
"Kenzou Aleta kalian setelah ini mau tinggal di mana di rumah Papah atau Ayah Herlangga?" tanya Baskara kepada kedua anaknya.
"Di rumah Mama aja ya sayang supaya rumah Mama gak sepi" kata Ana.
"Di rumah Bunda aja ya biar Bunda punya teman ngobrol" timpal Ratih.
"Di Rumah Mama aja sayang"
"Di rumah Bunda ya nak, nanti bunda masak in makanan kesukaan kalian tiap hari"
"Di rumah Mama aja ya?"
Kedua ibu ibu itu terus berdebat sedangkan, para suami memijat kening mereka melihat tingkah istri mereka, Aleta dan Kenzou saling pandang mengingat kembali pembicaraannya tadi malam.
Flashback On
"Eh kudanil,gue mau bicara" kata Aleta yang tidur di lantai beralasan selimut.
"Apa!"
"Gue mau kita tidak tinggal sama orang tua kita"
__ADS_1
"Gak!"
"Kenapa?"
"Ogah gue tinggal satu atap sama Kucing garong kaya lo, lebih baik gue tinggal di rumah Mama"
"Enak aja lo ngata in gue kucing garong!, terus lo mau kita tinggal satu atap sama orang tua kita dan mereka lihat kita tidur di kamar terpisah gitu?" kata Aleta yang langsung duduk dan melihat Kenzou yang tengah menatap langit langit kamar.
"Lo bisa tidur di lantai"
"Ogah lo pikir gue cewek apaan lo suruh gue tidur di lantai!" kata Aleta dengan nada jengkel. "Gue mau kita tinggal di mansion yang lo jadi in mahar buat gue"
"Enggak!"
"Ok kalo itu yang lo mau, besok kita lihat siapa yang banyak ngomong gue atau lo!" kata Kenzou yang menatap Aleta dengan tatapan yang susah di artikan.
Flashback Off
"Ya gak bisa gitu dong jeng di mana mana Anak perempuan itu ikut lakinya ke rumah mertua" kata Ana yang masih ingin Kenzou dan Aleta tinggal di rumahnya.
"Itu kan tradisi kuno, Intinya Kenzou dan Aleta tinggal di rumah ku" kata Ratih yang masih kekeh peda pendiriannya, kedua ibu itu terus berdebat sampai suara Aleta menghentikan perdebatan itu.
__ADS_1
"Mama...Bunda udah udah dong jangan ribut, Aleta dan Kenzou sudah sepakat untuk tinggal di rumah yang di beli kan Kenzou sebagai mahar untuk Aleta" kata Aleta yang yakin dengan keputusannya,semua mata menatap Aleta dan Kenzou secara bergantian.
"Dan rencananya kita akan menempati mansion itu hari ini juga" lanjut Aleta.
"Kamu serius nak? kamu gk mau tinggal di rumah Bunda?" kata Ratih dengan nada yang terdengar sedikit sedih.
"Bunda apaan sih kan Aleta masih bisa nginap bergantian di rumah Bunda dan Mama kalo ada waktu"
"Tapi nak..." kata Ratih terjeda saat sang suami memberikan pengertian untuk sang istri.
"Bund...Aleta udah besar dan lihat sekarang dia sudah punya suami jadi dia harus ikut kemanapun suaminya pergi" kata Herlangga dengan suara lembut supaya sang istri bis mengerti.
"Tapi yah...Kalo bunda kangen?" kata Ratih yang masih tidak mau melepas putri semata wayangnya jauh jauh dari dirinya.
"Nanti kalo Bunda kangen kita bisa jenguk in Aleta di rumahnya atau suruh Aleta dan kenzou nginap di rumah kita akhir pekan" kata Baskara yang langsung menggenggam tangan sang istri.
"Tetap saja yah....." kata Ratih terjeda lagi.
"Bunda percaya sama Aleta, Aleta bisa jaga diri kok dan Aleta bakal sering sering jengukin Bunda dan Mama" kata Aleta yang tau ke khawatiran sang Bunda.
"Ya sudah terserah kamu saja mau tinggal di mana saja" kata Ratih yang mulai luluh. "Tapi kalo kamu mau tinggal di rumah yang di belikan Kenzou kita semua di sini harus ikut mengantar mu suapaya tau alamat rumah mu" Lanjut Ratih yang setujui semua orang.
__ADS_1
***
Like & Vote.