Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Setuju


__ADS_3

Setalah mendengar crita dari sahabatnya tadi malam tentang Kenzou, pagi harinya Aleta turun dengan senyuman yang sangat manis menghiasi wajah cantiknya di tambah dengan make up tipis di wajahnya menambah kesempurnaan kecantikan dari wajah Aleta.


"Pagi Ayah, Bunda" kata Aleta yang langsung mencium pipi Herlangga dan Ratih bergantian, sedangkan Herlangga dan Ratih hanya saling pandang mendapati kelakuan aneh dari putri semata wayangnya itu."


"Yah Aleta mau bicara" kata Aleta yang masih dengan senyuman manisnya.


"Bicara apa?" kata Herlangga yang menatap Aleta sekilas dan melanjutkan sarapannya.


"Aleta mau di jodoh in sama tu kudanil" jawab Aleta yang langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya sedangkan Herlangga dan Ratih menatap Aleta dengan mengerutkan keningnya mendengar kata kata kudanil yang keluar dari mulut sang putri "Maksud Aleta, Aleta mau di jodoh in sana Kenzou"


Kata kata Aleta membuat Herlangga dan Ratih kaget dan saling melempar pandang dan kembali menatap Aleta dengan pandangan bertanya tanya, pasalnya sejak Aleta tau bahwa ia akan di jodohkan ia sudah tidak setuju bahkan ia sempat tidak berbicara pada sang Ayah nya walu untuk menyapa.


"Kamu tidak sedang sakit kan nak?" kata Ratih yang menempelkan punggung tangannya di dahi Aleta, Aleta yang mendapat perlakuan seperti itu dari sang Bunda pun langsung menyingkirkan tangannya bundanya dengan lembut.


"Enggak Bunda Ratih yang cantik, Aleta sehat sehat aja kok" kata Aleta yang melanjutkan mengoleskan selai cokelat pada rotinya.


"Kenapa tiba-tiba kamu mau di jodohkan sama Kenzou? bukannya kamu menolak keras perjodohan ini?" kata Herlangga yang merasa aneh dengan putrinya tidak mungkin Aleta mau menerima perjodohan ini begitu saja.

__ADS_1


"Aleta ingin jadi anak yang nurut sama orang tua, dan kata orang orang pilihan orang tua adalah pilihan yang terbaik bukan?" kata Aleta sambil mengunyah roti yang ada di tangannya.


"Beri ayah alasan yang jelas tidak mungkin kamu bisa menerima perjodohan ini begitu saja kalo awalnya saja kamu menolak keras perjodohan ini" kata Herlangga menatap Aleta dengan tatapan intens.


"Ayah gak percaya amat sama Aleta, Aleta gak ada maksud apa apa kok" kata Aleta berusaha meyakinkan sang ayah.


"Sudahlah yah, yang penting Aleta sekarang setuju dengan perjodohan ini dan kita harus segera berbicara dengan orang tua Kenzou" kata Ratih dengan perasaan senang dan langsung meninggalkan meja makan untuk bersiap siap ke rumah Kenzou bersama Herlangga.


*


Sedangkan Kenzou yang baru saja turun dari lantai dua melihat kedua orang tuanya berbicara dengan seseorang yang membelakangi nya di ruang tamu, nampak dari raut wajah orang tuanya tengah merasa bahagia, Kenzou penasaran dan mendekat ia mendapati orang tua Aleta yang duduk di depan kedua orang tuannya.


"Kabar apa?" tanya Kenzou yang sudah duduk di samping Ana.


"orang tua Aleta ke sini mau kasih tau kalo anaknya sudah setuju dengan perjodohan ini" kata Ana antusias.


Bagai di sambar petir di pagi hari "Demi apa pun ini mamanya bukan kabar gembira tapi ini musibah" batin Kenzou, dengan mata yang membulat sempurna. "Kenapa tu kucing garong bisa setuju dengan perjodohan ini kemarin aja nangis nangis kaya orang gila" batin kenzou yang masih sibuk sendiri dengan pikirannya.

__ADS_1


"Nak kamu kenapa?" Kata Ana menepuk pundak Kenzou.


"Kenapa Aleta setuju? maksud aku kenapa Aleta mendadak setuju bukankah dia yang paling tidak suka dengan perjodohan ini?" bukannya menjawab pertanyaan sang Mama Kenzou malah bertanya kepada ke dua orang tua Aleta.


"Kami juga tidak tau nak Zou tiba tiba saja Aleta setuju, mungkin hatinya sudah di bolak balik kan tuhan sehingga dia mau menerima nya" jawab Ratih.


"Oh tuhan kenapa kau tidak sekalian saja bolak balik kan sama orang orangnya" geram Kenzou dalam hati.


"Bagai mana dengan Nak Zou apakah kamu setuju?" tanya Ratih.


Tapi Kenzou bingung harus menjawab apa di dalam hatinya ia sungguh-sungguh tidak mau menikah dengan Aleta, tapi seketika ancaman sang ayah mengenai tangung jawab perusahaan yang tidak akan ia trima lagi kalo sampai ia tidak setuju dengan perjodohan ini tergiang ngiang di otaknya, Kenzou pun menatap Baskara yang juga sedang menatapnya beberapa saat mata mereka bertemu "Semua keputusan ada di tangan mu" begitulah arti tatapan Baskara.


"Iyah" jawab Kenzou lesu.


"Yang jelas zou!" kata Baskara.


"Iyah saya setuju menikah sama putri anda" kata Kenzou.

__ADS_1


***


Otak Author buntu kalo di terus in tar nyambungnya gimana jadi Author bikin gini aja ya ceritanya maap kalo gk nyambung, Author juga minta saran dan kritikannya untuk karya author ini.


__ADS_2