
Setelah kepulangan keluarga Baskara Aleta meninggalkan Herlangga dan Ratih begitu saja menuju kamarnya menyembunyikan muka di bantal dan mulai menangis, tangisan yang ia tahan sejak tadi pecah sudah, ia tidak habis pikir kenapa bisa-bisanya Herlangga membuat janji gila seperti ini. Aleta tak pernah membayangkan akan menikah dengan cara perjodohan. Setalah puas menangis Aleta meraih ponsel menghubungi seseorang.
"Tumben telfon malam-malam" Suara Vony terdengar di sambungan telfon, terdengar begitu penasaran saat Aleta lebih dulu menghubunginya, apa lagi isakan tangis terdengar dari wanita itu. "Kamu nangis?"
"Kamu kenapa?" ulang Vony tak kunjung mendapatkan jawaban.
"Aku di jodohkan sama ayah" jawab Aleta dengan suara serak.
"Kok bisa? gimana ceritanya?"
Aleta mulai menceritakan semua, bagaimana ia bisa di jodohkan dengan kenzou sampai agenda dinner bersama nya besok malam. Tadi sebelum keluarga Baskara pulang Herlangga meminta Kenzou menjemput Aleta untuk dinner berdua memulai pendekatan mereka besok malam, awalnya Kenzou menolak saran tersebut sampai akhirnya menerima setalah mendapatkan desakan dari Baskara. Dan tujuan Aleta menghubungi Vony meminta saran untuk membatalkan perjodohan ini, siapa tau wanita itu memiliki solusi untuk masalahnya.
"Jujur Aleta, aku sebenarnya tidak mau ikut campur soal perjodohan mu"
"Aku tidak meminta mu untuk ikut campur, cukup berikan aku saran agar orang tua ku dan Kenzou membatalkan perjodohan ini. Demi tuhan aku tidak ingin menikah dengan nya"
Diseberang sana Vony terlihat ragu memberikan ide yang tiba-tiba terlintas begitu saja, sejujurnya Vony tak ingin ikut campur masalah Aleta dan juga Kenzou tapi mendengar suara sahabatnya begitu menyedihkan, akhirnya Vony memberikan sebuah ide.
"Apa itu akan berhasil?" Aleta ragu mendengar solusi yang diberikan Vony.
"Aku tidak tau, tapi kamu bisa mencoba"
Aleta yang tak memiliki jalan lain akhirnya mengiyakan solusi dari Vony. Begitu sambungan telfon terputus Aleta masuk ke kamar mandi membasuh mukanya berharap setalah ini ia bisa tidur dengan nyenyak.
***
Malam kembali tiba Aleta menatap pantulan wajahnya yang begitu menyedihkan. Meskipun polesan make up sudah ia berikan sorot mata Aleta tak bisa berbohong jika dirinya benar-benar tertekan malam ini, sesekali cibiran ia layangkan untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Aleta menatap pintu terbuka dari kaca memperlihatkan Ratih masuk kedalam kamar menghampirinya. "Anak bunda cantik"
Aleta tersenyum sesaat dan kembali muram. "Ada apa bund?"
"Kenzou sudah ada dibawah" Ratih melihat Aleta menghela nafas panjang, terlihat putrinya itu seperti tak memiliki semangat malam ini. "Kita turun sekarang ya, kasian Kenzou kalo nunggu terlalu lama"
Aleta mengangguk berjalan dibelakang Ratih menuruni anak tangga. Dari kejauhan Aleta dapat melihat Kenzou tengah berbincang dengan Herlangga dengan ekspresi wajah biasa saja. Berfikir apa pria itu mulai menyetujui perjodohan ini? tidak itu tidak boleh sampai terjadi fikir Aleta.
"Kalian mau berangkat sekarang atau nanti?"
"Kalo boleh berangkat sekarang saja, takut nanti pulang nya kemalaman" jawab Kenzou. Herlangga mengiyakan, mengantar keduanya sampai depan rumah.
Baru saja mobil Kenzou melaju aura dingin bisa Aleta rasakan dari pria yang ada disampingnya. Padahal beberapa saat lalu pria baru saja bercengkrama dengan Herlangga dengan hangat dan dengan capat Kenzou merubah aura ditubuhnya.
Mengingat saran dari Vony kemarin malam Aleta meremas tali tasnya ragu akan melakukan hal tersebut. Memberanikan diri Aleta menatap Kenzou yang fokus pada jalan. Pura-pura bersin Aleta meraih tisu di dasbor.
"Maaf, tiba-tiba hidungku terasa gatal, sttt...sttt..." Aleta lagi-lagi mengeluarkan ingusnya ya membuat Kenzou bergedik ngeri.
"Apa kamu tidak bisa sopan sedikit?"
"Bisa tapi sttt...sttt... hidungku gatal sekali" Aleta dengan mengusap hidungnya yang pura-pura gatal.
Kenzou hanya diam melajukan mobil ke restoran terdekat. Turun lebih dulu Kenzou meninggalkan Aleta sendirian di dalam mobil. "Sial, dia meninggalkan ku begitu saja!" Aleta menatap punggung Kenzou yang lenyap dari pandangan nya. Menutup pintu mobil Kenzou dengan kuat berharap sang pemilik mendengar hal tersebut.
Mengedarkan pandangan Aleta mendapati pria itu tengah duduk santai di tengah-tengah restoran. Bersamaan saat dirinya duduk pramusaji datang memberikan daftar menu.
"Keluar kan menu termahal di restoran ini sekalian minumnya" ucap Aleta tanpa menyentuh buku menu.
__ADS_1
"Baik nona"
Hening kembali menyapa tanpa ada yang berminat mengeluarkan suara, Kenzou memilih memainkan ponsel dan Aleta mengamati setiap gerak-gerik pria dihadapannya. Tak berselang lama beberapa makanan tertata di atas meja, tanpa banyak bicara Kenzou langsung melahapnya dengan santai.
"Makan saja dia memiliki aura yang berbeda" guman Aleta dalam hati.
Melanjutkan rencana keduanya Aleta makan bak orang kesurupan, melahap apapun yang ada dihadapannya meneguk minuman dua gelas secara pergantian. Kenzou yang melihat Aleta seperti setan kelaparan meletakan sendok sudah tak berminat menyantap makanannya.
"Wanita ini kenapa tiba-tiba beda sekali cara makannya, saat pertama kali aku berkunjung hari itu?"
Merasa perutnya benar-benar tak kuat Aleta menghentikan makanannya, mengusap bibir dengan punggung tangan, bersendawa dengan keras menarik perhatian pengunjung lain. "Makanan di sini benar-benar enak"
Kenzou yang malu menjadi pusat perhatian orang lain pura-pura memijat kening. "Apa kamu tidak punya malu,makan seperti itu di hadapan seorang pria?"
"Sudah ku duga pria ini akan merasa malu, dan aku harap setalah pulang dari sini ia berkata pada orang tuanya untuk membatalkan perjodohan ini"
"Memang kenapa? apa ada yang salah dengan cara makan ku tadi?" Aleta yang pura-pura tidak tau.
"Bersikaplah sopan jika sedang bersama seorang pria" kata Kenzou.
"Memangnya kau siapa ku, sehingga aku harus sopan dengan mu ?" tanya Aleta.
"Lupakan, Sekarang kita pulang"
Melihat Kenzou kembali meninggalkan nya seorang diri Aleta menyusul dengan langkah lebar, mensejajarkan tubuh dengan Kenzou. "Kalo kita pulang sekarang, apa kata ayah nanti? kita baru pergi setengah jam yang lalu, kenapa kita tidak ke taman kota dulu? aku sudah lama sekali tidak ke sana" ajak Aleta
"Cepat masuk!" ucap Kenzou tanpa banyak bicara.
__ADS_1