
"Aleta, lo budek apa gimana sih, gue tanya ini mobil siapa?" tanya Vony untuk kesekian kalinya pada temannya itu yang tengah menyetir dengan santai, yang mengenakan kaca mata hitam dan tidak menjawab pertanyaannya.
"Aleta!!!" Teriak Vony yang sudah habis kesabarannya.
Aleta menurunkan kaca matanya dan menatap sahabatnya yang tengah kesal itu dengan senyuman yang manis, "Jangan marah marah dong, nanti keriputan lho" kata Aleta tersenyum.
"Kalo sampai gue keriputan, lo harus tangung semua biaya perawatan wajah gue!" kata Vony.
"Kecil itu mah" kata Aleta santai.
"Jawab pertanyaan gue sekarang!, lo dapat mobil semewah ini dari mana?" tanya Vony lagi.
"Dari suami sultan gue" jawab Aleta yang memarkirkan mobilnya di tempat parkir Mall. "Yuk turun" Kata Aleta yang mencanglong tasnya.
"Serius lo dapat mobil itu dari suami lo?" kata Vony memastikan dan di angguki oleh sahabatnya.
"Wihhh, keren banget" kara Vony.
"Sepupu lo cowok apa cewek?" kata Aleta yang memasuki toko baju.
"Cewek" jawab Vony.
"Ngomong ngomong, teman suami lo ada yang kaya raya gak?" tanya Vony yang mulai ingin kecipratan kaya Aleta.
"Gak tau" jawab Aleta singkat. "Umur sepupu lo brapa tahun?"
"lima belas tahun" kata Vony.
__ADS_1
"Kalo ada nanti hubungi gue ya"
"Buat?" tanya Aleta menatap sang sahabat.
"Gue pengen jadi sultan" kata Vony.
"Gampang kok caranya kalo mau jadi sultan" kata Aleta sambil memilih milih baju.
"Gimana caranya?" tanya Vony antusias dengan senyuman yang mengembang di bibirnya, tapi seketika semua itu hilang saat mendengar kata kata Aleta.
"Ngepet, Hahaha" kata Aleta tertawa terbahak bahak.
"Gue serius babi" kata Vony yang geram dengan Aleta.
"Hmmm, gimana kalo lo Open BO?" kata Aleta lagi.
Setalah mendapatkan apa yang di cari untuk sepupu Vony, dua sahabat itu mengelilingi Mall, masuk toko satu ke toko satunya lagi hanya untuk melihat lihat, bukannya tidak mampu beli tapi begitulah mereka, hanya mencoba dan tinggal pergi ke toko satunya lagi dan mencoba barang yang terdapat di toko tersebut. (Hayo....Di sini ada yang sama gak nih kaya Aleta sama Vony🤣?, Kalo Author sih jujur pernah sama Mama Author tapi gak papa la ya namanya juga belanja sama emak emak🤣🤣, ehhh kok malah curhat sih wkwkwk maap in Author ya).
Setalah puas berkeliling Aleta dan Vony memutuskan untuk ke Food court untuk mengisi perut mereka yang sudah meronta ronta minta di isi.
"Habis ini nonton yuk" ajak Aleta.
"Boleh tu, tapi nanti lo dicari in suami lo lagi" kata Vony sambil mengunyah makanannya.
"Gue udah pamit jadi tenang aja" kata Aleta.
"Ok"
__ADS_1
***
Berbeda di sebuah ruangan, Kenzou yang tengah di sibuk kan dengan berkas berkas yang harus ia kerjakan, apa lagi perutnya sudah mulai keroncong an, ia menatap jam di pergelangan tangannya dan sesekali menatap pintu, berharap sang istri membawakan makan siang untuk nya. saat pintu mulai terbuka Kenzou tersenyum senang ia pikir itu Aleta yang membawakan makanan untuknya, tapi senyuman itu hilang saat melihat Alan masuk dengan membawa beberapa berkas lagi.
"Maaf tua ini ada beberapa berkas penting yang harus segera anda tanda tangani dan harus segera di kasih ke klien" kata Alan menyodorkan berkas itu di hadapan Kenzou.
"Apa kau tidak lihat ini waktunya jam makan siang, dan kenapa kau membawakan berkas berkas ini kepadaku, kenapa kau tidak membawakan ku makanan!" kata Kenzou marah.
Alan yang melihat atasannya itu sangat berbeda tidak seperti biasanya mengerutkan keningnya bingung, biasanya Kenzou tidak makan siang supaya pekerjaannya cepat selesai mungkin bisa di bilang lupa.
"Anda ingin makan siang apa tuan?" kata Alan bertanya kepada atasannya itu.
"Aku sudah tidak nafsu makan, keluar dari ruangannya ku" kata Kenzou mengusir Alan saat ia sudah selesai menandatangani beberapa berkas yang di berikan Alan.
"Biak tuan" kata Alan berjalan ke arah pintu.
"Alan kau itu asisten dan teman seperti apa hah!" kata Kenzou yang memberhentikan langkah Alan dan kembali menatap Kenzou. "Sudah tau aku itu lapar, cepat kau belikan aku roti" titah Kenzou.
"Bukankah tadi aku sudah menawarinya dan dia menolak untuk aku belikan makanan?, dan kenapa aku lagi yang kena marah?" batin Alan.
"Baik tuan" kata Alan keluar ruangan Kenzou.
"Baru beberapa hari menikah sikapnya sudah sangat berbeda, apa gunung es itu sedikit demi sedikit mulai mencair?, tapi apa iya secepat itu?" kata Alan setelah menutup pintu ruangan Kenzou dan melangkah menuju kantin kantor.
***
Like & Vote.
__ADS_1