Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Mati Lampu


__ADS_3

Walau sudah memperkerjakan lima orang art di rumahnya, Aleta tidak mengizinkan satupun dari art itu untuk masak, Aleta lebih memilih biar saja ia yang masak tapi soal bersih bersih rumah ia serahkan semua ke mereka berlima


Setelah selesai bertempur di dapur, makanan kesukaan Kenzou yang sempat ia tanyakan ke Mama Ana tadi sebelum pulang dari Mall, sudah tertata rapi di atas meja makan. bertepatan Kenzou yang baru saja pulang dari kantor, saat membuka pintu aroma yang sangat enak menusuk rongga hidungnya dan membuat drum perutnya berbunyi, tanpa pikir panjang Kenzou langsung melangkah menuju meja makan dengan menenteng tas dan jasnya di lengannya.


"Zou,bersih bersih dulu gih jangan asal comot aja" kata Aleta saat melihat Kenzou yang tiba tiba datang ke meja makan dan mengambil makanan.


"Gue laper!"


"Iya tapi cuci tangan dulu, sultan kok jorok banget sih" kata Aleta menarik tangan Kenzou untuk mencucinya di wastafel kamar mandi dapur.


"Cepat Aleta!, lo itu cuci tangan apa cuci baju sih lama bener" kata Kenzou saat Aleta membantu suami sultannya itu cuci tangan.


"Ye....tengan tangan lo juga, kalo lo sampai sakit perut ogah gue ngurusin orang kaya lo" kata Aleta yang sudah selesai mencuci tangan Kenzou.


"Gue juga ogah di urus sama lo" kata Kenzou yang berlalu ke meja makan dan Aleta dengan sigap mengambilkan makanan untuk Kenzou dan dengan lahap Kenzou memakan makanannya.


"Lagi" kata Kenzou saat makanan di piringnya sudah habis.


"Lo laper apa doyan? banyak bener makan lo" kata Aleta yang mengambilkan makanan lagi untuk Kenzou, Kenzou tidak menjawab pertanyaannya Aleta yang menurutnya sangat tidak penting.


"Gue ke kamar dulu mau istirahat" kata Aleta yang langsung melangkah menuju anak tangga tapi tiba tiba saja lampu rumah padam.


"Aaaaaaaaa..........." Teriak Aleta sambil berjongkok di dekat tangga dengan tangannya menutup wajahnya.


"Kenzou....." panggil Aleta tapi tidak ada jawaban dari Kenzo. "Kudanil.........!!" Teriaknya sekali lagi tapi masih tidak ada sahutan dari Kenzou.


"Hiks.....Hiks.....Hiks.....Zou tolong in gue, gue takut" kata Aleta yang mulai menangis.


Tap....Tap....Tap....


Terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah Aleta,gadis itu masih saja berjongkok di dekat tangga dengan tangan yang menutupi wajahnya.


"Bi Iyem, Bi Inul, Bi Juminten, Bi Sri, Bi Parinah, siapa pun tolong in Aleta hiks...hiks...hiks..." kata Aleta yang menyebutkan semua nama art nya

__ADS_1


Seseorang memegang pundak Aleta yang bergetar karna isakan tangisnya, Aleta langsung berdiri dan membuka tangannya dari wajahnya dan membalikan badannya ia pikir itu salah satu dari asisten rumah tangganya. Tapi siapa sangka Aleta berteriak histeris saat Kenzou yang dengan sengaja mengarahkan senter ponselnya ke wajahnya sendiri.


"Hihihihi" suara Kenzou menirukan suara setan seperti di filem filem.


"Aaaaaa............" Teriak Aleta sekencang kencangnya dan melangkah mundur karna kaget, tapi sialnya kaki Aleta terpentok anak tangga dan badannya terhiyung kebelakang, tapi dengan sigap Kenzou menarik tangan Aleta dan akhirnya tubuh Aleta membentur dada bidang suaminya itu.


"Hati hati dodol" kata Kenzou yang memeluk tubuh Aleta.


"Lo gila Kenzou!, hiks...hiks...hiks..., udah tau gue teriak teriak dari tadi bukannya datang secepat mungkin lo malah bikin gue jantung" kata Aleta yang berasa di dalam pelukan sang suami.


"Dasar penakut!" ejek Kenzou


"Lepas!" kata Aleta yang langsung melepaskan pelukannya. "Gue gak takut, tadi itu gue cuma em.... em.... cuma kaget aja" kata Aleta yang langsung menghapus air matanya.


"Serius?" goda Kenzou.


"Auk'ah" kata Aleta yang berbalik badan dan melihat ke lantai dua yang sangat gelap tanpa ada cahaya, "Sial!kenapa tadi tidak bawa ponsel sih" batin Aleta.


"Apa?"


"Emmm, anterin gue ke kamar" kata Aleta.


"Tadi katanya gak takut, ya udah ke kamar aja sendiri"


"Zou plis, anterin gue"


"Ogah ahh, kan lo sendiri yang bilang kalo lo gak takut"


"Zou.......Ok gue jujur, gue takut sama kegelapan" kata Aleta sambil menundukan kepalanya dan meremas tangannya.


"Dasar penakut"


"Zou anterin gue ya plis"

__ADS_1


"Ya udah ayo" kata Kenzou yang melangkah lebih dulu dan buru buru Aleta menyamakan langkahnya sama Kenzou dan berdiri samping Kenzou.


Sampainya di depan kamar Aleta, Aleta membuka pintunya dan terlihat kamarnya yang sangat gelap, dan di otak Aleta tiba tiba terlintas jika ia masuk dan tiba tiba ada hantu seperti di filem filem dengan wajah menyeramkan muncul di hadapannya.


"Zou"


"Hmmm"


"Gue takut" kata Aleta yang masih berdiri di depan pintu.


"Terus?"


"Lo malam ini tidur sama gue ya" pinta Aleta.


"APA!, Enggak gue gak mau tidur sama lo!" kata Kenzou yang hendak pergi, tapi Aleta langsung memeluk tubuh Kenzou dari belakang.


"Hiks...hiks...hiks... gue mohon Zou malam ini aja lo tidur sama gue, gue bener bener takut" kata Aleta yang mulai menangis di punggung Kenzou.


Kenzou menarik nafas dalam dalam dam membuangnya secara kasar di usapnya beberapa kali wajahnya dengan kasar, dan berbalik menatap Aleta.


"Tapi ini yang pertama dan terakhir kalinya lo minta gue tidur sama lo!" kata Kenzou menatap Aleta yang masih menangis.


Aleta mengangguk tanda setuju. "Tapi lo juga harus pasti in gak bakal ada mati lampu mati lampu lagi, kalo lo gak mau tidur sama gue" kata Aleta.


"Emang gue petugas PLN?" kata Kenzou.


"Lo kan sultan, lo aja bisa beli apa pun masak nanganin masalah kecil kaya gini aja gak bisa" kata Aleta.


"Ok gue pasti in ini mati lampu terakhir di rumah ini" kata Kenzou


***


Like & Vote

__ADS_1


__ADS_2