
Aleta membuka matanya secara perlahan menatap sekeliling saat mendapati dirinya sudah berada di dalam kamar. Saat Aleta menoleh ke samping ia melihat Kenzou yang masih tidur sangat pulas dengan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya membuatnya semakin terlihat tampan di mata Aleta. perlahan Aleta memiringkan tubuhnya agar bisa leluasa menatap wajah tampan itu.
Pahatan wajah yang sangat sempurna yang di buat tuhan dan dihadiahkan untuk ia miliki selamanya membuat Aleta sangat bersyukur karena tuhan memilihnya menjadi salah satu wanita yang paling beruntung di dunia ini. Perlahan tangan Aleta menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah tampannya itu.
"Apa anak kita akan setampan kamu nantinya?" ucap Aleta di ikuti tawa kecil dari ucapannya.
"Kamu tau Zou setelah banyaknya kejadian yang aku lewati selama ini pada akhirnya tuhan selalu membawaku kembali ke dalam dekapan mu" ucap Aleta pada dirinya sendiri saat matanya tidak bisa lepas dari wajah tampan itu.
"Harusnya aku berterimakasih dengan ide gila Vony hari itu yang mengiming-imingi aku tentang hartamu hingga akhirnya aku bersedia menjadi istrimu walau sekarang tujuan itu sudah tidak berguna lagi untuk hidupku" lanjut Aleta saat dirinya mengingat ucapan sahabatnya mengenai anak tunggal kaya raya yang akan menjamin kehidupannya kelak.
Aleta turun dari atas kasur setelah puas menatap wajah suaminya itu, berjalan ke arah kamar mandi Aleta memutuskan untuk membersihkan wajahnya terlebih dahulu sebelum ia turun ke lantai bawah untuk menyiapkan sarapan.
Di dalam dapur seperti biasa lima art dan dua dokter memperhatikan gerak gerik Aleta yang sangat licah berjalan kesana kemari membuat mereka merasa gelisah kalo sampai terjadi lada nona mudanya itu.
Satu piring nasi goreng dengan telur ceplok sudah siap dan di tata sedemikian rupa di atas piring membuat Aleta tersenyum seneng.
"Kalian masih si sini?" tanya Aleta saat membalikan badannya melihat ke tuju orang itu masih berdiri di tempatnya masing-masing.
"Apa anda tidak memiliki jadwal ke rumah sakit hari ini dokter Melati?" tanya Aleta saat melihat dokter Melati sudah rapi.
Dokter melati menunjukan dua baris giginya memang dirinya punya jadwal praktek pagi ini, tapi saat dirinya mau melangkah keluar ia melihat dapur yang ramai sekali dengan orang saat ia berjalan mendekat matanya membulat, dadanya berdetak dengan cepat saat melihat Aleta tengah asik memasak di dapur karena ini pertama kalinya ia melihat Aleta memasak, saat ia tanya kepada salah satu art di rumah itu siapa yang mengizinkan Aleta masak dengan kompaknya mereka bilang kalo itu ke inginan Aleta sendiri Membuat dokter melati mengurungkan niatnya untuk pergi ke rumah sakit karena ia tidak ingin pekerjaannya di pertaruhkan kalo sampai nona muda itu kenapa kenapa.
Buat yang tanya kenapa?, itu karena Mama Ana mencarikan dokter khusus buat menantunya yang bisa menjaga menantunya dengan sangat ekstra hati-hati. Dan gaji dokter Melati sendiri juga tidak main-main dirinya akan mendapatkan gaji seratus juta perbulan dari Kenzou belum termasuk bonusnya. Bahkan Kenzou berkata akan memberikan satu permintaan apapun yang dokter Melati inginkan kalo sampai Aleta bisa melahirkan dengan selamat, begitu juga sebaliknya kalo sampai terjadi sesuatu pada anak dan istrinya maka dokter Melati harus siap kehilangan pekerjaannya untuk selama-lamanya.
"I-iyah nona"
"Terus kenapa masih di sini?" tanya Aleta sambil membawa satu piring nasi goreng ke meja makan.
"Sa-saya menunggu anda nona"
Aleta menaikan sebelah alisnya bingung dengan ucapan dokter yang menanganinya itu. "Menunggu saya? memang saja mau ngapain harus di tunggu segala?"
Dokter melati mengharukan kepalanya yang tidak gatal karena bingung harus menjawab apa. Aleta mengelengkan kepalanya saat melihat tingkah konyol dokter tersebut.
"Ya sudah anda sekarang boleh pergi lagi pula di rumah ini masih ada satu dokter lagi" ucap Aleta yang langsung melangkah pergi ke arah lift untuk membangunkan suaminya.
Di dalam kamar Kenzou masih tertidur dengan pulas karena setelah membawa Aleta ke kamar Kenzou melanjutkan pekerjaannya lagi alhasil dirinya bari bisa tidur dengan tenang jam satu malam.
"Sayang bangun" Aleta menepuk pelan pipi Kenzou agar suaminya itu bangunan.
"Emm, lima menit lagi" guman Kenzou menarik selimut yang ia kenakan.
"Ini sudah setengah tuju Zou, apa kamu tidak ke kantor?" tanya Aleta.
"Itu kantor ku dan aku CEO nya jadi aku bebas untuk masuk kapan pun" jawab Kenzou dengan mata yang masih terpejam.
"Ya tapi kamu harus kasih contoh yang baik buat karyawan kamu" kata Aleta yang tidak di ubris sama sekali oleh Kenzou karena suaminya itu sudah kembali tidur.
Aleta yang kesal membuka paksa selimut yang di kenakan Kenzou dan membuangnya ke atas lantai. "Ayo bangun!" Aleta menarik tangan Kenzou agar suaminya itu segara bangun.
"Aku yakin kalo kamu malas seperti ini anak kamu tidak jadi keluar!" ucap Aleta melepaskan tangannya saat tubuh Kenzou tidak bergerak sedikitpun.
Mendengar itu Kenzou membuka satu matanya menatap wajah Aleta yang sudah di landa kekesalan. "Kenapa begitu?" tanya Kenzou dengan suara khas bangun tidur.
"Ya karena Daddy nya pemalas! dan tidak mau cari uang buat beli dia mainan!" ucap Aleta asal.
Kenzou langsung mendudukan tubuhnya di atas kasur mengucek matanya sebentar sebelum kembali menatap Aleta. "Aku punya banyak kartu blackcard, saham ku di mana-mana, aku juga mempunyai beberapa pulau pribadi, bahkan anak perusahaan ku lebih dari tiga puluh cabang di dalam dan luar negeri, jadi apa itu masih kurang?" tanya Kenzou.
Aleta menepuk jidatnya saat Kenzou menyebutkan apa yang ia punya. "Aku percaya kalo kamu kaya dan aku ingin kamu menambah kekayaan kamu itu sekarang juga, cepat mandi dan pergi ke kantor!" titah Aleta dengan menunjuk pintu kamar mandi.
"Tapi anak kita jadi keluar kan?" tanya Kenzou dengan pertanyaan bodohnya sambil mengusap lembut perut Aleta.
"Dia tidak akan keluar kalo kamu masih di sini dalam hitungan ke tiga"
"Satu.." baru angka satu yang di ucapkan Aleta Kenzou langsung bangun dari duduknya.
"Iyah aku mandi, bilang sama dia kalo aku sudah mandi dan dia harus segara keluar" ucap Kenzou langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
"Apa dia beneran percaya dengan ucapan ku?" seketika tawa Aleta pecah saat Kenzou percaya begitu saja omong kosong yang ia ucapkan, mana mungkin anaknya tidak jadi keluar hanya karena Daddy nya yang malas mandi.
Tiga puluh menit Kenzou keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya berjalan mendekat ke arah Aleta ia meminta istrinya itu untuk membantunya mengeringkan rambutnya.
Setelah mengurus bayi besarnya hingga rapi Aleta bergelayut manja di pergelangan tangan Kenzou melihat tampilan keduanya dari pantulan kaca.
__ADS_1
"Tampan" puji Aleta mengusap lengan suaminya.
"Kamu juga cantik" kini gantian Kenzou yang memuji Aleta dengan mencubit pelan hidung mancungnya.
"Sayang" panggil Aleta saat keduanya berjalan keluar.
"Kenapa sayang?" tanya Kenzou saat keduanya masuk ke dalam lift.
"Boleh minta sesuatu?" tanya Aleta mengedipkan kedua matanya.
Kenzou yang melihat itu di buat gemas sendiri. "Kamu mau apa sayang?" tanya Kenzou memegang pinggang Aleta berjalan ke meja makan.
"Aku mau ikan" pinta Aleta membuat Kenzou menatap wajah istrinya.
"Ikan?" tanya Kenzou dan di Iyah akan Aleta. "Kalo lagi ngidam makan ikan?" dan kini Aleta mengelengkan kepalanya.
"Aku gak mau ikan mati, aku maunya ikan hidup"
"Kamu mau ikan hias?"
"Bukan!" kata Aleta kesal saat suaminya itu juga tidak paham apa yang ia inginkan.
Kenzou menarik nafas dalam untuk memastikan kalo dirinya masih memiliki stok kesabaran di pagi hari untuk menghadapi Aleta dengan segala permintaannya yang tidak pernah ia sebutkan secara langsung apa yang wanita hamil itu inginkan.
"Terus istriku yang cantik ini mau ikan apa?" tanya Kenzou lembut dengan mengusap tangan Aleta yang ada di atas meja makan.
Aleta tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Kenzou. "Mau piranha" jawab Aleta dan kini wanita itu memasang wajah lucunya.
"Mau buat apa ikan piranha?" tanya Kenzou dengan ekspresi wajah kagetnya.
"Mau aku peliharaan di kolam renang" jawab Aleta karena mengingat rumahnya tidak ada kolam ikan jadi ia memutuskan untuk menggunakan kolam renang rumahnya sebagai ikan peliharaannya nanti.
Kenzou menelan salivanya dengan susah payah saat akhir-akhir ini ia lagi suka-suka nya dengan olah raga renang dan sekarang istrinya itu mau membuat kolam renang rumahnya sebagai kolam ikan? piranha lagi.
"Yang ada kalo aku renang selamat kagak mati Iyah" ucap Kenzou pada dirinya sendiri dengan memasang wajah memelas.
"Beli in ya..." ucap Aleta membuat Kenzou sadar dari lamunannya.
Kenzou menaikan kesepuluh jarinya tepat di depan wajahnya. "Se-sepuluh?"
"Iyah, lima betina lima lagi jantan biar gak berantem"
Bukannya Kenzou tidak bisa mendapatkan ikan piranha tersebut, bahkan itu adalah hall kecil yang bisa ia lakukan dengan mudah, tapi sini yang ia pikirkan bagaimana kalo kolam renang rumahnya berubah menjadi tempat budi daya piranha.
"Yang lain saja ya sayang"
"Kamu gak mau beli in?" tanya Aleta memotong ucapan Kenzou.
Kenzou mengelengkan kepalanya dengan cepat saat melihat wajah galak istrinya. "Kamu mau anak kamu ileran?"
Lagi-lagi pria itu mengelengkan kepalanya menjawab pertanyaan sang istri. "Ya makanya beli in!" paksa Aleta.
"Apa anak ku akan menjadi seorang mafia seperti ku nantinya?, kalo laki-laki tidak masalah tapi kalo perempuan?"
"I-iyah sayang" Kenzou memilih mengiyakan ucapan istrinya dari pada harus membuat mood istrinya itu rusak.
***
Di raungan teratas dari Jhonson Company seorang tengah menikmati cahaya matahari sore yang menembus kaca perusahannya, siapa lagi kalo bukan Kenzou pria itu sebenarnya ingin pulang satu jam yang lalu tapi ia baru saja mendapatkan pesan dari sahabat sekaligus temannya itu kalo ikan yang Aleta inginkan agak sulit di dapatkan karena ukuran mereka yang masih sangat kecil dan itu membuat Kenzou harus menunggu lebih lama lagi.
"Alan itu terlalu bodoh kenapa tidak ia ambil saja di sungai Amazon? dengan begitu aku tidak perlu menunggu selama ini" ucap Kenzou kesal karena sudah satu jam ia menunggu sahabatnya itu.
Ceklek...
Pintu ruangan Kenzou terbuka tanpa ada ketukan terlebih dahulu membuat Kenzou memutar kursi kebesarannya dan terlihat Alan yang baru saja datang dengan aquarium berukuran kecil di tangannya.
"Ini ikan yang kamu mau!" ucap Alan berjalan sempoyongan ke arah meja atasannya itu dengan membawa aquarium di tangannya.
"Lama sekali cuka mencari ikan seperti ini!"
Alan mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Kenzou. "Apa kau amnesia? sudah aku bilang kalo ikan yang ada di toko saat aku kunjungi masih sangat kecil dan penjualannya meminta ku untuk menunggu sampai satu bulan dulu"
"Terus kamu dapat ini ikan dari mana?" tanya Kenzou menatap ikan yang baru saja ia hitung jumlahnya itu agar sesuai seperti yang Aleta inginkan.
__ADS_1
"Aku membelinya di luar kota, kau tau dengan permintaan gila mu ini aku terpaksa menaikki jet pribadi milik mu! sungguh merepotkan!"
"Sudah itu tidak penting lagi sekarang ikan yang Aleta inginkan sudah ada" ucap Kenzou senang.
"Sudah tau Aleta meminta ikan piranha kenapa kau menurutinya?"
"Kau tidak tau bagaimana menghadapi ibu hamil kalo kamu saja belum menikah!" ucap Kenzou yang bangun dari duduknya ingin meraih aquarium itu tapi pergerakannya terhenti saat ia cicin yang ada di jari manis Alan.
"Sejak kapan kamu pakai cincin?" tanya Kenzou yang masih menatap lekat cincin di jari manis Alan seperti cincin pertunangan, walau Kenzou dulu saat menikah dengan Aleta tidak melakukan pertunangan terlebih tapi Kenzou yakin itu pasti cincin pertunangan tidak salah lagi batinnya.
Alan yang baru menyadari itu langsung memasukan tangannya ke dalam saku celananya dengan cepat.
"Kamu sudah tunangan?" tanya Kenzou menatap curiga wajah Alan.
"Ka-kamu bilang apa? aku tidak bertunangan dengan siapapun!"
"Terus dari mana kamu mendapatkan cincin itu?" masih dengan kecurigaannya Kenzou yakin kalo sahabatnya itu menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
"A-aku mendapatkannya dari Mama" jawaban tidak masuk akal itu keluar dari mulut Alan membuat Kenzou semakin yakin kalo sahabatnya itu tengah berbohong.
"Atau jangan-jangan..."
Dret...dret...
Suara ponsel Kenzou terdengar membuatnya tidak jadi mengintrogasi Alan lebih dalam lagi, Alan menghela nafas lega saat dirinya terbebas dari pertanyaan Kenzou yang akan membuatnya tidak bisa menghindar.
"Iyah sayang aku udah di jalan bentar lagi juga nyampek" kata Kenzou lembut saat Aleta memintanya segera pulang.
Kenzou mematikan sambungan telefonnya dan langsung mengangkat aquarium itu. "Aku pulang dulu dan berkas yang warna putih itu tolong kamu kasih ke HDR keuangan" ucap Kenzou langsung melangkah meninggalkan Alan di ruangannya.
"Hampir saja, kalo bukan mama yang memintanya aku mengenakan cincin ini sudah dari hari itu aku lepas!" Alan langsung meraih dokumen yang di tunjuk Kenzou dan langsung membawanya ke ruang HDR sekalian dirinya berjalan pulang.
***
Kenzou memarkirkan mobilnya di dalam garasi, baru dirinya melangkahkan kaki ke dalam rumah mencari sosok Aleta yang biasanya menunggu dirinya di ruang keluarga dengan senyuman yang terpancar di wajahnya Kenzou membawa aquarium di tangannya tapi saat dirinya sampai di sana matanya tidak melihat keberadaan istrinya.
"Bik" panggil Kenzou saat salah satu art nya melintas.
"Iyah tuan ada yang bisa bibik bantu?"
"Aleta di mana?" tanya Kenzou langsung pada intinya.
"Nona ada di taman belakang tuan" kata art tersebut yang ternyata baru saja mengantarkan makanan ringan untuk Aleta.
Tanpa menjawab perkataan art nya Kenzou langsung melesat menuju taman belakang memacari sosok wanita yang sudah ia rindukan hari ini, sampainya di taman belakang rumah Kenzou melihat Aleta yang tengah memainkan kakinya di dalam kolam renang membuat beberapa air itu mengenai wajah cantiknya.
"Sayang" panggil Kenzou berjalan mendekat ke arah Aleta.
Aleta membalikan badannya sedikit melihat siapa yang datang mata kedua bertemu membuat senyuman terukir di wajah keduanya. "Kamu udah pulang?" tanya Aleta dengan mengusap kening Kenzou yang ikut duduk di sampingnya.
"Iyah, dan ini ikan pesanan kamu" Kenzou menunjukan aquarium yang ada di pangkuannya.
Aleta menatap aquarium itu senyumannya mengembang saat melihat ikan yang ia minta sudah ada di depan mata, dengan mengarahkan tangannya ke kaca aquarium senyuman Aleta hilang begitu saja dan itu membuat Kenzou bingung akan hall itu apa dirinya salah lagi sampai wajah istrinya itu berubah?.
"Makasih ikannya tapi aku sudah tidak mau" kata Aleta membuat Kenzou membuka mulutnya.
"Baby nya udah gak pengen ikan" lanjut Aleta.
"Terus ini buat apa?" tanya Kenzou menunjuk aquarium yang berisi sepuluh ikan piranha itu.
Aleta menaikan bajunya tanda ia sendiri juga tidak tau mau di apakan ikan itu. "Kamu kasih aja ke orang lain"
"Apa kamu pikir ini ikan hias pake di kasih orang segala?"
"Ya kalo gitu kembali in aja ke habitat aslinya" setelah mengatakan hall itu Aleta bangkit dari duduknya melangkah masuk dengan satu toples makanan di tangannya.
"Tuhan apa ini masih lama?" Kenzou menaikan wajahnya menatap langit yang sebentar lagi berubah menjadi berwarna hitam itu.
***
Untuk Kenzou & Aleta mungkin bentar lagi bakal tamat dan author setelah ini bakal fokus sama dua novel yang sudah lama berhenti up nya. dan buat kalian yang penasaran sama cerita babang Alan gimana bisa sampai pakai cincin nanti deh author bakal bikin in ceritanya jadi pastikan kalian selalu dapat notif dari novel-novel author
Salam hangat buat kalian semua dari Della😘
__ADS_1