
"Ale..." panggil Vony dari belaka Aleta.
"Kamu dari mana saja?" tanya Aleta setelah menoleh kebelakang mendapati sahabatnya yang datang dengan Alan.
"Ahh itu... tadi asisten suami mu itu, mengajak ku melihat taman belakang rumah mu" kata Vony melihat Alan yang juga berdiri di sampingnya. "Dan karena suamimu sudah pulang maka aku juga harus pulang"
"Kenapa buru buru sekali...? makan siang lah dulu di sini sebelum kamu pulang"
"Tidak makasih tapi aku bisa makan di luar" tolak Vony.
"Ayolah Von kita sudah lama gak makan siang bareng dan mumpung ada Alan juga di sini jadi kita makan siang sama sama saja, boleh kan Zou?" tanya Aleta yang beralih menatap Kenzou, dan Kenzou menjawabnya dengan senyuman di sertai anggukan.
"Tuh Kenzou aja boleh in, kamu makan di sini sekalian aja ya...."
"Ya udah deh kalo gk ngerepotin"
"ngerepotin apa...kamu itu sahabat aku mana ada ngerepotin segala" kata Aleta yang di balas senyuman oleh Vony.
Kenzou,Alan, Aleta dan Vony berjalan menuju meja makan yang sudah tersedia makanan yang di siapkan art. Kenzou dan Alan makan dengan tenang berbeda dengan Aleta dan Vony yang malah asik berbicara dan sesekali tawa kecil keluar dari dua mulut wanita itu.
***
Malam harinya setelah mandi Aleta duduk di depan meja rias untuk memoles tipis wajahnya yang terlihat sedikit kusam, Wajah Aleta yang sudah cantik dari dulu walau sedikit kusam tidak memerlukan banyak polesan cukup dengan bedak tipis dan lip blam untuk melembabkan bibirnya, selesai dengan make up-nya Aleta menata rambutnya yang setengah di ikat tinggi dan yang setengahnya lagi di biarkan terurai begitu saja yang membuatnya kini sudah terlihat semakin cantik di tambah dengan dres yang di berikan Kenzou kepadanya tadi siang yang menambah kecantikannya malam ini. Aleta bangun dari duduknya dan melihat sekali lagi penampilanya dari pantulan kaca meja riasnya dari atas sampai bawah, setelah di rasa cukup Aleta menghampiri Kenzou yang duduk di sofa yang tengah sibuk dengan laptopnya.
"Zou Bunda sama Mama kapan datangnya?" tanya Aleta yang berdiri tepat di depan Kenzou, Kenzou yang matanya fokus kepada layar laptop di depannya menoleh ke arah Aleta yang terlihat sangat cantik yang tengah berdiri di depannya, Kenzou langsung menutup layar laptopnya dan berdiri melihat penampilan Aleta dari atas sampai bawah.
"Apa ada yang salah dengan penampilan ku?" tanya Aleta yang juga melihat dirinya sendiri.
"kamu terlihat sangat cantik dengan dres ini" kata Kenzou yang langsung membuat Aleta tersipu malu.
"Kenapa pipi mu tiba tiba semerah itu" kata Kenzou saat melihat pipi Aleta yang berubah menjadi merah.
"Gak papa" Aleta langsung membalikan badannya agar Kenzou tidak melihat wajahnya yang bahkan akan tambah merah itu.
Kenzou tersenyum saat melihat wajah Aleta yang tiba tiba saja merah saat ia puji, Kenzou memeluk Aleta dari belakang dan melingkarkan tangannya di perut Aleta dan menaruh dagunya di pundak Aleta membuat pipi Aleta bertemu dengan pipi Kenzou. "Kamu semakin terlihat sangat cantik saat wajahmu semerah itu"
"Zou...kapan Bunda sama Ayah datang?" tanya Aleta yang mengalihkan pembicaraan.
"Seharusnya sebentar lagi" kata Kenzou dengan posisi yang masih sama.
"Kalo begitu aku mau turun membantu art menyiapkan makan malam" kata Aleta melepaskan tangan Kenzou dari perutnya.
__ADS_1
"Tidak perlu, mereka berlima bisa mengerjakannya, dan kamu cukup diam di sini sampai mereka bilang keluarga kita sudah sampai" kata Kenzou.
"Tapi..."
"Tidak ada tapi tapian" kata Kenzou menarik tangan Aleta dan menduduk Aleta di atas pangkuannya.
"Aku bisa duduk sendiri Zou..." kata Aleta yang ingin bangun dari tubuh Kenzou tapi Kenzou dengan cepat mengunci tubuhnya.
"Aku ingin seperti ini Aleta, sebentar saja" pinta Kenzou yang langsung membenamkan wajahnya di dada Aleta.
Aleta yang sedikit risih dengan kelakuan suaminya itu memundurkan tubuhnya perlahan, agar wajah Kenzou sedikit menjauh dari dadanya, Kenzou yang menyadari hall itu menarik pinggang Aleta. "Zou... Sebaiknya kita turun siap tau Mam sama Bunda sudah datang" kata Aleta suapaya suaminya itu memberhentikan aktifitasnya.
Kenzou mendongakkan wajahnya menatap wajah Aleta, entah kenapa bagi Kenzou malam ini Aleta sangat cantik di matanya, Kenzou tidak menjawab pertanyaan Aleta, ia perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Aleta mengincar bibir merah merekah milik Aleta sangat baginya sangat menggoda itu. Aleta yang merasakan wajah Kenzou semakin mendekat bahkan Aleta bisa merasakan deru nafas suaminya yang mengenai wajahnya, perlahan Aleta memejamkan matanya membiarkan Kenzou menciumnya, Kenzou yang melihat Aleta memejamkan wajahnya tersenyum senang, saat Aleta tau apa yang ia inginkan, perlahan Kenzou mengikis jarak di antara dirinya dan Aleta dan tinggal beberapa centi lagi ke dua bibir itu akan bertemu, kalo saja ketukan pintu membuat Kenzou menjauhkan tubuhnya.
Tok....Tok...Tok...
"Sial...!!" umpat Kenzou, saat bibirnya tinggal beberapa centi saja mengenai bibir Aleta.
Aleta yang merasakan bibir Kenzou tidak mengenai bibirnya membuka matanya. "Kenapa?" tanya Aleta yang udah menunggu nya dari tadi tapi Kenzou tidak juga menciumnya.
"Tuan....Nona..."
"Kamu dengar itu?" kata Kenzou dengan wajah kesalnya.
Aleta yang melihat suaminya itu terlihat sangat kesal menarik tangan Kenzou saat Kenzou hendak melangkah menuju pintu, buru buru Aleta berjinjit untuk menyamakan tingginya dengan tinggi suaminya itu dan Aleta menarik tengkuk Kenzou dan langsung menciumnya.
Kenzou membulatkan matanya saat Aleta tiba tiba menciumnya, tapi Kenzou juga senang karena Aleta mengabulkan keinginannya yang sempat tertunda, Kenzou menarik pinggang Aleta dan memperdalam ciumannya selama beberapa detik sebelum bunyi ketukan pintu terdengar kembali, Aleta melepaskan ciumannya dan menatap Kenzou dengan nafas yang terengah-engah.
"Makasih" kata Kenzou yang di angguki oleh Aleta.
Setelah nafas mereka mulai teratur Kenzou dan Aleta berjalan ke arah pintu dan membukanya yang ternyata yang mengetuk pintu kamarnya adalah Juminten yang sudah mengetuk pintu kamarnya berulang kali.
"Maaf Tuan.... Nona....di bawah orang tua tuan sama Nona sudah datang" kata Juminten saat pintu kamar terbuka.
"Mereka sudah datang?" tanya Aleta.
"Sudah Nona, dan mereka sedang duduk di ruang keluarga" kata Juminten.
"Zou....ayo kita temui mereka" kata Aleta menarik tangan suaminya itu.
"Aleta...pelan pelan, kamu bisa terjatuh" kata Kenzou panik saat Aleta menarik tangannya sambil menuruni anak tangga.
__ADS_1
"Bunda...." teriak Aleta yang masih menarik tangan Kenzou.
"Ale pelan pelan"
"Aaaa" dan benar saja Aleta tersandung kakinya sendiri saat melangkah dengan sigap Kenzou menarik tangan Aleta yang tadi menarik tangannya dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Kan sudah aku bilang pelan pelan...kalo kamu jatuh gimana...? bahaya Aleta apa lagi kamu lagi hamil..." kata Kenzou sedikit keras.
"Maaf Zou" kata Aleta menundukan kepalanya.
"Apa Bunda gak salah dengar...? kamu beneran hamil...?" tanya Ratih berjalan ke arah Kenzou dana Aleta di ikuti oleh Ana, Baskara dan Herlangga.
"Sayang Mama gak salah dengar kan saat Kenzou bilang kamu hamil?" kini Ana menimpali ucapan Ratih.
"Enggak Bun...Ma..." kata Aleta malu malu.
"Jadi Mama bentar lagi jadi Oma...??" kata Ana dan di angguki oleh Aleta.
"Jeng kita akan jadi nenek" kata Ratih antusias dengan menarik tangan Ana yang berdiri di sampingnya.
Sedangkan Kenzou hanya diam di tempat sambil melihat kehebohan Mamanya dan Mama mertuanya itu, sedangkan istrinya tengah senyam senyum sendiri
"Cepat sekali zou jadinya" kata Baskara yang sudah berdiri di samping Kenzou.
"Kenzou pakai bibit unggul pah" kata Kenzou.
"Kamu pakai gaya apa Zou...?" tanya Helangga.
"Kudanil meluk kucing Yah..." kata Kenzou asal membuat Helangga dan Baskara saling pandang sebelum kembali menatap Kenzou kembali.
"Itu cara yang di ajarkan Aleta" lanjut Kenzou membuat Herlangga melebarkan bola matanya.
"Aleta....?" kata Herlangga yang di angguki Kenzou.
"Anak kamu hebat Her.... Biasanya laki laki yang ngajarin perempuan tapi ini perempuan yang ngajarin laki laki" kata Baskara berbisik di telingga Herlangga yang tengah menatap putrinya yang masih menatap heboh Bunda dan Mama mertuanya.
"Apa iyah, Aleta yang ngajarin gaya Kudanil meluk kucing...? perasaan selama ini Aleta anak yang polos" kata Herlangga kepada dirinya sendiri tapi masih bisa di dengar jelas oleh Baskara.
"Kamu tau...istriku juga dulu begitu luarnya saja polos tapi dalamnya jangan di ragukan" kata Baskara yang kembali mengingat bagaimana cara Ana melayaninya di atas ranjang, sedangkan Herlangga beralih menatap Baskara yang tengah tersenyum.
"Dan lihat sekarang Yah...Pah....sebentar lagi Kenzou junior akan launching" kata Kenzou membuat ketiga peria tersebut langsung tertawa.
__ADS_1
***
Jangan lupa Like & Voteš¤ā„ļø