Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Kabar Bahagia untuk Kenzou


__ADS_3

Setalah kejadian di ruangan bawah tanah itu Kenzou mendapatkan kabar bahwa Tiara meninggal dunia saat terus menerus mendapatkan siksaan dari anak buah Kenzou, dan Anindita wanita itu mengalami gangguan mental yang sangat parah setelan delapan pria itu mengulirnya secara bergantian membuatnya sekarang berada di salah satu rumah sakit jiwa dan mendapatkan penanganan yang cukup serius.


Sedangkan keluarga Tiara yang mendapatkan kabar bahwa putri semata wayangnya mereka meninggalkan bersamaan dengan perusahaan mereka yang sudah bangkrut dan rumah yang sudah di segel oleh pihak bank membuat keluarga Tiara lontang lantung tidak tau arah di jalanan.


Sedangkan Ayah Anindira meninggal dunia karena mengalami serangan jantung saat mendengar kabar perusahaannya gulung tikar dalam sekejap mata, bahkan Ayah Anindira meninggal belum mendengar keadaan putrinya yang mengidap gangguan jiwa itu.


Kenzou yang duduk di atas kasur dengan menyandarkan punggungnya di headboar tempat tidur tersenyum sangat puas setelah mendapatkan informasi itu di tambah video yang di kirim Alan mengenai kondisi Anindira yang sangat sangat memprihatikan.


"Itu pelajaran buat kalian yang sudah coba coba untuk melukai orang yang sangat berharga untuk ku!" ujung bibir Kenzou membentuk sebuah senyuman dengan mata yang masih melihat layar ponselnya.


Aleta yang baru saja masuk ke dalam kamarnya setelah memutuskan untuk mengambil es krim di lantai satu melihat Kenzou yang sangat aneh yang tengah senyam senyum sendiri di atas kasur.


"Zou" panggil Aleta dengan berjalan ke arah ranjang di mana suaminya itu berada.


"Sayang? sini" Kenzou menaruh hp nya di atas nakas dan menepuk ranjang di sebelahnya agar Aleta naik ke atasnya.


"Kamu kenapa?" dengan memakan es krim di tangannya Aleta bertanya pada suaminya itu.


Sebelum Kenzou menjawab pertanyaan Aleta dengan jahilnya Kenzou memakan es krim di tangan Aleta.


"Kenzou! itu es krim ku! kembalikan!" kesal Aleta yang tidak terima es krimnya di makan.


"Yah...udah habis" ucap Kenzou dengan membuka lebar mulutnya memperlihatkan mulutnya yang sudah kosong.


"Kenzou!!" teriak Aleta dengan menjauhkan es krimnya dari Kenzou saat sang suami kembali ingin memakan es krim miliknya.


Kenzou yang suka sekali melihat wajah kesal Aleta tertawa dengan sangat lebar dengan menarik tubuh Aleta agar masuk ke dalamnya, "Uluh Uluh istriku marah? iyah?" ucap Kenzou seperti menenangkan anak bayi.


"Jangan marah nanti kita beli baju keluaran terbaru" ucap Kenzou saat melihat wajah kesal Aleta yang mencueki nya.


Aleta melirik suaminya itu, "Bener?" tanya Aleta memastikan.


"Apa sih yang gak buat istriku yang satu ini?" Kenzou menoel hidung mancung Aleta gemas.


"Mau dua" ucap Aleta dengan menunjukan jarinya yang membentuk angka dua.


"Sama tokonya juga boleh" ucap Kenzou membuat Aleta memutar bola matanya jengah.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku, kamu kenapa tadi senyam senyum sendiri lihat hp pula" ucap Aleta menatap wajah Kenzou.


Tapi belum juga Kenzou mengeluarkan suaranya, suara Aleta dengan cepat lebih dulu terdengar, "Kamu punya simpanan ya? atau kamu selingkuh sama sekertaris kamu!!"


Kenzou membulatkan matanya tidak percaya akan omong kosong istrinya itu, bagaimana bisa dirinya selingkuh kalo saja sekertaris adalah Alan?, "Sayang bukan"


"Jujur!" potong Aleta dengan tatapan kesalnya.


"Aku gak selingkuh sayang" ucap Kenzou berusaha berkata jujur.


"Jujur aku bilang!" Aleta yang masih gk percaya masih memaksa suaminya itu untuk jujur.


"Demi tuhan aku gak selingkuh kalo saja sekertaris ku Alan, ya kali aku selingkuh sama Alan aku masih normal sayang ku..." ucapan Kenzou membuat Aleta baru sadar kalo sekertaris Kenzou sekarang bukan lagi perempuan.


"Terus kenapa kamu senyam senyum sendiri?" ucap Aleta yang tidak ingin merasa malu.


Kenzou kembali menarik tubuh Aleta agar masuk ke dalam pelukannya di usapnya lembut pucuk kepala Aleta sebelum ia menciumnya, "Aku senyum senyum sendiri itu karena aku baru mendapatkan informasi kalo apartemen yang aku bangun di paris sudah laku setengahnya dan Alan memperkirakannya akan langsung habis terjual saat peresmian nanti" ucap Kenzou yang terpaksa berbohong.


Aleta yang mendengar kata Paris di sebut oleh suaminya melonggarkan pelukannya untuk melihat wajah Kenzou, "Paris?" ucap Aleta dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


Kenzou yang tau kalo Aleta suka sekali dengan kota itu menganggukan kepalanya.


"Aku mau ke Paris Zou" ucap Aleta antusias.


Kenzou tersenyum dan kembali menarik tubuh Aleta, "Kamu tengah hamil sayang, dan aku gak mungkin bawa kamu ke Paris karena itu membutuhkan waktu yang sangat panjang dan aku tidak mau terjadi apa apa sama kamu di perjalanan nanti"


"Tapi aku baik baik saja" ucap Aleta.


"Iyah aku tau kamu baik baik saja, tapi kalo sampai di dalam pesawat kamu mengalami kontraksi bagaimana?" ucap Kenzou berusaha memberikan pengertian kepada Aleta.


Aleta menghela nafas pelan karena gagal untuk pergi ke Paris untuk melihat kota romantis itu untuk kedua kalinya, dan membenarkan ucapan Kenzou barusan.


Kenzou yang tau Aleta merasa sedikit kecewa mengusap perut buncitnya, "Nanti kalo baby boy sudah lahir kita pasti ke Paris"


"Tapi pasti gak pas saat peresmian apartemen mu" ucap Aleta dengan nada sedihnya, "Dan aku gak mau kamu tinggal Zou" Aleta kali ini memeluk tubuh suaminya itu dari samping karena ia tidak mau Kenzou meninggalkannya.


Kenzou mengecup kepala Aleta, "Aku gak akan ninggalin kamu sayang"


"Terus peresmian apartemen nya gimana? gak mungkin kamu gak ke sana?" tanya Aleta dengan menatap wajah suaminya.


"Ada Alan, nanti Alan yang akan mengurus semuanya" ucap Kenzou tersenyum membuat senyuman itu menular ke Aleta.


"Jadi nanti kita pergi ke sana bertiga?" tanya Aleta dengan tatapan lucunya.


Kenzou menganggukan kepalanya, "Iyah nanti kita kesana bertiga" jeda Kenzou dengan mendekatkan wajahnya ke telinga Aleta, "Sekalian buat adik untuk baby boy"


Aleta membulatkan matanya mendengar bisikan dari suaminya itu,di cubitnya pinggang kenzou bukannya meringis kesakitan Kenzou malah tertawa dengan sangat kencang memenuhi isi kamarnya.


"Dasar mesum!" kesal Aleta dengan tangan yang masih mencubit pinggang suaminya itu.


"Bukan mesum sayang tapi kebutuhan" ucap Kenzou membuat Aleta semakin menjadi jadi.


"Ampun Aleta ampun"


"Ini hukuman untuk ke mesuman kamu itu!"


"Dan ini hukuman buat bumil" Kenzou menggelitik tubuh Aleta membuat Aleta menggeliat karena gelitikan suaminya itu.


"Hahaha....ampun ampun" ucap Aleta yang berusaha menghindar tapi Kenzou menahannya.


"Mau lari kemana sayang?" ucap Kenzou yang masih dengan kejahilannya.


Sampai Aleta terlentang di atas kasur karena rasa geli yang ia rasakan dengan wajah Kenzou yang berada tepat di atas wajah Aleta, sesaat Kenzou menghentikan aktivitas menatap wajah Aleta yang di halangi beberapa helai benang.


Sesaat Aleta juga berhenti tertawa, tatapan mata keduanya saling bertemu senyuman menghiasi wajah keduanya. tangan Kenzou menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Aleta di dalam hati Kenzou terus memuja kecantikan sang istri.


"Kamu cantik Aleta" puji Kenzou.


"Apa kamu baru tau kalo aku cantik? bahkan aku sudah cantik saat aku baru saja lahir" ucap Aleta dengan bangganya membuat Kenzou terkekeh akan kesombongan sang istri.


"Dan aku mencintaimu" ucap Kenzou


"Aku lebih duu mencintaimu" balas Aleta.


"Dan kau berhasil membuat ku terperangkap ke dalam nya"


"Karena itu rencana utamaku" ucap Aleta yang tidak mau kalah membuat Kenzou terkekeh akan hall itu dan perlahan Kenzou mendekatkan wajahnya ke wajah Aleta.

__ADS_1


Aleta yang tau akan arti itu membiarkan Kenzou mendekatkan wajahnya dan ia membuka diri dengan sangat lebar untuk menerima ciuman sang suaminya, keduanya dapat merasakan deru nafas keduanya yang saling mengenai wajahnya.


tinggal satu centi lagi bibir itu bertemu bunyi ketukan pintu kamar keduanya terdengar membuat Kenzou mengumpat di dalam hatinya.


"Zou ada yang ketuk" ucap Aleta dengan wajah Kenzou yang masih di atasnya.


"Gak usah di dengarkan" balas Kenzou yang langsung mendaratkan ciumannya di bibir merah milik Aleta dengan pintu yang masih di ketuk dari luar sana.


Tok...tok...tok...


"Kenzou....Aleta...." panggil seseorang dari luar sana dengan cukup keras.


Aleta mendorong tubuh suaminya itu agar sedikit menjauh membuat Kenzou menghela nafas panjangnya.


"Belum selesai Aleta" ucap Kenzou dengan nafas kecewanya.


"Ada yang manggil Zou" kata Aleta dengan menunjuk pintu kamarnya.


"Baru juga mulai" kesal Kenzou.


"Tapi..."


"Sebentar saja, nanggung banget" ucap Kenzou saat tongkat saktinya sudah mengeras di bawah sana.


Tanpa menunggu persetujuan Aleta Kenzou kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Aleta ia sudah tidak menghiraukan gedoran pintu tersebut.


Ceklek...


"Kenzou! Ale...." Ana tidak jadi melanjutkan kalimatnya saat melihat putranya itu sudah siap memangsa menantunya.


Aleta yang mendengar pintu kamar terbuka mendorong tubuh Kenzou dan langsung mendudukan tubuhnya dan terlihat di mana Ana tengah berdiri di ambang pintu.


"Mama?" kata Aleta dengan nada malunya.


Sedangkan Kenzou menatap Ana dengan sedikit kesal karena rencana bergoyang rianya di sore hari harus tertunda.


"Mama gak lihat, tadi mama lihat... lihat....iyah lihat vas bunga cantik banget vas bunganya" ucap Ana beralih menatap vas bunga di kamar anaknya saat mendapatkan tatapan kesal dari putra semata wayangnya itu.


"Apa pah? mau kopi? iyah mama turun sekarang" ucap Ana pura pura sang suami memanggilanya, padahal itu hanya trik agar dirinya bisa langsung pergi dari kamar anak dan menantunya.


"Tuh kan di lihat mama" kini gantian Aleta yang kesal dan langsung bangun dari atas ranjang tapi dengan cepat Kenzou menahan lengan Aleta saat istrinya itu mau melangkah ke arah pintu.


"Terus nasib aku gimana?" tanya Kenzou dengan wajah sedihnya karena nasib tongkatnya di gantungkan begitu saja.


"Apa sih Zou, ada Mama sama Papah"


"Tapi Aleta..."


"Nanti malam" potong Aleta tidak ingin berlama lamaan dengan suaminya itu tidak ingin membuat mertuanya menunggu dan Aleta yakin bunda dan Ayahnya juga ada di bawah karena kedua calon oma itu selalu datang kerumahnya secara bersamaan.


"Sekarang ya" nego Kenzou.


"Nanti malam!"


"Sekarang sayang"


"Nanti malam atau liburan satu Minggu" ancam Aleta yang tidak punya cara lain.

__ADS_1


"Iyah nanti malam, nanti malam"


"Sekarang turun yuk" ajak Kenzou yang langsung berdiri dari tempatnya dengan sigap, menari tangan Aleta lembut keluar dari kamar hall itu sukses membuat Aleta menahan tawanya.


__ADS_2