Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Canduku


__ADS_3

Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka Aleta yang baru saja selesai melakukan ritual mandinya keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya, mengekspos punggung dan kaki jenjang putih milik Aleta.


Kenzou yang melihat Aleta keluar dari kamar mandi menelan salivanya dengan susah payah, bahkan hanya memandangi tubuh polos Aleta yang hanya berbalutkan handuk sudah bisa membuat benda keramatnya mengeras dan meronta ronta untuk di jinakan.


Aleta yang melihat Kenzou memandanginya dengan tatapan haus, buru buru menuju lemari dan mengambil piama miliknya dan berniat memakainya di kamar mandi, Aleta merutuki kebodohannya yang lupa membawa baju ke kamar mandi. Saat Aleta membalikkan badannya tubuh Aleta membentur keras tubuh kekar milik suaminya itu.


"Auu...." ringis Aleta sambil mengusap dahinya yang membentuk dada sixpack Kenzou. "Zou... lo ngapain sih tiba tiba disini...." kata Aleta menatap Kenzou yang juga tengah menatapnya.


"Harusnya aku yang bertanya....apa kau berniat untuk menggoda ku?" kata Kenzou yang langsung menarik pinggang Aleta.


"Ihh.....ge-er". "Lepas Zou aku ingin pakai piama" kata Aleta yang merasa pelukan Kenzou semakin erat bahkan Aleta bisa merasakan sesuatu yang keras di bawah sana.


"Kenzou lepas... nanti aku bisa masuk angin kalo kelamaan tidak pakai baju". "Nanti kalo aku sakit kamu juga yang repot". "sebentar lagi kita akan pulang bukan maka......." apa pun yang ingin keluar dari mulut Aleta langsung di bungkam oleh bibir Kenzou, Kenzou langsung ******* habis bibir merah milik istri tersebut. Aleta membulatkan matanya saat mendapatkan serangan secara tiba tiba dari Kenzou, Aleta berontak berusaha lepas dari ciuman yang kenzou berikan tapi perlahan Aleta mulai membalas ciuman yang kenzou berikan dengan melingkarkan tangannya di pinggang suaminya itu.


Dan tanpa aba aba Kenzou langsung mengangkat tubuh mungil Aleta dan menjatuhkannya di ranjang dan langsung mengungkungnya di bawah tubuh kekarnya.


"Zou....."Erang Aleta sambil menutup matanya, saat bibir Kenzou menjelajahi leher jenjangnya dan menghisap lehernya pelan, dalam satu tarikan handuk yang melilit tubuh Aleta sudah terkapar di atas lantai bersamaan dengan pakaian yang Kenzou gunakan Aleta yang melihat dada suaminya memberanikan diri untuk menyusuri jemari tangannya di dada sixpack suaminya itu dan merasakan otot keras suaminya, Kenzou yang mendapat sentuhan dari jari jemari Aleta langsung melanjutkan pemanasan yang sempat tertunda.


"Zou......Aku emm......."Aleta tidak bisa berkata apa apa saat Kenzou kembali menggigit buah dadanya secara bergantian dan meninggalkan bekas tanda kepemilikan di sana.


Tangan Aleta yang tadinya meremas seprai sekarang sudah tidak bisa di kendalikan, ia meremas pelan rambut suaminya itu saat Kenzou masih sibuk membuat tanda kepemilikan di dadanya.


Kenzou menghentikan sejenak permainannya dan menatap wajah Aleta yang ada di bawah tubuhnya, sesaat mata mereka bertemu, Kenzou mengusap pelan pipi Aleta dan kembali mencium bibir Aleta.


"kamu sangat cantik Aleta malam ini" kata Kenzou yang kembali mengusap lembut ke dua pipi Aleta yang mulai memerah. "Kenapa pipi mu ini tiba tiba se merah itu?" Kenzou terkekeh geli saat Aleta tiba tiba menyembuhkan wajahnya di dadanya.


"Aku tidak salah dengarkan?, tadi Kenzou bilang aku cantik?" rasanya Aleta ingin teriak tapi suaranya itu hanya sampai di tenggorokan.


Kenzou tersenyum saat ia merasakan miliknya sudah mulai mengeras dan meronta ronta ingin masuk ke dalam sarangnya, Kenzou kembali menatap wajah Aleta dan mencium kening istrinya itu Aleta yang merasakan perasaan aneh saat Kenzou mencium keningnya langsung menutup matanya.


"Sekarang?" tanyanya saat merasa pemanasan yang di lakukan sudah cukup dan di angguki oleh Aleta.


Kenzou mengarahkan miliknya ke area pribadi milik Aleta,


"Zou...... Ahhh....." Kata Aleta sambil memejamkan matanya saat milik Kenzou sudah masuk sepenuhnya Kenzou mencium kening istrinya itu sambil mengusap rambut Aleta lembut.


"Apa masih sakit?" Tanyanya.

__ADS_1


"Tidak" Aleta menggelengkan kepalanya.


"Ternyata Kenzou bisa selembut ini?, tuhan.....tolong hentikan waktu sebentar saja biar aku bisa merasakan rasa nyaman ini walau hanya sesaat" batin Aleta.


Saat mendapatkan gelengan dari sang istri perlahan Kenzou menggerakkan pinggangnya, Aleta yang merasakan milik Kenzou yang keluar masuk tanpa salam, merasakan hall aneh rasa sakit yang ia rasakan tadi mulai menghilang bersama dengan rasa nyaman yang Kenzou berikan.


Suara ******* yang keluar dari bibir Aleta membuat Kenzou semakin terbakar api gairah, gerakan yang awalnya pelan supaya Aleta tidak merasakan sakit di area pribadinya kini perlahan gerakan itu berubah menjadi dengan cepat membuat Aleta menempelkan tanganya di punggung suaminya, mencakar punggung Kenzou saat kecepatan nya di tambah mulut Aleta mulai merancau tidak jelas.


Aleta semakin meremas punggung Kenzou saat merasakan cairan hangat yang masuk ke dalam tubuhnya, Kenzou yang baru saja menyemburkan bibit unggul miliknya di rahim Aleta langsung jatuh di atas tubuh mungil Aleta, Kenzou menempelkan keningnya ke kening Aleta dengan nafas yang terengah engah.


"Mulai sekarang kamu adalah candu ku sayang....."


"Sayang? Apa Kenzou memanggil ku sayang?" batin Aleta dengan nafas yang masih memburu, Aleta yang menatap Kenzou dengan mata tertutup dan sedang mengatur nafasnya.


Air mata Aleta menetes tapi bukan karna rasa sakit, tapi karna ia mendengar Kenzou memanggilanya sayang walaupun dengan suara lirih, tapi Aleta harap itu nyata dan bukan hanya halusinasinya. Kenzou menjauhkan wajahnya saat nafasnya mulai teratur kembali.


"Kenapa menangis? Apa aku menyakitimu...?" Tanya Kenzou saat air mata Aleta mulai jatuh.


Entah getaran dari mana yang membuat Aleta langsung memeluk tubuh Kenzou dengan erat bersamaan dengan isakan kecil yang mulai keluar dari mulut Aleta.


"Maaf kalo sudah menyakiti mu" kata Kenzou yang ingin menjauhkan tubuhnya, tapi Aleta semakin mempererat pelukannya mau tidak mau Kenzou membiarkan apa yang ingin di lakukan Aleta.


"Jangan menangis, kau boleh memeluk ku selama apa apun yang kau inginkan, karna kamu sekarang milik ku seutuhnya" kata Kenzou sambil mengusap lembut rambut Aleta.


"Tuhan....Apa kau sudah membutku jatuh cinta dengan Kenzou, seorang yang tidak pernah aku cintai sebelumnya tanpa aku sadari? karna saat mendengarnya memanggil ku sayang dengan suara lirih saja sudah membuatku sangat bahagia." batin Aleta.


Kenzou yang merasakan pelukan Aleta sudah tidak sekuat tadi melonggarkan pelukannya suapaya bisa melihat wajah istrinya itu.


"Kenapa menangis?" tanya Kenzou dengan tangan yang menghapus sisa air mata yang ada di pipi Aleta.


"Aku hanya bahagia bisa memuaskan mu" bohong Aleta.


"Benarkah?" tanyanya dan di angguki dengan cepat oleh Aleta.


"Kalo begitu mari kita lakukan satu kali lagi" godanya saat merasakan miliknya kembali menegang.


"Apa!"


"Sekarang aku kembali tegang dan kau harus membantuku untuk menenangkannya"

__ADS_1


"Tegang?" Tanya Aleta bingung


"apa kau tidak bisa merasakannya?" tawa Kenzou, saat Aleta membulatkan matanya saat merasakan ada yang keras di dalam area pribadi miliknya, Aleta mendorong tubuh suaminya itu agar menjauh dan ia ingin sekali turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi, tapi Aleta lupa kalo tubuhnya masih menyatu dengan tubuh suaminya, Kenzou mulai mengerakan pinggangnya membuat Aleta mendesah tak karuan merasakan surga dunia yang di berikan suaminya itu.


"Zou......!"


"Aleta....!" pekik keduanya secara bersamaan saat merasakan pelepasan untuk kedua kalinya, Kenzou langsung mencabut miliknya dan jatuh di samping Aleta.


"thanks you" lirih Kenzou sambil memeluk Aleta dari samping menarik selimut hingga ke bawah leher Aleta dan di angguki oleh Aleta yang masih mengatur nafasnya.


"Aku punya sesuatu untuk mu" kata Kenzou saat deru nafasnya sudah mulai normal dan hampir lupa dengan barang yang sempat ia beli sebelum pulang ke hotel. Kenzou langsung meraih laci di samping tempat tidurnya dan mengeluarkan sebuah gelang berwarna emas.


"Cantik...." kata Aleta mengambil gelang yang ada di tangan Kenzou.


"Itu bukan emas, aku membelinya karna bentuknya yang unik, besok kita ke pusat perbelanjaan yang terkenal di paris dan aku akan membelikan sepuluh set perhiasan untuk mu nantinya"


"Tidak....Tidak.... Perhiasan yang kau kasih untuk mahar ku saja belum pernah aku pakai sama sekali" tolak Aleta.


"Tidak ada penolakan.....!"


"Tapi...."


"Ssstttt....aku akan tetap membelikannya untuk mu dan jika kau ingin memberikannya pada sahabat mu atau siapapun itu bukan urusan ku"


"Huufff.... terserah kau Zou"


"Sini biar aku pakaian kan" kata Kenzou yang Kembali mengambil gelang dari tangan Kenzou dan memasangnya di tangan kiri Aleta.


"Sangat cantik saat kau memakainya"


"Makasih zou" kata Aleta yang memiringkan tubuhnya dan langsung memeluk tubuh tubuh Kenzou yang di sambut oleh Kenzou yang juga memeluknya.


Gelang Aleta yang di kasih Kenzou



***


Jangan lupa Like & Vote♥️.

__ADS_1


__ADS_2