Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Peresmian.


__ADS_3

Satu bulan berlalu kini usia kandungan Aleta genap tuju bulan membuat Kenzou semakin berhati-hati menjaga Aleta bahkan dua dokter kandungan ia tugaskan dengan khusus untuk menjaga Aleta saat di rumah dan kedua dokter itu di minta Kenzou untuk dua puluh empat jam berada di rumahnya, karena belakang ini Kenzou sering sekali mendapati Aleta yang tengah mengusap punggungnya dan saat ia bertanya Aleta menjawab kalo punggungnya sedikit terasa pegal.


Bukan hanya itu Kenzou yang tidak ingin Aleta naik turun tangga lagi memasang lift di rumahnya yang letaknya tidak jauh dari kamar agar Aleta tidak kecapean saat berjalan, Aleta yang melihat itu semua sebenarnya sudah menolaknya tapi saat ia melihat kekhawatiran dari raut wajah Kenzou membuatnya menerima semua perlakuan Kenzou itu.


Dan hari ini tepat di mana hari peresmian proyek kerjasama dengan Agatha grup, acara di laksanakan pada malam hari mengingat kalo di siang hari Aleta sering bolak balik ke kamar mandi membuat Kenzou tidak ingin Aleta keluar masuk kamar mandi saat peresmian proyek yang akan membuat Aleta lelah nantinya apa lagi pasti akan banyak para pengusaha penting di sana.


Anindira yang mendengar info itu mendengus kesal baginya Aleta terlalu lebay dan ia tidak habis pikir dengan Kenzou yang memindahkan jam peresmian proyeknya, beruntung semua tamu undangan tidak mempermasalahkan hall itu.


Kini Aleta tengah duduk di depan meja riasnya, memoles tipis wajahnya agar terlihat lebih segar. Kenzou yang melihat tangan Aleta bergerak kesana kemari untuk merias wajah istrinya itu berjalan mendekat, melingkarkan tangannya di perut buncit Aleta dan menjadikan bahu Aleta sebagai penopang dagunya.


"Kenapa kamu harus berdandan secantik ini hanya untuk peresmian proyek?" ucap Kenzou menatap wajah istrinya dari pantulan cermin.


"Karena tidak mungkin aku datang ke acara sebesar itu tidak berdandan, apa tanggapan orang-orang tentang aku nantinya" balas Aleta dengan memoleskan lipstik berwarna natural ke bibirnya. "Lagi pula apa kamu tidak malu kalo aku datang di acara itu tidak berdandan?"


"Tidak, karena tanpa semua skincare mu ini pada dasarnya kamu sudah sangat cantik" Kenzou mengecup pipi kiri Aleta membuat Aleta tersenyum.


"Rasanya aku tidak ingin berangkat ke peresmian itu" lanjut Kenzou membuat Aleta menatap bingung suaminya dari pantulan cermin.


"Kenapa?"


"Aku takut kalo banyak laki laki yang bisa langsung jatuh cinta dengan mu nantinya karena kecantikan mu yang di atas rata rata." curahan hati seoarang suami itu membuat Aleta langsung tergelak oleh tawanya.


Aleta berdiri dari duduknya dan berhadapan dengan suaminya itu. "Aku tau itu kalo semua laki laki akan jatuh cinta pada ku nantinya, tapi aku rasa mereka akan langsung kecewa saat melihat perut ku ini" ucap Aleta membelai perutnya yang buncit yang tengah mengandung buah hatinya.


Kenzou menurunkan pandangannya menatap tangan Aleta yang mengusap perutnya. "Beruntung aku sudah menghamili mu terlebih dahulu" kekeh Kenzou membuatnya langsung mendapatkan cubitan dari Aleta di lengannya.


"Au...sakit" ringis Kenzou pura pura sakit karena cubitan Aleta agar Istrinya itu senang. "Kenapa kamu mencubit ku sayang? kamu tau berkat suntikan keramat ku ini kamu menjadi milik ku seutuhnya dan mengandung anak kita" Kenzou menarik pinggang istrinya agar masuk ke dalam pelukannya.


"Sudahlah jangan mengatakan hall hall kotor, lebih baik kita segera berangkat sebelum terlambat" Aleta melepaskan tangan Kenzou yang melingkar di pinggangnya dan meraih tasnya.


Aleta dan Kenzou melangkah keluar kamar dengan Aleta yang melingkarkan tangannya di lengan Kenzou, dress yang Aleta gunakan senada dengan jas suaminya membuat kedua pasangan itu terlihat sangat cocok, bahkan art yang melihat kedua majikannya yang terlihat sangat serasi merasa sangat iri.


Kenzou mengendari mobilnya memecah kemacetan yang terjadi di ibu kota, walau waktu menandakan jam pulang kantor sudah dari tadi tapi sepertinya warga itu ibu kota itu tidak akan membiarkan jalan longgar sebentar saja.


Perjalanan yang memakan waktu lumayan membuat mobil Kenzou baru saja berhenti di sebuah hotel yang akan di resmikan malam ini, para satpam yang berjaga di depan pintu masuk melangkahkan kakinya dengan cepat menuju mobil Kenzou membukakan pintu mobil itu untuk CEO Jhonson Company berserta istrinya yang baru saja datang.

__ADS_1


Aleta melingkarkan tangannya di pergelangan tangan Kenzou sambil berjalan masuk ke dalam hotel tersebut, baru masuk ke lobi hotel tersebut mata Aleta di suguhkan dengan arsitektur bangunan yang sangat modern mengikuti perkembangan zaman.


Masuk ke dalam lift yang akan membawa keduanya ke lantai teratasi dari hotel di mana acara di selenggarakan, sengaja acara di gelar di ruangan terbuka karena Anindira yang memintanya suasana yang sangat mendukung dan cuaca yang baik memutuskan untuk acara di selenggarakan di sana.


Ting...


Pintu lift terbuka membuat Kenzou melangkah keluar dari dalam lift menuju ke tempat acara akan di mulai terlihat beberapa para pengusahaan dan kalang atas sudah mulai berdatangan termasuk Helangga dan Baskara yang datang di peresmian proyek Kenzou itu yang tengah bercengkrama membuat Aleta dan Kenzou melangkah mendekat ke arah ke empatnya.


"Yah, pah" sapa Kenzou saat sudah sampai di antara ke empatnya.


"Kenzou, Aleta? kalian baru datang?" ucap Baskara saat melihat anak dan menantunya baru datang.


"Iyah pah, tadi terjebak macet di jalan" ucap Kenzou, dan beruntung acaranya belum di mulai setidaknya Kenzou datang tepat waktu.


"Tidak apa apa, lagian acara belum mulai, dan selamat untuk anak papah yang satu ini" Bakara langsung memeluk Putra semata wayangnya itu dan menepuk pundaknya.


"Memang anak papah ada berapa?" tanya Kenzou.


"Benih papah di rahim mama kamu ada banyak tapi yang jadi hanya kamu" ucapan Baskara membuat orang yang mendengarnya tertawa sebelum akhirnya Ana mendaratkan cubitan di pinggang suaminya itu.


"Sayang perut kamu udah besar" ucap Ratih yang berdiri di samping Aleta dan menatap perut putrinya itu.


"Iyah ya... udah besar" Imbuh Ana mengusap perut Aleta yang tengah mengandung cucunya.


"Kalo Bunda gak salah ini udah masuk tuju bulan ya?"


"Iyah Bunda"


"Wah...kita harus ngadain acara tuju bulanan nih jeng" kata Ana antusias saat mendengar kandungan Aleta sudah masuk tuju bulan.


"Iyah betul itu,gimana kalo acara tuju bulannya di adakan di rumah Bunda?"


"Di rumah Mama aja sayang"


"Bunda"

__ADS_1


"Mama"


"Bunda"


"Mama"


Aleta yang berada di tengah kedua ibu itu menghela nafas pelan saat Keduanya menginginkan acara di rumah mereka masing masing, Kenzou yang melihat itu mendekat ke arah Aleta yang berada di tengah Ratih dan Ana.


"Gimana kalo di rumah Kenzou aja, biar adil" ujar Kenzou menengahi perdebatan tempat tuju bulanan, sambil menatap Bunda mertuanya dan Mamanya secara bergantian.


Kedua oma itu saling pandang sebelum akhirnya menyetujui ucapan Kenzou.


Sedangkan dua pasang bola mata yang melihat kejadian dari jauh mendengus kesal, siapa lagi kalo bukan Tiara dan Anidinira.


"Sok caper banget sih jadi cewek" ujar Anindira geram saat melihat Aleta yang mendapatkan perhatian banyak orang termasuk Kenzou yang merangkul pundak Aleta.


"Berapa lama lagi rencana lo itu akan lo lakuin, gue udah gak betah ya lihat Kenzou dekat dekat kaya gitu sama Aleta" kini gantian Tiara yang berkomentar membuat Anindira menatap Tiara yang berdiri di sampingnya dan saat itu juga terlintas satu rencana dalam otaknya.


"Kita lakukan permainan kecil aja dulu malam ini" Ucapan Anindira membuat Tiara menatap wanita yang berdiri di sampingnya.


"Permainan? permainan apa yang lo maksud?"


Bukannya menjawab pertanyaan Tiara, Anindira malah mengotak ngatik hpnya mencari nama seseorang di dalam hpnya.


"Halo, gue punya kerjaan buat lo" ucap Anindira saat sambungan telfonnya terhubung dengan orang yang berada di sebrang sana.


"Lo datang aja ke alamat yang gue kirim, pakai jas yang akan anak buah gue kirim ke rumah lo"


"Lo tenang aja, bayarannya akan gue transfer habis ini" Setelah mengatakan hall itu Anindira mentransfer sejumlah uang kepada anak buahnya.


"Lo punya rencana apa?" tanya Tiara sekali lagi saat pertanyaannya tidak di jawab oleh Tiara.


"Sini gue bisikin" Tiara mendekatkan telinganya ke wajah Anindira yang ingin mengatakan rencananya.


"Lo yakin?" tanya Tiara setelah Anindira membisikan sesuatu kepadanya.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti" ucap Anindira yang beralih menatap Aleta dan Kenzou yang tengah tertawa.


__ADS_2