Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Penyelamat


__ADS_3

Mobil mewah milik kenzou memasuki sebuah pemukiman yang rata rata rumah disitu masih terbuat dari bambu dan hanya ada satu lampu kuning di setiap depan rumahnya, mobil Kenzou berhenti tepat di sebuah rumah yang paling ujung dari pemukiman tersebut. Kenzou dan pria paruh baya tersebut turun dari dalam mobil dan berjalan mendekat ke pintu rumah yang sedikit terbuka.


"permisi..."


Tok...Tok...Tok....


"Permisi...."


"Iyah ada apa?" tanya seorang wanita paruh baya yang keluar dari dalam rumah dan mendapati seorang pemuda gagah dan pria paruh baya yang ternyata tetangganya sendiri.


"Ini Mbah sutinah... tadi saya ketemu sama tuan ini di dekat hutan dan dia teriak teriak di jalan yang ternyata tuan ini sedang mencari istrinya yang hilang, dan saya bawa dia ke sini karena wanita yang ada di rumah Mbah sutinah tadi sangat mirip dengan foto yang tuan ini tunjukan sama saya"


Mbah sutinah melihat Kenzou dari atas sampai bawah ada sedikit keraguan di wajah wanita paruh baya tersebut, Kenzou yang menyadari hall tersebut mulai membuka mulutnya. "Begini buk, Saya mendapatkan Sms dari Istri saya kalo dia tengah di kejar kejar preman di sekitar sini, dan saat saya datang di jalan dekat hutan itu, saya tidak menemukan tanda tanda Istri saya berada di sana, dan bapak ini bilang, kalo ibu yang sudah nyelamatin istri saya saat pingsan di jalanan, apa itu benar?"


"Iyah memang benar saya menolong orang beberapa saat lalu, tapi maaf saya tidak bisa percaya begitu saja dengan anda, siapa tau anda ini salah atu dari sekelompok orang yang tengah mengejar wanita cantik tadi"


"Bukan, saya bukan orang lain buk, saya ini suami sah dari wanita yang ibu tolong tadi, sebentar saya punya buktinya" Mbah sutinah dan pria paruh baya tersebut saling tatap sebelum akhirnya mereka kembali melihat kenzou. Kenzou mengeluarkan ponselnya dari dalam kantong jaket yang ia kenanakan, kenzou masih ingat kalo dirinya masih menyimpan satu foto pernikahannya lengkap beserta orangtuanya.


"Ini..." kenzou menyodorkan ponselnya ke depan wanita paruh baya tersebut dan menunjuk satu per satu orang yang ada di dalam foto tersebut. "Ini papah dan Mama saya, ini saya dan istri saya dan ini ayah dan Bunda mertua saya" jelas Kenzou.


"Dan apa benar wanita ini yang ibu tolong?"


"Iyah betul...ini wanita yang sempat saya tolong tadi"


"Terus di mana istri saya buk...? apa dia ada di dalam?" kata Kenzou menunjuk ke dalam rumah.


"Tadi dia sempat di sini tapi setelah dia siuman dia langsung pergi lagi katanya takut suaminya khawatir, karena dirinya tidak kunjung pulang, saya sudah mencegah wanita itu untuk tidak pergi karena kondisinya yang belum pulih karna banyak luka lebam di tubuhnya di tambah malam semakin larut"


"Jadi istri saya tidak ada di sini...?"desah Kenzou frustasi saat istrinya itu sudah tidak ada di sana.


"Terus Istri saya pergi ke arah mana?" tanya Kenzou yang tidak ingin berlama lamaan karna ia tahu daerah di sekitar situ sangat rawan apa lagi Aleta berjalan seorang diri.

__ADS_1


"Dia ke arah sana....tapi tuan sepertinya istri anda sedang...."


"Ini ada sedikit uang buat ibu sebagai tanda Terimakasih saya, karna ibu sudah menolong Istri saya, dan saya harus segera pergi untuk mencari istri saya, Permisi..." kata Kenzou menjeda ucapan Mbah sutinah, dan menyerahkan beberapa lembar uang pada wanita paruh baya tersebut dan langsung pergi dari rumah Mbah sutinah untuk mencari Aleta.


"Aleta kamu di mana...? apa kamu baik baik saja...?" Kenzou mengusap wajahnya kasar dan sesekali Kenzou memukuk stir mobilnya.


***


Sedangkan Aleta yang sudah pergi dari rumah orang yang menolongnya dan memberikan ia sedikit makanan,walu hanya singkong rebus setidaknya kini perutnya sudah lebih baik dan tubuhnya juga sudah lumayan kuat untuk melanjutkan perjalanan, Aleta terus berjalan tanpa tau arahnya dan sesekali Aleta berhenti untuk istirahat.


"Kenapa aku tidak sampai sampai di kota sih...mana malam semakin larut." kata Aleta manatap sambil mendongakkan kepalanya ke atas melihat bulan dan bintang bintang yang berkelap kelip.


"hiks...hiks...Ayah tolong jemput Aleta yah... Aleta takut...hiks... hiks..." Aleta duduk di pinggir jalan sambil mengusap kakinya yang terasa sangat pegal karena terus berjalan dari tadi.


"Bunda....Aleta lapar Bun... hiks...hiks...."


"Zou kamu sebenarnya cari in aku gak sih...apa jangan jangan kamu lagi sama wanita itu...?"


Aleta melihat kanan dan kirinya, jalanan yang sangat sepi dan gelap, di tambah angin malam yang menusuk tulang membuat Aleta menggigil kedinginan.Aleta berdiri dari duduknya dan melanjutkan perjalanannya, baru tiga langkah Aleta berjalan, Aleta mendengar suara seseorang dari arah belakangnya.


"Hei...!! jangan lari...!!" Teriak pereman tersebut saat melihat wanita yang ia cari tengah berjalan seorang diri.


Aleta yang melihat kedua pereman Tersebut langsung lari dengan sekuat tenaga, ia tidak ingin di jadikan bahan Sandraan Tiara untuk yang kedua kalinya, Aleta terus berlari tanpa menghiraukan suara kedua pereman yang menyuruhnya untuk berhenti, karna keadaan Aleta yang belum sepenuhnya pulih Aleta berhasil tertangkap oleh kedua pereman yang mengejarnya.


"Aaa....lepas....." teriak Aleta kaget,saat kedua orang tersebut berhasil menangkapnya.


"Dasar wanita sialan...!! biasanya bikin repot saja...!!" bentak pereman tersebut.


"Saya mohon lepaskan saya...Giii-gini saja tolong lepaskan saya, dan saya akan kasih berapapun uang yang kalian minta,asalkan lepaskan saya..." kata Aleta yang sudah tidak punya cara lain lagi.


"Apa kamu pikir kita berminat dengan tawaran bodoh mu itu...!!! bayaran kita lima kali lipat lebih besar kalo kami berhasil menangkap perempuan seperti dirimu ini!!" kata pereman tersebut menyeret Aleta kembali masuk ke dalam hutan.

__ADS_1


"Lepas....tolong.....!! tolong.....!!"


"Brisik....!! percuma kamu teriak sampai mulut mu itu berbusa pun, tidak akan ada satupun orang yang akan mendengarnya"


"Lepas.....tolong....!!" teriak Aleta semakin kuat berharap ada satu orang saja yang bisa mendengar teriakannya dan menolongnya.


BUUUK....


BUUUK....


BUUUK....


Seseorang dari arah belakang kedua pereman tersebut memukul satu per satu pereman tersebut dengan membabi buta, sampai sudut bibir kedua pereman yang menculik Aleta mengeluarkan darah segar, bukan hanya itu wajah kedua pereman yang menyeret Aleta tadi sampai babak belur.


"Pergi kalian dari sini dan jangan pernah gangu wanita itu lagi....!!! kalo tidak aku pastikan nyawa kalian akan melayang saat itu juga!!" Raung pria tersebut.


Sedangkan Aleta tidak bisa melihat dengan jelas siapa pria yang telah menolongnya karna padangannya yang kembali kabur, Aleta berusaha melihat pria yang telah menolongnya yang sedang berjalan mendekat ke arahnya dan ingin mengucapkan terimakasih, tapi wajah pria tersebut tidak terlihat dengan jelas sampai Aleta pingsan untuk ke dua kalinya.


"Aleta....." pria tersebut memeluk erat tubuh Aleta yang akan jatuh ke tanah dengan satu tangan yang menepuk pelan pipi Aleta.


"Aleta bangun...ini aku Brian..."


"Aleta...bangun, buka matamu Ale..."


"Ya tuhan... tubuhnya dingin sekali" kata Brian yang merasakan tubuh Aleta sangat dingin yang berada di pelukannya, Brian langsung mengendong Aleta masuk ke dalam mobilnya dan mendudukkan di bangku samping kemudi. Brian langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit terdekat.


"Kenzou...."


"Zou...." Brian yang mendengar Aleta memanggil nama seseorang menoleh dan Brian mendapati Aleta dengan mata yang tertutup sambil mengingau menyebut nama seseorang.


"Zou...? siapa dia? apa dia suami Aleta...?" Kata Brian yang masih memandangi wajah Aleta.

__ADS_1


***


Jangan lupa like & Vote yang banyak okey...🤗♥️


__ADS_2