
Setelah mengucapkan janji suci semua orang yang hadir mengucapkan selamat kepada Aleta dan Kenzou dan mendoakan semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.
"Cie yang udah nikah.... nanti kalo lo kesusahan saat malam pertama lo calling calling gue aja nanti gue kasih tau" Goda Vony.
"Lo aja belum nikah mau kasih tau gue" Ledek Aleta.
"Sialan lo gini gini gue paham kalik tinggal praktek aja kalo udah nikah hahaha..." sesaat kemudian Vony mendekat ke telingga Aleta dan membisikan sesuatu "Belum apa apa lo udah jadi sultan anjir, maskawinnya uh mantap bener" bisik Vony sedangkan Aleta hanya nyengir kuda mendapati bisikan dari sang sahabat.
"Jagain sahabat gue" kata Vony yang kemudian mengucapkan selamat kepada Kenzou.
"Jangan dia? idih ogah banget" batin Kenzou melirik Aleta sekilas.
Setelah menyalami para tamu undangan Kenzou dan Aleta kembali ke kamar pengantin yang sudah di sediakan pihak keluarga tentunya, Mata Aleta menyapu setiap sudut kamar yang akan ia tempati begitu indah di tambah taburan bunga bunga mawar yang berada di lantai, Mata Aleta melihat ke arah ranjang di mana ada gambar hati yang terbuat dari bunga bunga mawar berwarna merah membuat kamar itu terlihat sangat indah. dengan di ikuti dua orang yang akan membantu Aleta melepas kebayak putihnya, setelah semua selesai Aleta menyingkirkan bunga bunga mawar yang sudah tertata rapi di atas kasur 'percuma' pikirnya kamar itu lebih cocok untuk sepasang kekasih yang saling mencintai dengan merebahkan tubuhnya di atas ranjang karna harus mempersiapkan diri untuk pesta nanti malam.
"Capek banget" kata Aleta yang merebahkan tubuhnya di dengan posisi tengkurap.
"Ngapain lo disitu!" suara Kenzou membuat Aleta melihatnya dengan tatapan malas.
"Lo buta apa gimana, jelas jelas kalo gue di kasur itu tandanya mau istirahat bego!" jawab Aleta cuek.
"Turun!"
__ADS_1
"Ogah!"
"Gue mau istirahat!"
"Kalo mau istirahat istirahat aja kalik gak usah bayak bacot juga!, ni kasur juga masih bisa nampung badan lo!" kata Aleta yang langsung memposisikan tubuhnya dan menatap Kenzou yang berdiri tidak jauh darinya.
"Ogah gue satu kasur sama lo!"
"Terus gue di suruh istirahat di sofa gitu? idih ogah banget, gila aja bangun bungun badan gue sakit semua, betis gue kram, kalo lo gak mau satu kasur sama gue lo aja yang tidur di sofa" kata Aleta yang kembali merebahkan tubuhnya.
Kenzou pun hanya diam tidak menjawab pertanyaan Aleta dan langsung merebahkan tubuhnya di samping Aleta dengan guling yang menjadi pembatas di antara mereka.
***
"Anda benar benar seperti ratu Nona malam ini" kata kiki yang baru selesai membantu Aleta memakai gaunnya. "Baru kali ini saya merias seseorang tanpa banyak drama karna pada dasarnya saja anda sangat cantik dan tidak perlu banyak polesan" kata kiki menuntun Aleta ke depan cermin besar di kamar itu untuk melihat pantulan dirinya.
"Aku benar benar tidak percaya kalo yang aku lihat ini adalah diriku, sungguh ini sangat jauh berbeda dari diriku sebelumnya" kata Aleta memegang sisi kanan dan kiri gaunnya dan mengerakan tubuhnya sedikit dan mengambil hp nya untuk mengabadikan momen ini.
"Sayang kamu sudah selesai?" tanya Ana mengintip Aleta dengan memasukan kepalanya sedikit.
"Sudah Ma"
__ADS_1
"Lihatlah mantuku malam ini begitu sangat cantik, tidak salah pilih menantu aku rupanya" kata Ana yang berjalan mendekat di ikuti Ratih dari belakang.
"Ohh sayang, kamu sangat cantik sekali dan gaunnya juga pas di tubuhmu" kata Ratih berjalan mendekat ke arah putrinya.
"Mama jadi ingat saat Mama menikah sama Papah dan ingin kembali mengenakan gaun seperti mu" kata Ana.
"Ingat umur jeng hahaha" kata Ratih menyenggol bahu Ana.
"Isss kamu ini" kata Ratih malu.
Ana dan Ratih pun menuju acara resepsi dengan di bantu beberapa orang di belakang Aleta untuk membenarkan gaun Aleta.
Sampainya di lantai atas ternyata sudah banyak orang yang datang,semua mata tertuju pada pintu yang baru saja terbuka dan terlihat Aleta yang berjalan begitu anggun mendekat ke arah Kenzou dengan senyuman yang tidak lepas dari wajahnya dengan membawa bunga yang sangat indah di tangannya semua orang terpanah dengan kecantikan Aleta malam itu apalagi para bujangan yang melihat Aleta tanpa berkedip sedikit pun.
Aleta yang melihat Kenzou mengenakan stelan jas berwarna hitam senada yang sangat memancarkan aura ketampanannya di mata Aleta.
Begitu juga dengan Kenzou melihat Aleta yang berjalan mendekat ke arahnya tanpa ia sadari ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman.
"Gimana cantik bukan mantu papah" kata Baskara yang berbisik di telinga Kenzou karena mendapati putranya itu tersenyum.
"Biasa aja" kata Kenzou yang kembali dengan muka datarnya, Baskara hanya menggeleng geleng kan kepalanya yang melihat tingkah putranya itu.
__ADS_1
***
Like & Vote.