Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Kemarahan Baskara.


__ADS_3

Kenzou yang terlalu banyak minum kemarin membuatnya baru bisa bangun dari tidur panjangnya di pagi hari dengan kepala yang terasa sangat pusing.


"Au..." ringis Kenzou sambil memegang kepalanya yang terasa berdenyut hebat, dan mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar sampai Kenzou tau ia sedang berada di dalam kamar tamu.


Kenzou menatap jam di dinding kamar yang menujukan pukul tujuh pagi, "Aku ini kemarin tidur apa mati sih?" kata Kenzou yang mengingat bahwa ia berada di Club siang hari dan sudah berada di kamar dan bangun di pagi hari. Kenzou menyibakkan selimut yang membalut tubuhnya dan melangkah tertatih tatih menuju kamar mandi menyegarkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.


Dua puluh meniti Kenzou sudah rapi dengan kaos oblongnya dan celana kolor, dan memutuskan untuk keluar dari dalam kamar menuju meja makan, di mana di meja makan masih ada Baskara dan Ana yang masih menikmati sarapan pagi, karena hari weekend seperti biasa semua keluarga kumpul di rumah.


"Pagi Pah...Mah..." sapa Kenzou yang langsung menarik kursi di samping Mamanya, Memang setalah kepergian Aleta hari itu Kenzou menjadi sangat kacau setiap hari pulang dalam ke adaan mabuk yang membuat Ana menyuruh Kenzou kembali tinggal di rumahnya, walau awal awal Kenzou menolak untuk tidak tinggal bersamanya lagi, tapi karena Ana memiliki berbagai macam jurus membuat Kenzou memilih mengalah dan mengiyakan permintaan sang Mama dari pada harus berdebat kalo pada akhirnya sang Mama lah yang jadi pemenang.


Tangan Kenzou meraih roti dan mengoleskan selai kacang pada rotinya itu. "Zou" suara bas Baskara membuat Kenzou menatap sang Papah yang juga menatapnya.


"Iyah Pah" jawab Kenzou sebelum ia mengigit rotinya.


"Papah mau kamu cari Aleta sekarang! Papah gak mau kalo terlalu lama Aleta di luar sana dan Herlangga sampai tau, Papah yakin dia akan sangat marah sekali kalo tau putrinya di perlakukan seperti ini" kata Baskara yang hari itu datang ke rumah Herlangga berniat menjemput Aleta kembali dengan niat silahturahmi, tapi Baskara di buat kaget saat ia basa basi apakah Aleta berkunjung ke sana atau tidak, tapi yang ia dapatkan bahwa Aleta ke luar kota untuk mengurus pembukaan anak cabang restorannya tapi saat anak buah Baskara menyelidikinya bahkan Aleta tidak ada di sana.


"Papah saja yang sudah mencari Aleta sampai keluar kota tidak menemukannya apa lagi Kenzou"


"Kamu itu suaminya Zou, jadi kamu lebih tau istrimu ada di mana!"


"Aleta pergi dari rumah karena ke inginannya sendiri pah, lagi pula Aleta sudah besar pasti dia tau mana yang terbaik buat dirinya sendiri"


Brak....

__ADS_1


"Zou....papah gak pernah ngajarin kamu jadi pecundang seperti ini, Aleta itu menantu papah yang tengah mengandung anak kamu" kata baskara terpancing api emosi sambil tangannya menunjuk wajah Kenzou.


"Tapi dia sendiri yang pergi dari rumah pah..." kata Kenzou yang masih membela dirinya.


"Dia pergi itu karena sikap kamu!! sikap kamu yang tidak bisa melupakan masalalu dan tidak bisa menatap masa dapan yang sudah ada di depan mata!!"


"Kalo papah menginginkan cucu Papah, gampang pah"kata Kenzou yang sengaja menggantung kalimatnya sambil menatap mata Baskara yang masih menyorotkan api kemarahan "Setalah anak itu lahir Kenzou akan menuntut hak asuk anak kenzou, dengan begitu pasti Aleta kalah dan Papah sama Mama bisa mengendong cucu papah itu sepuasnya nanti" kata Kenzou membuat Ana menatap anaknya itu tidak percaya Kenzou akan mengucapkan hall seperti itu, sedangkan Baskara semakin di buat murka oleh cara berfikir putra semata wayangnya itu.


Brak....


"Apa kau sudah tidak punya otak Zou? apa otak mu itu kamu taruh di tumit? sampai kamu bisa berfikir seperti itu!! laki laki sejati tidak akan pernah berfikir sampai situ Zou...."


"Terus mau Papah apa?" kata Kenzou to the poin yang sudah capek berdebat dengan papahnya itu.


"Cari Aleta sekarang dan bawa dia pulang ke rumah ini, kalo kamu belum bisa membawa Aleta pulang ke rumah ini, kamu juga tidak boleh menginjakan kaki kamu di rumah ini dan jangan pernah temui Papah atau mama lagi sampai Aleta ketemu!!" Kata Baskara yang membuat Kenzou menarik sudut bibirnya membentuk smrik.


"Aleta, meski dia bukan darah daging papah setidaknya dia lebih baik dari dirimu!!" kata Baskara menjawab pertanyaan Kenzou dengan cepat. "Aleta itu anak yang baik, dan yang bodoh di sini itu kamu!!" kata Bakara membuat Kenzou menyipitkan matanya untuk mendengarkan penuturan yang akan keluar lagi dari mulut papahnya itu.


"Kalo kamu pintar, seharusnya kamu memilih melupakan Clara dan mempertahankan Aleta yang jelas jelas masa depan mu bersamanya yang tengah mengandung anak mu!!"


"Kamu membuang Aleta begitu saja yang jelas jelas sudah memberikan semua hall yang ia miliki hanya untuk membuat dirimu itu bahagia!!"


"Tapi Kenzou tidak pernah memintanya" ralat Kenzou cepat.

__ADS_1


Baskara mengelengkan kepalanya tidak percaya akan perkataan Putranya itu, tapi hati Baskara sudah terlanjur yakin kalo putranya itu sudah menyukai Aleta yang belum di sadari oleh Kenzou yang malah membuat Baskara geram sendiri.


"Papah minta cepat kamu cari Aleta sekarang juga sebelum Papah membuatmu menyesal Zou....!!"


"Kalo Kenzou tidak mau?" kata Kenzou saat baskara sudah menghentikan bicaranya.


"Papah bersumpah tidak akan mengakui kamu sebagai anak papah lagi mulai detik ini" perkataan Baskara membuat Ana yang duduk di sampingnya menatap sang suami yang tengah tersurut emosi dengan tatapan tidak percaya, sedangkan Kenzou mengumpat di dalam hati.


"Pah...papah ngomong apa sih, Mama minta cepat tarik kata kata papah itu" kata Ana dengan mata yang mulai berkaca kaca, baskara beralih pada istrinya itu yang ia tau sangat menyayangi Kenzou.


"Papah tidak akan menarik ucapan papah kalo Kenzou tidak segera mencari Aleta" kata Baskara yang membuat Ana langsung menatap Putranya.


"Sayang, kamu ikuti permintaan papah ya nak, Mamah gak mau kehilangan kamu cuma gara gara sikap konyol kamu ini" kata Ana mengusap pundak Kenzou berharap Putranya itu mau mendengarkannya.


Kenzou yang tadinya menatap lurus kedepan beralih menatap Ana yang mulai menitikan air mata, Kenzou yang melihat air mata itu jatuh di pipi Ana membuat kenzou buru buru menghapus air mata itu menggunakan ibu jari nya. "Mama, jangan nangis okey"


"Kenzou akan melakukan apa yang di minta Papah, asal mama berhenti menangis" kata Kenzou saat air mata Ana mengalir semakin deras.


Kenzou langsung memeluk sang Mama dan mengusap punggung wanita yang telah melahirkannya itu dengan lembut.


***


Hari ini author udah Up tiga bab ya...

__ADS_1


Buat kalian yang mau Author Crazy Up banyak banyak berdoa supaya author khilaf kaya gini terus tiap hari๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.


Kalo udah banyak doa jangan lupa banyak banyak juga untuk Like, Vote, Komen dan Beri hadiah ๐Ÿค—โ™ฅ๏ธ.


__ADS_2