kamu bisa melihatnya sendiri, sekarang mandi dulu" kata Kenzou beralih mengusap rambut Aleta.


"Gendong" kata Aleta merentangkan tangannya seperti anak kecil.


"Mau di mandi in sekalian?" goda Kenzou membuat Aleta mengelengkan kepalanya cepat.


"Tidak mau, karena itu pasti akan membutuhkan waktu yang sangat lama" tolak Aleta yang sudah tau modus suaminya itu. "Ayo Zou gendong aku mau cepat cepat lihat kejutannya"


"Tapi kasih aku satu ciuman dulu sebagai bayarannya" kata Kenzou menujuk pipi sebelah kanannya.


"Modus"


"Bukan modus hanya saja trik untuk mendapatkan asupan" kata Kenzou sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Aleta menatap Kenzou malas. "Cepat atau nanti kejutan mu akan hilang" kata Kenzou yang Kembali menuju pipinya.


Cup....


"Udah tu, sekarang gendong" kata Aleta yang membuat Kenzou langsung menggendong tubuh Aleta masuk ke dalam kamar mandi dan mendudukkannya di dalam bathtub.


***


Aleta yang sudah selesai melakukan ritual mandinya kini tengah duduk di depan meja riasnya, Aleta mendudukan tubuhnya di depan meja rias hanya untuk mengeringkan rambutnya yang basah, meja rias Aleta yang kosong membuatnya tidak bisa berdandan seperti biasanya karena semua make upnya masih di rumah Herlangga dan belum sempat ia ambil.


"sudah?" tanya Kenzou berjalan menghampiri Aleta saat Aleta mematikan Hair dryer miliknya.


"Sudah" kata Aleta tersenyum ke arah Kenzou dari pantulan cermin kacanya.

__ADS_1


"Ternyata kamu lebih cantik kalo tidak memakai make up" kata Kenzou sambil menaruh dagunya di pundak Aleta.


"Itu ucapan yang selalu aku dengar dari semua rata rata laki laki yang pernah aku lihat di media sosial, karena pada kenyataannya meraka bilang seperti itu karena tidak mampu membelikan wanitanya make up" kata Aleta membuat Kenzou membulatkan matanya merasa terhina dengan perkataan Aleta.


"Apa kamu menghinaku karena aku tidak pernah membelikan mu make up?" tanya Kenzou dengan menatap wajah Aleta dari pantulan cermin.


"Aku tidak pernah bilang seperti itu dengan mu" kata Aleta yang langsung berdiri dari duduknya membuat Kenzou juga menegapkan badannya.


"Ayo keluar aku tidak sabar melihat kejutan apa yang menantiku di bawah" kata Aleta yang langsung menarik lengan suaminya itu keluar dari dalam kamar.


Kanzou dan Aleta keluar dari dalam kamar dan menuruni anak tangga menuju sofa yang sudah ada dua orang Wanita yang menunggu, sampainya Aleta di sofa Aleta di buat bingung karena tidak ada apa-apa di sana yang ada hanya dirinya, Kenzou dan dua orang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik duduk berhadapan dengannya dengan meja yang jadi penghalangnya.


Aleta celingak-celinguk kesana kemari mencari kejutan apa yang di maksud oleh suaminya itu sampai Kenzou menyenggol lengannya membuat Aleta beralih menatap Kenzou. "Ada apa?" tanya Aleta.


"Aku yang harusnya bertanya seperti itu,kamu sedang mencari apa?" kali ini Kenzou yang kembali bertanya kepada Aleta.


"Aku mencari kejutan yang kamu maksud, tapi Kenapa di sini tidak ada apa apa? kenapa yang ada hanya dua wanita itu?" kata Aleta mengecilkan suaranya saat mengatakannya dua wanita di hadapannya.


"Atau jangan jangan kamu ingin menikah lagi?" bisik Aleta tepat di telinga Kenzou dan kembali melirik wanita yang duduk di hadapannya yang tengah menatap dirinya dan Kenzou,


Sedangkan Kenzou membulatkan matanya saat mendengar dengan jelas ucapan aneh dari mulut Istrinya itu. "Menikah lagi? apa dia ingin aku di gorok oleh ayah Herlangga?"


"Apa kamu sudah gila bicara seperti itu? mana mungkin aku menikah lagi"


"Terus kenapa di sini ada hanya ada dua wanita itu, dimana kejutan ku? apa kamu membangunkan aku hanya untuk membohongi ku?"


Kanzou hanya diam tidak menjawab pertanyaan Aleta, karena semakin di jawab pasti semakin tidak ada habisnya, sedangkan Aleta mendengus kesal dan menyenderkan tubuhnya di punggung sofa sambil menatap Kenzou yang tengah berbicara dengan dua wanita itu.


"Maaf tuan Kenzou saya baru mendapatkan kabar beberapa pesanan yang ada minta sepertinya terjebak macet, karena ini juga bertepatan dengan jam pulang kerja"


"Tidak apa apa, tapi semuanya sudah seperti yang saya minta bukan?"


"Sudah tuan, semuanya sudah sesuai dengan apa yang anda inginkan, dan sekitar lima menit lagi barangnya akan datang" kata salah satu wanita tersebut membuat Kenzou menggunakan kepalanya paham


Setalah pembicaraan itu tercipta keheningan selama lima menit, tidak ada yang mengeluarkan suaranya yang terdengar hanyalah mulut Aleta yang tidak pernah berhenti mengunyah cemilan yang ada di tangannya, membuat Kenzou senyam senyum sendiri saat Aleta memakan makanannya dengan begitu fokus.


Tin...tin....


Suara klakson mobil terdengar dari luar rumah membuat semua orang yang tengah duduk di sofa menatap ke arah pintu utama termasuk Aleta.


"Sepertinya sudah sampai tuan, kalo begitu biar saya cek dulu" kata rekan wanita tadi yang di persilahkan oleh Kenzou, sedangkan Aleta yang tadi ikut menatap arah pintu kembali fokus ke stoples cemilannya yang sudah habis setengah.


"Apa kamu tidak mau menyuapi suami mu ini?" tanya Kenzou saat dua orang kepercayaan Mamanya keluar.


Aleta melirik Kenzou sekilas sebelum kembali fokus ke toples cemilannya, "Makan aja sendiri, tu masih banyak" kata Aleta dengan judes membuat Kenzou mengelengkan kepalanya,saat melihat Aleta ngambek yang tidak melihat hadiahnya sejak ia turun dari kamarnya.


"Aku mau ke kamar" kata Aleta meletakan toples cemilannya ke atas meja dan berdiri dari duduknya, membuat Kenzou menahan tangan Aleta yang ingin melangkah pergi.


"Jangan naik dulu"


"Terus aku di sini harus ngapa in? dengerin kamu ngobrol dengan dua wanita tadi?" kata Aleta memutar bola matanya malas bersamaan dengan itu Kenzou malah tersenyum.


"Kenapa senyam senyum sendiri? udah gila?" cerocos Aleta.

__ADS_1


"Coba kamu lihat ke belakang"


"Ngapa in?"


"Udah lihat aja dulu kebelakang" kata Kenzou membuat Aleta lagi lagi memutar bola matanya dan dengan rasa malas Aleta terpaksa membalikan badannya, matanya membulat sempurna dengan mulut yang terbuka lebar saat ada enam orang mendorong dengan masing masing dua orang mendorong sederet baju yang sangat mewah ke arahnya, dan bukan hanya itu tida masih ada tiga orang laki laki yang membawa beberapa kerdus di tangannya ke arah Aleta dan Kenzou.


"Ini pesanan anda tuan" kata dua wanita itu saat sudah berdiri tepat di depan Aleta dan Kenzou, mata Aleta yang tadinya tidak bisa lepas dari deretan puluhan baju itu sekarang beralih menatap Kenzou yang tengah berdiri di sampingnya.


"Ini semua kamu yang beli?" kata Aleta saat melihat tiga deretan baju dan beberapa kotak yang berada di atas meja.


"Iyah dan ini semua untuk kamu" kata Kenzou sambil tersenyum ke arah Aleta.


"Kenapa kamu beli sebanyak ini?" kata Aleta dengan nada kesal.


"Katamu semua bajumu tidak muat makanya aku bawakan saja semua ini untuk mu" kata Kenzou dengan entengnya seperti tidak ada beban.


"Tapi tidak sebanyak ini juga Zou, ini semua tidak akan muat di lemari ku" kata Aleta kesal, karena suaminya itu tidak berfikir panjang saat melakukan sesuatu.


"Aku sudah membuatkan ruangan khusus untuk semua bajumu itu" kata Kenzou membuat Aleta lagi lagi melongo mendengar perkataannya. "Bukan hanya itu meja rias mu nanti akan aku ganti dengan yang lebih besar"


"T-tapi makeup ku tidak sebanyak itu sampai harus mengganti dengan meja yang lebih besar"


"Siapa bilang, itu semua isinya keperluan mu" kata Kenzou menuju beberapa tumpukan kerdus di atas meja.


Aleta yang melihat beberapa tumpukan kerdus itu mengambil satu yang paling atas dan membukanya dan melihat deretan parfum dengan berbagai aroma, Aleta menatap Kenzou sekilas sebelum membuka lagi kerdus kerdus lainnya.


"L'Oreal?"


"Maybelline?"


"Nars Cosmetics?"


"Ms Glow?"


"Wardah?"


kata Aleta menyebutkan satu persatu merek kosmetik yang ada di dalam kotak tersebut dan mendapati beberapa botol parfum yang berjejer rapi di atas meja, "Kamu beli semua ini buat apa zou? kamu mau jadi tukang rias?" kata Aleta menatap Kenzou dengan rasa kesalnya pasalnya semua merek kosmetik terkenal ada di hadapannya.


"Itu semua buat kamu Aleta, buat siapa lagi?" cibir Kenzou membuat Aleta berdecak kesal.


"Bawa kembali semua ini beserta baju baju itu" kata Aleta, membuat dua orang wanita yang sudah membawanya saling pandang dengan Kenzou sebelum kembali menatap Aleta.


"Bawa semua ini ke kamar dan tata ini semua dengan rapi" titah Kenzou membuat beberapa orang yang ia tatap mengangguk paham dan langsung membawa semua itu ke kamar Kenzou dan Aleta di ikuti dua wanita itu.


"Tapi Zou ini terlalu banyak bahkan kamu saja tidak tau merek make up apa yang sering aku pakai"


"Makanya itu karena aku tidak tau apa yang sering kamu pakai, aku membawakan semuanya untuk mu, terserah kamu mau apakan semua itu, Intinya aku sudah membelikannya untuk kamu"


"Tapi Zou...."


"Tidak ada penolakan, dan sekarang aku lapar dan ingin makan, karena aku ingin mengunjungi anak kita lagi nantinya"


"Oh tidak, jangan lagi tuhan"

__ADS_1


__ADS_2