Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Lemari Es Krim


__ADS_3

Aleta yang tadinya di larang Kenzou untuk tidak memakan bakso itu di buat terheran heran dengan tingkah suaminya itu, Kenzou yang tadinya hanya memakan dua sendok bakso yang Aleta suapkan kepadanya membuatnya tidak bisa berhenti mengunyah.


Bahkan tiga mangkok bakso yang Aleta pesan tadi sudah di lahap habis oleh suaminya itu yang terlihat seperti orang yang seminggu tidak makan sama sekali pasalnya mulut Kenzou yang tadinya sangat cerewet kali ini tidak bisa berhenti mengunyah makanan yang ada di hadapannya itu.


Sedangkan Aleta yang tadinya merasa sangat lapar di buat langsung kenyang hanya dengan melihat suaminya itu makan tiga mangkok bakso di hadapannya.


"Bukannya dia yang tadinya dengan keras kepala tidak ingin makan makanan itu? tapi kenapa sekarang dia seperti orang yang kelaparan?" Aleta menelan salivanya sendiri saat Kenzou sudah melahap habis semua bakso itu bahkan tidak di biarkan kuah bakso itu di buang percuma.


Aleta yang melihat keringat Kenzou yang bercucuran di dahi dan lehernya, mengusap keringat itu dengan sapu tangan miliknya membuat Kenzou tersenyum ke arah Aleta dengan meminum es teh miliknya.


"Kamu lapar apa bagaimana?" tanya Aleta.


"Baksonya enak" jawab Kenzou sambil tersenyum membuat Aleta mengelengkan kepalanya.


"Ya sudah cepat bayar" kata Aleta saat Kenzou sudah menyelesaikan semua makanannya.


Kenzou mengangguk dan membayar bakso yang ia makan tadi, Aleta dan Kenzou meninggalkan tempat itu dan melangkah masuk ke dalam mobilnya.


Kenzou tadinya ingin mengantarkan Aleta pulang terlebih dahulu sebelum ia kembali ke kantornya, tapi bumil yang satu ini sepertinya ingin bersama suaminya membuat Aleta memutuskan untuk ikut Kenzou ke kantornya, Kenzou hanya mengiyakan permintaan Aleta yang ingin ikutnya ke kantor.


Mobil Kenzou berhenti tepat di depan pintu kantornya, memerintahkan satpam untuk memarkirannya di parkiran khusus presdir.


Aleta melingkarkan tangannya di pergelangan tangan Kenzou saat melangkah masuk ke dalam kantor membuat beberapa karyawan yang melihat hall itu merasa sangat iri dengan Aleta yang bisa mengandeng tangan Kenzou bahkan bisa mengandung anak CEO Jhonson Company.

__ADS_1


Dan tidak sedikit juga para karyawan yang dulunya berusaha mendapatkan hati Kenzou di buat mewek di tempat saat melihat kemesraan pasutri itu hatinya di buat semakin patah mungkin sekarang sudah mirip dengan remahan tanggo.


Aleta yang melihat itu berjalan dengan bangganya di samping suaminya itu dan di usapnya lembut lengan suaminya sebelum ia menyandarkan kepalanya di lengan Kenzou untuk memanas manasi para karyawan yang ia lewati.


"Udah jangan nangis, malu ini kantor" ucapnya mengusap punggung teman kerjanya itu.


"Hua...kenapa bukan aku yang seperti nona Aleta?" bukannya semakin mereda suaranya semakin keras membuat beberapa karyawan menatapnya beruntung Aleta dan kenzou sudah masuk me dalam lift.


"Jangan keras keras malu di dengerin karyawan lain" ucapnya membungkam mulut temannya itu.


"Sakit anjir" wanita itu langsung menghapus air matanya yang tersisa di pipinya.


"Kalo gak bisa sama tuan Kenzou, sama abang juga jadi neng" ujar teman kerja laki lakinya yang menggunakan kaca mata dan baju yang di masukan ke dalam celana.


"Ogah"


"Tuan Kenzou Versi nobita" kekeh teman perempuannya.


"Abang juga tampan kok neng" lanjut pria itu.


"Tampan dari hongkong!" ucap wanita tersebut dengan kesal sebelum akhirnya kembali duduk di kursinya.


Sedangkan di ruangan Kenzou bumil satu ini lebih memilih duduk di pangkuan suaminya yang tengah sibuk menatap layar laptop di hadapannya untuk menyelesaikan satu demi satu pekerjaannya agar bisa cepat pulang dan sesekali tangan Kenzou beralih pada dokumen dokumen yang berada di samping laptopnya untuk ia cek dan tanda tangani.

__ADS_1


Aleta yang tidak ingin menganggu suaminya itu menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil melihat tangan Kenzou yang dengan lincahnya mengetik di papan keyboard dan sesekali beralih membuka dokumen dokumen itu.


"Apa setiap hari kamu seperti ini?" tanya Aleta mendongakkan wajahnya menatap wajah Kenzou yang fokus kedepan.


"Tidak" jawab Kenzou singkat.


"Kenapa hanya tidak saja?" ucap Aleta kesal saat jawaban singkat itu menjadi jawab an suaminya.


Kenzou menarik nafas panjang dan menampilkan senyuman manisnya. "Kamu tadi bertanya sayang dan itu jawabannya" ucap Kenzou mengusap wajah Aleta yang tengah menatapnya dengan tatapan kesal.


"Jangan menatapku seperti itu, nanti lemari es krim nya tidak jadi datang" goda Kenzou saat otak cerdasnya mengingat dengan janjinya tadi malam yang akan membelikan Aleta satu lemari es krim dengan merek es krim yang di inginkan Istrinya.


Mendengar lemari es krim dengan cepat tatapan mata Aleta berubah menjadi mengemaskan dan dengan usilnya Aleta memainkan dasi suaminya dan beralih menyusuri kancing kemeja suaminya satu persatu.


"Apa lemari es krimnya sudah datang?" tanya Aleta yang tiba-tiba ingin melihat satu lemari es krim itu berada di rumahnya.


"Aku tanyakan dulu pada Alan" Kenzou meraih ponsel miliknya dan menghubungi asistennya itu menanyakan apa pesanan istrinya sudah berada di rumah atau belum.


Alan mengatakan lemari es krim pesan Aleta tengah dalam perjalanan menuju rumahnya, setelah mendapatkan informasi itu Kenzou mematikan sambungan telefonnya dan beralih menatap Aleta.


"Bagaimana apa sudah sampai?" tanya Aleta tidak sabar.


"Sedang dalam perjalanan, nanti saat kita pulang pasti pesanan mu sudah sampai rumah" ucap Kenzou dengan lembut.

__ADS_1


"Cepat selesaikan pekerjaan mu agar kita bisa segera pulang" perintah Aleta yang kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang Kenzou.


Kanzou hanya menggeleng kepalanya saat tingkah Aleta dapat berubah dalam waktu yang bersamaan, di usapnya rambut istrinya dan mendaratkan kecupan di keningnya sebelum melanjutkan pekerjaannya.


__ADS_2