
Kenzou yang melihat Aleta sudah berhenti tertawa meraih tangan Aleta, di genggamannya tangan itu dan di usapnya lembut dengan ibu jarinya, "Kamu harus percaya Aleta kalo aku tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita di luar sana, karena cintaku saja sudah berada di dalam rumah ini dan aku hanya menjalin hubungan itu hanya dengan kamu, istriku dan calon ibu dari anak kita, dan aku di luar sana hanya kerja dengan profesional itu saja tidak lebih" kata Kenzou membuat Aleta merasa malu sendiri karena tadi sudah menuduh suaminya yang tidak tidak sebelum mendengar penjelasan yang sebenarnya dari sang suami.
Tapi tak bisa di pungkiri kalo sampai sekarang ini Aleta masih memiliki rasa takut akan kejadian dulu kalo sampai terulang lagi, karena tidak ada wanita yang kuat saat harus bersaing dengan masalalu suaminya, sekalipun wanita itu kuat pasti ia akan memiliki titik akhir dari kesabarannya baik cepat maupun lambat.
Dan Aleta tidak ingin titik kesabarannya yang kedua kali membuat rumah tangganya dalam bahaya apa lagi sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu dan Aleta tidak ingin anaknya tumbuh dalam keluarga yang berpisah karena perceraian, karena setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya.
"Jadi jangan berfikiran yang macem macem, okey?" kata Kenzou mengusap rambut Aleta, membuat Aleta mengangguk mengemaskan membuat Kenzou tersenyum senang.
"Oh ya sampai lupa, tapi aku mampir ke swalayan untuk membelikan mu ini" kata Kenzou sambil menunjukan satu pelastik yang penuh dengan es krim.
"Es krim?" kata Aleta dengan mata yang berbinar saat Kenzou membelikan es krim kesukaannya membuat Aleta meraih pelastik yang penuh es krim tersebut dan langsung membukanya, tapi sesaat dahinya mengerut.
"Kenapa?" tanya Kenzou saat raut wajah Aleta berubah.
"Kenapa semua es krimnya sama?" kini gantian Aleta yang bertanya kepada suaminya itu saat es satu plastik itu penuh dengan es krim yang sama.
"Tadi aku berniat untuk membelikan mu es krim tapi aku lupa merek es krim apa yang sering kamu makan, jadi aku ambil aja semua rasa yang sama dan membelikannya untuk mu" kata Kenzou dengan bangganya tapi itu membuat Aleta berdecak kesal.
"Aku bisa makan merek es krim apa saja, asal jangan beli satu rasa seperti ini, yang ada aku bisa bosen" kata Aleta dengan tangan yang membuka satu bungkus es krim dan memasukannya ke dalam mulut.
"Kalo kamu bosan aku bisa membelikan kamu satu kotak es krim dengan berbagai rasa" kata Kenzou memberikan solusi, kali ini solusi Kenzou sedikit agak menyebalkan tapi entah kenapa untuk kali ini juga Aleta tertarik dengan solusi suaminya itu.
"Serius?" tanya Aleta memastikan.
"Serius, kamu mau merek es krim apa? biar besok pagi aku suruh Alan untuk menghubungi pt es krim yang kamu mau dan membawakan satu lemari es krim dengan berbagai rasa untuk mu" kata Kanzou membuat mata Aleta berbinar.
"Aku mau es krim merek W***" kata Aleta dengan antusias.
"Besok sore satu lemari es krim yang kamu mau sudah ada untuk mu"kata Kanzou membuat Aleta langsung memeluk dirinya.
"Makasih Zou"
"Sama sama" jawab Kenzou sambil mengusap rambut Aleta yang berada di pelukannya.
Kruk...
"Kamu lapar?" tanya Aleta menatap wajah Kenzou setelah melepaskan pelukannya.
"Iyah" jawab Kenzou dengan menunjukan deretan gigi putihnya, karena memang ia sudah menahan lapar dari perjalanan tadi.
"Kalo begitu aku hangatkan sebentar makanannya kamu bisa membersihkan diri kamu dulu di kamar" kata yang mendapatkan anggukan dari Kenzou.
Setelah mendapatkan jawaban dari sang suami Aleta pergi ke dapur dengan satu kantung es krim di tangannya untuk ia letakkan di freezer lemari pendingin, sedangkan Kenzou yang melihat Aleta berjalan ke arah dapur juga memutuskan untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket karena aktivitas hari ini.
***
Setelah Aleta menemani suaminya makan malam, Aleta dan Kenzou kembali ke dalam kamar untuk beristirahat dan kini keduanya sudah berada di atas kasur dengan tv kamar yang masih menyala karena Aleta meminta Kenzou menemaninya untuk menonton filem kesukaannya, Kenzou hanya menuruti saja keinginan Aleta walau sebenarnya ia tidak suka dengan filem yang di tonton Aleta saat ini,dan ia lebih tertarik dengan rambut panjang milik Aleta yang selalu wangi, membuatnya menghirup aroma tersebut dalam dalam.
"Kamu belum ngantuk?" tanya Kenzou saat melihat mata Aleta yang masih menatap layar televisi.
__ADS_1
"Belum" jawab Aleta sambil mengelengkan kepalanya di dalam pelukan Kenzou, Kenzou yang mendengar jawaban dari mulut Aleta hanya menghela nafas pelan dan juga ikut menatap layar televisi yang memperlihatkan drama korea yang suka sekali Aleta lihat, tapi berbeda dengan Kenzou yang tidak suka sama sekali dengan drama drama seperti itu.
"Apa yang bagus dari filem filem seperti itu?" batin Kenzou saat Aleta tiba tiba tertawa di dalam pelukannya, membuat Kenzou langsung menatap arah lain, tapi saat ia menatap sofa ia sampai lupa kalo tadi ia membeli baju bayi yang terlihat sangat menggemaskan dan lupa menunjukannya kepada istrinya itu.
"Kamu mau kemana?" tanga Aleta saat Kenzou tiba tiba melepaskan pelukannya.
"Sebentar" kata Kenzou yang langsung berjalan ke arah sofa dan mengambil tiga paper bag tersebut dan membawanya ke atas kasur.
"Apa itu?" tanya Aleta yang membuatnya langsung mendudukan tubuhnya dengan tegap saat Kenzou membawakan tiga paper bag ke atas kasur membuat jiwa penasaran Aleta meronta ronta.
"Baju bayi" kata Kenzou membuat Aleta mengerutkan keningnya.
"Buat apa kamu beli baju bayi?" tanya Aleta dengan tangan yang meraih satu paper bag tersebut dan mengeluarkan isinya, dan benar saja Kenzou membeli baju bayi yang terlihat sangat menggemaskan.
"Karena lucu" jawab Kenzou.
"Tadi selesai meeting dan aku tidak sengaja lewat baby shop dan melihat baju baju ini di di pajang membuat aku ingin membelikannya untuk calon anak kita" kata Kenzou sambil mengusap perut Aleta sambil tersenyum.
"Apa kamu tau dia berjenis kelamin apa?" tanya Aleta membuat Kenzou mengelengkan kepalanya tanda ia tidak tau dan itu membuat Aleta memutar bola matanya malas.
"Kalo kamu tidak tau kenapa kamu beli baju baju ini, apa lagi yang kamu beli semua untuk bayi perempuan" kata Aleta saat melihat isi dari tiga paper bag yang di bawa Kenzou berisi baju bayi perempuan.
"Ya memang aku tidak tau jenis kelaminnya apa tapi entah kenapa saat melihat baju baju ini terlihat sangat lucu saja" kata Kenzou sambil meraih satu baju bayi yang sempat ia lihat tadi, memperlihatkan gambar yang sangat menggemaskan di baju tersebut.
"Memangnya jenis kelaminnya apa?" tanya Kenzou kali ini beralih menatap Aleta.
"Tidak tau?" tanya Kenzou membuat Aleta menganggukkan kepalanya. "Apa kamu belum melakukan USG?"
"Belum"
"Kenapa belum?"
"Lupa"
"Kenapa bisa lupa?"
"Namanya orang lupa ya gak bisa di salahkan" jawab Aleta dengan kesalnya.
Sedangkan Kenzou merutuki kebodohannya saat ia lupa kalo sifat Aleta yang muda sekali tersinggung walau hall kecil sekalipun. "Kalo begitu besok saat makan siang aku akan menjemputmu dan kita akan kerumah sakit untuk melakukan USG"
"Iyah" jawan Aleta.
"Kalo begitu sekarang kita tidur, ini sudah terlalu malam dan ibu hamil tidak baik untuk tidur malam malam karena itu tidak baik" kata Kenzou yang mendapatkan anggukan dari Aleta, Kenzou menurunkan tiga paper bag tersebut dari atas kasur dan merebahkan tubuhnya di ranjang dan membawa Aleta ke dalam pelukannya di usapnya lembut rambut lurus milik istrinya itu.
"Zou"
"Hmm"
"Kalo di suruh memilih kamu milih anak perempuan atau laki laki?" tanya Aleta yang sudah berada di dalam pelukan Kenzou.
__ADS_1
"Perempuan" jawab Kenzou membuat kening Aleta menimbulkan garis tipis.
"Kenapa milih perempuan?" tanya Aleta penasaran.
"Karena aku ingin anak kita secantik dirimu nantinya" jawab Kenzou membuat seutas senyum terukir di wajah Aleta.
"Tapi bukannya rata rata CEO di luar sana menginginkan anak laki laki? tapi kenapa dirimu berbeda?" tanya Aleta yang kali ini mendongakkan wajahnya menatap wajah Kenzou.
"Entahlah aku juga tidak tahu, tapi saat ini aku yakin kalo anak kita berjenis kelamin perempuan" kata Kenzou dengan yakinnya bahwa janin Aleta berjenis kelamin perempuan.
"Kamu bukan tuhan Zou yang tau jenis kelaminnya" cibir Aleta membuat Kenzou terkekeh geli.
"Aku tidak mempermasalahkan jenis kelaminnya apa baik itu perempuan atau laki laki sama saja, tapi aku lebih tertarik dengan anak perempuan saat ini" kata Kenzou membuat Aleta mengangguk paham di dalam pelukan suaminya itu.
Sesaat keheningan menyapa mereka yang terdengar hanyalah suara hembusan angin malam yang menerpa pepohonan di luar sana, sedangkan Kenzou yang masih memeluk Aleta dalam pelukannya perlahan menutup matanya karena memang ia sedikit lelah apalagi di tambah lembur hari ini.
Sedangkan Aleta yang masih belum mengantuk memainkan jarinya di dada bidang suaminya itu, menulis nulis tidak jelas dengan jari telunjuknya. "Zou" panggil Aleta dengan posisi yang masih sama.
"Hmm" jawab Kenzou dengan mata yang masih tertutup tapi ia belum tidur seratus persen karena suara Aleta yang memanggilnya.
"Kamu tadi bilang peresmian proyek kamu dengan si uler itu satu bulan lagi bukan?" tanya Aleta.
"Namanya Anindira Aleta bukan uler" kata Kenzou membenarkan ucapan Aleta.
"Suka suka lah ini mulut mulut siapa?" tanya Aleta sambil menunjuk bibirnya membuat Kenzou membuka matanya.
"Mulut kamu" jawab Kenzou.
"Jadi suka suka aku manggil dia dengan sebutan apa! dan kamu jangan pernah sekali sekali bela perempuan kaya dia!" kata Aleta penuh penekanan.
"Iyah iyah enggak" kata Kenzou yang lebih memilih mengiyakan perkataan Aleta dan kembali membawa Aleta ke dalam pelukannya.
"Memang kenapa tentang peresmian proyek itu?" tanya Kenzou karena tiba tiba Aleta bertanya tentang proyek kerjasama dengan Anindira.
"Aku mau setelah peresmian proyek itu kamu tidak lagi menjalin kerja sama dengan dia, dan setelah itu juga aku ingin kamu gak pernah ketemu dia lagi! baik itu Anindira maupun Tiara" kata Aleta yang tidak ingin suaminya bersangkutan dengan wanita yang akan merusak rumah tangannya nanti.
Walau saat ini Tiara tidak lagi datang ke kantor suaminya, tapi entah kenapa Aleta memiliki perasaan bahwa Tiara tidak benar benar menjauh dari suaminya itu, dan Aleta yakin bahwa Tiara suatu saat nanti pasti akan kembali menganggu rumah tangannya.
"Biarkan kali ini saja aku egois Zou karena aku benar benar tidak mau wanita wanita itu menganggu rumah tangga kita" kata Aleta dengan suara yang menahan isakan tangisnya.
"Jangan menangis Aleta" kata Kenzou yang menjauhkan tubuhnya dari wajah Aleta saat merasakan air mata yang membasahi bajunya, membuat Kenzou menghapuskan air mata itu dengan ibu jarinya.
"Aku tidak suka melihat mu menangis, jadi berhentilah menangis karena aku tidak mau melihat kamu menangis seperti ini" kata Kenzou menatap manik mata Aleta.
"Iyah aku bakal jaga jarak dengan Anindira setelah peresmian proyek itu nantinya, asal kamu jangan nangis lagi" pinta Kenzou dengan ibu jari yang masih menghapus jejak air mata yang masih tertinggal di pipi putih milih Aleta, Kenzou tau Aleta masih belum bisa menerima kejadian yang pernah terjadi saat itu, ia tau Aleta juga hanya wanita biasa yang memiliki batas kekuatannya sendiri.
"Udah gak usah nangis sekarang kamu harus tidur" kata Kenzou menatap wajah Aleta dengan tangan yang mengusap rambutnya, membuat perlahan Aleta memejamkan matanya.
"Selamat malam istriku" ucap Kenzou sambil mengecup kening Aleta, dan perlahan juga Kenzou menutup matanya menyusul Aleta yang sudah masuk ke alam mimpi terlebih dahulu.
__ADS_1