
Tak salah memang jika menyebut Paris sebagai kota mode. Ibu kota Perancis itu memang dikenal sebagai ‘kawah candradimuka-nya’ para desainer kelas dunia. Di tempat itu pula lahir para pesohor-pesohor fesyen yang namanya tak lenyap tergerus zaman. Tak heran jika banyak wisatawan bertandang ke kota ini bukan sekedar ingin menikmati keindahan Menara Paris, melainkan juga sekaligus ingin berburu barang branded.
Seperti pagi ini Kenzou mengajak Aleta ke departemen store yang cukup terkenal sebagai tempat belanja kalangan pesohor dan kelas atas di dunia.
Mobil Kenzou terparkir di depan Mall tersebut, saat Aleta keluar dari dalam mobil saja Aleta sudah bisa menebak bahwa Mall yang ia kunjungi sekarang ini pasti menyuguhkan barang barang branded.
"Zou...pasti di sini mahal mahal barangnya, kita ketempat lain saja ya..." pinta Aleta.
"Apa kau meragukan kapasitas uang ku...?"
"Kalo itu aku sudah tidak meragukannya lagi tapi zou..." apa yang akan keluar dari mulut Aleta terputus saat suara Kenzou membuatnya langsung menutup mulutnya rapat rapat.
"Tapi apa....? kau tau, aku punya banyak uang selama ini tapi aku bingung untuk menggunakannya, jadi sekarang tugasmu selain memuaskan ku di atas ranjang, kau juga harus bisa menghabiskan uang ku...."
"Dan uang yang aku jadikan mahar untuk mu saat kita menikah itu harus habis dalam dua Minggu..."
"Apa....? apa kau sudah gila.... kamu menyuruhku mengabiskan uang Tiga puluh Milyar dalam dua minggu...?"
"Kenapa kurang...?" kata Kenzou.
"Bukan....tapi bagaimana caranya aku menghabiskan uang tiga puluh Milyar itu dalam dua minggu?" kata Aleta yang tidak habis pikir dengan suaminya itu, uang bagi suaminya itu seperti air yang terus mengalir tanpa ada habisnya.
"terserah kau mau apakan uang itu, sekarang ini waktunya kau harus memanjakan mata mu dengan membeli barang barang di dalam Mall ini" kata Kenzou langsung menarik tangan Aleta masuk.
Tempat ini memang sudah cukup terkenal sebagai tempat belanja kalangan pesohor dan kelas atas di dunia. Tempat ini di rancang begitu megah.
Bentuk interiornya yang megah dan berkelas membuat mall ini memang diperuntukkan buat kalangan keatas. Didalam mall tersebut terdapat berbagai butik barang branded dari kelas dunia yang sudah tak diragukan lagi kemewahannya pun di jajakan di dalamnya seperti, Chanel, Louis Vuitton dan Hermes.
"Kamu mau beli apa dulu?" tanya Kenzou saat sudah masuk ke dalam Mall.
"Terserah" jawab Aleta singkat sambil menatap toko toko dengan lebel yang terkenal ada di dalam Mall Ter yang penuh dengan pengunjung.
__ADS_1
"Kita ke toko pakaian terlebih dahulu karna setahuku biasannya wanita paling menjaga penampilanya" kata Kenzou yang menarik tangan Aleta masuk ke toko yang bertuliskan GUCCI di depannya, sedangkan Aleta hanya mengikuti saja apa yang mau di lakukan suami sultannya itu.
"Excusez-moi monsieur, madame, y a-t-il quelque chose que je puisse vous aider ? (Permisi tuan, nyonya ada yang bisa saya bantu?)" kata karyawan wanita yang menghampiri Kenzou dan Aleta.
"Sortez les meilleurs vêtements pour femmes dans cette boutique( Keluarkan pakaian wanita terbaik yang ada di butik ini)" kata Kenzou kepada karyawan wanita tersebut yang langsung pergi untuk mengambil apa yang kenzou minta, sedangkan Aleta yang tidak tau sama sekali bahasa Prancis tidak memperdulikan itu, mata Aleta sibuk dengan lalu lalang orang yang keluar masuk toko tersebut.
Lima belas menit kemudian pelayanan wanita tersebut datang bersama tiga orang temannya membawa baju di kedua tangannya yang masing masing ada lima baju. "Excusez-moi monsieur, voici quelques modèles de vêtements spécialement conçus par notre propre créateur (Permisi tuan, ini ada beberapa model baju yang di rancang khusus oleh disaigner kita sendiri)" kali ini Aleta menoleh kepada karyawan wanita sama tiga temannya yang berdiri di depan Kenzou dengan tangan yang penuh baju.
"Pilihlah baju yang kamu suka" kata Kenzou kepada Aleta.
Aleta melihat baju baju tersebut dan menempelkannya di tubuhnya, memang sangat cantik tapi saat Aleta melihat lebel harganya Aleta memilih satu baju yang murah dari baju yang di bawa para karyawan wanita tersebut.
"Sudah zou" kata Aleta yang menghampiri Kenzou yang tengah duduk di sofa dan sibuk dengan ponselnya.
"Kenapa cuma satu?" tanya Kenzou saat melihat Aleta cuma memilih satu baju dari sekian banyaknya baju dengan harga yang menurutnya sangat murah. "Apa tidak ada yang kamu sukai?"
"Bukan...semua bajunya sangat cantik cantik dan bagus, aku bingung memilih yang mana jadi saat aku melihat baju yang ini aku langsung suka" kata Aleta.
Aleta langsung melebarkan matanya saat mendengar perintah yang keluar dari mulut kenzou "Zou... tidak perlu itu terlalu banyak, buat apa beli baju sebanyak itu?, dan lagi harganya tidak murah zou" kata Aleta yang tahu bawa satu baju yang tadi ia coba bisa mencapai ratusan juta hanya untuk satu bajunya
"Tidak ada penolakan...!" . "Sekarang kita ke toko perhiasan" kata Kenzou setelah mengirim pesan kepada sang sopir untuk mengambil baju Aleta yang ada di toko tersebut dan sudah menyelesaikan pembayaran.
Tiffany & Co
Aleta menghentikan langkah saat melihat nama toko perhiasan yang akan ia masuki, Aleta mematung di depan toko tersebut yang dengan susah payah menelan salivanya sendiri bagaimana tidak? Kenzou menarik nya ke toko perhiasan dengan merek perhiasan Couture kelas dunia baik berlian, batu permata atau pelatinum. Tiffany merupakan merek perhiasan mewah teratas. Berhubungan dengan perhiasan tahan lama yang sempurna dan Kualitas yang selalu dijamin oleh Tiffany.
"Kenapa?" tanya Kenzou saat melihat Aleta yang malah mematung dan menatap nama toko perhiasan tersebut.
"Zou hentikan kegilaan ini...!" kata yang beralih menatap suaminya itu.
"Gila apa?"
"Zou aku tau ini toko perhiasan kelas dunia, dan untuk harga untuk satu perhiasannya bisa mencapai puluhan juta, aku tidak mau masuk" kata Aleta yang membalikan badannya dan hendak pergi tapi tangannya di pegang erat oleh Kenzou.
__ADS_1
"Ayolah Aleta....kamu tau Mama selalu pergi ke toko perhiasan ini kalo mama sedang berada di Paris dan papah tidak mempermasalahkannya"
"Itu mama zou, bukan aku" kata Aleta.
"Makanya itu kamu harus membiasakan dirimu mulai sekarang untuk membeli barang barang branded" kata Kenzou yang langsung menarik tangan Aleta masuk.
"Ada yang bisa kami bantu tuan nyonya?"
"Aku ingin membeli perhiasan untuk istriku, keluarkan perhiasan terbaik di toko ini"
"Ini tuan kami mempunyai lima set perhiasan yang baru saja datang tadi pagi" kata pegawai perempuan yang menunjukkan empat set perhiasan yang ia tata di depan Aleta dan Kenzou.
"Dan ini ada satu set perhiasan lagi dengan inisial nama tuan, dari kalung, cincin, gelang serta anting antingnya" kata pegawai tersebut yang mengeluarkan satu kotak perhiasan lagi.
Aleta yang melihat perhiasan yang baru saja di tunjukkan oleh pegawai toko tersebut langsung jatuh cinta dengan ukiran dan motif yang sangat elegan pada perhiasan tersebut, Aleta memegang kalung yang berinisial C tersebut. "Emmm...apa bisa inisialnya di ganti dengan nama yang memakai?" kata Aleta yang ingin menggantikan inisial kalung tersebut sesuai namanya.
"Sebentar saya tanyakan dulu..."
"Enggak perlu pakai inisial C saja" kata Kenzou yang membuat pegawai wanita tersebut yang tidak jadi tanya kepada temannya.
"Kamu gak keberatan kan pakai satu set perhiasan yang bukan inisial nama kamu?" tanya Kenzou ke Aleta.
"Tapi Zou...."
"Perhiasan ini akan sangat cantik saat kamu memakainya nanti" kata Kenzou yang memotong ucapan Aleta.
"Iyah gak papa" kata Aleta yang lebih memilih nurut kepada Kenzou sambil tersenyum ke arah suaminya itu yang terlihat senang.
"Bungkus semua perhiasan ini" titah Kenzou yang langsung di lakukan pegawai wanita tersebut.
***
Jangan lupa Like & Vote🤗♥️
__ADS_1