Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Buatlah aku menjadi orang yang kamu inginkan


__ADS_3

"Pagi Yah,Bun" sapa Aleta yang baru saja turun dari lantai atas dengan pakaian yang sudah rapi.


"Kamu mau kemana ale?" tanya Herlangga saat melihat Aleta yang sudah rapi dan dengan tas laptop di tangannya.


"Aleta hari ini rencananya mau ke restoran yah, mumpung perut Aleta belum begitu besar jadi Aleta harus menyelesaikan pekerjaan sebelum kandungan Aleta semakin membesar nantinya" kata Aleta saat sudah duduk di samping Bundanya.


"Bukannya sudah ada Aldo buat nanganin masalah Restoran?" kini gantian Ratih yang bertanya pada putrinya itu.


"Iyah Bunda Aleta tau kalo sudah ada Aldo"


"Kalo kamu sudah tau kenapa kamu juga harus mengurusnya, Bunda ingin kamu diam di rumah sampai suami kamu pulang dari luar kota Aleta, bunda gk mau kamu sampai kelelahan atau terjadi hall buruk sama kandungan kamu" kata Ratih memotong ucapan Aleta, karena ia ingin anaknya itu fokus pada kehamilannya bukan malah sibuk bekerja seperti ini.


"Bun kalo bunda gak ngizinin Aleta untuk ngurus restoran selama kehamilan Aleta, setidaknya satu hari ini saja Aleta pergi ke restoran melihat data data restoran belakang ini, habis itu Aleta akan diam di rumah seperti keinginan Bunda" kata Aleta meyakinkan Bundanya yang masih menatapnya dengan tatapan kesalnya. "Aleta gk bohong bun, janji deh"kata Aleta menunjukan jari kelingkingnya seperti anak kecil, Ratih yang melihat tingkah Aleta seperti anak kecil hanya mengelengkan kepalanya.


"Ya sudah tapi kalo semua urusannya sudah selesai kamu langsung pulang"


"Iyah bunda" kata Aleta yang langsung mencium pipi Ratih yang mulai di makan usia tapi masih kelihatan cantik. "Aleta berangkat yah" kata Aleta beralih pada Herlangga dan mencium pungung tangan Herlangga dan beralih mencium pipinya sebelum Aleta meninggalkan meja makan.


"Bun, ayah juga berangkat juga kalo gitu" kata Herlangga membersihkan bibirnya dengan tisu.


"Loh, yah makanannya aja masih utuh gitu" kata Ratih saat suaminya itu bersikap tidak seperti biasanya.


"Ayah udah kenyang bun, kalo gitu ayah berangkat dulu" kata Herlangga mengulurkan tangannya dan di sambut Ratih yang langsung mencium pungung tangan suaminya itu.


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam, hati hati yah" teriak Ratih saat melihat Herlangga melangkah dengan cepat keluar dari dalam rumah.


"Ayah gak biasanya kaya gini" guman Ratih saat punggung suaminya sudah tidak terlihat dari pandangnya.


***


Dret...Dret...Dret...


📞 : Halo


📞 : Aleta gue udah nungguin lo lama banget di parkiran restoran, lo jadi ke sini gak sih?, kalo gak jadi gue langsung ke kantor aja ya...


📞 : Jadi gue udah di jalan, bentar lagi nyampek, lu tunggu aja lima menit lagi.


📞 : Cepetan dodol, bokong gue pedes nih nungu in lo gak dateng dateng.


📞 : Bawel banget sih lo, gue yang hamil lo yang rewel.

__ADS_1


📞 : ya juga sih, ah... masa bodoh, intinya lo cepet an ke sini Aleta.


📞 : iyah iyah, bawel banget sih lo ah...


Kata Aleta yang langsung mematikan sambungan telefonnya secara sepihak dan kembali fokus ke jalan, memang tadi malam Aleta menyuruh sahabatnya itu untuk datang ke kantor untuk membahas laporan restoran selama di tinggal Aleta, tapi saat Aleta menyuruhnya untuk menunggu dirinya di ruangan pribadi miliknya Vony dengan keras kepala ingin menunggu Aleta di parkiran dan baru akan masuk ke ruangan Aleta saat dirinya sudah sampai, seperti anak sd yang menunggu satu teman dan teman yang lainnya saat akan jajan di kantin.


Sesaat kemudian mobil Aleta sudah sampai di restoran dan memarkirannya tepat di samping mobil sahabatnya. "Nih dia orangnya yang di tunggu tunggu datang juga, kalo bukan lo sahabat gue ogah gue datang ke restoran lo" omel Vony saat Aleta baru saa turun dari mobil.


"Lo kenapa sih? kaya punya dendam pribadi aja sama restoran gue" kata Aleta berjalan menghampiri sahabatnya yang tengah menyenderkan tubuhnya di badan mobil.


"Gue gak punya dendam sama restoran lo, tapi gue ogah aja ketemu asisten gila lo itu" curhat Vony yang selama ini merasa depresi saat Aldo terus mengganggunya.


"Eh... ngomong ngomong lo jadi ceraikan sama Kenzou?" tanya Vony dan mendapatkan tatapan tajam Aleta, Aleta celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada orang yang mendengar pembicaraan mereka.


"Lo dapat info dari mana markonah?" tanya Aleta saat kondisi parkiran sedang sepi.


"Otak gue cuma menyimpulkan kalo lo pulang ke kota untuk mengurus perceraian lo kan?"


"Gila lo, gue lahiran aja belum udah mau cerai aja"


"Terus kalo bukan mau cerai kenapa lo pulang ke kota? emang sakit hati lo udah sembuh?" tanya Vony penasaran sebab saat dirinya berunglang kali meminta Aleta untuk segera pulang ke kota Aleta selalu menolaknya.


"Huf...gue pulang ke kota itu karena Kenzou tau keberadaan gue, dan rencananya gue akan pulang hari ini tapi karena gue yakin Kenzou pasti nemuin gue lagi Makanya gue buru buru pulang" kata Aleta.


"Kok bisa Kenzou tau tempat tinggal lo yang baru?"


"Terus orang tua lo udah tau tentang permasalahan ini?" tanya Vony dan mendapatkan gelengan dari kepala Aleta.


"Yak ampun Aleta saran gue buruan lo jujur sama orang tua lo, cepat atau lambat pasti mereka berdua akan tau masalah ini,dan gue yakin Ayah lo itu pasti udah curiga sama lo Aleta, buruan deh lo ceritain yang sebenarnya terjadi dari pada Ayah lo tau dari orang lain"


"Gue gak tau Von...kepala gue rasanya mau pecah kalo bahas permasalahan ini, mendingan kita masuk yuk" kata Aleta frustasi dan langsung menarik tangan sahabatnya.


"Kali ini aja lo dengerin gue Aleta, gue gak..."


"Aleta..." panggil seseorang dari arah belakang yang membuat Vony tidak jadi melanjutkan kalimatnya, Aleta dan Vony menghentikan langkahnya saat nama Aleta di panggil begitu keras dari arah belakang yang membuat Aleta dan Vony langsung menengok ke arah belakang secata bersamaan.


"Kenzou?" lirih Aleta yang melihat Kenzou dari arah kejauhan melangkah menghampirinya, Aleta yang melihat Kenzou semakin mendekat melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda ke arah restoran.


Aleta yang tidak bisa berlari takut janinnya sampai kenapa kenapa memilih melangkah dengan cepat, Kenzou yang melihat Aleta ingin menghindarinya langsung berlari ke arah Aleta dan langsung meraih tangannya.


"Tunggu Aleta"


"Lepas Zou!" kata Aleta membalikan badannya yang langsung menghadap Kenzou yang tengah berdiri tepat di depannya. "mau apa lagi kamu?"

__ADS_1


"Kenapa kamu selalu menghindari ku seperti ini? kamu tau aku kemarin mencari mu ke rumah baru mu itu tapi aku mendapati rumah itu sudah kosong" kata Kenzou yang mengingat rumah Aleta kemarin sudah kosong dan tadi pagi ia mendapatkan informasi dari anak buahnya kalo Aleta sedang berada di restoran, tanpa pikir panjang Kenzou langsung datang ke restoran Aleta dan benar saja saat ia turun dari mobil, Kenzou melihat Aleta tengah melangkah menuju restorannya.


"Terus apa urusannya dengan mu?"


"Aleta aku mohon jangan bersikap seperti ini"


"Terus aku harus bersikap seperti apa dengan mu? apakah aku harus bersikap sabar saat berhadapan dengan orang seperti dirimu ini?"


"Aku tau aku tidak pantas mendapatkan maaf dari dirimu, tapi kasih aku satu kesempatan lagi Aleta untuk memperbaiki semuanya"


"Apa yang ingin kamu perbaiki zou? semua sudah hancur pada waktunya, rumah tangga kita, hati ku, kepercayaan ku, perjuangan ku, semua sudah berakhir pada hari itu!"


Kenzou hanya diam dan tidak tau harus berkata apa memang semua ini salahnya dan ia terlambat untuk memperbaiki semua itu,tapi Kenzou juga manusia biasa yang mempunyai kesalahan tapi kesalahan yang ini lebih besar dari masalah yang pernah Kenzou lewati dan Kenzou juga aru menyadari kalo Aleta sudah ada sedikit demi sedikit di hatinya.


"Lebih baik kamu pergi dari sini Zou" kata Aleta yang hendak melangkah pergi tapi Kenzou langsung berlutut di depan Aleta dan menggenggam kedua tangan Aleta.


Aleta yang kaget dengan hall itu menatap Kenzou yang tengah berlutut di hadapannya, dengan kepala yang tertunduk. "Berdiri zou...aku tau ini bukanlah dirimu" kata Aleta meminta Kenzou berdiri tapi Kenzou masih dengan posisi yang sama.


"Aku tau Aleta aku telah membuat semuanya rusak, aku tau aku tidak pantas untuk Wanita seperti dirimu yang mencintai ku dengan tulus, tapi setelah kepergian mu, aku baru menyadari kalo namamu sudah tertulis di hatiku Aleta, aku bahkan tidak bisa tidur saat bayangan bayangan mu selalu datang ke pikiranku dan merusak semuanya dan pada akhirnya aku sadar aku telah mencintai mu walau aku tau aku terlambat untuk mengakui semua itu" kata Kenzou dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya dan kali ini Kenzou mendongakkan wajahnya menatap mata Aleta yang tengah menatapnya, sesaat pandangan mereka bertemu dan buru buru Aleta menatap arah lain.


"Berdiri Zou, sebelum ada orang yang melihat mu seperti ini dan aku yakin itu akan menjadi topik pembicaraan hangat di publik"


"Aku tidak peduli Aleta, aku tidak peduli kalo satu negeri membicarakan diriku, karena yang aku butuhkan hanyalah maaf dari mu"


"Berdiri zou!"


"Tidak Aleta!"


"Zou...aku bilang berdiri jangan merendahkan dirimu hanya karena diriku!" kata Aleta yang kali ini beralih menatap Kenzou yang masih berlutut di hadapannya, Kenzou hanya diam, mau Aleta memintanya berdiri seribu kali Kenzou tidak akan berdiri dari tempatnya.


"Kamu ingin mendapatkan kesempatan dan maaf dari diriku bukan?" tanya Aleta yang mendapatkan anggukan dari Kenzou.


"Buatlah aku menjadi orang yang kamu inginkan,agar kamu tidak menginginkan orang lain dan lepaskan dulu semua orang yang ada di masa lalu mu itu terutama mantan kekasih mu itu, karena aku tidak akan pernah bisa bersaing dengan orang yang sudah meninggal!" kata Aleta membuat Kenzou mematung saat pikiran dan hatinya mulai di landa kebimbangan.


Aleta yang melihat Kenzou hanya diam membuat sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman. "Aku tau kamu tidak akan bisa Zou, jadi jangan paksakan dirimu untuk tetap bersama ku kalo hatimu saja masih mengharapkannya"


"Tidak Aleta, aku akan mengabulkan apa yang kamu inginkan tadi" kata Kenzou cepat.


"Aku tidak yakin"


"Kasih aku satu kesempatan untuk membuktikan semua itu Aleta"


"Tidak ada yang perlu di buktikan di sini!!" suara berat dan tegas tersebut di tangkap jelas oleh telinga Kenzou,Aleta dan Vony.

__ADS_1


"Om Herlangga?"


"A—ayah?" Kata Kenzou, Aleta dan Vony secara bersamaan saat Herlangga sudah berdiri tepat di hadapan ketiganya.


__ADS_2