
Pagi harinya seperti biasa Aleta memasak untuk sarapan pagi sebelum suami sultannya itu berangkat bekerja, setelah semua makanan tertata rapi di atas meja Aleta berniat untuk naik ke lantai dua untuk membersihkan dirinya dan berniat untuk menemani sahabatnya itu seperti janjinya kemarin.baru satu anak tangga yang ia injak bell rumahnya sudah berbunyi.
"Siapa sih pagi pagi gini bertamu?" kata Aleta yang berjala menuju pintu utama.
Betapa terkejutnya Aleta saat melihat lima orang wanita paruh baya yang bisa mungkin umurnya sudah di atas kepala empat, sambil membawa tas besar di tangan mereka masing masing.
"Kalian siapa?" tanya Aleta bingung menatap lima orang yang berdiri di depan rumahnya itu.
"Kami art dari yayasan mbak,yang di pesan tuan Kenzou" kata salah satu dari mereka yang berbaris paling depan.
"Oh, silahkan masuk" kata Aleta mempersilahkan lima orang itu masuk ke dalam rumahnya. "sebentar ya saya panggil suami saya dulu" kata Aleta yang langsung bergegas naik ke lantai dua
Tok.....Tok....Tok.....
Aleta mengetok pintu kamar Kenzou dengan kencangnya. "Kenzou buka....Tok....Tok....Tok...."
Aleta terus mengetuk pintu itu dengan keras sampai sang penghuni geram dan membuka pintunya, tapi sialnya Aleta tidak tau kalo pintu sudah di buka dan Kenzou hanya mengunakan sehelai benang di pinggangnya karna baru saja selesai mandi, sangking semangatnya mengetuk pintu Kenzou hingga dada bidang Kenzou kena pukul tangan Aleta.
"Au.....lo gila ya?" kata Kenzou memegang dadanya yang kena pukul.
"Aaaaaaa" teriak Aleta yang menutup mata dan langsung berbalik badan sedangkan Kenzou menutup ke dua telinganya karna teriakan Aleta. "Baju lo mana kudanil hah!" kata Aleta sambil membelakangi suaminya itu.
"Ngapa in lo gedor gedor kamar gue?" bukannya menjawab Kenzou malah balik tanya.
"Di bawah ada utusan lo yang udah datang beserta bala balanya" kata Aleta yang masih membelakangi suaminya itu.
"Utusan?, bala bala?" Kenzou menekuk keningnya bingung dengan ucapan Aleta.
"Udah sana lo masuk kamar pakai baju lo!, gara gara lo mata suci gue ternodai" kata Aleta yang melangkah masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Sok ternodai,padahal tontonannya aja cucu cucu kakek sugiono" kata Kenzou yang langsung masuk ke dalam kamarnya.
Kenzou yang sudah rapi dengan setelan jasnya turun lebih dulu, ia penasaran siapa yang di maksud Aleta, saat Kenzou turun ke lantai satu Kenzou melihat lima orang wanita paruh baya yang tengah berdiri dan saling berbicara satu sama lain.
"Siapa kalian?" Suara Kenzou membuat lima orang itu langsung diam dan menatap Kenzou.
Kelima orang itu menatap Kenzou dari atas sampai bawah. "Apakah pangeran ini jodoh ku?" bisik art berstatus janda itu kepada temannya.
"Dianya yang ogah sama kamu!" kata temannya dengan berbisik juga.
"Dia itu jodohku lihat saja mukanya sama muka ku hampir sama" kata art yang belum menikah di umurnya yang sudah menginjak kepala empat itu kepada temannya sambil memegangi mukanya.
'
"Bok yo ngaca sek!, rupamu itu lo yok ketek kecepit kelek (Coba ngaca dulu!, mukamu itu lo kaya monyet kecepit kelek)" kata art orang asli Jawa.
"Udah udah jangan mimpi tinggi tinggi, nanti jatuh nanges" kata art yang otaknya cerah, secerah matahari.
Aleta yang sudah rapi dan hendak turun mengehentikan langkanya,menatap lima orang wanita itu dari lantai atas, wanita wanita pekerja yang di datangkan langsung dari yayasan itu menatap suaminya itu tanpa berkedip sedikit pun, dengan langkah cepat Aleta menuruni anak tangga dan mendekat ke arah Kenzou.
"Sayang" kata Aleta memegang lengan Kenzou, kelima art itu saling pandang satu sama lain dan mereka tidak menyangka bahwa laki laki yang di pikiran mereka masih sendiri malah sudah mempunyai istri, lenyap sudah impian mereka ingin menjadi istri Kenzou.
Kenzou melirik Aleta dengan tingkah anehnya. "Apa dia ketempelan jin tomang saat di kamar mandi?"batin Kenzou.
Kenzou kembali bertanya dengan lima wanita yang berdiri menatapnya. "Siapa kalian? dan kenapa kalian ada di rumah ku?"
"M-maaf tuan, kami art dari yayasan yang anda pesan"
"Oh..." kata Kenzou ber-o ria. "Perkenalkan diri kalian satu persatu?" tanya Kenzou.
__ADS_1
"Nama saya Iyem tuan, umur saya 42 tahun janda anak satu" kata Iyem.
"Nama saya Inem tuan, umur 40 tahun ibu dari anak satu" kata Inem.
"Nama saya Juminten tuan biasa di panggil Jumi, umur 45 tahun masih ting ting" kata Jumi dengan sedikit centil.
"Nama saya Sri tuan, umur 40 tahun ibu dari dua orang anak" kata Sri.
"Kalo saya Parinah tuan, umur 41 tahun ibu dari dua orang anak" kata Parinah.
"Ok.....Saya kira kalian sudah tau tentang apa yang harus kalian lakukan di rumah ini, dan saya minta bersihkan setiap sudut ruangan ini dengan bersih, saya tidak mau ada debu" lanjut Kenzou.
"Baik tuan"
"Aleta tunjukan kamar mereka" kata Kenzou yang d angguki oleh Aleta.
Aleta berjalan terlebih dahulu dan di ekori lima art itu dari belakang.
"Ini ada tiga kamar jadi salah satu di antara kalian bisa tidur sendiri" kata Aleta menunjukan kamar art.
"Baik Nona"
"Gak usah panggil Nona Nona segala, panggil aja Mbak kaya tadi pagi lebih enak di denger telingga" kata Aleta tersenyum ramah.
"Baik Non,,, Ehh Mbak maksud saya"
"Ya sudah kalian bisa istirahat dulu di kamar, dan kebetulan hari ini saya sama suami saya mau pergi keluar dan bisa di perkirakan pulangnya jam lima sore jadi saya nanti nitip rumah ya?" kata Aleta.
"Baik Mbak"
__ADS_1
***
Like & Vote