
Sedangkan Kenzou yang tidak menemukan keberadaan Aleta tadi malam langsung menghubungi Alan untuk mengerahkan semua ank buahnya di tempat Davina hilang, dan mereka harus kasih tau informasi sekecil apapun itu yang mereka temui.
"Pagi tuan..." kata Alan membuka pintu ruangan Kenzou, dan melihat Kenzou yang sedang berdiri di dekat kaca, sambil menatap pemandangan dari kaca ruangannya.
"Ada berita apa Alan...?" tanya Kenzou langsung saat Alan sudah masuk ke dalam ruangannya.
"Anak buah kita mendapatkan informasi bahwa ada sebuh gubuk di tengah tengah hutan dekat tempat di mana Nona Aleta hilang, dan saya juga dapat informasi bahwa gubuk itu baru saja di tempat ii seseorang tapi karena ada beberapa benda yang menandakan gubuk itu habis di gunakan, tapi sekarang gubuk itu sudah kosong tuan" kata Alan menyampaikan informasi yang ia dapatkan dari anak buahnya, Kenzou langsung menatap Alan yang tengah berdiri di ruangannya sambil menatap ke arahnya.
"Apa mereka sudah menemukan Aleta...?" tanya Kenzou.
"Belum tuan...bahkan anak buah kita berfikir bahwa Nona Aleta sudah pergi dari sana" kata Alan membuat Kenzou mengerutkan keningnya
"Suruh anak buah kita mencari Aleta di setiap penjuru kota dan jangan ada yang terlewat kan walaupun sedikit saja, karna aku yakin Aleta tidak akan pergi jauh dari sana"
"Baik tuan...."
Tok...Tok....Tok....
"Masuk" kata Kenzou saat mendengar ketukan pintu ruangannya.
"Maaf tuan saya menganggu waktunya, di depan ada Nona Anindira" kata Bella setelah membuka pintu ruangan Kenzou.
"Suruh dia masuk" Titah Kenzou kepada sekretarisnya.
"Baik tuan..." kata Bella yang langsung keluar dari ruangan Kenzou.
"Selamat pagi Tuan Kenzou.... selamat pagi Tuan Alan" Kata Anindira saat masuk ke ruangan Kenzou.
"Pagi" jawab Kenzou dan Alan secara bersamaan.
"Silahkan duduk" kata Kenzou menunjuk sofa di ruangannya, seperti biasa Kenzou pasti menatap Anindira tanpa berkedip sedikitpun, dan begitu juga dengan Anindira yang menatap Kenzou.
Alan yang melihat atasannya melihat Anindira seperti itu, Ia merasa bahwa wanita yang tengah duduk bersamanya kini mempunyai maksud tertentu.
"Ada apa yang membuat Nona Anindira kesini?" tanya Alan yang membuat Anindira beralih menatap Alan.
"Ahh...ini saya kesini membawakan berkas berkas yang harus di tanda tangani oleh tuan Kenzou" kata Anindira menyodorkan berkas berkas di depan Kenzou.
"Kenapa harus anda sendiri yang mengantarnya? kemana asisten anda?" . "Apa anda sudah tidak mampu mengaji asisten anda itu?" cibir Alan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Kenzou.
"Alan...jaga ucapan mu....!!"kata Kenzou.
"Maaf tuan saya hanya bercanda, bukan begitu nona Anindira...?" kata Alan sinis.
"Hahaha....iyah saya tau anda hanya bercanda" kata Anindira sambil tersenyum sedangkan Alan menatap Anindira dengan tatapan tidak suka.
"Sial...asisten brengsek ini pasti akan menjadi penghalang untuk kedepannya"
"Mana yang harus saya tanda tangani?"
__ADS_1
"Disini tuan..." kata Anindira menunjukkan tempat yang harus di tanda tangani oleh Kenzou dan Anindira sengaja mencondongkan tubuhnya dan alhasil belahan dada Anindira terlihat, Alan yang melihat tingkah Anindira merasa risih dan ia sangat yakin bahwa rekan bisnisnya itu sedang mencoba untuk menggoda Kenzou dengan cara memanfaatkan tubuhnya itu.
"Cih.... wanita ini mukanya saja mirip Clara, tapi sifatnya ternyata tidak jauh berbeda dengan Tiara" batin Alan.
Alan melihat Kenzou yang tengah fokus menandatangani berkas di depannya sepertinya tidak menyadari perbuatan Anindira yang mencoba menggodanya dengan tubuhnya, Alan melepas jas yang ia gunakan saat Anindira semakin mencondongkan badannya, Alan berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Anindira dan menempelkan jasnya di depan tubuh Anindira, yang membuatnya Anindira kaget dan langsung menatap tajam Alan.
"Sepertinya baju anda kekurangan bahan Nona..."
"Saya harap lain kali anda memakai baju yang lebih sopan dari ini, karena saya takut kalo orang lain lihat, mereka bisa berfikir bahwa CEO Agatha grup tidak mampu untuk membeli baju yang pantas...!!"kata Alan yang menekan kata kata terakhirnya sebelum akhirnya duduk kembali di samping Kenzou, sedangkan Kenzou yang tidak tau apa apa hanya melihat Alan dan Anindita secara bergantian.
"Sial... sekertaris ini belum apa apa sudah menggagalkan rencana awal ku untuk menggoda Kenzou...!!"
"Apa ini sudah semuanya?" tanya Kenzou kepada Anindira.
"Sudah tuan" kata Anindira dengan suara mengoda dan tersenyum sangat manis ke arah Kenzou.
"Kalo begitu anda bisa keluar sekarang juga...!!" kata Alan dengan tangan menunjuk pintu ruangan kenzou.
"Alan...!!"
"Sudah tuan, saya kesini cuma ingin meminta tanda tangan anda, dan setelah anda menandatanganinya saya juga harus pergi karena masih banyak dokumen dokumen yang harus saya kerjakan di kantor" kata Anindira memotong ucapan Kenzou dengan suara yang di buat selembut mungkin. sambil menatap sinis ke arah Alan.
"Kalo begitu saya permisi dulu tuan Kenzou maaf menganggu waktunya" kata Anindita yang langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan Kenzou.
"Alan kau ini apa apaan....! kenapa kau bersikap seperti itu dengan Anindira....!!" kata Kenzou dengan rahang yang mengeras.
"Rencana jahat....? Alan...! dia itu rekan bisnis kita mana mungkin dia memiliki rencana jahat kepada ku dan juga Aleta"
"Anda membela wanita itu bukan karna dia mirip dengan Almarhum Clara kan tuan...? karena mungkin saja wajah mereka sama tapi sifat mereka sama sekali tidak sama tuan... sifat mereka bertolak belakang...!!" kata Alan tegas supaya Kenzou sadar, kalo Anindita itu wanita jahat.
"Kau tidak tau apa apa Alan... jadi kau jangan ikut campur!!" kata Kenzou mencengkram kerah kemeja Alan.
"Sadar Zou.....!! Clara sudah meninggal....!! dan kamu sudah memiliki istri seharusnya kamu lebih fokus sama Aleta dari pada sama wanita lain...!!, sebelum kamu menyelesal nantinya....!!" kata Alan yang sudah tidak memperdulikan bahasa formal yang sering ia gunakan untuk memanggil kenzou, karna jujur Alan tidak suka melihat Kenzou yang sekarang.
"Sampai kapan kamu akan seperti ini....!! kasian Clara yang melihat mu seperti ini dari atas sana...!"
"Jangan termakan dengan wajah mirip dari Anindira Zou...!, dan fokuslah kepada Aleta yang sampai sekarang belum ketemu juga, apa kamu tau istrimu itu berada di mana sekarang...? apa kamu tau...? apa dia masih hidup atau tidak...? apa kamu tau itu zou....!!" kata kata Alan membuat cengkraman tangan Kenzou yang tadinya sangat kuat di kerah kemeja Alan perlahan mulai tidak sekencang tadi, Alan yang merasakan itu menurunkan tangan Kenzou dari kerah bajunya dan memegang pundak Kenzou dengan kedua tangannya.
"Zou...kamu sekarang sudah berkeluarga dan sebentar lagi kamu pasti akan memiliki anak dari Aleta, lupakan masa lalu itu dan jalani masa depan dengan Aleta dan calon anak anak kamu nanti, aku yakin kalo kamu bisa bahagia dengan Aleta sekarang, Clara juga akan sangat bahagia dari atas sana"
"Aku belum bisa melupakan Clara Lan.... hiks...hiks... dan gak akan bisa" kata Kenzou yang kembali duduk di sofa dengan meremas rambutnya yang tadi tertata dengan rapi.
BUUUK.....
Alan yang melihat sikap Kenzou yang seperti itu mulai kehabisan kesabaran ia menarik tangan Kenzou yang sedang menjambak rambutnya dan mendaratkan bogem mentah di pipi Kenzou.
"SADAR ZOU.....SADAR....!!!"
"CLARA SUDAH MENINGGAL.....DIA SUDAH TIADA SEKARANG.....!!!"
__ADS_1
"DAN KAMU..." kata Alan menunjuk wajah Kenzou yang sedang menatapnya. "DAN KAMU MALAH MEMIKIRKAN ORANG YANG SUDAH MENINGGAL SEDANGKAN KAMU TIDAK MEMIKIRKAN ISTRIMU YANG SEDANG BERTARUH NYAWA DI LUAR SANA....!!"Teriak Alan dengan dada yang naik turun.
"KAMU TAU ZOU...?! AKU SELAMA INI BERSABAR DEGAN SIKAPMU YANG SELALU SEPERTI INI....TAPI SEKARANG AKU SUDAH TIDAK TAHAN....!! AKU TIDAK SUKA MELIHAT KENZOU YANG MENJADI PENGUNDANG SEPERTI INI...!! DIMANA KENZOU YANG DULU AKU KENAL....?? DIMANA....!!" Teriak Alan lebih kencang dari tadi sedangkan Kenzou diam tidak merespon satupun ucapan Alan.
Dret....Dret....Dret....
Tiba tiba ponsel Alan berbunyi dari kantong celananya, sesaat Alan menatap Kenzou yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, baru Alan megambil hpnya dari Kantong celana dan tertera nama anak buah mereka dari layar ponsel Alan.
📞: "Ada apa...?" tanya Alan to the poin sambil mengatur deru nafasnya.
📞: "Apa...! kalian melihat Nona Aleta di taman rumah sakit...?" kata Alan dengan nada yang cukup keras membuat Kenzou langsung menatap ke arah Alan yang tengah berbicara dengan orang di sebrang sana yang ia yakini itu adalah anak buahnya.
📞: "Kirim lokasinya sekarang juga...!!" kata Alan yang langsung mematikan sambungan telefonnya secara sepihak.
"Alan, Aleta sudah ketemu...?" tanya Kenzou.
"Apa pedulimu mu...??" tanya Alan yang menatap Kenzou yang juga tengah menatapnya.
"Kamu bicara apa Alan...? dia istriku itu sebabnya aku peduli dengannya...!!"
Ting....
Bunyi hp Alan saat anak buahnya mengirimkan lokasi rumah sakit saat mereka melihat Aleta.
"Bukankah kamu hanya peduli dengan wanita yang mirip dengan Clara...??
"Kasih tau aku sekarang Alan dimana lokasi Aleta sekarang ini...!!"
"Tidak....!!"
"Alan jangan macam macam dengan ku atau aku akan menghabisi mu sekarang juga....!!"
"Ayo habisi saja aku... aku lebih baik mati sekarang juga dan menyusul Clara, dari pada harus melihat mu seperti ini...!!" kata Alan menantang.
"Cukup Alan....!! kau boleh melakukan hall apapun kepada ku nanti asal kau memberitahu ku di mana Aleta sekarang" kata Kenzou memelas supaya Alan memberitahunya keberadaan Aleta sekarang.
"Tapi kau harus janji saat kau bertemu dengan Aleta nanti kau tidak boleh marah" kata Alan.
"Memangnya kenapa aku harus marah...?"
"kamu mau tau keberadaan Aleta tidak....?"
"Okey...okey....aku janji aku tidak akan marah kalo ketemu dengan Aleta sekarang kasih tau aku di mana lokasi rumah sakit itu"
"Ikut aku biar aku yang menyetir mobil" kata Alan dan di setujui oleh Kenzou. mereka langsung keluar kantor dan mengendarai mobil Kenzou menuju lokasi yang di kirim anak buah Kenzou dan Alan.
***
Jangan lupa like & Vote 🤗♥️
__ADS_1