
Setalah sarapan Aleta meminta bik Sum untuk mengantarkannya ke rumah sakit terdekat untuk melakukan USG karena Aleta belum paham benar daerah situ, Aleta mengusap perutnya lembut saat duduk di kursi rumah sakit untuk menunggu antrian bersama beberapa ibu ibu hamil yang perutnya sudah mulai membesar, Aleta benar benar tidak mau kehilangan momen momen seperti ini, baginya anaknya adalah anugrah terindah yang di kasih tuhan untuk dirinya.
"Alhamdulillah janinnya sehat Nona...."
"Apa gambarnya mau di print?" tanya dokter tersebut yang di iyakan oleh Aleta.
Aleta menatap foto USG anaknya yang berada di tangannya sambil mengusap gambar yang belum terlihat jelas itu dengan perasaan campur aduk.
"Makasih sudah mau di hadir di rahim Mommy sayang" batin Aleta dengan tangan satunya lagi mengusap perut Aleta.
"Apa selama hamil ini anda memiliki keluhan Nona?" tanya dokter kandungan tersebut.
"Saya selalu merasa mual di pagi hari yang membuat ***** makan saya kadang hilang dok" kata Aleta yang duduk di depan dokter kandungan dengan meja yang menjadi penghalangnya.
Dokter tersebut hanya diam, karena saat melihat umur Aleta yang masih muda, membuatnya paham kalo ini adalah kehamilan pertama Aleta. "Kalo boleh saya tau Nona merasakan mual kapan saja?" tanya dokter tersebut.
"Saat pagi hari dok"
Dokter tersebut mengangguk paham sebelum kembali berbicara. "Mual menjadi keluhan yang paling sering dialami ibu hamil saking rutinnya terjadi, mual sudah menjadi semacam indikator kehamilan meski sebenarnya tidak semua wanita hamil akan mengalaminya, Pada trimester pertama kehamilan, ibu hamil memang sangat wajar mengalami sensasi mual dan muntah, terlebih pada pagi hari. oleh sebab itu, gejala mual dan muntah ini juga sering kali disebut sebagai morning sickness."
"Untuk mengurangi rasa mualnya Nona bisa menyuruh suami Nona untuk membuatkan air jahe, atau air lemon untuk mengurangi mualnya" kata dokter tersebut yang membuat Aleta hanya tersenyum canggung ke dokter kandungan tersebut.
"Ini resepnya vitaminnya nona, bisa di tebus di apotik dan minumnya juga harus teratur sama jangan lupa susu hamilnya harus tetap di minum agar janinnya kuat" kata dokter tersebut menyerahkan secarik resep vitamin kepada Aleta.
"Makasih dok" kata Aleta yang langsung melangkah keluar dari ruangan dokter kandungan dengan menghela nafas pelan.
"Non...." panggil bik Sum saat melihat Aleta berjalan dengan menundukkan kepalanya menatap perutnya. "Non Aleta kenapa?" tanya bik sum khawatir.
"Aleta gak papa bik, Aleta cuma gak sabar menunggu perut Aleta besar seperti ibu ibu itu" kata Aleta menatap beberapa ibu ibu hamil yang tengah mengantri bersama suami mereka masing masing untuk melihat tumbuh kembang janin yang ada di dalam perut sang istri.
"Yak ampun non...bibik pikir non Aleta kenapa" kata bik sum lega dan Aleta hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Aleta mau nebus Vitamin, bibik mau ikut? apa mau langsung kembali ke mobil?" tanya Aleta.
"Bibik ikut non saja, bibik takut non kenapa napa" kata bik sum.
***
Tidak terasa sudah dua Minggu Aleta pergi meninggalkan Kenzou sendirian, dan selama dua minggu itu juga sifat Kenzou berubah, kalo dulu sifat Kenzou sedikit demi sedikit sudah kembali seperti sedia kala, kini sifat Kenzou berubah menjadi arogan.
Di gedung pencakar langit tepatnya di ruangan CEO Kenzou tengah mengecek beberapa berkas yang di kasih Bella kepadanya, suasana yang tadinya tenang berubah menjadi tegang
Brak.....
__ADS_1
Kenzou melempar berkas berkas yang di kasih bela dengan begitu kasar di meja kebesarannya.
"Apa kau tidak bisa bekerja...?! mengerjakan hall begini saja kau tidak becus...."
"Lihat ini....lihat!!"
"Kenapa masih ada yang salah hah....." bentak Kenzou dengan jari telunjuk menujuk nujuk berkas yang ia lempar tadi, sedangkan Bella yang belum pernah melihat kemarahan Kenzou hanya diam menundukan kepalanya.
"M—maaf tuan....S—saya akan membenarkannya kembali"
Kenzou melempar berkas tersebut tepat mengenai tubuh Bella. "Keluar dari ruangan ku...."
"B—baik tuan" Bella keluar dari ruangan Kenzou dengan kaki yang bergetar menahan rasa takut, bagaimana tidak, ia sudah bolak balik menyerahkan berkas itu selama lima kali ke ruangan Kenzou dan tidak ada satupun yang benar.
"Aghhhh....." Kenzou mengusap wajahnya kasar saat pintu ruangannya tertutup. "Kenapa aku jadi seperti ini.... kenapa Aleta selalu datang di otak ku setiap saat..." Kenzou meremas rambutnya yang sudah tertata rapi.
"Dasar Kudanil jelek....." ejek Aleta dan berlari mengelilingi kamar. "Ayo...kalo bisa kejar aku...."
"Dasar kucing garong nakal...." kata Kenzou yang juga mulai ikut berlari mengelilingi kamar mengejar istrinya itu.
"Kena kamu....Kamu benar benar nakal Ale...dan aku akan memakanmu untuk memberikan hukuman yang pas karena kau sudah mengejek suami mu ini"kata Kenzou memeluk tubuh Aleta dari belakang dan membawanya ke atas kasur.
"Aaa.... tidak.... tidak..... tidak.....,aku tidak mau Zou....lepas... " kata Aleta yang berontak di bawak kungkungan Kenzou.
"Aghh....." Kenzou membanting apapun yang ada di dekatnya hingga berceceran di atas lantai saat bayangan Aleta kembali singgah di otaknya.
"Keluar Ale...keluar dari otak ku sekarang juga...." teriak Kenzou sambil memukul mukul kepalanya sendiri.
Bahkan Kenzou ingin membanting laptop miliknya yang tersisa di atas meja, tapi laptop itu berada di atas tangan Kenzou sudah di pegang oleh seseorang.
"Tuan...apa anda sudah gila? di dalam sini ada berkas berkas penting tuan" kata Alan yang langsung mengambil laptop dari tangan Kenzou, dan menaruhnya di tempat yang aman.
Tapi baru saja Alan meletakan laptop Kenzou di tempat yang aman Kenzou sudah kembali memukul kepalanya dengan telapak tangannya.
Alan yang melihat Kenzou masih memukul mukul kepalanya sendiri melangkah dengan capat ke meja kerja Kenzou. "Tuan...cukup tuan...jangan menyakiti diri anda sendiri tuan..." kata Alan memegang ke dua tangan Kenzou yang terus memukul kepalanya.
"Dia tidak mau keluar dari kepalaku Alan....aku bisa gila lama lama kalo seperti ini terus..." lirih Kenzou.
Alan yang tau siapa yang di maksud Kenzou hanya diam, dan melihat Kenzou dengan tatapannya yang kosong. Sesaat kemudian Kenzou berdiri dari kursi kebesarannya dan melangkah keluar dari ruangan kerjanya.
"Tuan...." Panggil Alan yang juga mengikuti langkah kaki Kenzou yang masuk ke dalam lift, ia tau pasti Kenzou akan pergi ke club untuk memenangkan dirinya.
Kenzou terus melangkahkan kakinya keluar dari dalam kantor tidak menghiraukan suara Alan yang terus meneriaki namanya dari arah belakang, Kenzou masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobilnya dengan kasar, Alan yang melihat itu langsung berlari dan masuk ke dalam mobil Kenzou duduk di kursi samping kemudi.
__ADS_1
"Zou...apa kau sudah gila?" kata Alan saat Kenzou mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.
"Pelan pelan Zou...." kata Alan yang menyesal ikut masuk ke dalam mobil atasan sekaligus sahabatnya itu.
"Tuhan...aku belum mau mati, kalo kau menakdirkan kematian kepada ku hari ini setidaknya biarkan aku melepas keperjakaan ku dulu tuhan...." kata Alan meremas setbel yang ada di tubuhnya.
Sedangkan Kenzou mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh sesekali Kenzou menyalip dua mobil sekaligus yang juga sedang berjalan dengan kecepatan penuh, Kenzou tidak menghiraukan suara kelakson yang memberikannya peringatan untuk tidak ngebut, tapi Kenzou menebalkan telinganya itu dan masih mengemudikan mobil dalam kecepatan tinggi.
Sampai mobil Kenzou berhenti tepat di sebuah club yang sering ia kunjunginya, Alan yang menyadari mobil Kenzou sudah berhenti perlahan membuka matanya yang sedari tadi ia tutup, saat Alan menoleh ke samping kemudi ia melihat Kenzou sudah turun dari dalam mobil.
"Sialan, Kenzou membuatku merasakan menjemput ajal ku sendiri" kata Alan yang langsung turun dari dalam mobil dan mengikuti langkah kaki Kenzou.
"Bawakan aku satu botol wine" kata Kenzou saat satu wanita menghampirinya yang langsung pergi setelah mendapatkan pesanan Kenzou, tidak berselang lama dari itu wanita tersebut datang dengan botol wine di tangannya.
Kenzou langsung meneguk wine yang ada di dalam botol tersebut tanpa menuangnya dulu ke dalam gelas, Sedangkan Alan yang baru saja datang langsung merampas botol wine dari tangan Kenzou.
"Bukan gini Zou cara nyelesain masalah....." kata Alan yang membuat Kenzou memekik kesal saat botol wine miliknya tiba tiba saja di rampas oleh Alan.
"Balikin..." kata Kenzou penuh penekanan dengan sorot mata geramnya.
"Zou...dengerin gue, semua masalah di dunia ini ada jalan keluarnya, dan gue yakin lo bisa nemuin jalan keluar itu untuk hubungan rumah tangga lo"
"Cih...."
"Rumah tangga?" kata Kenzou sinis sambil menatap Alan yang tengah berdiri di depannya dengan sudut bibir yang membentuk sebuah senyuman "Sekarang gue tanya sama lo...hall apa yang harus gue pertahanin dalam rumah tangga gue?"
Alan mengelengkan kepalanya tidak menyangka sahabatnya itu bisa berkata seperti itu. "Dasar gila....."
Buk.....
Alan mendaratkan satu bogem mentah tepat di pipi Kenzou, yang membuat Kenzou mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan cairan berwarna merah, beruntung saat itu keadaan club tidak begitu ramai seperti biasanya
"Lo masih punya calon anak lo yang ada di kandungan Aleta....." kata Alan tepat di depan wajah Kenzou yang membuat Kenzou langsung mematung.
"Anak...?" lirin Kenzou dengan tatapan mata kosong, dan tiba tiba saja hati kecilnya sangat merindukan Aleta, selama ini ia berusaha mengeluarkan Aleta dari dalam pikirannya, tapi saat mendengar kata anak yang keluar dari dalam mulut Alan membuat Kenzou tiba tiba saja merasa bersalah.
"Kalo saat itu kandungan Aleta berusia dua Minggu seharusnya sekarang ini usia kandungannya sudah berusia satu bulan, apa Aleta baik baik saja di luar sana? apa dia merasakan mual seperti yang di katakan Dokter saat itu?"
"Agh.....aku ini kenapa!!! bukankah dia sendiri yang meminta pergi dari rumah....dan sekarang kenapa perasaan ku campur aduk seperti ini....."
***
Jangan lupa Like, Vote Komen dan Beri hadiah 🤗♥️.
__ADS_1