Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Memohon


__ADS_3

Setalah kepergian Aleta dari kantor Kenzou ia tidak langsung pulang ke rumah melainkan ia mengajak Vony ketemuan di sebuah cafe langganan mereka berdua.


"Jelek amat nih muka" kata Vony yang baru saja datang dan melihat muka temannya itu di tekuk seperti pakaian yang belum di setrika satu bulan.


"Ada masalah apa baby? apa ini soal pria yang mau di jodoh in sama lo itu?" lanjut Vony.


"Aghh...sebel gue Von belum juga masalah sama tu laki laki gila selesai masak gue udah berurusan sama gebetannya mana gebetannya kaya nenek sihir lagi" kata Aleta.


"Eh bentar bentar kalo tu cowok dah punya gebetan kenapa dia mau di jodoh in sama lo?"


"Mana gue tau." jawab Aleta ketus "Lagian gue dan dia di kasih satu bulan untuk masa pendekatan sama orang tua kita masing masing."lanjut Aleta


"Hahaha...Gila ya, di zaman semoderen sekarang masih ada acara jodoh jodoh an,kayak lo gak laku laku banget musti harus di jodohin segala" kata Vony yang tertawa terbahak bahak.


"Brengsek lo, lo ngatain gue gak laku?"


"Nyatanya lo semenjak putus sama cowok lo yang pergi ke Amrik tiga tahun yang lalu sampai sekarang sendiri mulu lo" kata Vony.


"Wah lu.... bener bener ya." kata Aleta yang melempar tisu ke arah Vony. "Gue ngajak in lo kesini biar rasa kesel gue hilang sama tu cowok, dan lo bukannya ngehibur gue malah ngejek gue,mana bawa bawa mantan lagi gila lo!" kata Aleta yang langsung mengabiskan minuman di depannya.


"Hahaha Sorry soryy, terus lo punya rencana apa kedepannya?" tanya Vony.


"Gak tau gue, percuma juga punya rencana untuk gagal in perjodohan ini kalo akhirnya gue bakalan tetap nikah ama tu cowok" kata Aleta memijat keningnya yang terasa sedikit pusing.


"Ya...kalo lo gk bisa batal in perjodohan ini siapa tau tu cowok bisa batal in perjodohan ini setelah bilang sama orang tuanya" kata Vony.


"Gak yakin gue masalahnya ke dua orang tua gue dan dia itu kayak udah kekeh sama pendiriannya" kata Aleta.


"Lo tu ya...kebiasaan menyerah sebelum berperang, di coba aja dulu bicara empat mata ama tu cowok tapi jangan pakai emosi bicara dengan kelembutan" kata Vony memberikan ide.

__ADS_1


"Idih ogah banget gue bicara lembut ama tu cowok" kata Aleta.


"Lo mau bebas dari perjodohan ini tidak!!" kata Vony geram sendiri sama sahabatnya ini.


"santai dong woy, kelem kelem" kata Aleta "Iyah iyah tar malam gue ketemu ama tu cowok bahas masalah ini puas kan lo?!"


"Lo kok gue, seharusnya yang puas itu lo bambang gua mah bodo amat, lo mau di jodohin sama kakek kakek kek bukan urusan gue juga" kata Vony.


"Tega bener lo sama sahabat sendiri" kata Aleta.


"Udah-udah, gue laper nih belum makan siang" kata Vony sebab ia tadi ingin makan siang di kantin kantor sang Ayah tapi karena sahabat ingin bertemu di cafe biasanya ia memutuskan untuk sekalian makan di sana.


"Sama gue juga" Akhirnya mereka berdua memesan makanan dan membahas hall hall yang lain.


*


Malam harinya Aleta mengirim pesan ke Kenzou kalo ia ingin ketemu di cafe rose dekat taman kota setelah mengirim pesan itu Aleta berisap siap dan langsung berangkat ke cafe, malam ini Aleta bisa pergi dengan tenang tanpa ada pertanyaan pertanyaan dari sang ibunda karna Helangga dan Ratih mendatangi peresmian hotel milik rekan bisnisnya.


"Tuh cowok mana sih!! udah setengah jam gue nungguin dia disini kaya orang gila!" kata Aleta yang hendak pergi melangkah menuju ke kasir belum juga ia melangkah terlalu jauh suara yang begitu familiar menghentikan langkah kakinya.


"Mau ke mana lo?" kata Kenzou.


"Dasar cowok gila!! udah setengah jam gue nungu lo di sini dan lo baru dateng?!!" kata Aleta yang sudah tidak bisa menahan emosinya.


"Gue sibuk"


"Sok sibuk lo kaya orang penting aja"


"Kalo tidak ada yang penting gue pulang" kata Kenzou yang melangkah pergi tapi langsung dicegah oleh Aleta.

__ADS_1


"Jangan pergi dulu dong gue udah lama nungu in lo di sini, gue ngajak in lo kesini mau bahas soal kita" kata Aleta,Kenzou langsung mengerutkan dahinya mendengar kata kata yang kluar dari mulut Aleta "Soal perjodohan kita" lanjut Aleta, Kenzou langsung duduk dan menaruh kakinya di atas kaki satunya.


"Bicaralah" jawab Kenzou singkat, Aleta menarik nafas panjang dan mengeluarkannya dengan perlahan Aleta berusaha menahan dirinya agar tidak emosi dan ia mulai mendudukan dirinya di depan Kenzou.


"Zou lo tau sendiri kan dari awal gue tidak menerima perjodohan ini?" kata Aleta dengan suara lembut.


"Jadi?" kata Kenzou singkat "Jadi gue mohon banget sama lo, lo bilang sama om Baskara dan tante Ana ya untuk membatalkan perjodohan ini siapa tau habis lo ngomong sama orang tua lo mereka langsung setuju" kata Aleta dengan nada penuh harap.


"Kenapa lo gk bilang sendiri sama orang tua gue?" kata Kenzou santai.


"Zou ayolah, apa kau mau menikah sama orang yang tidak kau cintai dan juga tidak mencintai mu?" kata Aleta "pernikahan bukan permainan zou, dan gue cuma mau nikah satu kali seumur hidup gue, dan bukannya lo juga sudah punya pacar?" lanjut Aleta.


"Siapa?" kata Kenzou pasalnya setelah kejadian satu tahun yang lalu ia lebih fokus kepada dunia bisnisnya.


"Tiara" kata Aleta.


"Dia bukan pacarku" jawab Kenzou.


"Trus kenapa dia sangat perhatian sama lo kalo lo sama dia bukan sepasang kekasih?" tanya Aleta.


"Gk tau" jawan Kenzou singkat, Aleta mulai geram sendiri dengan jawaban Kenzou yang sangat singkat.


"Lupakan, Sekarang gue mohon sama lo tolong batal in perjodohan ini ya plis" kata Aleta dengan muka yang sangat berharap bahwa Kenzou mau mengiyakan permintaannya.


Kenzou yang melihat muka Aleta seperti itu ia merasa sedikit gemas tapi Kenzou masih bisa menetralkan dirinya dan terlihat biasa saja, Kenzou menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan. "Sebelum kau menyuruhku membatalkan perjodohan ini aku sudah melakukannya terlebih dahulu dan hasilnya kita akan tetap menikah" kata Kenzou santai.


"APA!!!"


***

__ADS_1


Like & Vote


__ADS_2