
๐: Halo Zou... aku sudah berada di cafe yang kemarin kita ketemu, dan sekarang aku duduk di tempat yang sama persis seperti yang kita duduki kemarin.
๐ : Aku akan segera kesana.
kata Kenzou yang langsung mematikan sambungan telefonnya dan merapikan berkas berkas kembali pada Map nya.
Jam makan siang memang sudah di mulai sejak lima belas menit yang lalu, tapi karena Kenzou terlalu menyuburkan dirinya dengan pekerjaan membuatnya lupa akan jam makan siang yang sudah terlewatkan.
Kenzou melangkah keluar ruangannya, bersamaan dengan itu Kenzou berpapasan dengan Alan yang berjalan menuju ke arahnya.
"Tuan, saya baru saja mau keruangan anda, saya sudah menyelesaikan laporan yang anda minta" kata Alan menyodorkan berkas di tangannya.
"Kamu bisa taruh di meja saya, saya mau makan siang dulu" kata Kenzou yang langsung berlalu dari hadapan Alan.
"Makan siang?" Alan mengerutkan keningnya saat mendengar kata kata itu keluar dari mulut Kenzou, pasalnya setelah Aleta pergi Kenzou sama sekali tidak pernah makan siang di kantor, bahkan Kenzou keluar dari ruangannya saat ada miteeng yang harus ia hadiri.
"Apa Kenzou ingin makan siang dengan Tiara?" kata Alan saat punggung Kenzou sudah masuk ke dalam lift. "Apa Wanita itu mau menaruh obat perangsang lagi kepada Kenzou?"
"Sial! kenapa wanita itu tidak bisa satu hari saja tidak bikin ulah" kata Alan yang buru buru menaruh berkas di ruangan Kenzou dan menyusul Kenzou yang lebih dahulu turun menuju parkiran.
Saat Alan sampai di parkiran mobil Kenzou baru saja meninggalkan parkiran, Alan yang melihat itu langsung berlari menuju arah mobilnya dan mengandarai mobilnya mengikuti mobil Kenzou yang berada di depannya.
"Maafkan aku zou, tapi aku cuma tidak mau kamu terjebak dalam kondisi yang bikin kamu nantinya menyesal, jadi selama aku bisa mencegahnya maka aku akan lakukan hall itu, apa lagi kamu sudah menikah dan sebentar lagi kamu akan memiliki anak, meski sampai sekarang belum ada laporan apa apa dari anak buah mu" kata Alan yang masih memandangi mobil Kenzou yang jaraknya lumayan jauh dari mobilnya, itu supaya Kenzou tidak curiga kalo ia mengikutinya.
Mobil Kenzou berhenti tepat di sebuah cafe yang memiliki kaca besar, Kenzou turun dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam cafe, bersamaan dengan itu Alan juga baru sampai, tapi sebelum Alan turun Alan memakai topi dan melepas jas miliknya dan menyisakan kemeja putih yang melekat di tubuhnya.
Alan juga masuk ke dalam cafe dan mendudukan tubuhnya di tempat yang tidak terlalu jauh dari Kenzou agar mendengarkan apa yang mereka bicarakan, tapi mata Alan menyipit saat melihat yang di temui Kenzou bukan Tiara melainkan Anindira.
"Mau apa mereka ketemuan?" tanya Alan pada dirinya sendiri.
"Maaf membuatmu menunggu lama" kata Kenzou yang baru saja tiba dan langsung mendudukan tubuhnya di hadapan Anindira.
"Tidak apa apa"
Kenzou mengangkat tangannya meminta daftar menu kepada pelayanan restoran tersebut. "Silahkan tuan"
Kenzou menerimanya buku menu tersebut, sampai matanya menatap tulisan Nasi goreng yang mengingatkannya kepada Aleta yang sering sekali memuaskan nasi goreng untuknya dengan telur ceplok di atasnya.
"Silahkan raja kudanil" kata Aleta meletakan satu piring nasi goreng yang baru saja ia bikin.
"Terimakasih babu" kata Kenzou.
"Sial kau Zou...aku memanggilmu dengan sebutan raja tapi kau malah memanggil ku dengan sebutan babu" kata Aleta yang mendudukan tubuhnya di samping Kenzou.
"Terus kau mau di panggil dengan sebutan apa? Ratu?" tanya Kenzou sambil menatap Aleta.
__ADS_1
"Iyah lah... secara gue kan udah cantik kaya ratu" kata Aleta sambil menghempaskan rambutnya kebelakang.
Kenzou mengangguk nganggukkan kepalanya sebelum mengeluarkan suara. "Iyah ratu kamar mandi" kata Kenzou yang langsung tertawa lepas.
"Zou! kau benar benar keterlaluan" kata Aleta yang langsung mengambil piring yang penuh dengan nasi goreng dari hadapan Kenzou.
"Aleta kembalikan, itu punyaku"
"Ini hukuman buat kamu"
"Aleta kembalikan, aku sudah sangat lapar aku bisa mati kelaparan kalo kaya gini"
"Bilang aku cantik dulu sebanyak tiga kali"
"Idih..."
"Ya udah kalo gak mau, gampang biar aku buang nasi gorengnya" kata Aleta yang hendak berdiri dari duduknya tapi di cegah oleh Kenzou.
"Jangan di buang Ale..."
"Makanya cepat bilang aku cantik"
Kenzou memutar matanya malas saat harus menuruti keinginan Aleta, tapi ia sudah sangat lapar dan Kenzou tidak memiliki pilihan lain selain menuruti keinginan Aleta.
"Aleta cantik..."
"Aleta sangat sangat sangat cantik..." kata Kenzou yang membuat Aleta langsung tersenyum senang.
"Bagus... sekarang silahkan di makan" kata Aleta yang mengambilkan piring nasi goreng tersebut ke hadapan Kenzou.
"Zou...."
"Kenzou...."panggil Anindira yang kali ini menyentuh tangan Kenzou.
"Iyah Aleta?" kata Kenzou yang langsung sadar dari lamunannya.
"Aleta?"
"Aku Anindira Zou bukan Aleta" kata Anindira yang tidak suka saat Kenzou memanggil nama Aleta.
"Maaf tadi aku melamun"
"Aku mau satu nasi goreng dengan telor ceplok minumnya jus jeruk" kata Kenzou kepada pelayanan yang masih berdiri di mejanya dan segara mencatat pesanan Kenzou.
"Nasi goreng? kamu serius pesan itu?" tanya Anindira membayangkan Kenzou memakan makanan berlemak seperti itu.
__ADS_1
"Iyah, memang ada yang salah?" tanya Kenzou kembali.
"Tโtidak, kalo gitu aku satu buah salad dengan air mineral saja" kata Anindira yang langsung di catat oleh pelayan.
Setalah menyebutkan pesanannya masing masing, tercipta keheningan di antara Kenzou dan Anindira, Kenzou yang sibuk dengan ponselnya membuat Anindira berdecak kesal, otaknya segera berfikir bagaimana caranya melancarkan aksinya saat ini juga, bibirnya membentuk sebuah senyuman saat otaknya mulai bekerja.
"Hiks...hiks...."
Kenzou yang tadinya fokus menatap layar ponsel miliknya memberhentikan gerakan jari jari tangannya saat mendengar isakan tangisan yang dapat di tangkap dengan jelas di telinganya.
"Anindira kamu kenapa?" tanya Kenzou saat melihat Anindira menundukan kepalanya dan menitikan air mata.
"Hiks...hiks..." Iskan tangis Anindira semakin keras saat Kenzou bertanya.
"Anindira, apa yang membuatmu menangis?" tanya Kenzou sekali lagi tapi tidak ada tanggapan dari Anindira yang masih menundukkan kepalanya.
Kenzou meraih tangan Anindira yang saling meremas di atas meja. "Kamu kenapa?" tanya Kenzou untuk kesekian kalinya.
"Hiks...hiks... aku bingung zou, dan aku gak tau apa yang harus aku lakukan sekarang" kata Anindira yang sekarang beralih menatap mata Kenzou yang juga tengah menatapnya. "Sekarang perusahaan papi berada di ujung tanduk Zou, aku tidak tau harus melakukan apa, sudah berbagi cara aku lakukan tapi hasilnya sia sia"
"Ditambah papi sekarang sedang sakit keras" bohong Anindira.
"Tuan Agatha sakit keras?" tanya Kenzou mamastikan dan mendapatkan anggukan lemah dari Anindira.
"Iyah, dan sekarang aku juga butuh banyak sekali biaya untuk pengobatan papi, karena sekarang ini aku cuma punya papi,dan aku tidak mau kehilangan papi seperti aku kehilangan mami dulu, hiks...hiks...."
"Dan sekarang papi tengah melakukan pengobatan di luar negeri, bahkan uang tabungan ku sudah terkuras habis semuanya untuk biaya pengobatan papi" lanjut Anindira dengan nada suara yang di buat sesedih mungkin.
Kenzou hanya diam melihat Anindira yang masih mengeluarkan air matanya sambil menundukan pandangannya ke arah lantai. "Jangan nangis lagi, aku yakin semuanya ada jalan keluar untuk masalah mu ini"
"Tidak Zou...sudah tidak ada jalan keluar lagi, tidak mungkin ada orang yang mau menyuntikan dana untuk perusahaan yang hampir gulung tikar, itu sungguh mustahil" kata Anindira cepat dan kali ini Anindira menatap Kenzou yang juga tengah menatapnya.
"Aku yang akan menyuntikan dana itu kepada perusahaan tuan Agatha" kata Kenzou membuat hati Anindira tersenyum puas, karena satu persatu rencananya berjalan dengan lancar.
"Apa kamu serius?" tanya Anindira yang tidak kehilangan kesempatan emasnya kali ini.
"Aku sangat serius, bahkan aku yang akan membiayai pengobatan tuan Agatha sampai beliau sembuh" kata Kenzou.
"Tidak Zou...kamu sudah mau menyuntikan dana di perusahaan papi saja aku sudah sangat berterima kasih, dan untuk masalah pengobatan papi biar aku saja yang menanggungnya"
"Aku sudah bilang kalo aku yang akan menanggungnya, jadi aku akan menanggung semua biaya perawatan tuan Agatha sampai beliau sembuh" kata Kenzou.
"Makasih Zou...aku tidak tau harus membalas kebaikan mu dengan cara apa" kata Anindira.
"Kau tidak perlu membalasnya, sekarang tugasmu rawat tuan Agatha sampai dia sembuh" kata Kenzou membuat Anindira mengangguk kan kepala bersamaan dengan itu pesanan mereka sudah datang, membuat mereka menikmati makanan mereka masing masing dengan tenang.
__ADS_1
Anindita yang memperhatikan Kenzou makan, hanya menampilkan senyuman yang entah mempunyai arti apa di balik senyuman itu.