
Kenzou mendorong satu troli yang di penuhi dengan berbagai barang belanjaan Aleta keluar dari dalam mall menuju parkiran di mana mobilnya terparkir, dengan bantuan satpam yang tengah berjaga Kenzou memasukan semua barang belanjaan istrinya ke dalam mobil,sedangkan Aleta malah asik dengan ciki yang ada di tangannya yang ia makan sepanjang perjalanan keluar dari pusat perbelanjaan sambil menunggu Kenzou yang tengah memasukan barang belanjaannya.
Aleta memutar badannya ke samping dan dari lorong tempat mobil Kenzou terparkir Aleta melihat deretan orang yang tengah mengantri untuk mendapatkan burger dengan keju mozzarella yang sangat sangat lumer dari sepanduk yang terpasang di kedai burger tersebut.
Aleta menjilati tangannya sendiri saat dua orang perempuan mengigit burger tersebut membuat keju yang ada di dalamnya memanjang saat di gigit bahkan tidak bisa putus, Aleta menelan air liurnya membayangkan betapa enaknya burger dengan ekstra keju.
Kenzou yang sudah memasukan semua barang belanjaannya memberikan tips tanda terimakasih kepada satpam tersebut dan pandangannya beralih menatap Aleta yang mulai berjalan menjauh dari dirinya,buru buru Kenzou lari ke arah Aleta sebelum ada mobil yang masuk atau keluar dari parkiran tersebut.
"Aleta kamu mau kemana?" akhirnya Kenzou meraih tangan istrinya itu tapi tatapan istrinya bukan ke dirinya melainkan ke arah kedai yang menjual burger dengan antrian yang lumayan panjang.
"Itu" Aleta menujukan deretan orang orang itu dengan jarinya. "Aku mau itu Zou" rengek Aleta menatap wajah Kenzou.
"Kamu sudah punya makanan sayang di dalam mobil" Kenzou mengusap lembut rambut Aleta.
"Tapi aku mau itu" pinta Aleta kembali menatap kedai tersebut. "Lihat kejunya sepertinya sangat enak" lirih Aleta dengan menyapu bibirnya dengan lidah.
Kenzou melirik sekilas orang yang di tunjuk Aleta sebelum kembali menatap istrinya, "Kita pulang ya" Kenzou berusaha membawa tubuh Aleta kembali ke arah mobil tapi Aleta tidak ingin bergerak dari tempatnya.
"Aku tidak mau pulang, aku mau itu" tunjuk Aleta sekali lagi.
Kenzou menghela nafas pelan memang selalu seperti ini saat Aleta tengah menginginkan sesuatu, bukannya Kenzou tidak ingin mengabulkannya tapi tadi Aleta selalu bilang capek dan pegal di kakinya dan ingin sampai rumah tapi sekarang mungkin ceritanya sudah berubah dengan burger mozarella.
"Ya sudah aku beli in, tapi kamu di dalam mobil" pinta Kenzou tidak ingin Aleta kenapa kenapa.
"Aku mau ikut"
"Tidak bisa sayang, lihat antriannya sangat panjang dan kamu harus berdiri untuk waktu yang lama, aku tidak mau kakimu bengkak lagi" Kenzou coba memberikan pengertian kepada istrinya itu.
"Tapi"
"Mau burger burger tidak?" potong Kenzou membuat Aleta manggung dengan cepat. "Sekarang masuk mobil biar aku yang beli"
"Ya sudah" akhirnya Aleta pasrah memilih mengikuti permintaan Kenzou dengan melangkahkan ke arah mobil dan Kenzou yang melangkah ke arah kedai tersebut untuk membelikan pesanan Aleta.
Miau....
Tangan Aleta yang tadinya ingin meraih handle pintu mobil Kenzou mengurungkan niatnya saat satu ekor kucing anggora berwarna putih bersih mendekat ke arahnya, Aleta melihat ke kanan ke kiri mencari pemilik kucing ini tapi sepertinya pemiliknya tidak ada karena kondisi parkiran yang lagi sepi atau memang sengaja dilepaskan tapi tidak mungkin juga karena bulunya yang sangat bersih.
Miau...
Kucing anggora tersebut bergeliat manja di kaki Aleta membuat Aleta gemas sendiri Aleta berjongkok di samping kucing tersebut mengusap bulu bulu yang tebal itu dengan lembut.
__ADS_1
"Kamu lapar?" tanya Aleta.
Miau...
Aleta memberikan ciki miliknya dan kucing tersebut mengendus ngendus nya tanpa berniat memakannya, dan Aleta baru sadar karena memang itu bukan makanannya makanya ia tidak mau memakannya.
"Aku tidak punya makanan kucing" lirih Aleta dan berdiri dari duduknya dan membuka pintu belakang mobil Kenzou mencari ciki yang bisa di makan kucing tersebut.
Saat Aleta asik membuka satu persatu kantung belanjaannya tanpa ia sadari satu buah mobil berwarna hitam berhenti tepat di belakang mobil Kenzou dan keluar dua orang pria dengan menggunakan topeng berjalan mendekat ke arah Aleta, pertama yang mereka ambil adalah kucing berwarna putih tersebut dan masukannya di dalam kandang khusus kucing.
"Nah ketemu" Aleta menemukan snek miliknya saat Aleta membalikan badannya Aleta di buat kaget dengan kedua pria bertubuh besar itu.
"Mau apa kalian?" suara Aleta mulai bergetar saat salah satu dari keduanya mendekat ke arah Aleta. "Jangan mendekat!"
"Jangan takut manis" suara itu membuat bulu kudu Aleta berdiri, Aleta mendorong sekuat tenaganya tubuh pereman itu dan berusaha lari tapi sialnya tangannya di raih oleh temannya.
"Tolong!"
"Kenzou!!" Teriak Aleta membuat pereman itu langsung membungkam mulut Aleta sebelum suara Aleta menarik perhatian pengunjung yang lain.
"Emm....." Aleta memukul mukul lengan pria itu berharap dengan begitu mereka melepaskan dekapan tangannya, bukannya melepas Aleta di seret dengan paksa masuk ke dalam mobil.
"Kenzou tolong!!"
"Kenzou tolong aku!!" Aleta hanya bisa berteriak karena tubuhnya di kunci oleh pereman itu.
"Ken...." suara Aleta terpotong saat pereman itu kembali membungkam mulutnya.
Kenzou yang tengah mengantri dengan beberapa orang untuk mendapatkan burger mozarella itu samar samar seperti mendengar seseorang yang memanggil namanya satu dua kali sampai suara itu terdengar sangat keras membuat antrian itu menoleh ke arah sumber suara melihat seoarang perempuan yang tengah di seret paksa oleh kedua pereman itu agar masuk ke dalam sebuah mobil.
Bola mata Kenzou membulat sempurna dan terasa sangat panas saat melihat wanita yang di sayangnya di perlakukan dengan kasar seperti itu, tangannya terkepal dengan kuat di samping tubuhnya aura emosinya sudah tidak terkontrol lagi saat Kenzou melihat Aleta menangis.
"Aleta!!!" Teriak Kenzou yang langsung berlari ke arah Aleta dengan cepat.
"Sial itu sepertinya suaminya, cepat bawa dia masuk!" titah temannya yang tengah memegang kandang kucing membuat temannya langsung mengangkat tubuh Aleta masuk ke dalam mobil sebelum Kenzou semakin dengan dengannya dan mobil yang membawa Aleta langsung melesat dengan cepat setelah Keduanya berhasil membawa Aleta.
"Aleta!!" teriak Kenzou histeris saat mobil itu sudah pergi, tanpa pikir panjang Kenzou kembali ke dalam mobil dan melajukan dengan kecepatan tinggi mengejar mobil yang membawa istrinya itu.
Di dalam mobil yang tengah membawa Aleta, tanpa lelah Aleta berusaha berontak mencoba untuk membuka pintu mobil tersebut.
"Turunkan aku!!"
__ADS_1
"Tolong!!"
"Kenzou tolong!!" Teriak Aleta membuat ketiga pereman yang ada di dalam mobil itu mengusap telinganya kasar.
"Diam!" bentak pereman yang duduk di samping Aleta membuat sebentar Aleta terdiam karena suara bentakan itu.
"Aku mohon lepaskan aku" pinta Aleta mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya dengan air mata yang sudah berlinangan di pipinya.
"Diam!"
"Aku mohon, tolong lepaskan aku"
"Jangan mimpi!"
Aleta yang ingin kembali membuka pintu itu tangannya langsung di cegah oleh pereman itu dan langsung mengikatnya dengan kuat membuat Aleta meringis kesakitan di pergelangan tangannya, "Tutup mukanya" perintah itu ia tujukan pada temannya satunya lagi.
Tapi sebelum menutup kepala Aleta menggunakan kain mulut Aleta lebih dahulu di lakban baru di tutup menggunakan kain berwarna hitam yabg terdengar sekarang hanyalah isakan tangis Aleta membuat ketiga pereman itu tertawa puas.
"Sepertinya mobil di belakang ngikutin kita" kata sang sopir saat melihat mobil Kenzou yang terus mengikuti ketiganya dengan kecepatan penuh juga.
"Dia pasti suami dari wanita ini"
"Kenzou? Kenzou tolong aku, aku takut zou..."
"Cari jalan lain jangan biarkan dia terus membuntuti kita, kalo tidak bisa bisa kita gagal membawa wanita ini"
Tamannya mengangguk paham ia memutarkan mobilnya mencari jalan yang banyak lampu marahnya dengan begitu Kenzou akan terjebak dalam salah satu lampu merah itu, suara kelakson mobil yang terdengar saling sahut sahutan memperingati kedua mobil itu untuk mengurangi kecepatan bukannya mengurangi kecepatan mobilnya mereka malah menambah kecepatan penuh terjadilah kejar kejar an yang sangat sengit, sampai lampu jalan yang tadinya berwarna hijau perlahan berubah menjadi berwarna kuning.
"Cepat bodoh!!" teriak teman yang duduk di belakangnya saat lampu sebentar lagi berubah menjadi warna merah.
"Tidak....Tidak....aku mohon jangan!!" Kenzou menggelengkan kepalanya dan mengerem mobilnya dengan kuat beruntung di belakang tidak ada kendaraan saat lampu sudah berubah menjadi berwarna merah sedangkan mobil yang membawa Aleta sudah melaju dengan cepatnya di depan sana membuat Kenzou memukul stir mobilnya dengan kuat.
"AAAAAAA!!" raung Kenzou dengan sangat kencang dengan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Aleta....bayiku...." lirih Kenzou dengan tangan yang terkepal kuat di stir mobilnya.
"Bodoh....bodoh.... BODOH....!!" Kenzou memukul mukul kepalanya dengan sangat kuat ia lagi lagi gagal menjaga Aleta dengan baik dan sekarang istrinya di bawa entah kemana.
Kenzou menyandarkan punggungnya di kursi kemudinya, air mata yang ada di pelupuk matanya sudah tidak bisa di tanah, "Sekarang mereka bawa kemana istriku tuhan?" lirih Kenzou dengan menatap lurus ke depan.
"Jangan lagi tuhan, jangan pisahkan aku dengan istriku"
__ADS_1